Anda di halaman 1dari 13

Identifikasi Ion Halida

Anggota kelompok 4:
Armiro Y. P.

(20160240004)

Dimas Wisnu P.

(20160240010)

Raffael Bagus A.

(20160240036)

Wenno Aryo P.

(20160240046)

PRODI OSEANOGRAFI
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS HANG TUAH
SURABAYA

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena berkat
limpahan rahmat dan karynia-Nyalah sehingga makalah Kimia ini dapat kami selesaikan dengan
lancar.
Makalah ini di susun oleh kami setelah menghimpun data data dari buku. Tujuan
penulisan makalah ini adalah sebagai tugas yang diberikan kepada penulis pada mata kuliah
Kimia. Kami berharap mudah mudahan dengan adanya kami ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca.
Dalam penulisan makalah ini kami banyak mengalami kesulitan. Namun, berkat peran serta
berbagai pihak dengan memberikan masukan ataupun saran yang sangat membantu guna
penyempurnaan makalah ini. Akhirnya, makalah ini dapat diselesaikan walaupun masih banyak
kekurangan. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terimah kasih kepada pembimbing
pembimbing serta teman teman yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu.
Akhir kata, perkenankanlah kami mengutip sebuah pepatah yang berbunyi Tak ada
gading yang tak retak. Demikianlah yang dapat kami sampaikan kepada pembaca. Khairul
kalam, saran, kritik maupun segala umpan balik dalam bentuk apapun yang bersifat membangun
dari pembaca akan kami terima dengan tangan terbuka demi penyempurnaan makalah ini di
masa yang akan datang.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...................................................................................

Daftar Isi .............................................................................................

Bab I : Pendahuluan
A. Judul ........................................................................................

B. Tujuan ......................................................................................

C. Landasan Teori ........................................................................

Bab II : Pembahasan
A. Alat dan Bahan ........................................................................

B. Langkah Kerja .........................................................................

C. Hasil Pegamatan ......................................................................

D. Pertanyaan ...............................................................................

Bab III : Penutup


A. Kesimpulan ..............................................................................

12

B. Saran ........................................................................................

12

Daftar Pustaka ....................................................................................

13

BAB I
PENDAHULUAN
A. Judul :
Identifikasi Ion Halida

B. Tujuan Percobaan :
Setelah melakukan Percobaan ini mahasiswa dapat menentukan adanya ION HALIDA
dalam suatu sample yang tidak dikenal dengan memperhatikan data-data reaksi ION
HALIDA.

C. Landasan Teori
Hal yang perlu kita ketahui dari ion halida adalah ion halida merupakan semua golongan
halogen. Mulai dari Fluorin, Klorin, Bromin , dan Iodin. . Sebelum itu marilah kita melihat
sejenak tentang Halogen.
Beberapa hal yang perlu diketahui dari halogen adalah :
o

Halogen adalah unsur yang terdapat pada golongan VIIA.

Halogen terdiri dari Florium (F) , Klorium (Cl) , Bromium (Br) , dan Iodium (I).

Halogen bertarti pembentuk garam, karena , apabila unsur-unsur Halogen bereaksi


dengan logam maka akan membentuk garam. Contoh : NaCl, yaitu garam dapur.

Halogen mempunyai 7 elektronvalensi pada subkulit ns2 np5 .

Halogen bersifat sangat reaktif

Sifat sifat Halogen :


Sifat Kimia
Kereaktifan Halogen
F(g) + e

F-(g) H = -328 kJ

Cl(g) + e

Cl-(g) H = -349 kJ

Pada reaksi diatas kita dapat melihat, bahwa afinitas electron unsur halogen berkurang dari atas
ke bawah, yaitu klorin ke iodin. Hal itu terjadi karena bertambahnya jari jari atom, akan tetapi
H fluorin lebih rendah dibandingkan klorin, penyimpangan ini terjadi karena kecilnya atom
fluorin , yang membuat gaya tolak menolak antar electron.

Sifat
Nomor atom
Konfigurasi Elektron
Titik cair (oC)
Titik didih (oC)
Potensial Reduksi (volt)
Afinitas Elektron (H)
Jari jari Ion
Struktur Halogen

Fluorin
9
[He]2s2p5
-220
-188
2,87
-328
1,19

Klorin
17
[Ne] 3s23p5
-101
-35
1,36
-349
1,67

+ +

Wujud Halogen
Warna dan Aroma

Bromin
35
[Ar] 3d104s2p5
-7
59
1,06
-325
1,82
+

Iodin
53
[Kr] 4d102s2p5
114
184
0,54
-295
2,06

Gas (g)

Gas (g)

Cair (l)

Padat (s)

Kuning Muda

Hijau Muda

Merah

Hitam (s)

Tua

Ungu (g)

HBr

HI

Hasil Reaksi dgn H2O

HF

HCl

Sifat Fisis

Reaksi pendesakan Halogen


F2 > Cl2 > Br2 > I2

F2
Cl2
Br2
I2

F-

Cl-

Br-

I-

+
-

+
+
-

+
+
+
-

Keterangan :
( + ) Ada reaksi
( - ) Tidak ada reaksi

Data reaksi dari reaksi ION HALIDA dengan senyawa Pb(NO3)2 dan AgNO3
Anion
F-

Pb(NO3)2
Endapan Putih PbF2

AgNO3
Tidak Bereaksi

Cl-

Endapan putih PbCl2 larut Endapan putih AgCl

Br-

bila didihkan
Endapan kuning PbBr2 larut Endapan kuning muda AgBr
bila didihkan
Endapan kuning PbI2 larut Endapan kuning AgI

bila

didihkan,

didinginkan

bila
terbentuk

kembali endapan

Larutan Ag HALIDA dalam NH3(Aq)


Anion
(X-)
AgF
AgCl
AgBr
Ag I

Kelarutan dalam
NH3(aq)(ammonia) Encer
NH3(aq)(ammonia) Pekat
Larut
Larut
Tidak larut
Tidak Larut

Larut
Larut
Larut
Tidak Larut

Setelah mengenal mengenai Halogen diatas dan data eksperimen dari Ion Halida, maka kita
dapat mengidentifikasikan jenis larutan yang telah disediakan. Dan kita dapat mengenali
berdasarkan ciri-ciri diatas.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Alat dan Bahan


Alat :
- Tabung Reaksi 9 Buah
- Pipet Tetes 7 Buah
- Rak tabung
Bahan :
-

Perak Nitrat 0,1 M

Natrium Klorida 0,1 M

Natrium Iodida 0,1 M

Amonia 0,1 M

Amonia Pekat

Timbal Nitrat 0,1 M

Natrium Bromida 0,1 M

B. Langkah Kerja
1. Ambil 1 ml Larutan A, B, C masukkan masing masing kedalam tabung reaksi 1,2 dan 3
2. Tambahkan masing-masing 1 ml larutan perak nitrat ( AgNO3 )
3. Amati apa yang terjadi
4. Kemudian ambil kembali larutan A, B, C masukkan masing-masing kedalam tabung reaksi.
5. Tetapi, tambahkan masing-masing 1 ml, menggunakan perekasi timbale nitrat (Pb(NO 3)2
6. Amati perubahan yang terjadi.
7. Endapan hasil / hasil reaksi dari penambahan larutan perak nitrat ( AgNO 3 ) pada larutan A,
B, C , pisahkan kemudian uji dengan larutan ammonia 0,5 m dan laritan ammonia pekat.
Catat apa yang terjadi.

C. Pengamatan
Zat dan Pereaksi

Pengamatan

A + AgNO3
B + AgNO3
C + AgNO3
A + Pb(NO3)2

Terdapat endapan putih.


Terdapat endapan kuning keabu-abuan
Terdapat endapan kuning
Warna berubah menjadi keputih-putihan dan

B + Pb(NO3)2

terdapat endapan putih.


Terdapat endapan berwarna kuning muda

C + Pb(NO3)2

keabu-abuan dan warna larutan agak keruh


Warna berubah menjadi kuning dan terdapat
endapan berwarna kuning.

Endapan dan Pereaksi


Ag A + Amonia encer
Ag B + Amonia encer
Ag C + Amonia encer
Ag A + Amonia pekat
Ag B + Amonia pekat
Ag C + Amonia pekat

Pengamatan
Larut
Tidak Larut
Tidak Larut
Larut
Larut
Tidak Larut

Kesimpulan dan Hasil Pengamatan


Dari hasil pengamatan diatas, dan dicocokkan dengan ciri-ciri larutan A, B, dan C dapat
diidentifikasikan sebagai :

Larutan A adalah Cl- (Klorin)


Larutan B adalah Br- (Bromium)
Larutan C adalah I- (Iodium)

D. Pertanyaan
1. Bagaimana cara anda menentukan bahwa dalam suatu larutan yang tidak dikenal
mengandung ion bromida ?
Jawab :
Ion bromida dapat ditentukan dari pencampuran senyawa dengan larutan tersebut, seperti
AgNO3 akan menghasilkan endapan kuning muda , dan apabila bereaksi dengan ammonia encer
tidak akan larut tetapi apabila dengan ammonia pekat akan larut, hal itu dilakukan apakah
larutan tersebut mengandung ion bromida.
2. Bagaimana cara anda menunjukkan bahwa dalam suatu larutan yang tidak dikenal
mengandung ion iodide ?
Jawab :
Ion iodide dapat ditentukan dari pencampuran suatu senyawa dengan larutan tersebut, seperti
Pb(NO3)2 akan menghasilkan endapan kuning dan larut bila didihkan , dan apabila di reaksikan
dengan ammonia pekat dan encer maka larutan tersebut tidak larut, dan bila telah dilakukan
pengujian tersebut dan memperoleh hasil seperti diatas, maka dapat disimpulkan bahwa larutan
tersebut adalah ion iodide.
3.Jika dalam suatu larutan mengandung ion bromida dan ion iodide bagaimana cara anda
memisahkan kedua ion tersebut ?
Jawab :
Dari percobaan ini kita ketahui ion bromida akan larut pada ammonia pekat dan tidak larut
dalam ammonia encer, tetapi ion iodide akan tidak larut pada ammonia pekat maupun encer.
Oleh Karena itu, untuk memisahkan larutan yang mengandung ion bromida dan ion iodide ialah
dengan cara penambahan ammonia pekat (NH 3) , maka akan terlihat ion iodide maupun ion
bromida. Ion iodida tidak larut , sedangkan ion bromida akan larut.
Seperti ilustrasi disamping ini, ion iodide akan mengendap di dasar, sedangkan Ion bromida
akan bercampur dengan ammonia pekat.

Br I-

4. Tuliskan reaksi yang terjadi jika kedalam larutan natrium klorida ditambahkan larutan perak
nitrat?
Jawab : Jika natrium klorida ditambahkan perak nitrat maka akan membentuk perak klorida,
seperti yang telah kita percobakan larutan yang kita tidak ketahui adalah natrium klorida ,
sehingga apabila bereaksi dengan perak nitrat terbentuklah endapan putih.

AgNo3 NaCl AgCl( s ) NaNO3

5. Bagaimana cara membuat gas klor di laboratorium ?


Jawab : Cara membuatnya ialah dengan mereaksikan kapur-klor dengan asam sulfat sehingga
menghasilkan reaksi seperti berikut :

CaOCl2 ( s ) H 2 SO4 (aq ) CaSO4 (aq ) Cl2 ( g ) H 2O (l )

Dari kapur-klor yang berbentuk padatan ditambah asam sulfat menghasilkan kapur sulfat dan
GAS KLOR dan air.

6. Bagaimana cara membuat gas hidrogen klorida di laboratorium ? Jelaskan disertai dengan
reaksi !

3 NaCl H 3 PO4 Na3 PO4 3HCl


Jawab : Cara mebuatnya dengan cara
oksidasi Cl- (misalnya dari NaCl) dengan suatu senyawa seperti H3PO4. Maka,

Sehingga menghasilkan 3HCl yang berbentuk gas.

7. Mengapa Hidrogen bromida tidak dapat dibuat dari garam bromida yang ditambahkan dengan
asam sulfat ?

Jawab : Karena , apabila garam bromida di tambahkan dengan asam sulfat akan menghasilkan
bromin saja , namun tidak menghasilkan hidrogen bromida. Seperti, yang dapat kita lihat pada
reaksi dibawah ini.
Jika bereaksi dengan asam sulfat pekat (H2SO4) :

NaBr H 2 SO4 Na2 SO4 Br2 H 2O

Jika bereaksi dengan H3PO4 :

3 NaBr H 3 PO4 Na3 PO4 3HBr

8. Bagaimana cara yang cepat membuat hidrogen bromida dari garamnya ? disertai dengan
persamaan reaksi !
Jawab : Hidrogen bromida hanya dapat dibuat dengan penambahan H 3PO4. Sehingga,

3 NaBr H 3 PO4 Na3 PO4 3HBr

Dari reaksi tersebut diatas, 3NaBr akan menghasilkan 3NaBr.


9. Bagaimana cara membuat iodium di labrotatorium ! Jelaskan disertai dengan reaksi!
Jawab : Iodin dapat dibuat dari reaksi iodina dengan suatu oksidator, misalnya MnO 2 dengan
asam sulfat pekat. Larutan iodina , yang kita pakai adalah KI ,
10. AgCl dan AgBr jika terkena sinar matahari akan mengalami perubahan warna apa yang
menyebabkan ! Jelaskan ?
Jawab : Karena , adanya pengaruh sinar UV terhadap klorin dan Bromin , sehingga apabila
senyawa tersebut akan berubah warna, yang disebabkan oleh partikel-partikel dalam senyawa
tersebut menyerap warna (adsorbsi) sehingga warna yang kita lihat berubah.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hal yang dapat kita simpulkan dari metode diatas adalah :

Larutan yang mengandung ion klorida bila direaksikan dengan AgNO3 dan Pb(NO3)2 akan
terdapat endapan putih,dan apabila larutan yang telah ditambhkan dengan perak nitrat
tersebut bereaksi dengan amonia encer dan ammonia pekat akan larut.

Larutan yang mengandung ion bromida bila direaksikan dengan Pb(NO3)2 akan terdapat
endapan kuning , dapat juga larut bila didihkan jika, direaksikan dengan AgNO3 akan
menghasilkan endapan kuning muda dan apabila larutan yang telah ditambahkan perak
nitrat tersebut, bereaksi dengan amoia encer , tidak akan larut, sedangkan apabila dengan
ammonia pekat larutan tersebut akan larut.

Larutan yang mengandung ion iodide bila direaksikan dengan Pb(NO3)2 akan mengkasilkan
endapan kuning dan dapat larut bila didihkan , jika direaksikan dengan AgNO3 akan
menghasilkan endapan kuning. Dan apabila larutan yang telah ditambahkan perak nitrat
tersebut, bereaksi dengan ammonia encer dan ammonia pekat maka larutan tersebut tidak
larut.

B. Kritik dan Saran


Hal yang dapat kami sampaikan, ucapan Terima Kasih kepada dosen pembimbing kami
sebagaimana telah membimbing kami dalam upaya mempelajari tentang identifikasi ion halida.
Dalam penulisan makalah ini kami banyak mengalami kesulitan. Demikianlah yang dapat kami
sampaikan kepada pembaca. Khairul kalam, saran, kritik maupun segala umpan balik dalam
bentuk apapun yang bersifat membangun dari pembaca akan kami terima dengan tangan terbuka
demi penyempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Purba, Michael.2006.Kimia untuk SMA Kelas XII Semester 2 Jakarta : Erlangga Pub.
Purba, Michael.2006.Kimia untuk SMA Kelas XII Semester 1. Jakarta : Erlangga Pub.
Internet : www.chem-is-try.com . Reaksi redoks pada campuran reaksi 17 September 2016
(pada pukul 10:00 WIB).