Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN

KEBUTUHAN OKSIGENASI
A. PENGERTIAN
Oksigenasi merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang
sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme untuk mempertahankan
kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh. (Asmadi,2008)
Oksigen merupakan kebutuhan dasar paling vital dalam kehidupan
manusia, dalam tubuh oksigen berperan penting dalam proses metabolism sel
tubuh. Kekurangan oksigen bisa menyebabkan hal yang sangat berarti bagi
tubuh, salah satunya adalah kematian. Dalam pelaksanaannya pemenuhan
kebutuhan oksigen merupakan garapan perawat tersendiri, oleh karena itu
setiap perawat harus paham dengan manifestasi tingkat pemenuhn oksigen
pada kliennya serta mampu mengatasi berbagai masalah yang terkait dengan
pemenuhan kebutuhan tersebut. (Asmadi, 2008)
B. MANIFESTASI KLINIS
1. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
a. Data Mayor
1) Batuk tak efektif atau tidak batuk
2) Ketidak mampuan untuk mengeluarkan sekresi jalan napas
b. Data Minor
1) Bunyi napas abnormal
2) Frekuensi, irama, kedalaman pernapasan abnormal
2. Ketidakefektifan pola nafas
a. Data Mayor
1) Perubahan dalam frekuensi atau pola pernapasan (dari nilai
dasar)
2) Perubahan pada nadi (frekuensi, irama, kualitas)
b. Data Minor
1) Ortopnea
2) Takipnea, hiperpnea, hiperventilasi
3) Pernapasandisritmik
4) Pernapasansukar/berhati-hati
3. Gangguan Pertukaran gas
a. Data Mayor
1) Dispnea saat melakukan latihan
b. Data Minor

1) Konfusi/agitasi
2) Kecenderungan untuk mengambil posisi 3titik (duduk, 1
tangan pada setiap lutut, condong kedepan)
3) Bernapas dengan bibir dimoyongkan dengan fase ekspirasi
yang lama
4) Letargi dan keletihan
5) Peningkatantahanan vascular

pulmonal

(peningkatan

tahanan arteri ventrikel kanan/kiri)


6) Penurunan motililitas lambung, pengosongan lambung lama.
7) Penurunan isi oksigen, penurunan saturasi oksigen,
peningkatan PCO2, seperti yang diperlihatkanolehhasilanalisa
gas darah
8) Sianosis
4. Gangguan ventilasi spontan
a. Data Mayor
1) Dispnea
2) Peningkatan laju metabolic
b. Data Minor
1) Peningkatan kegelisahan
2) Ketakutan
3) Penurunan volume tidal
4) Peningkatan frekuensi jantung
5) Penurunan kerja sama
6) Peningkatan PCO2
7) Peningkat meningkatnya
8) Penggunaan otot-otot
9) Aksesori pernafasan
10) Penurunan PO2
11) Penurunan SaO2
5. Intoleransi aktivitas
a. Data Mayor
1) Kelemahan
2) Pusing
3) Dispnea
4) Keletihan akibat aktivitas
5) Frekuensi pernapasan > 24 kali/menit
6) Frekuensi nadi > 95 denyut/menit
b. Data Minor
1) Pucat / sianosis
2) Konfusi
3) Vertigo

C. PATOFISIOLOGI
Udara di
atmosfer
Paru-paru memiliki tekanan
lebih randah dan struktur
dinding dada
Paru mengembang
(inspirasi)
Udara masuk melalui
hidung ada infeksi patogen

Berhubungan dengan:

Kebersihan jalan
napas

Keutuhan sistem
saraf pusat dan
pusat
pernapasan

Keutuhan
/kemampuan
rongga toraks

Faring
Laring
Trachea
VentilasiParuparu
Bronkus
Bronkiolus
Terjadi
pertukaran
Alveoli
gas O2 dan CO2 di
alveoli
Terjadi
penumpu cairan
di alveoli

Berhubungan
dengan:
Immobilisasi
Infeksi
saluran
pernapasan
Depresi batuk
Kerusakan
neuromuskule
Hipersekresi
mukosa
Infek
r
saluran
pernafasan
si
Obstruksi
Lama-lama
Batuk tak efektif
Menumpuk pada
atau tidak batuk
bronkus

Statis secret
karena batuk
tidak efektif.
DX:
Ketidakefektifan
pola napas

Mengalami
DX:
Keadekuatan
penurunan dan
Gangguan
pertukaran
komplians
paruakibat
D. ETIOLOGI
gas
paru
keletihan
a. Faktor Fisiologi (Somantri, 2007)
DX:
1. Menurunnya kemampuan mengikat O2 seperti pada anemia

Intoleransi
aktivitas

DX:
Ketidakefe
ktifan
bersihan
jalan napas

DX:

Gangguan
ventilasi
spontan

2. Menurunnya konsentrasi O2 yang diinspirasi seperti pada obstruksi


saluran pernafasan bagian atas
3. Hipovolemia sehingga tekanan darah menurun yang mengakibatkan
terganggunya oksigen
4. Meningkatnya metabolism seperti adanya infeksi, demam luka dll
5. Kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti pada
kehamilan, obesitas, muskulo skeletal yang abnormal. Penyakit kronis
seperti TBC paru.
b. Faktor Perilaku
1. Nutrisi, misalnya gizi yang buruk menjadi anemia sehingga daya ikat
oksigen berkurang
2. Exercise, exercise akan meningkatkan kebutuhan oksigen
3. Merokok, nikotin menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah
perifer dan coroner
4. Alcohol dan obat-obatan

menyebabkan

intake

nutrisi

Fe

mengakibatkan penurunan hemoglobin, alcohol menyebabkan depresi


pusat pernafasan
5. Kecemasan, menyebabkan metabolism meningkat
E. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1. Pemeriksaan untuk menentukan keadekuatan sistem konduksi jantung.
Pemeriksaan ini mencangkup permeriksaan dengan menggunakan
elektrokardiogram, monitor holter, pemeriksaan stress latihan, dan
pemeriksaan elektrofisiologi.
a. Elektrokardiogram (EKG) menghasilkan rekaman grafik aktivitas
listrik jantung, mendeteksi transmisi impuls,dan posisi listrik jantung (
aksis jantung).
b. Monitor holter merupakan peralatan yang dapat dibawa (portabel) dan
berfungsi merekam aktivitas listrik jantung dan meghasilkan EKG
yang terus menerus selama priode tertentu, misalnya selama 12 jam
atau lebih lama.
c. Pemeriksaan stress latihan digunakan untuk mengevaluasi respon
jantung terhadap stress fisik.
d. Pemeriksaan elektrofisiologis (PEF) merupakan pengukuran invasif
aktivitas listrik.

2. Rongen Thoraks, merupakan pemeriksaan yang dilakukan misalnya untuk

melihat lesi paru pada penyakit TB, adanya tumor, benda asing,
pembengkakan paru, penyakit jantung dan untuk melihat struktur
abnormal.
3. Fluoroskopi , pemeriksaan ini dilakukan untuk untuk mengetahui
mekanisme kardiopulmonum, misalnya kerja jantung, diagfragma, dan
kontraksi paru.
4. Bronkografi, pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat secara visual
bronkus sampai dengan cabang bronkus pada penyakit gangguan bronkus
atau kasus displacement dari bronkus.
5. Endoskkopi, pemeriksaan ini untuk melakukan diagnostik dengan cara
mengambil sekret untuk pemeriksaan, melihat lokasi kerusakan, biopsi
jaringan, untuk pemeriksaan sitologi, mengetahui adanya tumor, melihat
letak terjadinya pendarahan; untuk terapeutik, misalnya mengambil benda
asing dan menghilangkan sekret yang menutupi lesi
F. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN
1. Patologi
a. Penyakit pernafasan menahun ( TBC, Asma, Bronkhitis )\
b. Infeksi, fibriosis kritik, influenza
c. Penyakit sistem syaraf (sclerosis, gravis, sindrom guillain barre)
d. Depresi SSP/ Trauma kepala
e. Stroke
2. Maturasional
a. Bayi premature yang disebabkan kurangnya pembentukan surfaktan
b. Bayi dan toddler, adanya risiko infeksi saluran pernafasan dan
merokok
c. Anak usia sekolah dan remaja, resiko infeksi saluran pernafasan dan
merokok.
d. Dewasa muda dan pertengahan, diet yang tidak sehat, kurang aktivitas,
stress yang mengakibatkan sakit jantung dan paru-paru
e. Dewasa tua, adanya proses penuaan yang mengakibatkan
kemungkinan arterosklerosis.
G. PENATALAKSANAAN MEDIS
1. Latihan batuk efektif

Merupakan cara untuk melihat pasien yang tdak memiliki kemampuan


batuk secara efektif dengan tujuan untuk membersihkan laring, trakea,
dan bronkiolus, dari sekret atau benda asing di jalan nafas.
2. Pemberian oksigen
Pemberian oksigen pada pasien merupakan tindakan keperawatan dengan
cara memberikan oksigen kedalam paru, melalui saluran pernafasan
dengan menggunakan alat bantu oksigen.
3. Fisioterapi dada
Fisioterapi dada merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan dengan
cara postural drinase, clapping dan vibrating pada pasien dengan
gangguan system pernafasan.
H. PENGKAJIAN
1. Identitas Pasien
Nama, usia, jenis kelamin, pekerjaan, status perkawinan, no CM
2. Riwayat Keperawatan
1. Masalah keperawatan yang pernah dialami
a) Pernah mengalami perubahan pola pernapasan
b) Pernah mengalami batuk dengan sputum
c) Pernah mengalami nyeri dada
d) Aktivitas apa saja yang menyebabkan terjadinya gejala-gejala di
atas
3. Riwayat penyakit pernapasan
a) Apakah sering mengalami ISPA, alergi, batuk, asma, TBC, dan
lain-lain?
b) Bagaimana frekuensi setiap kejadian?
4. Riwayat Kardiovaskuler
Pernah mengalami penyakit jantung (gagal jantung, gagal ventrikel kanan
dll) atau peredaran darah.
5. Gaya Hidup
Merokok, keluarga perokok, lingkungan kerja dengan perokok.
6. Pemeriksaan Fisik
a. Mata
1) Konjunctiva pucat (karena anemia)
2) Konjunctiva sianosis (karena hipoksemia)
3) Konjunctiva terdapat pethechia (karena emboli lemak atau
b.

endocarditis)
Kulit

1) Sianosis perifer (vasokontriksi dan menurunnya aliran darah


perifer)
2) Penurunan turgor (dehidrasi)
3) Edema
4) Edema periorbital
c. Jari dan Kuku
1) Sianosis
2) Clubbing finger
d. Mulut dan Bibir
1) Membrane mukosa sianosis
2) Bernapas dengan mengerutkan mulut
e. Hidung
1) Pernapasan cuping hidung
f. Vena Leher
1) Adanya distensi/bendungan
g. Dada
1) Retraksi otot bantu pernapasan (karena peningkatan aktivitas
pernapasan, dyspnea, obstruksi jalan napas)
2) Pergerakan tidak simetris antara dada kiri dan kanan
3) Tactil fremitus, thrills (getaran pada dada karena udara/ suara
melewati saluran/ rongga pernapasan)
4) Suara pernapasan normal (vesikuler, bronchovesikuler, bronchial)
5) Suara napas tidak normal (crackles, ronchi, wheezing, pleural
friction)
6) Bunyi perkusi (resonan, hiperesonan, dullness)
h. Pola pernapasan
1) Pernapasan normal (eupnea)
2) Pernapasan cepat (takipnea)
3) Pernapasan lambat (bradipnea)
7. Pemeriksaan Penunjang
a. EKG
b. Echocardiograph
c. Kateterisasi jantung
d. Angiografi
I. DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Ketidakefektifan Pola Napas b.d kelemahan otot pernapasan
b. Gangguan Pertukaran Gas b.d perubahan suplai oksigen
c. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif b.d seekret berlebih
d. Intoleransi
Aktivitas
b.d
ketidakseimbangan
suplai
J. INTERVENSI KEPERAWATAN

oksigen

Diagnosa
Keperawatan/

Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi

Masalah
Kolaborasi
Ketidakefektifan
Pola

Napas

kelemahan
pernapasan

b.d
otot

NOC:
Respiratory
Ventilation
Respiratory

status
status

:
:

Airway patency
Vital sign Status
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan

selama

..pasien

menunjukkan

keefektifan

pola

dibuktikan

dengan

nafas,

NIC:
1. Posisikan pasien untuk
memaksimalkan ventilasi.
2. Pasang mayo bila perlu.
3. Lakukan fisioterapi dada
jika perlu.
4. Keluarkan sekret dengan
batuk atau suction.
5. Auskultasi suara nafas,
catat

adanya

suara

tambahan
kriteria Berikan bronkodilator :
1. Berikan pelembab udara
hasil:
1. Mendemonstrasikan
Kassa
basah
NaCl
batuk efektif dan suara
Lembab
2. Atur intake untuk cairan
nafas yang bersih, tidak
ada

sianosis

dyspneu

dan

(mampu

mengeluarkan sputum,
mampu

bernafas

dg

mudah, tidakada pursed


lips).
2. Menunjukkan

jalan

nafas yang paten (klien


tidak merasa tercekik,
irama nafas, frekuensi
pernafasan

dalam

rentang normal, tidak


ada

suara

nafas

mengoptimalkan
keseimbangan.
3. Monitor respirasi

dan

status O2
4. Bersihkan mulut, hidung
dan secret trakea.
5. Pertahankan jalan nafas
yang paten.
6. Observasi adanya tanda
tanda hipoventilasi.
7. Monitor
adanya
kecemasan

pasien

terhadap oksigenasi.
8. Monitor vital sign.
9. Informasikan pada pasien

abnormal).
3. Tanda Tanda

dan
vital

dalam rentang normal


(tekanan darah, nadi,
pernafasan)
Gangguan
Pertukaran Gas b.d
perubahan
oksigen

suplai

NOC:
Respiratory

Status

Gas exchange.
Respiratory Status

selama

Gangguan pertukaran pasien


teratasi dengan kriteria hasi:
1. Mendemonstrasikan
peningkatan
dan

ventilasi

oksigenasi

yang

adekuat.
2. Memelihara kebersihan
paru paru dan bebas
dari

tanda

tentang

relaksasi

untuk

memperbaiki pola nafas.


10. Ajarkan bagaimana batuk

efektif.
11. Monitor pola nafas
NIC :
:
1. Posisikan pasien untuk

ventilation.
Vital Sign Status
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan

tehnik

keluarga

tanda

distress pernafasan.
3. Mendemonstrasikan

memaksimalkan ventilasi.
2. Pasang mayo bila perlu.
3. Lakukan fisioterapi dada
jika perlu.
4. Keluarkan sekret dengan
batuk atau suction.
5. Auskultasi suara nafas,
catat

adanya

suara

tambahan.
6. Berikan bronkodilator
7. Barikan pelembab udara.
8. Atur intake untuk cairan
mengoptimalkan
keseimbangan.
9. Monitor respirasi
status O2.
10. Catat

dan

pergerakan

dada,amati kesimetrisan,

batuk efektif dan suara

penggunaan

nafas yang bersih, tidak

tambahan, retraksi otot

ada

supraclavicular

sianosis

dyspneu

dan

(mampu

mengeluarkan sputum,
mampu

bernafas

otot
dan

intercostal.
11. Monitor suara

nafas,

seperti dengkur.
12. Monitor pola nafas

dengan mudah, tidak

bradipena,

ada pursed lips).

kussmaul, hiperventilasi,

takipenia,

4. Tanda tanda vital dalam


rentang normal.
5. AGD dalam

cheyne stokes, biot.


13. Auskultasi suara nafas,

batas

catat area penurunan /

normal.
6. Status neurologis dalam

tidak adanya ventilasi dan

batas normal

suara tambahan.
14. Monitor TTV,
elektrolit

dan

AGD,
ststus

mental.
15. Observasi

sianosis

khususnya

membran

mukosa.
16. Jelaskan pada pasien dan
keluarga

tentang

persiapan tindakan dan


tujuan penggunaan alat
tambahan (O2, Suction,
Inhalasi).
17. Auskultasi bunyi jantung,
jumlah, irama dan denyut
jantung
Bersihan

Jalan NOC:
NIC :
Respiratory status :
1.
Napas
Tidak
Ventilation
Efektif b.d seekret
2.
Respiratory status :
berlebih
Airway patency.
3.
Aspiration Control
Setelah dilakukan tindakan
4.
keperawatan
selama
..pasien
menunjukkan keefektifan jalan
nafas

dibuktikan

dengan

kriteria hasil :
1. Mendemonstrasikan

Pastikan kebutuhan oral /


tracheal suctioning.
Berikan O2 l/mnt,
metode
Anjurkan pasien

untuk

istirahat dan napas dalam


Posisikan pasien untuk

memaksimalkan ventilasi
5. Lakukan fisioterapi dada
jika perlu
6. Keluarkan sekret dengan
batuk atau suction
7. Auskultasi suara nafas,

batuk efektif dan suara

catat

nafas yang bersih, tidak

tambahan
8. Monitor

ada

sianosis

dyspneu

dan

(mampu
dengan

mudah,

tidak

pursed lips).
2. Menunjukkan

ada
jalan

suara
status

hemodinamik
9. Berikan pelembab udara

mengeluarkan sputum,
bernafas

adanya

Kassa

basah

Lembab
10. Kolaborasi

NaCl

pemberian

antibiotik.
11. Atur intake untuk cairan

nafas yang paten (klien

mengoptimalkan

tidak merasa tercekik,

keseimbangan.
12. Monitor respirasi

irama nafas, frekuensi


pernafasan

dalam

status O2.
13. Pertahankan hidrasi yang

rentang normal, tidak


ada

suara

nafas

abnormal).
3. Mampu

dan

adekuat

untuk

mengencerkan sekret.
14. Jelaskan pada pasien dan
keluarga

mengidentifikasikan

tentang

penggunaan peralatan :

dan mencegah faktor

O2, Suction, Inhalasi.

yang penyebab.
4. Saturasi O2 dalam
batas normal.
5. Foto thorak

dalam

batas normal
NOC :
NIC :
Self Care : ADLs
1.
Aktivitas
b.d
Toleransi aktivitas
ketidakseimbangan
Konservasi energi
Setelah dilakukan tindakan
suplai oksigen
2.
keperawatan selama . Pasien
Intoleransi

bertoleransi terhadap aktivitas


dengan Kriteria Hasil :
1. Berpartisipasi

dalam

Observasi

adanya

pembatasan klien dalam


melakukan aktivitas.
Kaji adanya faktor yang

menyebabkan kelelahan.
3. Monitor nutrisi
dan
sumber

energi

yang

aktivitas

fisik

tanpa

disertai

peningkatan

tekanan darah, nadi dan

adanya
dan

RR
2. Mampu
aktivitas

adekuat.
4. Monitor

melakukan
sehari

hari

(ADLs) secara mandiri.


3. Keseimbangan aktivitas
dan istirahat

pasien

akan

kelelahan

fisik

emosi

secara

berlebihan.
5. Monitor

respon

kardivaskuler
aktivitas
disritmia,

terhadap
(takikardi,

sesak

diaporesis,

nafas,
pucat,

perubahan hemodinamik).
6. Monitor pola tidur dan
lamanya

tidur/istirahat

pasien.
7. Kolaborasikan

dengan

Tenaga

Rehabilitasi

Medik

dalam

merencanakan
terapi yang tepat.
8. Bantu
klien

progran
untuk

mengidentifikasi aktivitas
yang mampu dilakukan.
9. Bantu untuk memilih
aktivitas konsisten yang
sesuai

dengan

kemampuan

fisik,

psikologi dan sosial.


10. Bantu
untuk
mengidentifikasi
mendapatkan
yang

diperlukan

dan
sumber
untuk

aktivitas yang diinginkan.

11. Bantu untuk mendpatkan


alat

bantuan

aktivitas

seperti kursi roda, krek.


12. Bantu
untuk
mengidentifikasi aktivitas
yang disukai.
13. Bantu
klien

untuk

membuat jadwal latihan


diwaktu luang.
14. Bantu
pasien/keluarga
untuk

mengidentifikasi

kekurangan

dalam

beraktivitas.
15. Sediakan

penguatan

positif bagi yang aktif


beraktivitas.
16. Bantu
pasien

untuk

mengembangkan motivasi
diri dan penguatan.
17. Monitor respon fisik,
emosi, sosial dan spiritual

DAFTAR PUSTAKA
Asmadi.2008. Teknik Prosedural Konsep dan Aplikasi Kebutuhan dasar Klien.
Jakarta : Salemba Medika

Berman, Audrey.2009. Buku Ajar Praktik Keperawatan Klinis Kozier & Erb.
Jakarta :EGC
Muttaqin, Arif. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan dengan gangguan Sistem
Pernapasan. Jakarta : Salemba Medika
NANDA International.2012-2014.Diagnosis Keperawatan: Definisi dan Klasifikasi.
Jakarta: EGC
Sloane, Ettel. 2003. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta :EGC
Somantri, Irman.2007. Keperawatan Medikal Bedah asuhan Keperawatan pada
Pasien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika