Anda di halaman 1dari 17

KELISTRIKAN PADA JANTUNG

OLEH:
KELOMPOK 1

DITA OKTAPIANI
(015.01.3178)
GILANG AJI PRATAMA
(015.01.3182)
INDRI SAWITRY
(015.01.3190)
LULUU WAL MARJAN
(015.01.3199)
M. ARIF SUGIARTO
(015.01.3204)
MUHAMMAD KHADAVI
(015.01.3206)

NUNUNG LAKSMINIAR
(015.01.3211)
NUNUNG SAFITRI
(015.01.3212)
RUDI INDRA SAPUTRA
(015.01.3220)
YENI MARLIANI
(015.01.3280)

PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
MATARAM
MATARAM

2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-nya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang Kelistrikan Pada Jantung ini dengan baik meskipun banyak kekurangan
di dalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Ns. Wahyu Cahyono,
S.Kep, M.Kes selaku dosen mata kuliah sistem kardiovaskuler yang telah
memberikan tugas kelompok ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan.kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam
makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu,
kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah
kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna
tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat di pahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkanang dan kami memohon kritik
dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

mataram, 2016

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar-------------------------------------------------------------------------------I
Daftar Isi-------------------------------------------------------------------------------------Ii
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang--------------------------------------------------------------------------1
1.2 Rumusan Masalah----------------------------------------------------------------------2
1.3 Tujuan------------------------------------------------------------------------------------2
Bab II
Tinjauan Teori
2.1 Anatomi Jantung------------------------------------------------------------------------4
2.2 Cara Kerja Jantung----------------------------------------------------------------------5
2.3 Kelistrikan Pada Jantung---------------------------------------------------------------6
2.4 Mekanisme Penghantaran Impuls-----------------------------------------------------6
2.5 Aktifitas Kelistrikan Jantung----------------------------------------------------------7
2.6 Sistem Konduksi Kelistrikan Jantung ----------------------------------------------11
Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan-----------------------------------------------------------------------------13
Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Listrik memiliki peranan yang sangat penting untuk mengontrol sistem
fungsi tubuh manusia. Muatan listrik menentukan respon seluler terhadap
stimulasi yang meliputi resting state, threshold state, active state. Listrik dapat
tercipta ketika terdapat perbedaan muatan listrik antara satu bagian dengan bagian
yang lain. Di dalam tubuh manusia terdapat dua bagian kompartemen besar yang
berisi cairan. Bagian yang terletak di dalam sel yang dibatasi oleh membran sel
yang disebut sebagai cair intra sel (cis). Sedangkan bagian yang berada di luar sel
disebut sebagai cair ekstra sel (ces). Komponen cis dan ces sebagian besar adalah
elektrolit yang mengandung ion bermuatan listrik.
Jantung merupakan organ yang dapat memproduksi muatan listrik. Karena
tubuh adalah konduktor yang baik, maka impuls yang dihasilkan jantung dapat
menjalar keseluruh bagian tubuh. Hal ini menyebabkan potensial aksi yang
dipancarkan oleh jantung dapat diukur dengan menggunakan galvanometer
melalui elektroda-elektroda yang diletakkan pada berbagai posisi di permukaan
tubuh. Secara umum fungsi jantung adalah memompa darah keseluruh tubuh dan
menampungnya kembali setelah dibersihkan oleh oragan paru-paru. Pada saat
memompa darah jantung menyediakan oksigen yang cukup untuk diedarkan
keseluruh tubuh melalui sistem peredaran darah. Selain itu juga membersihkan
tubuh dari hasil metabolisme. Bertambahnya usia seseorang sangat berpengaruh
terhadap fungsionalitas jantung.

1.2 Rumusan Masalah


a. Bagaimana peran listrik terhadap sistem tubuh?
b. Bagaimana proses terjadinya potensial aksi?
c. Bagaimana kerja jantung sebagai organ yang memproduksi muatan listrik?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
a. Untuk mengetahui dan memahami kelistrikan pada jantung.
1.3.2

Tujuan Khusus
a. Untuk megetahui peran listrik terhadap sistem tubuh.
b. Untuk mengetahui proses terjadinya potensial aksi.
c. Untuk mengetahui cara kerja jantung sebagai organ yang memproduksi
muatan listrik.

BAB II

TINJAUAN TEORI
Secara umum fungsi jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh dan
menampungnya kembali setelah dibersihkan oleh organ paru-paru. Hal ini berarti
bahwa fungsi jantung manusia adalah sebagai alat atau organ pemompa darah
pada manusia. Pada saat itu jantung menyediakan oksigen darah yang cukup dan
dialirkan ke seluruh tubuh, serta membersihkan tubuh dari hasil metabolisme
(karbondioksida). Sehingga untuk melaksanakan fungsi tersebut jantung
mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan
selanjutnya memompanya ke paru-paru, dengan cara darah pada jantung
mengambil oksigen dan membuang karbondioksida. Pada jantung darah yang
kaya akan oksigen yang berasal dari paru-paru dipompa ke jaringan seluruh tubuh
manusia. Bertambahnya usia seseorang, akan sangat berpengaruh terhadap
fungsionalitas jantung itu sendiri. Hal ini berarti karena jantung bekerja secara
terus menerus selama manusia hidup dan akan berpengaruh terhadap kemampuan
fungsi jantung yang secara berangsur akan mengalami penurunan. Hal ini akan
semakin drastis penurunan fungsi jantung apabila terdapat keadaan lain yang
mempengaruhi fungsi jantung itu sendiri. Misalnya terjadi infeksi otot jantung
atau selaput otot miokarditis atau perikarditis, berkurangnya oksigen karena
penyempitan pembuluh darah yang menyuplainya sering disebut sebagai penyakit
jantung koroner, bertambahnya massa otot karena meningkatnya tekanan, dan
sebagainya.
Jantung merupakan organ yang mampu memproduksi muatan listrik
karena tubuh adalah konduktor yang baik, maka impuls yang dihasilkan jantung
dapat menjalar ke seluruh tubuh, sehingga potensial aksi yang dipancarkan oleh
jantung dapat diukur dengan galvanometer melalui elektroda-elektroda yang
diletakkan pada berbagai posisi di permukaan tubuh.

2.1 Anatomi Jantung


Jantung adalah sebuah organ berotot dengan empat ruang yang terletak di
rongga dada dibawah perlindungan tulang iga, sedikit ke sebelah kiri sternum.

Ukuran jantung lebih kurang sebesar genggaman tangan kanan dan beratnya kirakira 250-300 gram.
Jantung mempunyai empat ruang yaitu atrium kanan, atrium kiri, ventrikel
kanan, dan ventrikel kiri. Atrium adalah ruangan sebelah atas jantung dan
berdinding tipis, sedangkan ventrikel adalah ruangan sebelah bawah jantung. dan
mempunyai dinding lebih tebal karena harus memompa darah ke seluruh tubuh.
Atrium kanan berfungsi sebagai penampung darah rendah oksigen dari seluruh
tubuh. Atrium kiri berfungsi menerima darah yang kaya oksigen dari paru-paru
dan mengalirkan darah tersebut ke paru-paru. Ventrikel kanan berfungsi menerima
darah dari atrium kanan dan memompakannya ke paru-paru.ventrikel kiri
berfungsi untuk memompakan darah yang kaya oksigen keseluruh tubuh. Jantung
juga terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan terluar yang merupakan selaput
pembungkus disebut epikardium, lapisan tengah merupakan lapisan inti dari
jantung terdiri dari otot-otot jantung disebut miokardium dan lapisan terluar yang
terdiri jaringan endotel disebut endokardium.
Gambar 1. Anatomi Jantung Manusia

2.2 Cara Kerja Jantung


Jantung bekerja melalui mekanisme secara berulang dan berlangsung terus
menerus yang juga disebut sebagai sebuah siklus jantung sehingga secara visual
terlihat atau disebut sebagai denyut jantung. Melalui mekanisme berselang-seling,
jantung berkonstraksi untuk mengosongkan isi jantung dan melakukan relaksasi

guna pengisian darah. Secara siklus, jantung melakukan sebuah periode sistol
yaitu periode saat berkontraksi dan mengosongkan isinya (darah), dan periode
diastol yaitu periode yang melakukan relaksasi dan pengisian darah pada jantung.
Kedua serambi (atrium) mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan
kedua bilik (ventrikel) juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan pula
untuk melakukan mekanisme tersebut.
Sel otot jantung melakukan kontraksi dengan tujuan untuk memompa
darah yang dikeluarkan oleh sebuah potensial aksi dan menyebar melalui
membran sel otot. Ketika melakukan kontraksi, jantung menjadi berdenyut secara
berirama, hal ini akibat dari adanya potensial aksi yang ditimbulkan oleh
kegiatan dari jantung itu sendiri. Kejadian tersebut diakibatkan karena jantung
memiliki sebuah mekanisme untuk mengalirkan listrik yang ditimbulkannya
sendiri untuk melakukan kontraksi atau memompa dan melakukan relaksasi.
Mekanisme aliran listrik yang menimbulkan aksi tersebut dipengaruhi oleh
beberapa jenis elektrolit seperti K+, Na+, dan Ca++. Sehingga apabila didalam
tubuh terjadi gangguan pada kadar elektrolit tersebut maka akan menimbulkan
gangguan pula pada mekanisme aliran listrik pada jantung manusia. Otot jantung
menghasilkan arus listrik dan disebarkan ke jaringan sekitar jantung dan
dihantarkan melalui cairan-cairan yang dikandung oleh tubuh. Sehingga sebagian
kecil aktivitas listrik ini mencapai hingga ke permukaan tubuh misalnya pada
permukaan dada, punggung atau pada pergelangan atas tangan, dan hal ini dapat
dideteksi atau direkam dengan menggunakan alat khusus yang disebut dengan
Elektrokardiogram (EKG). Jadi fungsi EKG adalah merekam aktifitas listrik di
cairan tubuh yang dirangsang oleh aliran listrik jantung yang muncul hingga
mencapai permukaan tubuh. Berbagai komponen pada rekaman EKG dapat
dikorelasikan dengan berbagai proses spesifik di jantung. EKG dapat digunakan
untuk mendiagnosis kecepatan denyut jantung yang abnormal, gangguan irama
jantung, serta kerusakan otot jantung. Hal ini disebabkan oleh karena adanya
aktivitas listrik yang dapat memicu aktivitas secara mekanis, sehingga apabila
terjadi kelainan pola listrik, maka biasanya juga akan disertai adanya kelainan
mekanis atau otot jantung manusia.
2.3 Kelistrikan Pada Jantung

Setiap siklus jantung terdiri dari urutan peristiwa listrik dan mekanik yang
saling terkait. Rangsang listrik dihasilkan dari beda potensial ion antar sel yang
selanjutnya akan merangsang otot untuk berkontraksi dan relaksasi. Kelistrikan
jantung merupakan hasil dari aktivitas ion-ion yang melewati membran sel
jantung. Aktivitas ion tersebut disebut sebagai potensial aksi. Jantung manusia
bekerja secara spontan dan berkelanjutan. Setiap struktur yang membangun organ
ini sungguh begitu menakjubkan. Dilihat dari kerja jantung secara elektrik, organ
ini memiliki kemampuan membentuk depolarisasi spontan & potensial aksi
sendiri atau sistem penghantar khusus (sel autoritmis).
2.4 Mekanisme Penghantaran Impuls
1. Depolarisasi Atrium
SA node (nodus sinus) akan terangsang secara spontan, gelombang
depolarisasi menyebar ke arah luar menuju ke miokardium atrium (kiri dan kanan)
sel-sel miokardium atrium terdepolarisasi kedua atrium (kiri dan kanan)
berkontraksi.
2. Masa Jeda Memisahkan Atrium dari Ventrikel
Gelombang depolarisasi telah menyelesaikan perjalanannya melalui atrium
menemui suatu sawar/ barrier yang disana terdapat AV node, AV node
memperlambat konduksi sampai menjadi lambat sekali (istirahat, berlangsung
selama + 1/10 detik). Hal ini bertujuan agar atrium menyelesaikan kontraksinya
sebelum ventrikel mulai berkontraksi sehingga memungkinkan atrium
mengosongkan seluruh volume darahnya ke dalam ventrikel sebelum ventrikel
berkontraksi.
3. Depolarisasi Ventrikel
Setelah + 1/10 detik, gelombang pendepolarisasi lepas dari AV node dg
cepat menjalar turun di ventrikel sepanjang berkas his sampai ke serabut purkinje
miokardium ventrikel kiri dan kanan terdepolarisasi ventrikel berkontraksi.
4. Repolarisasi
Setelah miokardium berdepolarisasi, sel-sel tersebut mengalami periode
refrakter yang singkat dan selama periode ini sel-sel tersebut kebal terhadap
rangsangan berikutnya sel-sel menjalani repolarisasi

Gambar 2. Mekanisme Penghantar Impuls


2.5 Aktifitas Kelistrikan Jantung
Listrik memiliki peran yang sangat penting dalam mengontrol sistem
tubuh manusia. Muatan listrik menentukan respon seluler terhadap stimulasi yang
meliputi resting state, treshhold state, dan active. Resting State merupakan respon
dasar sel saat besarnya stimulasi berada di bawah batas minimum aktivitas sel.
Threshold State merupakan respon sel saat besar stimulasi mencapai batas
minimum aktifitas sel. Active State merupakan respon sel saat besar stimulasi
melebihi batas minimum aktifitas sel. Bentuk aktivitas sel beragam tergantung
dengan jenis dan fungsi sel. Sebagai contoh adalah sel endokrin mensekresi
hormone, sel B limfosit mensekresi antibody, sel makrofag yang melakukan
fagositosis dan sel otot yang berkontraksi.
Kontraksi sel otot jantung terjadi oleh adanya potensial aksi yang
dihantarkan sepanjang membran sel otot jantung. Jantung akan berkontraksi
secara ritmik, akibat adanya impuls listrik yang dibangkitkan oleh jantung sendiri
yang disebut "autorhytmicity". Ada dua jenis khusus sel otot jantung, yaitu: sel
kontraktil dan sel otoritmik. Sel kontraktil melakukan kerja mekanis, yaitu
memompa dan sel otoritmik mengkhususkan diri memicu dan menghantarkan

potensial aksi yang bertanggung jawab untuk kontraksi sel-sel pekerja. Berbeda
dengan sel saraf dan sel otot rangka yang memiliki potensial membran istirahat
yang mantap. Sel-sel khusus jantung tidak memiliki potensial membran istirahat.
Sel-sel ini memperlihatkan aktivitas "pacemaker" (picu jantung), berupa
depolarisasi lambat yang diikuti oleh potensial aksi apabila potensial membran
tersebut mencapai ambang tetap . Dengan demikian, timbulah potensial aksi
secara berkala yang akan menyebar keseluruh jantung dan menyebabkan jantung
berdenyut secara teratur tanpa adanya rangsangan melalui saraf.
Pada sel-sel otoritmik jantung, potensial membaran tidak menetap antara
potensial-potensial aksi.Setelah suatu potensial aksi, membran secara lambat
mengalami depolarisasi atau bergeser ke ambang akibat inaktivitasi saluran K + ,
pada saat yang sama ketika sedikit K + ke luar sel karena penurunan tekanan K +
dan Na +, yang permeabilitasnya tidak berubah, terus bocor masuk ke dalam sel.
Akibatnya, bagian dalam secara perlahan menjadi kurang negatif; yaitu membran
secara bertahap mengalami depolarisasi menuju ambang. Setelah ambang
tercapai, dan saluran Ca + + terbuka, terjadilah influks Ca + + secara cepat,
menimbulkan fase naik dari potensial aksi spontan.Fase saluran K +. Inaktivitasi
saluran-saluran ini setelah potensial aksi usai menimbulkan depolarisasi lambat
berikutnya mencapai ambang.
Sel-sel jantung yang mampu mengalami otoritmisitas ditemukan di lokasilokasi berikut:
1. Kelenjar sinoatrium (SA), daerah kecil khusus di dinding atrium kanan dekat
lubang venakava superior.
2. Kelenjar atrioventrikel (AV), sebuah berkas kecil sel-sel otot jantung khusus di
dasar atrium kanan dekat septum, tepat di atas pertautan atrium dan ventrikel.
3. Berkas HIS (berkas atrioventrikel), suatu sel-sel khusus yang berasal dari
kelenjar AV dan masuk ke septum antar ventrikel, tempat berkas tersebut
bercabang membentuk berkas kanan dan kiri yang berjalan ke bawah melalui
seputum, melingkari ujung ruang ventrikel dan kembali ke atrium di sepanjang
dinding luar.
4. Serat Purkinje, serat-serta terminal halus yang berjalan dari berkas HIS dan
menyebar keseluruh miokardium ventrikel seperti ranting-ranting
pohon.Berbagai sel penghantar khusus memiliki kecepatan pembentukkan

impuls spontan yang berlainan. Simpul SA memiliki kemampuan membentuk


impuls spontan tercepat.

Gambar 3. Susunan Penghantar Khusus pada Jantung


Impuls ini disebarkan ke seluruh jantung dan menjadi penentu irama dasar
kerja jantung. Penyebab melambatnya pengiriman impuls, dikarenakan tipisnya
serat dan konsentrasi taut selisih yang rendah. Taut selisih itu sendiri merupakan
mekanisme komunikasi antar sel yang mempermudah konduksi impuls. Hal ini
memungkinkan atrium berkontraksi mendahului ventrikel untuk memompakan
darah ke dalam ventrikel sebelum kontraksi ventrikel yang sangat kuat. Jadi,
atrium bekerja sebagai pompa primer bagi ventrikel, dan ventrikel kemudian
menyediakan sumber energi utama bagi pergerakan darah melalui sistem
vaskular. Dari nodus AV. Potensial aksi menyebar cepat ke seluruh ventrikel,
diperlancar oleh sistem pengirim ventrikelkhusus yang terdiri dari berkas His dan
serat-serat Purkinje.
Otot jantung menghasilkan arus listrik dan disebarkan ke jaringan sekitar
jantung dan dihantarkan melalui cairan-cairan yang dikandung oleh tubuh.
Sehingga sebagian kecil aktivitas listrik ini mencapai hingga ke permukaan tubuh
misalnya pada permukaan dada, punggung atau pada pergelangan atas tangan, dan
hal ini dapat dideteksi atau direkam dengan menggunakan alat khusus yang
disebut dengan Elektrokardiogram (EKG). Jadi fungsi EKG adalah merekam
aktifitas listrik di cairan tubuh yang dirangsang oleh aliran listrik jantung yang
muncul hingga mencapai permukaan tubuh. Berbagai komponen pada rekaman
EKG dapat dikorelasikan dengan berbagai proses spesifik di jantung. EKG dapat
digunakan untuk mendiagnosis kecepatan denyut jantung yang abnormal,
9

gangguan irama jantung, serta kerusakan otot jantung. Hal ini disebabkan oleh
karena adanya aktivitas listrik yang dapat memicu aktivitas secara mekanis,
sehingga apabila terjadi kelainan pola listrik, maka biasanya juga akan disertai
adanya kelainan mekanis atau otot jantung manusia.
Perjalanan aliran listrik pada jantung adalah sebagai berikut : Impuls listrik
meninggalkan Sinoatrium Node (SA) menuju atrium kanan dan kiri. hingga kedua
atrium bisa berkontraksi dalam waktu yang sama. Proses ini memakan waktu 0,4
detik. Pada saat atrium kanan dan kiri berkontraksi, ventrikel akan terisi darah
kemudian kembali mengalir ke Atrioventricular Node (AV node) yang kemudian
disebarkan ke kumpulan serabut yang berada disebalah kanan dan kiri jantung
sampai ke serat Purkinje yang berada di ventrikel kanan dan kiri jantung hingga
membuat kedua ventrikel berkontraksi bersamaan. Seluruh jaringan listrik pada
jantung mampu menghasilkan impuls listrik. Namun SA node memiliki
kemampuan yang paling besar. Apabila SA node gagal untuk menghasilkan
impuls, maka fungsinya bisa saja digantikan oleh jaringan lainnya, meskipun
impulsnya cenderung lebih rendah. Pencetus listrik pada jantung memang mampu
mengakomodir kebutuhan jantung untuk mampu berkontraksi terus dalam rentang
waktu yang panjang. Terdapat serabut saraf yang mampu mengubah arus listrik
yang dihasilkan serta membuat perubahan pada kekuatan kontraksi jantung. Saraf
yang dimaksud adalah bagian dari susunan saraf otonom. Susunan saraf otonom
sendiri terdiri dari 2 bagian : sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.
Dalam keadaan istirahat, sel jantung berada dalam keadaan terpolarisasi
secara elektris, yaitu bagian dalamnya bermuatan lebih negatif dibandingkan
bagian luarnya. Polaritas listrik ini dijaga oleh pompa membran yang menjamin
agar ion-ion terutama kalium, natrium klorida, dan kalsium untuk
mempertahankan bagian dalam sel supaya tetap bersifat negatif. Sel jantung dapat
kehilangan negativitas internalnya dalam suatu proses yang dinamakan
depolarisasi. Depolarisasi ini merupakan kejadian yang penting pada jantung.
Depolarisasi berjalan dari satu sel ke sel lain sehingga menghasilkan
gelombang depolarisasi yang dapat berjalan ke seluruh bagian jantung.
Gelombang depolarisasi ini menggambarkan aliran listrik yakni arus listrik yang
dapat dideteksi dengan elektroda-elektroda yang dipasang pada permukaan tubuh.
Sesudah depolarisasi selesai, sel jantung mampu memulihkan polaritas

10

istirahatnya melalui sebuah proses yang dinamakan repolarisasi. Proses ini dapat
direkam dengan elektroda-elektroda perekam. Seluruh gelombang yang terdapat
pada EKG itu merupakan manifestasi kedua proses dari depolarisasi dan
repolarisasi.
2.6 Sistem Konduksi Kelistrikan Jantung
Impuls jantung berasal dari nodus SA, pemacu jantung, yang memiliki
kecepatan depolarisasi spontan ke ambang yang tertinggi. Setelah dicetuskan,
potensial aksi menyebar ke seluruh atrium kanan dan kiri, sebagian dipermudah
oleh jalur penghantar khusus, tetapi sebagian besar melalui penyebaran impuls
dari sel ke sel melalui gap junction. Impuls berjalan dari atrium ke dalam ventrikel
melalui nodus AV, satu-satunya titik kontak listrik antara kedua bilik tersebut.
Potensial aksi berhenti sebentar di nodus AV, untuk memastikan bahwa kontraksi
atrium mendahului kontraksi ventrikel agar pengisian ventrikel berlangsung
sempurna. Impuls kemudian dengan cepat berjalan ke septum antarventrikel
melalui berkas His dan secara cepat disebarkan ke seluruh miokardium melalui
serat-serat Purkinje. Sel-sel ventrikel lainnya diaktifkan melalui penyebaran
impuls dari sel ke sel melalui gap junction.
Dengan demikian, atrium berkontraksi sebagai satu kesatuan, diikuti oleh
kontraksi sinkron ventrikel setelah suatu jeda singkat. Potensial aksi serat-serat
jantung kontraktil memperlihatkan fase positif yang berkepanjangan, atau fase
datar, yang disertai oleh periode kontraksi yang lama, untuk memastikan agar
waktu ejeksi adekuat. Fase datar ini terutama disebabkan oleh pengaktifan saluran
Ca++ lambat. Karena terdapat periode refrakter yang lama dan fase datar yang
berkepanjangan, penjumlahan dan tetanus otot jantung tidak mungkin terjadi. Hal
ini memastikan bahwa terdapat periode kontraksi dan relaksasi yang bergantiganti sehingga dapat terjadi pemompaan darah.

11

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Listrik memiliki peran yang sangat penting dalam mengontrol sistem
tubuh manusia. Muatan listrik menentukan respon seluler terhadap stimulasi yang
meliputi resting state, treshhold state, dan active. Resting State merupakan respon
dasar sel saat besarnya stimulasi berada di bawah batas minimum aktivitas sel.
Semakin besar beda potensial membrane, maka sel tersebut semakin
sensitive. Pada kondisi potensial membran yang besar dibutuhkan stimulus yang
besar pula. Hal ini untuk memicu terjadinya depolarisasi. Beda potensial
membrane yang melebihi RMP disebut dengan hiperpolarisasi, sedangkan beda
potensial yang kurang dari RMP disebut sebagai hipopolarisasi.
Jantung merupakan organ yang mampu memproduksi muatan listrik
karena tubuh adalah konduktor yang baik, maka impuls yang dihasilkan jantung
dapat menjalar ke seluruh tubuh, sehingga potensial aksi yang dipancarkan oleh
jantung dapat diukur dengan galvanometer melalui elektroda-elektroda yang
diletakkan pada berbagai posisi di permukaan tubuh.
Kontraksi sel otot jantung terjadi oleh adanya potensial aksi yang
dihantarkan sepanjang membran sel otot jantung. Jantung akan berkontraksi
secara ritmik, akibat adanya impuls listrik yang dibangkitkan oleh jantung sendiri
yang disebut "autorhytmicity". Perjalanan aliran listrik pada jantung adalah
sebagai berikut : Impuls listrik meninggalkan Sinoatrium Node (SA) menuju
atrium kanan dan kiri. hingga kedua atrium bisa berkontraksi dalam waktu yang
sama. Proses ini memakan waktu 0,4 detik. Pada saat atrium kanan dan kiri
berkontraksi, ventrikel akan terisi darah kemudian kembali mengalir ke
Atrioventricular Node.

12

DAFTAR PUSTAKA
Cameron, John R. dkk.2003. Fisika Tubuh Manusia Edisi 2. Jakarta. Buku
Kedokteran EGC.
Guyton, Hall.2001.Fisiologi Kedokteran.JAKARTA: EGC*
http//digilib.unimed.ac.id/.../UNIMED-Undergraduate-22376- 20II. Pdf
diakses pada tanggal 16 November 2013
http://idatrisnawati23.blogspot.com/p/blog-page_4491.html diakses pada
tanggal 16 November 2013
Sandurezu.2010.Aktifitas Elektrik Jantung. Diunduh dari
http://sandurezu.wordpress.com/2010/01/01/aktifitas-elektrik-jantung/. diakses
pada tanggal 16 November 2013.
http://www.blopress.com/2013/04/mekanisme-potensial-aksi-pada-selsaraf-proses-terjadinya.html. Diakses pada tanggal 16 November 2013
wordpress.com/2012/12/09/kelistrikan-dan-potensial-aksi-jantung-ekg
BIOFISIKA I. www.fk.unair.ac.id/attachments/1643_BIOFISIKA
%201.pdf. Diakses pada tanggal 16 November 2013

13