Anda di halaman 1dari 4

Latihan Pemodelan Sederhana Metode Gaya Berat (Gravity)

FI2161 Fisika Bumi dan Sistem Kompleks


Dosen: Wahyu Srigutomo, Ph.D.
Asisten: Mohammad Heriyanto
=============================================
Selasa, 18 Oktober 2016
1. Model Bola
Perumusan anomali gaya berat model bola (sphere) sebagai berikut:
4GR 3
z
(1)
g x, z
3
x x0 2 z 2 3 / 2
dimana G adalah konstanta gravitasi sebesar 6.674x10-11 m3kg-1s-2. R adalah jari-jari bola dan
z adalah kedalaman pusat model, adalah kontras densitas, kemudian x0 adalah letak model
pada axis x.

Gambar 1. Model bola[1]


Setelah dimodelkan dengan R = 10 m, z = 20 m, x0 = 10 m, dan = 1 kg/m3 dimana
pengukuran dari x = -100 m s.d 100 m dengan perpindahan tiap 10 m, dengan menggunakan
MATLAB diperoleh data berikut.

Gambar 2. Data anomali gaya berat dari model bola

2. Model Silinder Horisontal


Dengan melihat model bola sebagai silinder tak-hingga secara horisontal, maka model
silinder horisontal tersebut bisa dituliskan dengan persamaan berikut:
z
(2)
g x, z 2GR 2
x x0 2 z 2
Setelah dimodelkan dengan R = 10 m, z = 20 m, x0 = 10 m, dan = 1 kg/m3 dimana
pengukuran dari x = -100 m s.d 100 m dengan perpindahan tiap 10 m, dengan menggunakan
MATLAB diperoleh data seperti gambar 3.

Gambar 3. Data anomali gaya berat dari model silinder horisontal


2. Model Patahan
Perumusan anomali gaya berat model patahan (fault) sebagai berikut:

x x0

1 x x 0
(3)
g x.z 2Gt tan 1
tan

z1

z2

dimana t adalah tebal dari patahan, z1 adalah kedalaman dari plat dalam, z2 adalah kedalaman
dari plat dangkal dan x0 adalah letak patahan Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar 4.

Gambar 4. Model patahan[2]

Setelah dimodelkan dengan t = 10 m, z1 = 50 m, z2 = 150 m, x0 = 100 m, dan = 1


kg/m dimana pengukuran dari x = -500 m s.d 500 m dengan perpindahan tiap 20 m, dengan
menggunakan MATLAB diperoleh data seperti gambar 5.
3

Gambar 5. Data anomali gaya berat dari model patahan

Referensi
[1] Gupta, O.P. 1983. A least-squares approach to depth determination from gravity data.
Geophysics 48, no. 3 p. 357-360
[2] Toushmalani, R. 2010. Application of gravity method in fault path detection. Australian
Journal of Basic and Applied Sciences 4, no. 12 p. 6450-6460

Lampiran
Script MATLAB untuk Model Bola
clc; clear all; close all;
% Parameter Model (rho,R,z,x0)
rho = 1;
% Perbedaan densitas (kg/m^3)
R = 10;
% Jari-jari (m)
z = 20;
% Kedalaman (m)
x0 = 10;
% Posisi model (m)
% Konstanta
cGrav = 6.674e-11; % Konstanta Gravitasi (m^3 kg^-1 s^-2)
si2mg = 1e5;
% 1 SI(ms^-2) = 1e5 mGal
% Lokasi Pengukuran
x = -100:10:100;
%%------- FORMULA FORWARD SPHERE ------%%
k = (4/3)*pi*cGrav*rho*(R^3);
for i = 1:length(x)
dg(i) = k*(z/((x(i)-x0)^2 + z^2)^(1.5)); % m s^2
end
dg = dg*si2mg;
% 1 SI = 1e5 mGal
%%--------- PLOT FORWARD -------%%
figure(1)
subplot(5,1,[1 2])
plot(x,dg,'.','color','r','MarkerSize',15);
xlim([min(x) max(x)]);
xlabel('\bf \fontsize{12}\fontname{Times}Posisi (m)');
ylabel('\bf \fontsize{12}\fontname{Times}\Delta g (mGal)');
title('\bf \fontsize{14}\fontname{Times}Modeling Gravity - Bola');
subplot(5,1,[4 5])
% Gambar Bola
th = 0:pi/50:2*pi;
xunit = R*cos(th)+x0;
yunit = R*sin(th)+z;
fill(xunit,yunit,'r');
set(gca,'ydir','reverse');
title(['\bf \fontsize{14}\fontname{Times}Model => ','\rho = ',...
num2str(rho),' kg/m^3 ; R = ',num2str(R),...
' m ; z = ',num2str(z),' m ; x_0 = ',num2str(x0),' m']);
xlabel('\bf \fontsize{12}\fontname{Times}Posisi (m)');
ylabel('\bf \fontsize{12}\fontname{Times}Kedalaman (m)');
xlim([min(x) max(x)]);
ylim([0 50]);
axis equal;