Anda di halaman 1dari 6

Tipe Gangguan Kepribadian

November 18th, 2009 Related Filed Under


Gangguan-gangguan dalam kategori ini bersumber dari perkembangan kepribadian yang
tidak masak dan menyimpang. Kerena mengalami proses perkembangan yang tidak
semestinya, individu-individu tertentu memiliki cara pandang, cara pikir dan berhubungan
dengan dunia sekelilingnya secara maladaptif. Akibatnya, mereka tidak berfungsi
sebagaimana mestinya dan dalam kasus-kasus tertentu mereka menjadi menderita.
Ada tiga kelompok gangguan utama dalam kategori ini, yaitu gangguan kepribadian,
kepribadian antisosial, dan perilaku kriminal.
1. Gangguan Kepribadian
Penderita jenis gangguan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Hubungan pribadinya dengan orang lain terganggu, dalam arti sikap dan perilakunya
cenderung merugikan orang lain.
memandang bahwa kesulitannya disebabkan oleh nasib buruk atau perbuatan jahat orang
lain. Dengan kata lain, penderita gangguan ini tidak pernah merasa bersalah.
tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap orang lain: bersikap manipulatif atau senang
mengakali, mementingkan diri sendiri, tidak punya rasa bersalah, dan tidak mengenal rasa
sesal bila mencalakakan orang lain.
celakanya, orang ini tidak pernah dapat melepaskan diri dari pola tingkah lakunya yang
maladaptif itu.
selalu menghindari tanggung jawab atas masalah-masalah yang mereka timbulkan.
Selain itu, gangguan ini lebih merupakan gangguan terhadapa nama baik si penderita
(disorders of reputation). Artinya, masalahnya lebih berupa akibat tidak menyenangkan dari
tindakan sipenderitan terhadap orang lain, bukan berupa penderitaan yang harus ditanggung
oleh yang bersangkutan, seperti misalnya pada kasus neurosis. Dalam kasus neurosis, yang
menderita dan merasa tidak bahagia adalah penderita itu sendiri. Sebaliknya dalam gangguan
kepribadian ini yang menjadi korban perbuatan tidak bertanggung jawab dari si penderita.
Penderita sendiri hanya mengalami reputasi yang buruk, yang bagi penderita gangguan ini
sama sekali bukan soal.
Beberapa jenis gangguan kepribadian yang cukup menonjol adalah kepribadian paranoidskizoid-skizotipe, kepribadian histrionik-narcisistik-antisosial, dan kepribadian aviodantergantung-kompulsif-agresif pasif.
a. Kepribadian Paranoid, Skizoid, dan Skizotipe
Penderita ketiga jenis gangguan ini berperilaku eksentrik, ditambah beberapa kekhususan
sebagai berikut:
1) Kepribadian Paranoid
Memiliki ciri-ciri tambahan: serba curiga; hipersensitif atau sangat perasa; rigid atau kaku;
mudah iri; sangat egois; argumentatif atau suka menentang; suka menyalahkan orang lain;
suka menuduh orang lain jahat.
2) Kepribadian Skizoid
Memiliki ciri-ciri khas: tidak mampu dan menghindari menjalin hunbungan sosial; terkesan
dingin dan tidak akrab atau tidak ramah; tidak terampil bergaul dan suka menyendiri.
3) Kepribadian Skizotipe
Memiliki ciri-cri khas: suka menyendiri; suka menghindari oang lain; egosentrik; dihantui
oleh pikiran-pikiran autistik, yaitu pikiran-pikiran yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain
selain oleh dirinya sendiri, dan takhayul-takhayul; dan amat perasa.

b. Gangguan Kepribadian Historik, Narcisistik, dan Antisosial


Penderita ketiga jenis gangguan ini memiliki ciri umum berperilaku dramatik atau penuh aksi
serba menonjolkan diri, emosional, dan eratik atau aneh-aneh, di samping beberapa ciri
khusus sebagai berikut:
1) Kepribadian Histrionik:
Tidak matang; emosinya labil; haus akan hal-hal yang serba menggairahkan (excitement);
senang mendramatisasi diri secara berlebihan untuk mencari perhatian; penyesuaian seksual
dan hubungan pribadinya kacau; tergantung, tak berdaya, dan mudah ditipu; egois, congkak,
sangat haus akan pengukuhan orang lain; sangat reaktif; dangkal atau picik, dan tudal tulus.
2) Kepribadian Narcisistik:
Merasa diri penting dan haus akan perhatian dari orang lain; selalu menuntut perhatian dan
perlakuan istimewa dari orang lain; sangat peka pada pandangan orang lain terhadap dirinya
(harga dirinya rapuh); bersikap exploitatif: memikirkan kepentingannya sendir, mangabaikan
hak dan perasaan orang lain.
3) Kepribadian Antisosial:
Selalu melanggar hak orang lain lewat perilaku agresif, antisosial, dan tanpa rasa sesal; tidak
sedikit diantara penderita cukup cerdas dan pandai menampilkna diri secara meyakinkan
untuk menjadi penipu ulung.
c. Gangguan Kepribadian Avoidan, Tergantung, Kompulsif, dan Agrasif Pasif
Penderita dalam kategori ini memiliki ciri umum diliputi kecemasan dan rasa takut, sehingga
kadang-kadang susah dibedakan dari penderita neurosis, ditambah ciri-ciri khusus sebagai
berikut:
1) Kepribadian Avoidan tau menghindar:
Sangat peka terhadap penolakan atau hinaan orang lain; cenderung mudah mempersepsikan
olok-olokan atau pelecehan yang belum tentu benar; pergaulan sempit dan segan emnjalin
pergaulau; takut bergaul dengan orang lain disebabkan takut untuk dikritik atau ditolak,
kendati sering merasa butuh afeksi dari orang lain dan merasa sepi; merasa sedih karena tidak
punya teman, dan ketidakmampuan bergaul tersebut menjadi sumber kesusahan dan
penyebab harga dirinya yang rendah.
2) Kepribadian Tergantung:
Sangat tergantung pada orang lain dan merasa tidak berdaya, kendati sesungguhnya tidak
demikian; dapat berfungsi baik sepanjang tidak dituntut melakukan sesuatu seorang diri.
3) Kepribadian Kompulsif:
Memiliki perhatian yang berlebihan pada aturan-atiran, ketertiban, efisiensi, dan pada
pekerjaan; menginginkan semua orang bekerja seperti dirinya; tidak mampu mengungkapkan
sikap dan perasaan hangat; perilakunya serba terhambat, sangat perasa, namun juga sangat
rajin; kepribadiannya kaku; sulit untuk bersantai; sangat memperhatikan hal kecil-kecil; dan
sangat sulit membagi waktu.
4) Kepribadian Agresif-pasif.
Simtom ini sesungguhnya merupakan sikap bermusuhan yang diungkapkan lewat cara-cara
yang bersifat tidak langsung dan bukan melalui kekerasan. Sebagai contoh, untuk
mengungkapkan kebenciannya pada majikan yang lalim, seorang pembantu sengaja senang
menangguhkan atau menghambat-hambat pelaksanaan pekerjaan, bersikap keras kepala,
sengaja bekerja tidak efisien, dan sebagainya. Beberapa ciri khasnya adalah: tidak suka patuh
pada tuntutan orang lain; benci pada figur otoritas, tetapi takut menyatakan atau
mengungkapkannya (tidak asertif).
Gangguan-gangguan ini diduga dapat disebabkan oleh faktor bawaan (masih hipotesis);
faktor psikososial, seperti pola hubungan keluarga yang patogenik; dan faktor sosiokultural,
seperti munculnya sistem nilai dan pola perilaku tertentu yang jauh berbeda dari yang lazim
berlaku di masyarakat akibat kondisi kemiskinan. Misalnya, dalam bentuk standar yang

sangat longgar tentang kejujuran, tanggung jawab sosial, dan sebagainya.


Penderita aneka jenis gangguan ini biasanya sulit ditangani untuk ditolong. Mereka harus
dipaksa. Usaha memberikan pertolongan biasanya lebih efektif bila dilakukan dalam
lingkungan tertentu yang membatasi runga gerak penderita, misalnya di penjara atau pusat
rehabilitasi lainnya. Penanganan di luar jarang berhasil.
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/tipe-gangguan-kepribadian/

Ciri-Ciri Kepribadian
yang Sehat dan Tidak Sehat
Posted on 4 Mei 2008 by AKHMAD SUDRAJAT

Hingga saat ini, para ahli tampaknya masih sangat beragam dalam memberikan
rumusan tentang kepribadian. Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh
Gordon W. Allport (Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 2005) menemukan hampir 50
definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. Berangkat dari studi yang dilakukannya,
akhirnya dia menemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap.
Menurut pendapat dia bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu
sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri
terhadap lingkungannya. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri.
Scheneider (1964) mengartikan penyesuaian diri sebagai suatu proses respons individu baik
yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari
dalam diri, ketegangan emosional, frustrasi dan konflik, serta memelihara keseimbangan
antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan.
Sedangkan yang dimaksud dengan unik bahwa kualitas perilaku itu khas sehingga dapat
dibedakan antara individu satu dengan individu lainnya. Keunikannya itu didukung oleh
keadaan struktur psiko-fisiknya, misalnya konstitusi dan kondisi fisik, tampang, hormon, segi
kognitif dan afektifnya yang saling berhubungan dan berpengaruh, sehingga menentukan
kualitas tindakan atau perilaku individu yang bersangkutan dalam berinteraksi dengan
lingkungannya.
Untuk menjelaskan tentang kepribadian individu, terdapat beberapa teori kepribadian yang
sudah banyak dikenal, diantaranya : teori Psikoanalisa dari Sigmund Freud, teori Analitik dari
Carl Gustav Jung, teori Sosial Psikologis dari Adler, Fromm, Horney dan Sullivan, teori
Personologi dari Murray, teori Medan dari Kurt Lewin, teori Psikologi Individual dari
Allport, teori Stimulus-Respons dari Throndike, Hull, Watson, teori The Self dari Carl Rogers
dan sebagainya. Sementara itu, Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan tentang aspekaspek kepribadian, yang di dalamnya mencakup :
1. Karakter; yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku, konsiten tidaknya
dalam memegang pendirian atau pendapat.

2. Temperamen; yaitu disposisi reaktif seorang, atau cepat lambatnya mereaksi terhadap
rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan.
3. Sikap; sambutan terhadap objek yang bersifat positif, negatif atau ambivalen
4. Stabilitas emosi; yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari
lingkungan. Seperti mudah tidaknya tersinggung, marah, sedih, atau putus asa
5. Responsibilitas (tanggung jawab), kesiapan untuk menerima resiko dari tindakan atau
perbuatan yang dilakukan. Seperti mau menerima resiko secara wajar, cuci tangan,
atau melarikan diri dari resiko yang dihadapi.
6. Sosiabilitas; yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal.
Seperti : sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi
dengan orang lain.
Setiap individu memiliki ciri-ciri kepribadian tersendiri, mulai dari yang menunjukkan
kepribadian yang sehat atau justru yang tidak sehat. Dalam hal ini, Elizabeth (Syamsu Yusuf,
2003) mengemukakan ciri-ciri kepribadian yang sehat dan tidak sehat, sebagai berikut :
===================================================
Kepribadian yang sehat :
1. Mampu menilai diri sendiri secara realisitik; mampu menilai diri apa adanya tentang
kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan
sebagainya.
2. Mampu menilai situasi secara realistik; dapat menghadapi situasi atau kondisi
kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak
mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna.
3. Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik; dapat menilai keberhasilan
yang diperolehnya dan meraksinya secara rasional, tidak menjadi sombong, angkuh
atau mengalami superiority complex, apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau
kesuksesan hidup. Jika mengalami kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan frustrasi,
tetapi dengan sikap optimistik.
4. Menerima tanggung jawab; dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk
mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.
5. Kemandirian; memiliki sifat mandiri dalam cara berfikir, dan bertindak, mampu
mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan
diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya.
6. Dapat mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi
frustrasi, depresi, atau stress secara positif atau konstruktif , tidak destruktif (merusak)
7. Berorientasi tujuan; dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan
kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar

paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan
kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan.
8. Berorientasi keluar (ekstrovert); bersifat respek, empati terhadap orang lain, memiliki
kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah lingkungannya dan bersifat
fleksibel dalam berfikir, menghargai dan menilai orang lain seperti dirinya, merasa
nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan
untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan orang lain, karena kekecewaan
dirinya.
9. Penerimaan sosial; mau berpartsipasi aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki sikap
bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain.
10. Memiliki filsafat hidup; mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang
berakar dari keyakinan agama yang dianutnya.
11. Berbahagia; situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan, yang didukung oleh faktorfaktor achievement (prestasi) acceptance (penerimaan), dan affection (kasih sayang)
===================================================
Kepribadian yang tidak sehat :
1. Mudah marah (tersinggung)
2. Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan
3. Sering merasa tertekan (stress atau depresi)
4. Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang usianya lebih muda atau
terhadap binatang
5. Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah
diperingati atau dihukum
6. Kebiasaan berbohong
7. Hiperaktif
8. Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas
9. Senang mengkritik/ mencemooh orang lain
10. Sulit tidur
11. Kurang memiliki rasa tanggung jawab
12. Sering mengalami pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan faktor yang bersifat
organis)

13. Kurang memiliki kesadaran untuk mentaati ajaran agama


14. Pesimis dalam menghadapi kehidupan
15. Kurang bergairah (bermuram durja) dalam menjalani kehidupan
http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=1&ved=0CBUQFjAA&url=http%3A
%2F%2Fakhmadsudrajat.wordpress.com%2F2008%2F05%2F04%2Fkepribadian-individu
%2F&ei=WrYTeD_JovQrQeFv439BQ&usg=AFQjCNEcndZmjyMYwK5z_k2OFiEAkJHqTg