Anda di halaman 1dari 11

BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1

Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian

pre eksperimen tanpa kelompok pembanding. Penelitian kualitatif adalah suatu


pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti
mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi
dengan orang-orang di tempat penelitian (McMillan & Schumacher, 2003).
Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pre and post test
design, suatu penelitian untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat
dengan cara memberi suatu perlakuan latihan aktifitas fisik berupa senam
aerobik pada satu kelompok subyek. Pengukuran dilakukan sebelum dan
sesudah perlakuan. Perbedaan kedua hasil pengukuran dianggap sebagai efek
perlakuan.
O1 > - - - - - - - - (X) > - - - - - - - - - O2
Keterangan :
O1 = Tekanan darah sebelum diberi perlakuan (pretest) pada kelompok
perlakuan
O2 = Tekanan darah setelah diberi perlakuan (posttest) pada kelompok
4.2

Lokasi
dan Waktu Penelitian
Perlakuan

(X) = 4.2.
Pemberian senam aerobik low impact

39

40

3.2.

Lokasi dan Waktu Penelitian


Penelitian dilakukan di Posyandu Lansia Desa Tohpati, Klungkung.

Penelitian ini akan dilakukan selama kurang lebih satu bulan, dimulai dari bulan
Februari sampai bulan Maret 2015

3.3

Populasi dan Sampel

3.3.1

Populasi
Menurut Saryono (2009), populasi merupakan keseluruhan sumber data

yang diperlukan dalam suatu penelitian. Sumber data dalam suatu penelitian
sangat penting dan menentukan keakuratan hasil penelitian. Populasi dalam
penelitian ini adalah 33 orang lansia hipertensi di Posyandu Lansia Desa Tohpati,
Klungkung.
3.3.2

Sampel
Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan obyek yang

diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2003).


Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling. Yaitu teknik
penentuan sampel dengan cara mengambil seluruh anggota populasi sebagai
responden atau sampel

(Sugiyono, 2009) teknik ini diambil karena populasi

lansia yang mengalami hipertensi jumlahnya sedikit. Dengan demikian, peneliti


mengambil sampel dari seluruh lansia yang mengalami hipertensi di Posyandu
Lansia Desa Tohpati, Klungkung, yaitu berjumlah 33 orang. Adapun kriteria yang
menjadi responden adalah :

41

3.4

Variabel Penelitian
Variabel adalah sesuatu yang bervariasi (Saryono, 2011). Variabel

independen (variabel bebas) dalam penelitian ini adalah latihan aktifitas fisik
berupa senam aerobik low impact. Variabel dependen (variabel terikat) dalam
penelitian

ini

adalah

tekanan

darah

sedangkan

variabel

pengganggu

(counfounding variable) dalam penelitian meliputi riwayat merokok, riwayat


alkohol, konsumsi garam natrium, indeks masa tubuh dan stress.

3.5

Instrumen Penelitian

(1)

Peralatan, seperti :
(a)

Laptop

(b)

Loud Speaker

(c)

Video Senam aerobik low impact untuk diperagakan oleh


instruktur dan diikuti oleh lansia

(2)

Alat Ukur
Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini alat ukur yang sudah baku

yaitu spignomanometer. Adapun bagian yang diukur tekanan darahnya adalah


daerah yang denyutan nadinya paling terasa yaitu bagian vena cubiti. Petugas
pengukur tekanan darah yaitu 3 orang, peneliti sendiri dan dibantu oleh asisten.

3.6

Teknik Pengumpulan Data


Prosedur penelitian yang dikerjakan dalam penelitian ini dibagi ke dalam

empat tahap, yaitu :

42

(1)

Tahap Persiapan
(a) Persiapan materi dan konsep yang mendukung jalannya penelitian.
(b) Studi pendahuluan untuk memperoleh data tentang jumlah lansia
yang masuk dalam kriteria inklusi dan data lain yang mendukung
penelitian. Peneliti juga menyeleksi video senam aerobik yang

tepat
untuk lansia
(c) Konsultasi dengan pembimbing
(d) Menyusun proposal penelitian
(e) Menyusun jadwal kerja
(f) Mengurus perijinan ke Desa Tohpati, Klungkung bagian kesehatan
yang menangani Posyandu.
(2)

Tahap Pelaksanaan
(a)

Menentukan sampel penelitian yang sesuai kriteria inklusi dan


eksklusi.

(b)

Memberikan

penjelasan

kepada

calon

responden

mengenai

maksud dan tujuan penelitian yang dilakukan.


(c)

Mengajukan lembar persetujuan atau informed consent sebagai


bentuk persetujuan lansia menjadi responden.

(d)

Pada hari pertama responden mengisi biodata berupa nama, usia,


jenis kelamin, pekerjaan dan sebagainya lalu diukur tekanan
darahnya sebelum diberi perlakuan.

43

(e)

Responden diberi perlakuan berupa latihan aktivitas fisik yaitu

senam
aerobik low impact sebanyak 2 kali dalam satu minggu selama 4
minggu, dan lansia setiap kali latihan seusai senam aerobik low
impact dihitung denyut nadi maksimalnya.
(f)

Setelah 4 minggu semua responden kembali diukur tekanan

darahnya
apakah mengalami penurunan atau tidak.
(3)

(4)

Tahap Pengolahan dan Analisis Data


(a)

Mengumpulkan hasil pengukuran tekanan darah

(b)

Memasukkan data hasil tes

(c)

Menganalisis hasil data yang telah dimasukkan.

Tahap Penyusunan Laporan.


(a)

Menginterpretasikan hasil penelitian

(b)

Mempresentasikan hasil laporan.

44

3.7

Metode Analisis

(1)

Pengolahan Data
Data yang diperoleh diolah dengan komputer menggunakan program

SPSS versi 17. Menurut Notoatmojo (2005), pengolahan data dilakukan dengan
melewati beberapa tahapan yaitu :
(a) Editing
Editing merupakan upaya untuk memeriksa kembali kebenaran
data

yang

diperoleh.

Peneliti

melakukan

pengecekan

terhadap

kelengkapan data, jika ada data yang salah maka data tersebut tidak
dipakai. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menilai kembali jawaban yang
telah diberikan responden sehingga mendapatkan data yang benar.
(b) Coding
Coding merupakan kegiatan merubah data berbentuk huruf
menjadi data berbentuk angka atau bilangan yaitu pemberian kode pada
data untuk meringkas data. Peneliti membuat daftar kode dan artinya
dalam satu buku (code book) untuk memudahkan kembali melihat lokasi
dan arti kode tersebut. Data yang dilakukan coding meliputi kondisi
tekanan darah yaitu 1 = tekanan darah menurun, 0 = tekanan darah tetap,
dan -1 = tekanan darah meningkat. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk
mempermudah analisis dan mempercepat entry data.
(c) Entry Data

45

Entry data adalah kegiatan memasukkan data ke dalam komputer


agar data dapat dianalisis, entry data dilakukan dengan menggunakan
program SPSS 19.0.
(d) Tabulating
Tabulating merupakan suatu kegiatan memasukkan data dari hasil
penelitian ke dalam master tabel berdasarkan kriteria yang telah ada.
Tabulasi merupakan membuat tabel hasil observasi yang sudah diberi
skor dan dimasukkan ke dalam tabel. Tabulasi juga dilakukan untuk
menyusun dan menghitung data hasil pengkodean untuk disajikan dalam
tabel sesuai kategori variabel.

(2)

Analisis Data
(a)

Analisis Univariat
Merupakan pengumpulan data yang disajikan dalam bentuk tabel

distribusi frekuensi dan ukuran tendensi sentral. Analisis univariat dalam


penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik lansia (usia,
jenis kelamin dan pekerjaan), tekanan darah lansia sebelum diberi
perlakuan aktivitas fisik senam aerobic low impact dan tekanan darah
setelah diberi perlakuan aktivitas fisik senam aerobic low impact.
Pada

analisis

univariat,

data

yang

diperoleh

dari

hasil

pengumpulan dapat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi,


ukuran tendensi sentral atau grafik. Tabel distribusi frekuensi digunakan
untuk menyajikan data yang bersifat nominal dan ordinal yaitu jenis

46

pekerjaan, usia dan jenis kelamin. Ukuran tendensi sentral digunakan


untuk menyajikan data yang bersifat interval dan rasio, dalam penelitian
ini adalah tekanan darah lansia sebelum diberikan intervensi dan
tekanan darah lansia setelah diberikan intervensi. Jika data mempunyai
distribusi normal, maka mean dapat digunakan sebagai ukuran pemusatan
dan standar deviasi (SD) sebagai ukuran penyebaran. Jika distribusi tidak
normal maka sebaiknya menggunakan median sebagai ukuran pemusatan
dan minimum-maksimum sebagai ukuran penyebaran (Saryono, 2011).
(b)

Analisis Bivariat
Analisis bivariat merupakan analisis untuk mengetahui interaksi

dua variabel. Pada tahap ini diteliti hubungan antara dua variabel yang
meliputi variabel bebas dan terikat. Untuk membuktikan adanya
pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan latihan aktivitas fisik berupa
senam aerobic low impact
Uji t merupakan statistik parametrik yang mensyaratkan data setiap
variabel yang dianalisis harus berdistribusi normal. Sehingga perlu adanya
uji normalitas data sebelum dilakukan pengujian hipotesis. Uji normalitas
data menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov. Jika variabel baru hasil
transformasi berdistribusi normal, maka dipakai uji t berpasangan apabila
variabel baru hasil transformasi tidak berdistribusi normal, maka dipilih uji
Wilcoxon.

3.8

Masalah Etika

(1)

Etika penelitian

47

Dalam penelitian khususnya jika yang menjadi subyek penelitian adalah


manusia maka peneliti harus memahami hak dasar manusia. Beberapa prinsip
penelitian pada manusia yang harus dipahami adalah :
(a) Prinsip Manfaat (Benefience)
Prinsip manfaat dalam penelitian harus memperkecil risiko dan
memaksimalkan manfaat. Dengan terlibat dalam penelitian maka
responden mendapatkan latihan aktivitas fisik berupa senam aerobic low
impact sehingga tekanan darahnya dapat menurun. Risiko yang timbul
dalam penelitian ini karena merupakan senam aerobic maka para lansia
yang sudah berumur dikhawatirkan mengalami kelelahan dan dapat
membahayakan responden. Responden dikondisikan dalam kondisi sehat
selama proses penelitian berlangsung.
(b) Prinsip Menghormati Martabat Manusia (Non-Malefience)
Prinsip non-maleficience meliputi hak untuk menentukan pilihan
keikutsertaan dalam penelitian dan hak mendapatkan data yang lengkap.
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan interpersonal pada lansia
yang menjadiresponden. Responden juga diberikan penjelasan tentang
tujuan, proses penelitian, jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian,
komitmen responden untuk mengikuti proses penelitian sampai akhir,
potensial yang akan terjadi dan pemanfaatan penelitian.
(c) Prinsip Keadilan (Justify)
Prinsip keadilan menekankan sejauh mana kebijakan penelitian
membagikan keuntungan dan beban secara merata atau menurut

48

kebutuhan, kemampuan (Saryono, 2011). Peneliti memperlakukan subjek


secara adil baik sebelum, selama, dan sesudah keikutsertaannya dalam
penelitian ini tanpa adanya diskriminasi. Peneliti memberikan inform
consent kepada semua responden yang bersedia menjadi responden.
Peneliti juga memberikan perlakuan yang sama kepada responden.
(2)

Informed Consent
Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan

responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan. Informed consent


diberikan sebelum penelitian dilakukan, dengan cara memberikan lembar
persetujuan untuk menjadi responden. Tujuan informed consent adalah supaya
subyek mengerti maksud dan tujuan penelitian, dan mengetahui dampaknya.
Informasi yang harus ada dalam informed consent adalah :
(a) Partisipasi
Responden untuk tujuan dilakukan tindakan, jenis data yang dibutuhkan,
komitmen,

prosedur

pelaksanaan,

potensial

masalah,

manfaat,

kerahasiaan, informasi yang mudah dihubungi.


(b) Anonimity
Yaitu tidak mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur dan
hanya menuliskan kode. Peneliti dalam mengisi lembar observasi tidak
menggunakan nama tetapi menggunakan kode tertentu.
(c) Kerahasiaan (confidentiality)
Merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan kerahasiaan hasil
penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah lainnya. Hal ini
dilakukan untuk menjaga kerahasiaan identitas responden, apabila
responden menghendaki untuk dirahasiakan

maka peneliti tidak

49

mencantumkan nama responden pada lembar observasi pengumpulan


data.