Anda di halaman 1dari 4

Prinsip Kerja Motor Induksi

Ketika sebuah sumber tegangan 3 fasa terhubung dengan bagian kumparan pada stator, maka
kumparan stator dapat menghasilkan sebuah medan putar yang memiliki besar kecepatan
tertentu, dan kemudian medan kumparan stator akan memotong konduktor yang ada pada sisi
rotor, sehingga dapat menimbulkan GGL yang ditunjukkan sebagai berikut:
E2 s

= 44,4 f N

(2.1)
Dimana:
E = tegangan induksi ggl (Volt).
f = frekkuensi (Hz).
N = banyak lilitan.
= fluks (Weber).
Agar dapat membangkitkan membangkitkan tegangan induksi E_2s agar tetap ada, maka
diperlukan adanya perbedaan relatif antara kecepatan medan putar stator (n_s) dengan kecepatan
putar rotor (n_r). Perbedaan antara kecepatan nr dengan ns disebut dengan slip ( S ). Jika n_s =
n_r tegangan akan terinduksi dan arus tidak mengalir pada rotor, dengan demikian tidak ada torsi
yang dapat dihasilkan.
Sistem Pembangkitan

Pada saat kondisi kerja berada pada normal dalam sebuah tegangan dan frekuensi yang konstan,
ruugi daripada inti motor induksi juga akan dianggap konstan. Rc yang mewakili rugi inti motor,
dapat dihilangkan dari rangkaian ekivalen motor induksi. Akan tetapi, untuk menentukan daya
poros atau torsi poros, rugi inti yang konstan harus diikut-sertakan dalam pertimbangan, bersama
dengan gesekan, rugi-rugi beban buta (stray-load losses) dan angin. Dalam analisa rangkaian
ekivalen sebuah transformator, bagian paralel dari rangkaian yang terdiri dari Rc dan jX_m
dapat diabaikan atau menggeser bagian paralel tersebut ke arah terminal primer. Namun cara ini
tidak diijinkan dalam menganalisis rangkaian ekivalen motor induksi. Hal ini dikarenakan
kenyataan bahwa arus penguatan pada transformator berkisar antara 2% sampai 6% dari arus

beban penuh dan juga reaktansi bocor primer per unitnya juga sangat kecil. Sedangkan pada
motor induksi, arus penguatan berkisar antara 30% sampai 50% dari arus beban penuh dan juga
reaktansi bocor primer per unit cukup besar. Oleh sebab itu, apabila komponen parallel rangkaian
ekivalen motor induksi diabaikan maka akan terdapat kesalahan yang besar dalam hal
perhitungan daya dan torsi motor induksi.
Pengasutan Motor Induksi
Pengasutan atau yang lebih dikenal juga dengan metode starting motor, merupakan salah satu
bidang ilmu dimana mempertimbangkan karakteristik motor yang ada pada saat motor dinyalakn
maka arus asutnya menjadi sangat besar yaitu hingga 600% atau bahkan lebih besar dari arus
beban penuh (nominal). Arus asut yang besar ini merupakan penyebab beberapa gangguan,
antara lain sebagai berikut:
a. Tegangan pada sisi penyulang akan susut (drop) tiba-tiba, meskipun sesaat selama
periode pengasutan, hal ini akan mempengaruhi kinerja mesin mesin atau peralatan listrik
lainnya. Jika susut tegangan ini relatif besar, maka dapat menggagalkan pengasutan
motor. Oleh karena itu, kapasitas catu daya minimum harus cukup untuk menanggung
arus asut.
b. Nilai arus asut yang tinggi ini, juga akan membangkitkan torsi asut yang tinggi pula,
sehingga pada mesin-mesin tertentu, misal mesin kompresor torsi, akan berpengaruh
buruk, terutama pada kopling atau bantalan.

Rangkaian Pengasutan Direct-On-Line (DOL)


Rangkaian dol memiliki fungsi untuk melakukan start dan juga stop motor dengan menggunakan
sebuah rangkaian kontrol. Starter module pada Motor Control Center (MCC) sering ditemukan di
bidang industri. Ada dua rangkaian yang bisa ditemukan di rangkaian DOL tersebut, yaitu
rangkaian daya dan rangkaian kontrol.
Rangkaian daya mengalirkan daya dari sumber tegangan kepada beban motor, sedangkan
rangkaian kontrol mengatur aliran daya dan tegangan tersebut. Rangkaian kontrol menggunakan
kontaktor, yang memutuskan dan mengalirkan daya di rangkaian tersebut dari sumber tegangan
ke motor.Kondisi Normally Open (NO) sering digunakan di rangkaian tersebut.

Rangkaian Pengasutan Star Delta

Agar mengkompensasi besar arus asut motor yang mendekati tujuh kalinya arus nominal maka
dapat digunakan metode pengasutan Star-Delta. Dengan metode ini, motor awalnya diatur pada
asutan Star, setelah motor mencapai kecepatan 80% kecepatan maksimal, sambungan diubah ke
sambungan Delta. Dengan cara ini maka torsi dapat dipertahankan sedangkan lonjakan arus asut
dapat ditekan.Fungsi dari rangkaian Star-Delta sendiri adalah untuk mengurangi arus asut yaitu
saat pertama kali motor di hidupkan Star delta adalah sebuah sistem pengasutan motor yang
paling banyak dipergunakan untuk pengasutan motor listrik. Dengan menggunakan star delta
starter, lonjakan arus listrik yang terlalu tinggi dapat dihindari. Cara kerjanya adalah saat
pengasutan awal motor tidak dikenakan tegangan penuh hanya 0.58 dengan cara dihubung star.
Dapat dilihat pada gambar 2 setelah motor berputar dan arus sudah mulai turun dengan
menggunakan timer arus dipindahkan menjadi delta sehingga tegangan dan arus yang mengalir
ke motor penuh

Rangkaian Pengasutan Soft Starting

Soft starter merupakan metode pengasutan yang bekerja dengan cara mengurangi tegangan
pengasutan motor induksi dan kemudian menaikkan tegangan secara bertahap sampai tegangan

penuh. Metode soft starter ini menjadi solusi atas tingginya nilai arus saat pengasutan motor
induksi dan merupakan metode yang nilai arus pengasutannya rendah.
Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian pada skripsi ini dilakukan dengan cara menghitung arus asut
menggunakan rumus dengan data yang sudah ada, melakukan pengukuran pada PT PGN
(persero) Tbk. dan membuat simulasi dengan menggunakan software ETAP 12.6.0. Diharapkan
dengan menggunakan metode tersebut didapat hasil arus asut dan kedip tegangan pada motor
induksi air compressor.