Anda di halaman 1dari 2

TEORI NYERI

KLASIFIKASI
Nyeri dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kategori yaitu
1. Menurut Penyebabnya : nyeri nosiseptik, nyeri non nosiseptik.
2. Menurut Timbulnya nyeri : nyeri akut dan nyeri kronis.
3. Menurut Derajat nyerinya : nyeri ringan, sedang dan berat.
Menurut Timbulnya Nyeri
1. Nyeri akut

Merupakan nyeri yang dialami dibawah 3 bulan. Nyeri akut dapat didefinisikan sebagai
nyeri yang disebabkan oleh rangsangan noksius karena kerusakan jaringan , proses penyakit atau
fungsi abnormal dari otot atau organ visera.1Berdasarkan penyebabnya nyeri akut dapat dibagi
menjadi :
1.1 Nyeri Somatik Luar
Nyeri tajam di kutis , subkutis , mukosa yang berdurasi pendek , lokalisasi terpusat ,
tidak menjalar , biasa disebabkan oleh cidera , laserasi dan suhu panas atau dingin.
1.2 Nyeri Somatik Dalam
Nyeri tumpul di otot , tulang , sendi , jaringan ikat yang lokalisasi terpust , tidak
menyebar , tidak menjalar , biasa disebabkan oleh cedera , iskemia , pergeseran.
1.3 Nyeri Viseral
Nyeri karena penyakit atau disfungsi organ dalam. Lokalisasi menyebar , menjalar ,
biasa disebabkan oleh distensi , iskemia , spasme.
1.4 Nyeri Alih (reffered pain)
Nyeri khusus yang timbul akibat nyeri viseral yang menjalar ke organ lain, sehingga
nyeri dirasakan pada beberapa lokasi.

2. Nyeri Kronik
Merupakan nyeri yang dialami lebih dari 3 bulan. Sangat subjektif dan dipengaruhi oleh
kelakuan , kebiasaan dan lain-lainnya. Bentuk paling umum dari nyeri kronik termasuk di

dalamnya berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal , gangguan viseral krinik , lesi pada
saraf perifer , lesi pada radiks saraf , lesi pada ganglion dorsalis (termasuk neuropati
diabetikum , phantom limbs dan neuralgia post herpetica).1,4,5
Berdasarkan penyebabnya nyeri kronik dapat dibagi menjadi 2 yaitu nyeri neuropatik dan
nyeri psikogenik.1

Nyeri Akut

Nyeri Somatik

Nyeri Kronik

Nyeri Viseral
Nyeri Neuropatik
Nyeri Psikogenik

Somatik Superfisial
Somatik Dalam

Tabel 1. Klasifikasi nyeri akut dan kronik. (dikutip dari daftar pustaka no.1)

Nyeri Akut
Reaksi inflamasi terhadap

Nyeri Kronik
Lesi pada saraf perifer , radiks atau

kerusakan jaringan

ganglion dorsalis

< 3 Bulan

Psikologis
> 3 Bulan

Nyeri berkurang setelah luka

Nyeri bertambah meskipun luka

membaik

membaik
Respon minimal hingga tidak ada

Berespon baik dengan pengobatan

respon dengan pengobatan

Pengobatan
Kualitas

Tidak berpengaruh terhadap

Berpengaruh terhadap kualitas hidup

Hidup

kualitas hidup secara jangka

secara jangka panjang

Penyebab

Durasi

Respon
terhadap

panjang
Tabel 2. Perbedaan nyeri akut dan nyeri kronik. (dikutip dari daftar pustaka no.13)