Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

Mata Kuliah Gambar Teknik

CURVA, PEMBAGIAN GARIS SEGI-n, DAN ELIPS

Disusun Oleh :
Ade Setiya Purwaka

14503241023

Jurusan Pendidikan Teknik Mesin


Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta 2014

Kata Pengantar
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarkatuh
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat
menyelesaikan masalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup
menyelesaikanny dengan baik.Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada Nabi
Muhammad SAW. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang
Curva, Pembagian Garis Segi n, Elips yang kami sajikan dari berbagai sumber. Makalah ini
disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun,
maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan
dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini ditujukan kepada para
pemula yang ingin tahu tentang cara menggambar Curva, Pembagian Garis Segi n, Elips an
untuk memenuhi tugas matakuliah Gambar Teknik.
Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Prof. Zainur Rofiq, M.Pd selaku dosen
pembimbing matakuliah Gambar Teknik yang telah membimbing penyusun. Semoga
makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, segala saran dan
kritik yang membangun akan kami terima dengan lapang dada.
Wassalamulaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yogyakarta, 14 November 2014


Penyusun

Ade Setiya Purwaka

Daftar Isi
Halaman judul................................................................................................................ i
Kata Pengantar .............................................................................................................. ii
Daftar Isi ...................................................................................................................... iii
Pendahuluan .................................................................................................................. 1
1.
Latar Belakang.................................................................................................. 1
2.
Tujuan................................................................................................................ 1
3.
Rumusan Masalah..............................................................................................1
Pembahasan .................................................................................................................. 2
1. Curva ............................................................................................................. 2
2.
Pembagian Garis Segi N ................................................................................. 8
3.
Elips................................................................................................................ 14
Daftar Pustaka ............................................................................................................. 17

Pendahuluan
1. Latar Belakang
Gambar teknik merupakan bahasa teknik yang sangat dibutuhkan untuk proses
pegerjaan dan dokumentasi. Bagi seorang tenaga kerja sangat diperlukan sekali,
karena hal tersebut sangat mempengaruhi dalam melakukan proses produksi suatu
pekerjaan,
Dalam menggambar suatu mesin atau komponennya, tukang gambar sering
menggunakan konstruksi geometris untuk membantu dalam menyelesaikannya.
Konstruksi geometris yang sering digunakan antara lain : garis, sudut, lingkaran,
curva, elips, segi banyak, dan lain-lain.
Penggunaan konstruksi geometris dalam gambar teknik mesin dengan maksud
agar hasil gambar yang didapat lebih baik. Pembuatan ellips yang dibuat dengan
bantuan lingkaran hasilnya akan lebih akurat dan pantas daripada yang dibuat
dengan perkiraan saja. Untuk itulah seorang juru gambar harus menguasai
pembuatan konstruksi geometris ini.

2. Tujuan
Agar mahasiswa dapat :
1.
Menggambar curva dengan baik dan benar.
2. Menggamabar segi n dengan benar.
3. Menggambar ellips secara benar menurut standar.

3. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara menggambar curva?
2. Bagaimana langkah untuk membuat segi n?
3. Bagaimana cara membuat Ellips?

CURVA

Curva(parabola) ialah garis lengkung yang di timbulkan oleh titik yang bergerak
demikian rupa sehingga pada sembarang posisi jaraknya dari sebuah titik tetap (titik api)
selalu sama secara eksak dengan jaraknya sampai sebuah garis tetap (garis tuntun).
Konstruksi yang diperlihatkan dalam gambar 3.46 didasarkan atas definisi ini.
Curva digunakan untuk permukaan pantul untuk cahaya dan bunyi, untuk curva
tanjakan dijalan raya, untuk bentuk kubah dan bentuk hampiran curva kabel jembatan
gantung. Curva juga digunakan untuk menunjukkan momen lentur pada sembarang titik pada
balok atau gelagar yang dibebani seragam.
Dalam rancangan teknik, parabola/curva dipakai untuk reflektor suara dan reflektor cahaya
berbentuk parabola, untuk belokan vertikal di jalan raya dan untuk busur jembatan.

gambar 3.46

Membuat Curva (gambar 3.46)


Diketahui titik api F dan garis tuntun AB. Tarik garis sumbu curva tegak lurus pada
garistuntun. Melalui sembarang titik pada garis sumbu, misalnya titik C, tarik garis sejajar
dengan garis tuntun AB. Dengan memakai F sebagai titik pusat dan jarak OC sebagai jari-jari,
lingkarkan busur yang memotong garis di titik P4 dan titik P4. Ulangi prosedur ini sampai

ditemukan sejumlah titik tambahan yang cukup untuk menentukan garis lengkung yang
mulus. Titik puncak V di tempikan disebuah titik pada pertengahan antara O dan F.
Untuk membuat sebuah garis singgung pada parabola, katakan dititik C, tarik garis
P6D sejajar dengan garis sumbu, kemudian bagi dua sudut DP 6F. Garis bagi sudut merupakan
garis singgung yang diperlukan.

Metode-Metode Membuat Curva


1. Metode Garis Singgung (gambar 3.47)
Diketahui titik A dan titik B serta jarak CD antara AB dan titik puncak. Perpanjangan sumbu
CD dan ukurkan DE sama dengan CD. EA dan EB merupakan garis singgung pada para bola
masing-masing di A dan di B.
Bagilah EA dan EB dalam bagian sama dalam jumlah sama (katakan enam) dan nomori titiktitik bagi seperti yang diperlihatkan. Sumbu titik-titik yang berhubungan 1 dengan 1,2 dengan
2,3 dengan 3 seterusnya. Garis-garis ini sebagai garis singgung parabola yang diperlukan,
merupakan selubungnya (enveloppe). Tarik garis lengkung singgungnya (tangent curve)

gambar 3.47

2. metode ordinat (off-set-methode) gambar 3.48


Diketahui bujur sangkar rangkum AABB. Bagi VA' dalam bagian sama dalam jumlah sama
(katakanlah sepuluh) dan tarik dari titik baginya garis-garis tegak lurus yang sejajar dengan

VC, sepanjang garis-garis ini diukurkan jarak-jarak ordinat(offset distance). Jarak ordinat ini
berubah-ubah dengan kuadrat jaraknya dari V. Umpamanya karena V kedua sama dengan
duapersepuluh dari jarak dari V ke A, maka 2-2 akan sama dengan (0,2) atau 0,04 AA,
Demikian pula, 6,6 akan sama dengan (0,6) atau 0,36 AA, dan 8-8 akan sama dengan 0,64
AA, untuk melengkapkan parabola, ukurkan harga ordinat yang dihitung itu sepanjang garisgaris tegak lurus dan bentuk parabola itu dengan mal gambar.
Seluruh kontruksi ini dapat dibuat secara grafik (seperti yang dilukiskan) dengan lebih dahulu
menghitung harga untuk jarak kuadrat dan kemudian membagi jarak muka-belakang (depth)
(sepanjang sumbu) menurut perbandingan dengan memakai harga ini. Metode grafik yang
diperlihatkan dalam gambar 3.7 telah dipergunakan.
Metode ordinat (offset methode) lebih disukai oleh insinyur sipil untuk membuat bagansusunan busur parabolik dan untuk menhitung belokan vertikal untuk jalan raya. Parabola
yang terlihat dalam gambar 3.48 dapat menggambarkan reflektor parabola.

gambar 3.48

3. Membuat garis Lengkung berbentuk parabola melalui dua titik yang


diketahui (gambar 3.49)
Diketahui titik A dan titik B. Ambil titik Ctarik garis singgung CA dan garis singgung CB dan
buat garis lengkung parabola dengan menggunakan metode garis singgung yang terlihat
dalam gambar 3.47. Metode ini sering dipakai dalam rancangan mesin untuk menarik garis
lengkung yang lebih menarik daripada busur lingkaran.

gambar 3.49

4. Membuat curva metode Paralelogram


Karena ukuran paralelogram yang akan merangkum parabola yang diketahui secara umum
dikenal, parabola dapat dibuat denganmemakai metode paralelogram yang dilukisan pada
gambar3.50. dengan enggambar bujursangkar-rangkum menurut lebar dan jarak mukabelakang, bagilah VA dan AB dalam bagian yang sama jumlahnya (katakanlah lima) dan
nomori titik bagi sepertidiperlihatkan di (a). Tarik garis konstruksi yang tipisdari titik O ke
masing-masing titik bagi sepanjang AB. Kemudian tarik garis sejajar dengan sumbu dari
titik-titik 1,2,3 dan 4 pada VA. Perpotongan antara garis konstruksi dari titik yang diberi
nomor satuterletak pada parabola.
Demikian juga, perpotongan garis dari titik dengan nomor 2 terdapat pada parabola. Garis
bentuk prabolik yang lengkap lewat melalui titik tambahan pada perpotongan garis dari titik
yang diberi nama 3 dan garis dari titik dengan nomor 4. Metoda yang dijelaskan untuk
parabola yang dirangkum dalam bujursangkar dapat diterapkan pada bentuk yang bukan
bujursangkar, seperti diperlihatakan di (b).

gambar3.50

Pembagian Garis
Garis didefinisikan oleh Euclid sebagai yang memiliki panjang tanpa lebar. Garis lurus
merupakan jarak terpendek antara dua titik dan umumnya diacu sebagai garis. Jika garis
tersebut tidak ditentukan bentangannya, panjangnya dapat dibuat sesukanya dan titik
ujungnya tidak tetap. Baik garis lurus atau garis lengkung disebut sejajar jika jarak terdekat
diantara garis-garisnya tetap(konstan).

Garis tegak lurus


Gambar 10 di bawah ini, memperlihatkan cara membagi garis lurus
menjadi dua sama panjang. Caranya adalah buat garis lurus AB, kemudian dari
titik A lingkarkan jari-jari sembarang di atas dan di bawah garis AB. Dengan cara
yang sama juga dari titik B dilingkarkan jari-jari yang sama sehingga memotong
di titik C dan D. Hubungkan kedua titik itu sehingga memotong garis AB di titik
F. Panjang garis AF dan FB sama panjang.

Gambar 10. Membagi garis lurus menjadi dua sama panjang

Gambar 11 di bawah ini, memperlihatkan cara membuat garis tegak


(siku) pada sebuah garis lurus. Caranya pada sebuah garis lurus AB dari titik Q
buat busur ST, kemudian dari titik S lingkarkan jari-jari sembarangan ke atas.
Dengan cara yang sama lingkarkan jari-jari tersebut dari titik T sehingga
memotong di titik P. Hubungkan titik P dan Q. Garis PQ tegak lurus AB.

Gambar 11. Garis tegak pada garis lurus

Membagi Sudut
Gambar 12 di bawah ini, memperlihatkan cara membagi sebuah sudut
menjadi sama besar. Caranya ialah dari titik A lingkarkan jari-jari sembarang
sehingga memotong kedua kaki sudut di titik P dan Q, kemudian dari titik P
lingkarkan jari-jari tadi di tengah-tengah sudut. Dengan cara yang sama dari titik
Q lingkarkan jari-jari sehingga berpotongan di titik D. Hubungkan titik A ke D.
Sudut BAD sama besar dengan sudut DAC.

Gambar 12. Membagi sudut sama besar

Segi N
Segi n/Segi Banyak merupakan sembarang gambar yang dibatasi oleh garis lurus. Jika
segibanyak it memiliki sudut yang sama dan sisi yang sama, sebanyak itu dapat memiliki
lingkaran luar dan lingkaran dalam disebut segibanyak beraturan.

Membuat segi empat beraturan


Segiempat merupakan gambar bidang yang dibatasi oleh empat garis lurus.
Cara membuat segi empat yaitu :
1) Tarik garis sumbu AB (mendatar) !
2) Lingkarkan jangka dengan r = sisi segiempat yang dikehendaki (lingkaran bertitik pusat
di O) !
3) Lingkarkan busur dengan jari-jari R (sembarang) dan bertitik pusat di A dan B, sehingga
didapat titik C dan D !
4) Hubungkan C dan D melalui O (sehingga didapat sumbu tegak), memotong lingkaran di E
dan F !

Gb. 1.36 Segi empat beraturan


5) Tarik garis sejajar AB melalui E dan F !
6) Tarik garis sejajar EF melalui A dan B, hingga berpotongan di titik G, H, I, dan J !
Maka segiempat GHIJ adalah segiempat beraturan.

Segi lima
Gambar 13 di bawah ini, memperlihatkan cara pembuatan segi lima
dengan salah satu sisinya diketahui. Caranya pada sisi AB yang diketahui dibagi
dua dan dibuat garis tegak lurus CD dengan melingkarkan jari-jari sepanjang AB
dari titik A dan B sehingga didapat titik D. Dari titik A dibuat garis melalui titik
D. Dari titik D lingkarkan jari-jari DE yang panjangnya AB, sehingga
memotong perpanjangan garis CD di titik F. Lingkarkan jari-jari sepanjang sisi
AB dari titik A, B, dan F, sehingga berpotongan di titik G dan H. Hubungkan titik
A ke G, G ke F, serta F ke H, dan H ke B. Didapat segi lima ABHFG yang
mempunyai sisi sama panjang.

Gambar 13. Segi lima dengan salah satu sisinya diketahui

Gb. 1.37 Segi lima beraturan dalam lingkaran


Caranya :

1) Lingkarkan jangka yang berjari-jari r1 dengan titik pusat di O !


2) Tarik garis sumbu mendatar melalui O hingga berpotongan dengan lingkaran di A dan B !
3) Lingkarkan jangka yang berjari-jari r dengan titik pusat di A dan B hingga berpotongan di
C!
4) Tarik garis dari O ke C hingga memotong lingkaran di G !
5). Lingkarkan jangka yang berjari-jari r1 dari titik pusat B, hingga memotong lingkaran di
titik D dan E; lalu hubungkan D dengan E hingga memotong sumbu AB di titik F !
6) Ukurkan jangka dari F ke G (r2 = FG) dan lingkarkan r2tersebut dengan titik pusat di F
hingga memotong sumbu AB di H !
7) Ukur GH dengan jangka (GH = r3) ini merupakan sisi segilima beraturan !
8) Pindahkan r3 berturut-turut dengan titik pusat di I, J, K, dan L !
9) Hubungkan G dengan I, I dengan J, j dengan E, E dengan L, dan L dengan G, sehingga
didapat segilima beraturan !

Segi enam Beraturan


Caranya :
1) Tentukan jari-jari r dan lingkarkan dengan titik pusat di O !
2) Tarik garis sumbu mendatar melalui O hingga berpotongan dengan lingkaran di A dan B !
3) Lingkarkan jangka yang berjari-jari r tadi (tidak dirubah) dengan titik pusat di A dan titik
pusat di B, hingga didapat titik potong dengan lingkaran di C, D, E, dan F !
4) hubungkan A dengan D, D dengan E, E dengan B, B dengan F, F dengan C, dan C dengan
A, hingga didapat segienam beraturan !

Gbr. 1.38 Segi enam beraturan

Segi Sembilan Beraturan


Ditentukan lingkaran
1
2
3
4
5

Buat lingkaran
Tarik garis tengah AB dan bagilah AB menjadi 9 bagian samapanjang
Tarik garis CD tegak lurus garis AB di tengah-tengah AB
Perpanjang garis AB dan CD berturut-turut dengan BE dan DF = 1/9AB
Hubungkan DF hingga memotong lingkaran, maka garis dari titikpotong lingkaran ke
titik 3 merupakan sisi segi sembilan beraturandan ukuran pada keliling lingkaran

Segi Sepuluh Beraturan

Ditentukan lingkaran dengan pusat M


1
2
3

Tarik garis tengah melalui titik M arah mendatar sehinggamemotong lingkaran


Buat garis tengah melalui titik M arah tegak sehingga memotonglingkaran
Buat busur yang sama dari titik M dan titik Q, perpotongan busurtersebut ditarik

4
5

memotong garis MQ di titik L dan D


Lingkarkan dari titik L sepanjang LD ke arah MP hingga memotongdi titik F
Garis DF merupakan sisi dari segi lima beraturan, sedangkan MFmerupakan sisi segi

sepuluh
Dan seterusnya lingkarkan sisi tersebut pada keliling lingkaran akanmembentuk segi
lima beraturan dan juga segi sepuluh beraturan

Segi-n Beraturan
Untuk membuat segi-n beraturan dengan cara pendekatan, dapat dilakukan/dilukiskan seperti
cara melukis segitujuh beraturan; perbedaannya hanya terletak dalam pembagian garis
tengahnya, yaitu garis tengahnya dibagi dalam n bagian sama besar. Misalnya untuk segi-11,
maka garis tengahnya dibagi menjadi 11 bagian. Sedangkan untuk menentukan panjang sisi r
selalu diambil jarak dari 3 ke titik H pada gambar segi-7 atau titik F pada contoh segi-n = 11
untuk gambar berikut.
Untuk membuat segi-n beraturan ini, selain dapat dilukis dengan menentukan lingkaran
pembantu terlebih dulu, dapat juga dilukis dengan menentukan panjang sisi segi-n terlebih
dahulu (lihat gambar 1.40).

Gb. 1.40 Segi-n beraturan

ELIPS
Elips dengan dua lingkaran pertolongan sepusat dapat dilukiskan dengan langkah-langkah
seperti berikut :
a) tentukan titik pusat lingkaran O !
b) buat lingkaran kecil dengan jari-jari r dan lingkaran besar dengan jari-jari R yang titik
pusatnya di
titik O!
c) bagi lingkaran tersebut menjadi 16 bagian sehingga pada lingkaran besar terdapat titik
potong A, B, C, , P dan pada lingkaran kecil terdapat titik potong 1, 2, 3, 4, 5, 6, , 16!
d) Buat garis horizontal dari titik potong 2, 3, 4, ke kanan, garis horizontal dari titik potong 6,
7, 8, ke
kiri, 10, 11, 12 ke kiri, dan 14, 15, 16 ke kanan!
e) Buat garis vertikal dari I, E, dan K, hingga berpotongan di 1, 2, dan 3!
f) Buat garis vertikal dari M, G, dan O, hingga berpotongan di 6, 7, dan 8, sedangkan 5 =
5!
g) Buat garis vertikal dari titik J, F, dan L, begitu juga titik N, H, dan P, hingga berpotongan

dengan
garis mendatar 9 = 9, 10, 11, 12, 13 = 13, 14, 15, dan 16!
h) Hubungkan titik A dengan 2, 3, 4, , 16 menggunakan mal busur, hingga
mendapatkan elips
yang diinginkan!

Gambar 18 memperlihatkan pembuatan ellips dengan bantuan segi


empat.
Caranya adalah buat segi empat dengan sumbu-sumbunya. Pada sumbu
OA bagilah menjadi sama panjang dan diberi notasi 1, 2, 3, dan 4. Dengan cara
yang sama pada sisi AE dibagi menjadi sama panjang dan diberi notasi 1, 2, 3,
dan 4. Buat garis lurus dari titik C, sehingga mengenai garis AE di titik 1, 2, 3,
dan 4. Dari titik D buat garis lurus melalui titik 1, 2, 3, dan 4, sehingga
memotong di titik 1, 2, 3, dan 4. Hubungkan titik 1, 2, 3, dan 4. Dengan
cara yang sama pada sisi yang lain dapat dibuat, sehingga akan terbentuk ellips
seperti terlihat pada gambar.

Gambar 18. Menggambar ellips dengan bantuan segi empat.

Membuat Ellips, Metoda Empat titik Pusat (gambar 3.41)


Diketahui simbu besar AB dan sumbu kecil CD. Tarik garis AC. Dengan menggunakan titik
pusat ellips O sebagai titik pusat dan OC sebagai jari-jari, lingkarkan busur yang berpotongan
dengan OA dititik E. Dengan menggunakan C sebagai titik pusat dan Ea sebagai jari-jari,
lingkarkan busur yang berpotongan garis AC di F. Tarik garis bagi tegaklurus pada garis AF.
Titik G dan titik H dimana garis bagi tegak lurus berpotongan dengan sumbu AB dan sumbu
CD (diperpanjang), merupakan titik pusat dua dri busur yang membentuk ellips. Temukan
kedua titik pusat lainnya, yaitu J dan K dengan mengukur OJ sama dengan OH dan Oksama
dengan OG. Untuk menentukan titik temu ( titik singgung) T, T 1 , T2 dan T3 untuk busur, taik
garis melalui titik pusat busur singgung. Gambar yang terbentuk dengan demikian oleh
keempat busur lingkaran mendekati ellips sejati. Apabila diperlukan ellips yang cermat,
metode ini hendaknya jangan dipakai.

Daftar Pustaka
Khumaedi, Muhammad.2008. BUKU AJAR GAMBAR TEKNIK PTM. Semarang.
Mitchell Spencer Hill Dygdon Novak, Giesekce.2000.Mechanical Drawing.Edisi 11
J. Luzadder,p.e, Warren.1996.Menggambar Teknik.Jakarta.Edisi 8. Halaman 620
http://mscweb.gsfc.nasa.gov/543web/files/GSFC-X-673-64-1F.pdf
http://tamao-feryzawa.blogspot.com/2014/01/materi-gambar-teknik-untuk-smk_544.html
Sato G.T., Hartanto N. S. 2000. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO.
Jakarta : PT. Pradnya Paramita