Anda di halaman 1dari 9

I.

PENDAHULUAN

I.I LANDASAN TEORI


Vertebrata didarat yang pertama adalahaggota kelasa Amphibia. Saat ini kelas
vertebrata amphibian diwakili 4000 spesies katak Salamander dan Caecilia (makhluk tak
bertungkai yang membuat lubang untuk sarang di hutan tropis dan danau air tawar). Terdapat
3 ordo kelas amphibia yang masih hidup saat ini yakni Urodela (berekor salamander),
Anura (tidak berekor katak , termasuk bangkong) dan Apoda (tidak berkaki Caesilia).
Hanya ada sekitar 400 spesies dari Urodela. Beberapa diantaranya ada hidup diair. Tetapi
yang lain hidup didarat sebagai hewan dewasa bahkan sepanjang masa kehidupan. Sebagian
besar Salamnder yang hidup didarat berjalan dengan pembengkokan badan dari sisi ke sisi
yang mirip dengan cara jalan tetrapoda awal (Anonim, 2011).
Amphibian berasal dari kata amphi yang artinya rangkap

dan bios yang artinya

kehidupan. Dan amphibi adalah hewan yang hidup dengan dua bentuk kehidupan, mula-mula
dalam air tawar kemudian dilanjutakan dengan di darat (Kimbal, 1998)
Amphibian merupakan hewan berdarah dingin yang mampu menyesuaikan cara
hidupnya dengan lingkungan. Didaerah beriklim sedang, jika musim dingin dating, hewan ini
bersembunyi dimana saja misalnya mengubur diri dalam lumpur parit, atau tanah basah
diantara batu-batuan. Selama tidur pada waktu musim dingin, hewan ini tidak makan dan
sedikit pertukaran udara yang dibutuhkannya, yang berlangsung melalui kulitnya (Iskandar, ,
1998)
a. Ordo Caesilia (Gymnophionia)
Ordo ini mempunyai anggota yang umumnya adalah mempunyai kaki sehingga
disebut Apoda. Tubuh menyerupai cacing (gilig) bersegmen dan tidak bertungkai, dan
ekor mereduksi. Hewan ini mempunyai kulit yang kompak, mata tereduksi, tertutup oleh
kulit atau tulang, retina pada beberapa spesies berfungsi sebagai fotoreseptor. Dibagian
anterior terdapat tentakel yang fungsinya sebagai organ sensori. (Anonimous, 2010).
b. Ordo Urodela
Urodela disebut juga Caudata. Ordo ini mepunyai bentuk tubuh memanjang,
mempunyai anggota gerak dan ekor serta tidak mempunyai tympanum. Tubuh dapat
dibedakan atau kepala, leher dan badan. Bebrapa spesies mempunyai insang dan yang
lainnya bernapas dengan paru-paru.

Pada bagian kepala terdapat mata yang kecil dan berupa jenis mata yang mengalami
reduksi. Pada penyebarannya meliputi wilayah America Utara, Asia Tengah, Jepang dan
Eropa. Urodela mempunyai tiga subordo yaitu Sirenidea, Cryptobranchordea dan
Salamondroidea.
c. Ordo anura
Anura merupakan ordo yang memiliki jumlah sepsies terbesar dibandingkan dengan
ordo lainnya. Anura mempunyai arti tidak memiliki ekor. Seperti namanya, anggota ordo
ini mempunyai ciri umum tidak mempunyai ekor, kepala bersatu dengan tidak
mempunyai leher dan tungkai berkembang baik.
Tungkai belakang lebih besar dari pada tungkai depan. Hal ini mendukung
pergerakannya yaitu dengan melompat. Pada beberapa family terdaput diantara jarijarinya. Membrane tympanum terletak dipermukaan kulit dengan ukuran yang cukup
besar dan terletak dibelakang mata. Fertilisasai secara eksternal dan prosesnya dilakukan
diperairan yang tenang dan dangkal (Muetya, 2011).

II.ITUJUAN
Tujuan praktikum ini adalah unutuk mengetahui morfologi dari kelas Amphibi,
mengetahui karakter dan sifat-sifat, unutk mengidenetifikasi dan mengklasifikasi kkelas
amphibi dan untuk mengetahui jenis-jenis dari kelas Amphibi.

II.

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

II.1 Waktu dan Tempat


Praktikum taksonomi vertebrata ini dilakukan pada hari Kamis pukul 13.15 wib sampai
selesai di Laboratorium STAIN Batusangkar.
II.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah papan bedah, jarum pentul,
penggaris, camera dan alat tulis. Sedangkan bahan yang digunakan adalah Rana sp, Bufo.
II.3 Cara Kerja
Bufo dan Rana yang sudah dibunuh terlebih dahulu diletakkan diatas papan bedah,
dimana pada bagian kaki-kakinya dijepit pakai jarum pentul yang berguna untuk
memudahkan dalam pengamatan. Amati tipe-tipe yang terdapat serta lakukan pengukuran,
catat hasil yang didapatkan dan objek difoto untuk dicantumkan pada laporan.

III

HASIL DAN PEMBAHASAN

II.1. Rana sp
Klasifikasi ilmiah
Kingdom
: Animalia
Filum
: Chordata
Kelas
: Amphibi
Ordo
: Anura
Family
: Rinodae
Genus
: Rana
Spesies
: Rana sp

Dari praktikum yang dilakukan didapatkan hasil: katak ini memiliki panjang badan
(PB) 40 mm, lebar kepala (LK) 30 mm, panjang kepala (PK) 14 mm, panjang kaki depan
(PKD) 10 mm, panjang tibia (PT) 35 mm, panjang Femur 20 mm, panjang kaki belakang
(PKB) 10 mm, panjang moncong 40 mm, diameter tympanium (DT) 6 mm, diameter mata
(DM) 2 mm, jarak interorbital (JIO) 4 mm, jarak internares (JIN) 5 mm, panjang kaki depan
4>2>3>1, panjang jari kaki belakang 2>3>1>4>5.
Secara morfologi Rana sp mempunyai kulit yang selalu basah. Kulit dilengkapi
dengan kelenjer-kelenjer yang menghasilkan lendir untuk mempertahankan keadaan kulit
tetap basah. Setiap kelenjer berbentuk piala terdapat tepat dibawah permukaan kulit, memiliki
sepasang kaki depan dan sepasang kaki belakang, kakai depan terdiri atas lengan atas
(brancium) lengan bawah ( antebrancium), tangan (manus) dan jari-jari (digiti). Pada kaki
belakang terdiri atas paha (femur), betis (crus), kaki (pes). Jumlah jari katak tungkai depan 4
jari dan tungkai belakang 5 jari, pada tungkai belakang memanjang yang berpotensi untuk
melompat. Kulit katak sangat penting untuk respirasi dan proteksi.

II.2 Bufo Melanostictus

Klasifikasi ilmiah
Kingdom
: Animalia
Filum
: Chordata
Kelas
: Amphibi
Ordo
: Anura
Family
: Bufonidae
Genus
: Bufo
Spesies

: B.

melanostictus
Dari praktikum yang dilakukan didapatkan hasil: memiliki panjang badan (PB) 7mm, lebar Kepala (LK) 30mm, panjang kepala (PL) 18mm, panjang kaki depan (PKD)
20mm, panjang tibla (PT)20mm, panjang femur (PF) 30mm, panjang kepala belakang (PKB)
70mm, panjang moncong (PM) 10mm, diameter tympanium (DT) 5mm, diameter mata (DM)
7mm, jarak inter orbital (JIO) 2mm, jarak internares (JIN) 5mm, urutan panjang kaki depan
3>4>2>1 dan urutan panjang kaki belakang 4>3>2>1>5.
Kulitnya sangat penting untuk respirasi dan proteksi, kulit yang tipis dan fleksibel
membagi bagian luar badan untuk melindungi organisme terhadap penyakit, berfungsi dalam
pernafasan, penyerapan air, sebab katak tidak pernah minum. Dilengkapi dengan kelenjar
mukosa yang menyebabkan kulit terjaga kelembabannya, bagi spesies yang hidup di air,
mukus memberikan minyak pelumas bagi tubuh. Sebagian besar memiliki kelenjar granular
dan mukus. Keduanya mirip akan tetapi hasil produksinya berbeda. Kelenjar granular
memproduksi zat denoxious atau racun untuk melindungi diri dari musuh.
II.3 Fejevarya limnocharis
Klasifikasi ilmiah
Kingdom
: Animalia
Filum
: Chordata
Kelas
: Amphibi
Ordo
: Anura
Family
: Ranidae
Genus
: Fejevarya
Spesies

: F. limnocharis

Setelah dilakukan praktikum pada fejevarya Umnochasis didapatkan data dengan


panjang badan 40mm, panjang kepala 10mm, panjang kaki depan 20mm, panjang labia fibula

20mm, panjang femur 25mm, panjang kaki belakang 5,5mm, panjang moncong 10mm,
diameter tympanium 12mm, diameter mata 3mm, jarak inter orbital 10mm, jarak internares
3mm, lebar kepala 3mm, urutan panjang kaki depan 2>1>4>3 dan panjang kaki belakang
3>5>2>1>4.
Pada fejevarya limnocharis terdapat ujung jari berupa tonjolan, warna kepala coklat
keemasan, terdapat tutup selaput renang, gigi formernya ada, sedangkan kelenjar parufoidnya
tidak ada.

IV.
IV.I

PENUTUP

KESIMPULAN
Amphibi memiliki 3 ordo yaitu ordo Caecilia, ordo Urodela, ordo Anura. Dari
semua ordo tersebut memiliki ciri-ciri dan karakteristik yang berbeda-beda, sehingga
dengan ciri-ciri khas yang dimiliki oleh setiap species tersebut memudahkan kita untuk
membadakannya.

IV.II SARAN
Dalam pelaksanaan praktikum hendaknya dilaksanakan dengan waktu yang
cukup dan efisiesn sehingga hasilnya dapat maksimal dan dilakukan dengan teliti untuk
mendapatkan hasil yang akurat sesuai dengan teori yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

Iskandar, T, 1998.Amphibhia Jawa dan Bali. Bogor, Pustitbang biologi


Kimbal. John, W. 1998, Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga
Muetya, Dezi. 2011. Praktikum Amphibia. http://Dezimuetya.
Blogspot.com
Mukayat, Djarubito. 1994, Zoologi Dasar, Jakarta: Erlangga.

LAMPIRAN
No

Karakteristik

Bufo
Melanostictus

Rana sp

Fejevarya
limnocharis

Bentuk kelenjer paraloid

Memanjang

Tutupan selaput insang

Tidak jelas

Bentuk ujung jari

Licin

Panjang badan

70

40

40

Lebar kepala

30

30

10

Panjang kepala

18

14

15

Panjang kaki depan

20

10

20

Panjang tibia

30

15

20

Panjang femur

30

22

25

10

Panjang kaki belakang

70

10

55

11

Panjang moncong

10

40

12

Diameter tympanium

60

12

13

Diameter mata

13

14

Jarak inter orbital

10

15

Jarak internares

16

Urutan panjang kaki depan

3>4>2>1

4>2>3>1

2>1>4>3

17

Urutan

2>3>1>4>5

3>5>2>1>4

belakang

panjang

kaki 4>3>2>1>5