Anda di halaman 1dari 2

2.7.

Pencegahan Anemia
Menurut Tarwoto, dkk (2011), ada lima pendekatan dasar pencegahan anemia, antara lain
sebagai berikut :
1. Pemberian Tablet Zat Besi
- Tablet tambah darah adalah tablet besi folat yang setiap tabletnya mengandung 200
-

mg fero sulfat atau 60 mg besi elemental dan 0,25 mg asam folat.


Minum 1 tablet penambah darah setiap hari, khususnya pada perempuan saat sedang

menstruasi.
Untuk meningkatkan absorbsi besi, sebaiknya tablet zat besi tidak diminum bersama
susu, kopi, teh, es, dan minuman ringan yang mengandung karbonat dan minum susu
pada saat makan.

2. Meningkatkan konsumsi makanan bergizi seperti :


- Makanan yang banyak mengandung zat besi dari bahan makanan hewani (daging,
ikan, ayam, hati, dan telur) dan bahan makanan nabati (sayuran berwarna hijau tua,
-

tempe dan kacang-kacangan)


Makan sayur-sayuran dan buah-buahan banyak yang mengandung vitamin C (daun
katuk, daun singkong, bayam, jambu, tomat, jeruk dan nanas) sangat bermanfaat
untuk meningkatkan penyerapan zat besi dalam pencernaan.

3. Pendidikan
Pendidikan gizi pada keluarga dan masyarakat merupakan hal yang penting dalam
pencegahan anemia. Perlu dijelaskan pada keluarga atau masyarakat tersebut bahwa
kadar besi yang berasal dari ikan, hati dan daging lebi tinggi dibandingkan kadar besi
yang berasal dari beras, gandum, kacang kedelai dan bayam. Agar lebih mengerti,
kelompok sasaran juga diberi pendidikan tentang pola makan sehat, penyebab anemia dan
bahaya yang mungkin terjadi jika mengalami anemia.

4. Pengawasan Penyakit Infeksi


Anak-anak dan remaja biasanya merupakan kelompok yang rawan terkena penyakit
infeksi dan parasite. Penyakit infeksi dan parasite merupakan salah satu penyebab anemia
gizi besi. Pengawasan infeksi ini memerlukan upaya kesehatan masyarakat seperti
penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi lingkungan dan kebersihan perorangan. Parasit

seperti cacing tambang (ancylostoma dan necator) serta schistostoma dapat


menyebabkan anemia. Karena itu parasit harus dimusnahkan secara rutin, disamping itu
kesehatan diri dan sanitasi lingkungan harus dijaga.
5. Skrining anemia
Pemeriksaan hemoglobin dan hematocrit masih merupakan pilihan untuk skrining
anemia. Bila merasakan adanya tanda dan gejala anemia, segera konsultasikan ke dokter
untuk dicari penyebabnya dan diberikan pengobatan.