Anda di halaman 1dari 7

Unsur-unsur Budaya :

1. Sistem bahasa
Dalam kebudayaan, bahasa menjadi unsur penting karena fungsinya. Fungsi dari bahasa adalah
sebagai alat komunikasi anggota masyarakat sehingga mereka dapat berinteraksi satu sama lain.
Tanpa bahasa, sebuah kebudayaan tidak akan tercipta karena hakikatnya kebudayaan dapat
diciptakan setelah adanya interaksi dari masyarakatnya.

2. Sistem mata pencaharian dan ekonomi


Unsur yang kedua ini adalah unsur yang pasti ada di dalam sebuah kebudayaan. Hal ini
disebabkan oleh mata pencaharian dan ekonomi masyarakat akan mempengaruhi kebudayaan
yang akan terbentuk di sana. Misalnya, kebudayaan para petani akan berbeda dengan
kebudayaan para nelayan.

3. Sistem peralatan hidup dan teknologi


Peralatan hidup dan teknologi ini diciptakan manusia untuk mempermudah mereka untuk hidup.
Dengan seperti itu, kebudayaan masyarakat yang mempunyai teknologi yang lebih canggih akan
sangat berbeda dengan kebudayaan di masyarakat yang masih menggunakan alat sederhana.

4. Sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial


Dalam unsur yang satu ini, suatu kebudayaan di dalam masyarakat pasti mempunyai aturanaturannya sendiri, misalnya dalam adat perkawinan, hajatan, dan lainnya. Sistem organisasi
sosial setiap kebudayaan pun akan berbeda.

5. Sistem ilmu pengetahuan


Setiap kebudayaan, ilmu pengetahuan menjadi hal penting karena dengan sistem inilah suatu
kebudayaan akan bertahan. Kemudian, sistem ilmu pengetahuan antara satu masyarakat dengan
masyarakat lainnya sangat berbeda. Sebagai contohnya yaitu ilmu astronomi yang dimiliki
masyarakat pesisir pantai akan lebih baik daripada masyarakat yang tinggal di pegunungan.

6. Sistem kepercayaan atau religi


Setiap kebudayaan, sistem kepercayaan atau religi menjadi sistem yang paling penting karena
bisa menentukan setiap aturan yang ada di dalam masyarakat tersebut. Contohnya yaitu
masyarakat Hindu yang mengagungkan hewan sapi, sedangkan dalam masyarakat lainnya tidak.
Bahkan, untuk masyarakat yang tidak mempercayai adanya Tuhan pun, mereka masih
mempunyai sistem ini.

7. Sistem kesenian
Setiap kebudayaan pasti identik dengan kesenian. Entah itu seni rupa, seni tari, atau pun seni
tarik suara. Dengan adanya sistem ini, setiap masyarakat mempunyai ciri khas yang unik yang
membedakan masyarakat tersebut dengan masyarakat lainnya.

SEJARAH REOG PONOROGO

Reog Ponorogo adalah salah satu kesenian warisan leluhur Indonesia yang sempat diklaim secara sepihak
oleh negara Malaysia. Pengklaiman ini sendiri sebetulnya terjadi karena kebudayaan tersebut dibawa oleh
warga Ponorogo yang datang dan menetap di Malaysia kemudian berkembang pesat disana, dan pula jika
ditinjau dari sisi sejarah, asal usul reog ponorogo memang lahir dan berkembang di Indonesia lebih dulu.
Untuk mengetahui asal-usul reog Ponorogo lebih jauh, mari kita simak pembahasan berikut: Asal Usul
Reog Ponorogo Menurut cerita yang berkembang, asal usul Reog Ponorogo dilatarbelakangi oleh kisah
perjalanan Raja Kerajaan Bantarangin, yaitu Prabu Kelana Sewandana yang tengah mencari calon
permaisurinya pada tahun 900 Saka. Calon permaisuri tersebut dicari karena kabur dari kerajaan
Bantarangin. Calon permaisuri yang bernama Dewi Sanggalangit yang juga adalah putri kerajaan Kediri
ini kabur karena tidak ingin dijodohkan dengan sang Prabu Kelana. Setelah perjalanan berhari-hari, Dewi
Sanggalangit pun akhirnya ditemukan disebuah goa ketika ia tengah bersemedi. Ketika diajak pulang
untuk dinikahi, putri Kediri tetap tak mau. Sang prabu pun merayunya dengan janji akan menuruti segala
apapun permintaan yang diajukan oleh sang calon permaisuri. Dari hasil semedi, sang putripun mendapat
wahyu agar memintakan sebuah kesenian baru yang belum pernah ada sebelumnya dimana kesenian
tersebut harus menggambarkan bahwa sang calon permaisuri adalah memang orang yang benar-benar
dicintai sang raja. Setelah berpikir cukup keras berhari-hari, akhirnya sang prabu mendapat wahyu dari
Dewi Parwati untuk membuat seni pertunjukan berupa tarian menggunakan barongan berupa reog.
Reognya sendiri dibuat sangat besar dengan perlambangan cinta berupa bulu burung merak dan kepala
harimau. Bulu burung merak melambangkan sang calon permaisuri dan kepala harimau melambangkan
sang Prabu. Tarian reog ponorogo kala itupun langsung dipertontonkan pada sang calon permaisuri.
Melihat tarian tersebut, sang calon permaisuri pu n sangat senang dan berjanji mau dinikahi sang prabu
asal tarian reog tersebut dipertontonkan setiap tahun ketika memperingati hari pernikahan mereka. Sejak
saat itulah reog ponorogopun lahir. Cerita asal usul reog ponorogo tersebut berkembang di masyarakat
hingga kini. Kendati demikian, sebetulnya nama reog baru diperkenalkan sejak tahun 1989. Sebelumnya
reog dikenal dengan nama REYOG. Nama tersebut diganti oleh Bupati Ponorogo Markum Singomedjo
untuk tujuan propaganda pembangunan. Nama REOG dipilih karena sangat cocok digunakan sebagai
akronim dari slogan resmi kabupaten ponorogo yaitu Resik, Endah, Omber, Girang gemirang.
Demikianlah cerita asal usul reog ponorogo yang dipercayai oleh masyarakat sekitar sebagai awal
lahirnya kesenian ini. Semoga cerita ini dapat meyakinkan kita bahwa memang kesenian reog ponorogo
memang benar-benar hasil karya budaya leluhur tanah air Indonesia pada tempo dulu.

Sejarah Rumah Gadang Padang

Rumah Gadang atau Rumah Godang adalah nama untuk rumah adat Minangkabau yang
merupakan rumah tradisional dan banyak di jumpai di provinsi Sumatera Barat,
Indonesia. Rumah ini juga disebut dengan nama lain oleh masyarakat setempat dengan
namaRumah Bagonjong atau ada juga yang menyebut dengan nama Rumah Baanjuang.
[1].
Rumah dengan model ini juga banyak dijumpai di Negeri Sembilan, Malaysia. Namun
tidak semua kawasan di Minangkabau (darek) yang boleh didirikan rumah adat ini,
hanya pada kawasan yang sudah memiliki status sebagai nagari sajaRumah Gadang ini
boleh didirikan. Begitu juga pada kawasan yang disebut dengan rantau, rumah adat ini
juga dahulunya tidak ada yang didirikan oleh para perantau Minangkabau.
Fungsi
Rumah Gadang sebagai tempat tinggal bersama, mempunyai ketentuan-ketentuan
tersendiri. Jumlah kamar bergantung kepada jumlah perempuan yang tinggal di
dalamnya. Setiap perempuan dalam kaum tersebut yang telah bersuami memperoleh
sebuah kamar. Sementara perempuan tua dan anak-anak memperoleh tempat di kamar
dekat dapur. Gadis remaja memperoleh kamar bersama di ujung yang lain.
Seluruh bagian dalam Rumah Gadang merupakan ruangan lepas kecuali kamar tidur.
Bagian dalam terbagi atas lanjar dan ruang yang ditandai oleh tiang. Tiang itu berbanjar
dari muka ke belakang dan dari kiri ke kanan. Tiang yang berbanjar dari depan ke
belakang menandai lanjar, sedangkan tiang dari kiri ke kanan menandai ruang.
Jumlahlanjar bergantung pada besar rumah, bisa dua, tiga dan empat. Ruangnya terdiri
dari jumlah yang ganjil antara tiga dan sebelas.
Rumah Gadang biasanya dibangun diatas sebidang tanah milik keluarga induk dalam
suku/kaum tersebut secara turun temurun[2]dan hanya dimiliki dan diwarisi dari dan
kepada perempuan pada kaum tersebut[3]. Dihalaman depan Rumah Gadang biasanya
selalu terdapat dua buah bangunanRangkiang, digunakan untuk menyimpanpadi.
Rumah Gadang pada sayap bangunan sebelah kanan dan kirinya terdapat ruanganjung

(Bahasa Minang: anjuang) sebagai tempat pengantin bersanding atau tempat


penobatan kepala adat, karena itu rumah Gadang dinamakan pula sebagai
rumahBaanjuang. Anjung pada kelarasan Bodi-Chaniago tidak memakai tongkat
penyangga di bawahnya, sedangkan pada kelarasan Koto-Piliang memakai tongkat
penyangga. Hal ini sesuai filosofi yang dianut kedua golongan ini yang berbeda, salah
satu golongan menganut prinsip pemerintahan yang hirarki menggunakan anjung yang
memakai tongkat penyangga, pada golongan lainnya anjuang seolah-olah mengapung
di udara. Tidak jauh dari komplek Rumah Gadang tersebut biasanya juga dibangun
sebuah surau kaum yang berfungsi sebagai tempat ibadah, tempat pendidikan dan juga
sekaligus menjadi tempat tinggal lelaki dewasa kaum tersebut yang belum menikah.
Arsitektur
Rumah adat ini memiliki keunikan bentukarsitektur dengan bentuk puncak
atapnyaruncing yang menyerupai tanduk kerbau dan dahulunya dibuat dari bahan ijuk
yang dapat tahan sampai puluhan tahun[3] namun belakangan atap rumah ini banyak
berganti dengan atap seng.
Rumah Gadang ini dibuat berbentuk empat persegi panjang dan dibagi atas dua
bahagian muka dan belakang. Dari bagian dari depan Rumah Gadang biasanya penuh
dengan ukiran ornamen dan umumnya bermotif akar, bunga, daun serta bidang persegi
empat dan genjang[1]. Sedangkan bagian luar belakang dilapisi dengan belahan
bambu. Rumah tradisional ini dibina dari tiang-tiang panjang, bangunan rumah dibuat
besar ke atas, namun tidak mudah rebah oleh goncangan[1], dan setiap elemen dari
Rumah Gadang mempunyai makna tersendiri yang dilatari oleh tambo yang ada dalam
adat dan budaya masyarakat setempat.
Pada umumnya Rumah Gadang mempunyai satu tangga yang terletak pada bagian
depan. Sementara dapur dibangun terpisah pada bagian belakang rumah yang
didempet pada dinding.
Ukiran

Ragam ukir khas Minangkabau pada dinding bagian luar dari Rumah Gadang
Pada bagian dinding Rumah Gadang di buat dari bahan papan, sedangkan bagian

belakang dari bahan bambu. Papan dinding dipasang vertikal, sementara semua papan
yang menjadi dinding dan menjadi bingkai diberi ukiran, sehingga seluruh dinding
menjadi penuh ukiran. Penempatan motifukiran tergantung pada susunan dan letak
papan pada dinding Rumah Gadang.
Pada dasarnya ukiran pada Rumah Gadang merupakan ragam hias pengisi bidang
dalam bentuk garis melingkar atau persegi. Motifnya umumnya tumbuhan merambat,
akar yang berdaun, berbunga dan berbuah. Pola akar biasanya berbentuk lingkaran,
akar berjajaran, berhimpitan, berjalinan dan juga sambung menyambung. Cabang atau
ranting akar berkeluk ke luar, ke dalam, ke atas dan ke bawah.
Disamping motif akar, motif lain yang dijumpai adalah motif geometri bersegi tiga,
empat dan genjang. Motif daun, bunga ataubuah dapat juga diukir tersendiri atau
secara berjajaran.
PENGERTIAN SENI BUDAYA

Pengertian Seni Budaya Secara Umum & Arti Menurut Para Ahli| Secara Umum, Pengertian
Seni Budaya adalah suatu segala sesuatu yang diciptakan manusia mengenai cara hidup
berkembang secara bersama pada suatu kelompok yang mengandung unsur keindahan (estetika)
secara turun temurun dari generasi ke generasi. Jika di artikan secara terpisah pengertian seni dan
pengertian budaya antara lain sebagai berikut...

Pengertian Budaya
Secara Umum, Pengertian Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang secara bersama
pada suatu kelompok orang secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari
banyak unsur yang sulit meliputi sistem agama, dan politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, karya
seni,

perkakas,

dan

bangunan.

Istilah budaya

atau

kebudayaan berasal

dari bahasa

Sanskerta yaitu buddhayah, sebagai bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) yang diartikan halhal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.
Pengertian Budaya atau Kebudayaan Menurut Para Ahli

Edward Burnett Tylor: Pengertian budaya atau kebudayaan menurut edward burnett tylor
adalah keseluruhan dari yang kompleks yang di dalamnya terkandung pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang
didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

C.

Kliucckhohn: Pengertian

budaya

menurut

C.Kliucckhohnadalah

sistem

mata

pencaharian hiup; sistem peralatan dan teknologi; sistem organisasi kemasyarakatan;


sistem pengetahuan; bahasa; kesenian; sistem religi dan upacara keagamaan.

Andreas Eppink: Pengertian budaya menurut Andreas Eppink bahwa kebudayaan


mengandung bentuk dari keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu
pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi
segala pernyataan intelektual dan artistik menjadi ciri khas suatu masyarakat.