Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN OBSERVASI KEWIRAUSAHAAN

PONDOK MAKAN SATE DAN SOP ASMAWI

Disusun Oleh:
Ita Novita Sari
2284142680

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini.
Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah sebagai salah satu syarat untuk
memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan. Laporan ini tidak akan terselesaikan
dengan baik tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu penulis mohon saran dan kritikan yang membangun, semoga laporan ini
dapat bermanfaat. Penulis mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan,
terimakasih.
Serang, 22 September 2016

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada saat ini merupakan era pasar bebas terjadi, dimana setiap orang
berlomba-lomba dalam mendapatkan keuntungan. Sementara kita melihat
masalah di Indonesia semakin kompleks. Permasalahan tersebut seakan telah
menjadi

kemiskinan,

pendidikan,

keamanan,

atau

juga

masalah

pengangguran. Oleh karena itu banyak orang yang berwirausaha, mendirikan


home industri, membuka kedai makanan dll. Tapi, sayangnya orang-orang
yang berwirausaha tersebut tidak bertahan lama karena mengalami
kebangkrutan.

Kebangkrutan

itu

disebabkan

miniminya

ide

dalam

menghasilkan terobosan dan inovasi baru dalam pengembangan usahanya.


Oleh karena itu kita harus mempunyai skill khusus dalam
mengembangkan kreativitas dalam berwirausaha. Laporan ini akan menitik
beratkan pada peluang dalam berwirausaha dan pengembangan ide-ide dari
usaha retail yang sudah ada. Sebagaimana kita tahu sebuah inovasi akan
membuka sebuah peluang usaha baru yang tentunya lebih baik dibandingkan
usaha yang telah ada sebelumnya. Oleh karena itu, kami berusaha membahas
lebih jauh mengenai pengembangan ide wirausaha dengan melakukan
observasi, khususnya dibidang kuliner yaitu usahapondok makan sate dan sop
asmawi. Makanan ini banyak digemari oleh masyarakat, khususnya
masyarakat

Serang

dan

sekitarnya.

Oleh

karena

itu

apabila

kita

mengembangkan usaha ini secara serius kita bisa mendapatkan keuntungan


yang besar. Dengan keadaan yang semakin sulit untuk mencari lapangan
pekerjaan, kita harus jeli dalam memanfaatkan peluang yang ada khususnya
dalam hal bisnis, kita harus mengubah mindset kita dari yang hanya sekedar
pencari pekerjaan menjadi seseorang yang menciptakan lapangan pekerjaan.

1.2 Tujuan
Laporan observasi ini bertujuan untuk :
a. Memenuhi tugas mata kuliah kewirausahaan
b. Menambah pengetahuan kepada mahasiswa di bidang kewirausahaan
c. Mengubah pemikiran mahasiswa bahwa dunia kerja tidak hanya menjadi
pegawai tetapi terdapat bidang lain yaitu sebagai pengusaha
d. Memberi pelajaran untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan
e. Menambah berbagi pengalaman tentang bidang kewirausahaan dari
pengusaha-pengusaha sukses yang sudah ada
1.3 Waktu dan Pelaksanaan
Kegitan observasi ini dilaksanakan pada tanggal

22 September 2016 di

pondok makan sate dan sop asmawi berada di daerah Benggala tepatnya
berada di Jl. Yusuf Martadilaga (Benggala Samping Pom Bensin).

BAB II
HASIL OBSERVASI

3.1.

Jenis Usaha
Jenis usaha yang diteliti adalah usaha yang bergerak dibidang makan,
yang bernama PONDOK MAKAN SATE DAN SOP ASMAWI.

3.2.

Sejarah Singkat Usaha


Pondok Makan Sate dan Sop Asmawi adalah usaha yang menjual makanan
dan minuman. Makanan tersebut berupa berbagai jenis sate dan sop, serta
minuman. Nama Pondok Makan Sate dan Sop Asmawi diambil dari pemilik
usaha ini yakni pak Asmawi. Usaha ini berdiri sejak puluhan tahun. Awalnya
usaha ini berdiri di kaki lima depan toko selama 10 tahun, ketika
perkembangan usaha cukup baik pak Asmawi memutuskan untuk menyewa
tempat. Usaha ini sudah memiliki 4 cabang di Serang dan sekitarnya, cabang
yang didirikan dikelola oleh keluarganya sendiri. Pondok Makan Sate dan
Sop Asmawi yang berada di Jl. Yusuf Martadilaga (Benggala Samping Pom
Bensin) memiliki 20 karyawan atau lebih. Karyawan tersebut terdiri dari pria
dan wanita, karyawan pria berjumlah 15 orang, dan sekitar 5 wanita.

3.3.

Modal
Dalam menajalankan usaha ini awalnya pak Asmawi memerlukan
modal Rp. 1.000.000, uang modal itu ia gunakan untuk membuka warung
kaki lima didepan toko. Ketika usahanya sudah mulai ada kemajuan kurang
lebih 10 tahun pak asmawi memiliki keingin untuk mengembangkan
usahanya dan ia meminjam modal kepada pihak bank sekitar Rp.
100.000.000. Modal tersebut dipergunakan untuk menyewa tempat,
mengurus perijinan dan membeli keperluan pondok makan yang ia miliki.
Dalam waktu sehari ia dapat menghabiskan 6 kg daging sapi, 6 kg daging
kambing, dan masih banyak lagi.

3.4. Strategi / Pilihan Usaha, Tempat, Peluang, Pendapatan Harian


3.4.1.

Strategi pemasaran
Strategi harga dilakukan berdasarkan harga pasar, harga yang
sebanding dengan kualitas usaha serta pelayanan, dengan kata lain harga

diusahakan dapat menjangkau semua kalangan bila dibandingkan dengan


pesaing tetapi pelayanan dan kualitas tetap diutamakan.
3.4.2

Faktor Pendukung (Tempat dan Karyawan)


Pondok Makan yang dimiliki oleh ak Asmawi adalah milik orang lain,
sehingga ia harus mengeluarkan uang tambahan untuk membayar sewa
tempat tersebut. Pondok tersebut bertempatan di samping POM Bensin
Benggala. Tempat tersebut mudah dijangkau, dan tempat parkir sudah
dibuat cukup luas.
Karyawan yang bekerja di Pndok Makan Sate dan Sop Asmawi
berkisar 20 karyawan, yang terdiri dari 15 karyawan pria dan 5 karyawan
wanita. Karyawan tersebut memiliki berbagai macam latar belakang.
Walaupun dari berbagai macam latar belakang, pondok makan tersebut
menggunakan prinsip ramah terhadap pengunjung.

3.4.3

Peluang
Untuk peluang usaha PONSOK MAKAN SATE DAN SOP
ASMAWI masih cukup baik sampai 20 atau 30 tahun kedepan atau
bahkan selama orang masih mengkonsumsi makanan, apalagi konsumen
dari usaha ini termasuk tidak ada batasnya dan untuk semua kalangan,
maksudnya dari anak-anak sampai orang tua membutuhkan atau
mengkonsumsi makanan, sehingga usaha ini masih bagus untuk
dijalankan.

3.4.4

Pendapatan Harian
Pondok Makan Sate dan Sop Asmawi dapat menjual 1000 porsi

setiap harinya

sehingga pendapatan

19.000.000/hari

3.5. Hambatan dan Solusi Usaha


3.5.1. Hambatan Usaha

harian

yang

diterima

sekitar

Rp

Hambatan Usaha Pondok Makan Sate dan Sop Asmawi ini apabila :
a. Kurangnya ada inovasi menu baru yang membedakan dengan penjual
sate dan sop yang lainnya
b. Pada pertengahan bulan setelah Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, serta
bertepatan dengan awal masuk sekolah sehingga konsumen tidak seramai
hari biasanya.
c. Tempat/kios yang masih menyewa sewaktu-waktu bisa tidak bisa
diperpanjang lagi sehingga tempat harus pindah
3.5.2. Solusi dari hambatan usaha
a. Mencari inovasi menu yang dapat menarik konsumen
b. Memberikan strategi promo pada bulan-bulan tertentu yang dianggap pas
c. Mencari dan membeli kios yang dapat dipergunakan dengan waktu yang
panjang

3.6 Dokumentasi

Gambar 1. Proses Wawancara

Gambar 2. Kasir

Gambar 3. Tempat Pembakaran

Gambar 4. Tampak Depan

Sate

Gambar 5. Keadaan Tempat Makan

Gambar 6. Daftar Menu