Anda di halaman 1dari 4

Senyawa Fitokimia DAJAMBI

(Daun Jambu Biji ~ Psidium Guajava L.)


Vivin Marscella (144027)
Jambu Biji (Psidium guajava L.) merupakan salah satu tanaman obat yang sudah banyak
dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Buah mengandung asam amino (triptofan, lisin),
pektin, kalsium, fosfor, besi, mangan, magnesium, belerang dan vitamin (A, B1 dan C). Saat
menjelang matang, kandungan vitamin C dapat mencapai 3-6 kali lipat lebih tinggi dari jeruk.
Jambu biji, juga kaya dengan serat yang larut dalam air, terutama di bagian kulitnya sehingga
dapat mengganggu penyerapan glukosa dan lemak yang berasal dari makanan dan membuangnya
ke luar tubuh. Buah jambu biji banyak mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk
menjaga kesehatan, dan pertubuhan anak.
Selain pada buahnya, ternyata telah diketahui bahwa Daun Jambu Biji juga memiliki
senyawa fitokimia yang dapat bermanfaat sebagai obat. Dari hasil screening secara kualitatif,
didapatkan, kandungan fitokimia dalam Daun Jambu Biji adalah sebagai berikut (Geidam dkk,
2002):

Gambar1. Buah dan Daun Jambu Biji

Pada beberapa penelitian yang telah dilakukan, secara spesifik telah ditemukan bahwa
kandungan utama dalam daun adalah zat samak, tannin (terutama daun yang masih muda). Selain
itu daun juga mengandung minyak atsiri dengan komponen penyusunnya adalah -pinene, pinene, limonene, mentol, terpenyl asetat, isopropyl alkohol, longicyclene, caryophyllene, bisabolene, oksida caryophyllene, -copanene, farnesene, humulene, selinene, cardinene dan
curcumene (Gunawan, 2010).

Gambar 2. Komponen minyak atsiri


Selain minyak atsiri, daun mengandung, nerolidiol, -sitosterol, ursolat, krategolat, dan
asam guayavolat. Daun juga mengandung minyak lemak 6%, dan avikularin. Lima konstituen
2

termasuk satu asam baru pentacyclic triterpenoid asam guajanoat dan empat senyawa -sitosterol
yang dikenal sebagai uvaol, asam oleanolat, dan asam ursolat telah diisolasi dari daun jambu biji
(Gunawan, 2010).

Gambar 3. Beberapa Senyawa Triterpenoid yang terdapat dalam Daun Jambu Biji
Secara empiris, Daun Jambu Biji bersifat antibiotik dan telah dimanfaatkan untuk
antidiare. Beberapa penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa Daun Jambu Biji
memiliki beberapa senyawa fitokimia yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah dan mengobati
suatu penyakit. Daun Jambu Biji yang mengandung berbagai macam komponen fitokimia ini
dapat digunakan sebagai antioksidan, antidiare.
Kelompok senyawa tannin, flavonoid, dan steroid pada Daun Jambu Biji merupakan
beberapa senyawa yang dapat digunakan sebagai antioksidan. Tanin adalah semua komponen
fenolat yang derajat hidroksilasinya dan ukuran molekulnya cukup untuk membentuk suatu
senyawa yang kuat dengan protein dan polimer lainnya pada konsentrasi dan pH yang sesuai.
Adanya tanin dalam bahan makanan ikut menentukan cita rasa suatu bahan makanan (Maryati
dkk, 2008).
Selain untuk antioksidan, senyawa tanin juga dapat digunakan sebagai anti diare, karena
ekstrak daun memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri Gram-positif dan Gramnegatif Escherichia coli, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus, Proteus mirabilis,
Mycobacterium phlei and Shigella dysenteria. Tanin sendiri bersifat sebagai astringent, yaitu
melapisi mukosa usus, khususnya usus besar. Serta sebagai penyerap racun dan dapat
menggumpalkan protein. Dalam penelitian lain dilaporkan mampu menghambat pertumbuhan
Streptococcus Spp. Hal ini dibuktikan dengan adanya penghambatan ekstrak Daun Jambu Biji
dengan beberapa tingkat konsentrasi, terhadap pertumbuhan beberapa bakteri pathogen (Geidam
dkk, 2002):
3

Daftar Pustaka
Geidam, dkk. 2002. Preliminary Phytochemical and Antibacterial Evaluation of Crude Aqueous
Extract of Psidium Guajava Leaf.
http://www.aseanbiodiversity.info/abstract/51007124.pdf
Susanti, Rini. 2006. Pengaruh Tahapan Reaksi Terhadap Persentase Hasil Sintesis 1,3dibenzoiltiourea.

http://jurnal.dikti.go.id/jurnal/detil/id/2:7537/q/pengarang:Rini

%20/offset/90/limit/15
Maryati, dkk. 2008. Pemanfaatan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Sebagai Alternatif
Pengawet Telur Ayam Ras. http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/1708320329.pdf
Gunawan, Didik. 2010. Jambu Biji. http://obtrando.files.wordpress.com/2010/06/jambu-biji1.pdf
Anonim, 2010. Sirup Quersetin sebagai Obat Demam Berdarah.
http://www.djarumbeasiswaplus.org/artikel/content/90/Sirup-Quersetin-sebagai-ObatDemam-Berdarah/
Anonim. 2011. Tannin. http://en.wikipedia.org/wiki/Tannin
Dedi. 2011. Laporan Fitofarmasi. http://www.scribd.com/doc/40226978/31755879-laporanfitofarmasi