Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengertian metode, berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang
berarti cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang
berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek
atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat
dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya (Rosdy
Ruslan,2003:24). Sedangkan pengertian penelitian, Penelitian adalah usaha
untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu
pengetahuan, yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah ( Sutrisno Hadi,
2007:3 ). John Dewey di dalam bukunya How We Think (1910) mengatakan
bahwa metode ilmiah ialah langkah-langkah pemecahan suatu masalah jadi
Metode

penelitian

merupakan

langkah

penting

untuk

memecahkan

masalah-masalah penelitian. Dengan menguasai metode penelitian, kita bukan


hanya bisa memecahkan berbagai masalah penelitian, namun juga bisa
mengembangkan bidang keilmuan yang kita geluti, memperbanyak
penemuan-penemuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan dunia
pendidikan.
Metode Penelitian Kuantitatif adalah metode yang lebih menekankan
pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena social. Untuk
dapat melakukan pengukuran, setiap fenomena social di jabarkan kedalam
beberapa komponen masalah, variable dan indicator. Setiap variable yang di
tentukan di ukur dengan memberikan symbol symbol angka yang berbeda

beda sesuai dengan kategori informasi yang berkaitan dengan variable


tersebut. Dengan demikian adanya penulisan dari makalah ini dikarenakan
Penelitian ilmiah di perguruan tinggi merupakan suatu keharusan, baik
sebagai tugas akademik bagi mahasiswa ataupun yang berkaitan dengan
pelaksanaan kompetensi dosen. Dengan penelitian ilmiah inilah akan lahir
temuan-temuan baru yang menarik perhatian kalangan civitas akademik
ataupun publik.

1.2 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dari penulisan ini adalah :
1. Mengetahui pengertian metode kuantitatif.
2. Mengetahui cara pengolahan data dengan metode kuantitatif.
3. Mengetahui contoh pengolahan data dengan metode kuantitatif.

1.3 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian metode kuantitatif?
2. Bagaimana cara pengolahan data dengan metode kuantitatif?
3. Bagaimana contoh pengolahan data dengan metode kuantitatif?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Metode Kuantitatif


Metode Penelitian Kuantitatif adalah metode yang lebih menekankan pada
aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena social. Untuk dapat
melakukan pengukuran, setiap fenomena social di jabarkan kedalam beberapa
komponen masalah, variable dan indicator. Setiap variable yang di tentukan di
ukur dengan memberikan symbol symbol angka yang berbeda beda sesuai
dengan kategori informasi yang berkaitan dengan variable tersebut. Dengan
menggunakan symbol symbol angka tersebut, teknik perhitungan secara
kuantitatif matematik dapat di lakukan sehingga dapat menghasilkan suatu
kesimpulan yang belaku umum di dalam suatu parameter. Tujuan utama dati
metodologi ini ialah menjelaskan suatu masalah tetapi menghasilkan
generalisasi. Generalisasi ialah suatu kenyataan kebenaran yang terjadi dalam
suatu realitas tentang suatu masalah yang di perkirakan akan berlaku pada
suatu populasi tertentu. Generalisasi dapat dihasilkan melalui suatu metode
perkiraan atau metode estimasi yang umum berlaku didalam statistika
induktif. Metode estimasi itu sendiri dilakukan berdasarkan pengukuran
terhadap keadaan nyata yang lebih terbatas lingkupnya yang juga sering
disebut sample dalam penelitian kuantitatif. Jadi, yang diukur dalam
penelitian sebenarnya ialah bagian kecil dari populasi atau sering disebut
data. Data ialah contoh nyata dari kenyataan yang dapat diprediksikan ke
tingkat realitas dengan menggunakan metodologi kuantitatif tertentu.
Penelitian kuantitatif mengadakan eksplorasi lebih lanjut serta menemukan
fakta dan menguji teori-teori yang timbul.

2.2 Pengolahan Data Metode Penelitian Kuantitatif

Pengolahan data metoda penulisan kuantitatif sebagai berikut:


BAB I (PENDAHULUAN)
Pendahuluan berfungsi mengantarkan pembaca untuk mengetahui latar
belakang dan masalah penelititan. Isi uraian dalam bab ini sama dengan isi
uraian dalam proposal penelitian. Oleh karena itu bab pendahuluan dalam
penelitian kuantitatif pada prinsipnya memuat:
A. Latar Belakang
Latar belakang masalah dalam penelitian menjelaskan tentang
masalah-masalah yang akan diteliti. Masalah merupakan bentuk
kesenjangan

atau

penyimpangan-penyimpangan

dari

apa

yang

seharusnya dengan apa yang yang terjadi sesungguhnya. Kesenjangan


atau penyimpangan yang terjadi bisa berkaitan antara aturan dengan
pelaksanaan, teori dengan praktik, perencanaan dengan pelaksanaan.
Oleh karena itu, subbab ini mengemukakan adanya kesenjangan antara
harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoritik ataupun kesenjangan
praktis yang melatarbelakangi masalah yang akan diteliti. Pada subbab
ini dipaparkan antara lain teori yang terkait secara ringkas, hasil
penelitian terdahulu, simpulan seminar, dan diskusi ilmiah yang terkait
erat dengan pokok masalah yang akan diteliti. Dengan demikian,
permasalahan yang ditetapkan untuk diteliti memiliki landasan berpijak
yang kuat dan kokoh.
B. Perumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan upaya menjawab pertanyaan-pertanyaan
penelitian. Rumusan masalah disusun secara singkat, padat, jelas, dan
dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah sebaiknya
menampilkan variabel-variabel yang diteliti, jenia atau sifat hubungan
antarvariabel tersebut dan subjek penelitian. Rumusan masalah
tersebut hendaknya dapat diuji secara empiris, artinya memungkinkan
dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajuakan.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam
penelitian yang selaras dengan masalah peneltitian. Isi dan rumusan
tujuan penelitian mengacu kepada isi dan rumusan masalah penelitian.

Perbedaanya terletak pada cara merumuskannya. Rumusan masalah


penelitian dirumuskan dengan menggunakan kaliamt tanya, sedangkan
rumusan

tujuan

penelitian

dituangkan

dalam

bentuk

kalimat

pernyataan.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian merupakan paparang yang berisi tentang kegunaan
hasil penelitian terutama bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Bagian ini menjelaskan secara rinci manfaat hasil penelitian
bagi pihak yang terkait. Manfaat penelitian juga harus mampu
menjelaskan secara terperinci tentang kegunaan hasil penelitian bagi
berbagai pihak yang terkait.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Pembahasa Variabel Penelitian
Pada dasarnya pada bab ini membahas landasan teori yang
digunakan untuk membahas variabel penelitian. Isi pada kajian pustaka
harus memperkuat variabel yang diteliti dan indikator-indikator yang
digunakan. Setiap pembahasan variabel atau subvariabel minimal
didukung oleh 2 (dua) referensi yang kemudian berdasarkan kajian
tersebut disimpulkan oleh penulis. Jika penelitian kuantitatif korelasional,
variabel terikat (Y) yang dibahas terlebih dahulu baru kemudian diikuti
vairiabel bebas (X).
Bahan-bahan kajian pustaka dapat diperoleh dari berbagai rujukan
seperti jurnal penelitian, skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, buku
teks, makalah, laporan seminar, dan diskusi ilmiah. Ada dua jenis sumber
rujukan yaitu rujukan primer dan rujukan skunder. Sumber rujuakan
primer adalah bahan rujukan yang berasal dari sumber aslinya, sedangkan
sumber rujukan sekunder adalah bahan rujukan yang berasal tidak
langsung dari sumber aslinya.
B. Hasil Penelitian yang Relevan
Pada subbab ini dipaparkan hasil-hasil penelitian terdahulu yang
relevan dengan penelitian yangakan dilakukan. Untuk penelitian
kuantitatif relevansi penelitian dapat dilihat dari kesamaan variabel yang
diteliti, analisis data yang digunakan dan subjek penelitian. Hasil

penelitian yang relevan bisa diakses dari skripsi, tesis, desertasi, jurnal
regional dan internasional. Jumlah hasil penelitian yang relevan yang
mendukung penelitian penulis minimal dua hasil penelitian.
Dalam menyajikan hasil penelitian yang relevan bisa ditampilkan
dengan tabel atau uraian. Hasil penelitian sifatnya mendukung penelitian
yang akan dilakukan, maka penulis harus menjelaskan perbedaan dan
persamaan hasil penelitian terdahulu dengan yang akan diteliti, terutama
dalam hal variabel, indikator dan analisis data. Pada subbab ini yang perlu
diungkapkan adalah (1) penulis, jenis karya ilmiah, tahun, judul
penelitian, (2) variabel dan indikator, (3) analisis data, dan (4) trmuaan
hasil penelitian.
C. Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir berbentuk diagram/skema disertai penjelasan
yang

menguraikan

hubungan/pengaruh/perbedaan

antar

variabel/

subvariabel penelitian ynag berpedoman pada landasan teori yang sudah


ada.
D. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan

jawaban

sementaa

terhadap

masalah

penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi
tingkat kebenarannya. Kallimat hipotesis yang baik hendaknya:
menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebuh.
dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan.
dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas, serta
dapat diuji secara empiris. Hipotesis yang dicantumkan dalam Bab II
ini adalah hipotesis alternatif (H1), sedangkan hipotesis nol (H0)
dicantumkan di Bab IV yang berfungsi untuk menguji hipotesis
alternatif (H1).
BAB III (METODE PENELITIAN)
A. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian diartikan sebagai strategi mengatur latar
penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan
karakreristik variabel dan tujuan penelitian. Subbab ini menjelaskan
tentang jenis penelitian serta rancangan dan prosedur penelitian. Ditinjau
dari sifatnya, jenis penelitian kuantitatif meliputi penelitian eksploratif,
deskriptif, survei, korelatif, dan komparasi kausal.

Rancangan penelitian kuantitatif berupa eksperiment atau non


eksperiment. Ciri khas dari desain eksperimen adalah memanipulasi
variabel penelitian, sedangkan rancangan penelitian noneksperimen
adalah rancangan penelitian yang memotret variabel secara apa adanya.
Prosedur penelitian kuantitatif menjelaskan langkah-langkah penelitian
yang akan dilaksanakan secara sistematis.
B. Populasi, Sampel, dan Sampling Penelitian
Bagian ini menguraikan populasi, sampel dan teknik sampling.
Untuk penelitian yang tidak menggunakan sampel, maka tidak perlu
memaparkan

sampel

dan

teknik

sampling.

Jika

penelitian

mempertimbangkan penggunaan sampel maka perlu dipaparkan populasi,


sampel, dam teknik sampling yang digunakan.
Jika jumlah populasi kurang dari 30, maka lebih baik digunakan
penelitian populasi. Jika jumlah populasi lebih dari 30 maka
dimungkinkan untuk mengambil sampel penelitian yang didahului dengan
uji homogenitas dan normalitas.
C. Variabel Penelitian
Subbab ini menjelaskan tentang variabel penelitian, subvariabel
(bila ada), dan indikator. Penjelasan variabel penelitian disajikan dalam
bentuk tabel berikut.No

Variabel

Sub variabel (jika ada)

Indikator
Jenis Instrumen
1. Terikat (Y)
2. Bebas (X)
3. Bebas (X)
D. Teknik Pengumpulan Data
Subbab ini peneliti memaparkan :
1. metode yang digunakan dalam penelitian.
2. alat/instrumen yang digunakan untuk memperoleh data sesuai dengan
metodenya.
3. cara pengukuran/cara penskoran dari alat/instrumen yang digunakan.
4. kriteria/klasifikasi dari nilai yang diperoleh. Instrumen yang akan
digunakan harus dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas.
5. apabila instrumen peneltian menggunakan tes, maka perlu dilakukan
uji validitas dan uji reliabilitas instrumen tersebut.
6. apabila penelitian yang menggunakan tekni nontes hanya dilakukan
uji validitas.

7. apabila penelti menggunakan instrumen yang sudah standar, maka


diperbolehkan tanpa menggunakan uji instrumen, tetapi peneliti harus
menunjukkan sumber dari mana instrument itu diperoleh.
E. Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan uji
statistik, sesuai dengan karateristik data bersifat kuantitatif atau data yang
diakuantitatifkan. Analisis statistik, yaitu model analisis yang digunakan
harus relevan dengan :
1. jenis data yang akan dianalisis
2. tujuan penelitian
3. hipotesis yang akan diuji
4. rancangan penelitian.
Setiap jenis model atau rumus statistik yang digunakan untuk
menganalisis data, mendasarkan adanya asumsi-asumsi yang harus
dipenuhi. Misalnya asumsi-asumsi apa yang harus dipenuhi kalau akan
menganalisis data dengan menggunakan rumus uji t, korelasi product
moment dan sebagainya. Sebagai contoh (1) Syarat sebelum dilakukan uji
beda (t tes, anava dan lainnya yang sejenis) sebelum dilakukan uji tes beda
harus dilakukan lebih dahulu uji normaliatas dan uji homogenitas. (2)
syarat menggunakan analisis korelasi product moment, sebelum dilakukan
analisis korelasi product moment adanya uji normalitas atau linieritas.
Dalam subbab ini juga dijelaskan bagaimana ketentuan uji hipotesis rumus
statistik yang digunakan.
BAB IV (HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN)
Bab ini dibagi menjadi tiga bagian meliputi
A. Penyajian Data Hasil Penelitian
Penyajian data hasil penelitian berupa sajian data dari hasil
penelitian yang sudah diolah, yang disajikan dalam bentuk tabel atau
grafik. Penyajian data ini disertai dengan penjelasan secara deskriptif,
sehingga dapat memperjelas sajian tabel atau grafik tersebut.
B. Analisis Data dan Uji Hipotesis
Analisis data sesuai dengn analisis dan langkah-langkah analisis
yang sudah disajikan pada Bab III. Subbab ini menyajikan:
1. uji validitas dan uji reiabilitas.
2. uji prasyarat.

3. analisis data. Analisis data dapat menggunakan program SPSS.


Pengujian hipotesis pada dasarnya untuk membuktikan hipotesis nol (Ho)
dengn langkah-langkah sebagai berikut.
1. merumuskan hipotesis Ho dan Ha
2. menentukan taraf signifikansi dan daerah kritis
3. melakukan penghitungan dengan rumus statistik
4. mengkonfirmasi hasil hitungan statistik dengan tabel
5. menyimpulkan

C. Pembahasan
Subbab ini membahas hasil dari analisis data yang sudah diperoleh
sebelumnya. Hal-hal yang harus dijelaskan: (1) memberikan interpretasi
hasil penelitian yang dilakukan, (2) membandingkan hasil penelitian yang
dilakukan dengan teori, dan (3) kajian penelitian yang relevan yang
mendukung penelitiannya.
BAB V (KESIMPULAN DAN SARAN )
A. Kesimpulan
Simpulan dibuat berdasarkan jawaban dari rumusan masalah yang
didasarkan pada hasil analisis data beserta interpretasinya.
B. Saran
Saran dibuat berdasarkan hasil temuan dan pertimbangan peneliti,
ditunjukan kepada para pihak yang memungkinkan memanfaatkan
hasil penelitian. Saran merupakan suatu implikasi dari hasil penelitian
dan diselaraskan dengan manfaat penelitian.
2.3 Contoh Pengolahan Data Dengan Metode Kuantitatif
Judul Penelitian :
BAB I
9

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Orang tua mempunyai peranan penting untuk anak, karena anak
dapat hidup dan berkembang dengan bantuan dari orang tuanya, dan
anak merupakan harapan orang tua yang akan melanjutkan cita-cita
dalam kehidupannya, maka orang tua dituntut memiliki kemampuan
dalam merawat, menjaga keamanan, memelihara, membimbing,
mendidik dan memberikan pertolongan. Dengan kemampuan orang tua
tersebut, anak secara berangsur-angsur dididik dan diarahkan, agar
tumbuh rasa tanggung jawab. Untuk menumbuhkannya dimulai dari
pemberian berbagai tugas kecil dalam kehidupan sehari-hari di
lingkungan rumah, misalnya : membersihkan meja, merapikan tempat
tidur dan lain-lain.
Orang tua yang baik dan penuh perhatian tidak akan
membiarkan anak untuk mengerjakan sesuatu sendiri, melainkan orang
tua harus menemani dan memberi bimbingan sampai ia mencapai usia
yang cukup untuk bertanggung jawab. Bimbingan itu meliputi
bimbingan pribadi, sosial, dan karier. Bimbingan belajar sebaiknya
diberikan orang sejak dini. Usia dini merupakan kesempatan emas bagi
anak untuk belajar. Oleh karena itu kesempatan ini hendaknya
dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk proses belajar anak. Namun
demikian satu hal perlu mendapatkan perhatian, bahwa orientasi
belajar anak yang sesungguhnya adalah mengembangkan rasa
tanggung jawab belajar.
Demikian juga dalam hal belajar anak di sekolah. Agar lebih
efektif dalam belajar, setiap anak harus memiliki rasa tanggung jawab.
Memiliki rasa tanggung jawab erat kaitannya dengan prestasi di
sekolah. Tanggung jawab anak yang telah ditanamkan dan diterimanya
sejak dini oleh orang tua akan membantu kegiatan belajar anak di
sekolah lebih bermakna yakni memperoleh hasil belajar yang
memuaskan semua pihak.
Hasil pengamatan dan pengalaman peneliti sebagai salah satu
guru SD Se-Kecamatan Buluspesantren menunjukkan ada beberapa
10

siswa yang memiliki hasil belajar dan tanggung jawab dalam belajar
masih kurang memuaskan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh guru
untuk meningkatkan tanggung jawab dalam belajar dan prestasi belajar
siswa antara lain : pemberian tugas, belajar kelompok dan PR, tetapi
belum menunjukkan hasil yang memuaskan.
Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan penelitian
untuk skripsi ini dengan judul Hubungan antara Bimbingan Belajar
Orang Tua dan Perhatian Orang Tua Terhadap Tanggung Jawab Belajar
Anak Kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011
/ 2012.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang, penulis merumuskan masalah
sebagai berikut :
1. Adakah pengaruh bimbingan belajar dan perhatian dari orang tua
terhadap tanggung jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan
Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012?
2. Apakah ada pengaruh antara bimbingan belajar orang tua
terhadap tanggung jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan
Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012?
3. Apakah ada pengaruh antara perhatian orang tua terhadap
tanggung jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan
Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012?
4. Apakah ada pengaruh antara bimbingan belajar orang tua dan
perhatian orang tua secara bersama-sama terhadap tanggung
jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren
Tahun Pelajaran 2011/2012?
C. Tujuan Penelitian
Dalam pelaksanaan penelitian ini, tujuan yang hendak dicapai yaitu :
1. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara bimbingan
belajar orang tua terhadap tanggung jawab belajar anak kelas V
SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012
2. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara perhatian orang
tua terhadap tanggung jawab belajar anak kelas V SD SeKecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012

11

3. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara bimbingan


belajar orang tua dan perhatian orang tua secara bersama-sama
terhadap tanggung jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan
Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012.

D. Penegasan Istilah
Untuk menghindari persepsi dan kesamaan konsep dalam
mengartikan istilah maka perlu ditegaskan beberapa istilah sebagai
berikut :
a. Pengaruh adalah hubungan sebab akibat yang ditimbulkan 2
variabel ( varibel bebas dan variabel terikat ).
b. Bimbingan belajar orang tua adalah suatu proses memberi
bantuan oleh orang tua kepada anaknya dalam memecahkan
masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari baik di
sekolah

maupun

diluar

sekolah,

sehingga

anak

mampu

mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal


c. Perhatian orang tua adalah suatu proses pemberian bantuan
kepada individu agar dapat memilih, menyiapkan, menyesuaikan,
dan menetapkan dirinya dalam belajar sesuai dengan keadaan
dirinya.
d. Tanggung jawab belajar anak adalah perilaku siswa dalam
mengambil keputusan yang patut dan efektif terhadap perubahan
dirinya

yang

mana

perubahan

itu

berupa

pengetahuan,

pemahaman, keterampilan, dan nilai-nilai sikap.


E. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
Manfaat Teoritis
i. Untuk
menambah
perbendaharaan

dunia

pendidikan,khususnya dalam karya tulis ilmiah.


ii. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai pedoman dalam

mengadakan penelitian selanjutnya yang lebih mendalam.


Manfaat Praktis
i. Bagi Universitas Sebelas Maret

12

Mengembangkan

ilmu

pengetahuan

untuk

penelitian

selanjutnya hasil penelitian ini diharapkan memberikan


sumbangan pengetahuan tentang pengaruh bimbingan belajar
orang tua dan perhatian orang tua terhadap tanggung jawab
belajar anak Kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun
Pelajaran 2011/2012.
ii. Bagi Sekolah yang Diteliti
Dengan mengetahui pengaruh bimbingan belajar orang tua dan
perhatian orang tua terhadap tanggung jawab belajar anak
Kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran
2011/2012.
iii. Bagi Guru
Sebagai masukan dalam usaha peningkatan hasil belajar.
Dengan mengetahui pengaruh bimbingan belajar orang tua dan
perhatian orang tua terhadap tanggung jawab belajar anak
Kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran
2011/2012, guru dapat memperhatikan hal tersebut guna
menunjang hasil belajar yang maksimal.
iv. Bagi Siswa
Memberi pengetahuan bahwa bimbingan belajar orang tua
dan perhatian orang tua berpengaruh terhadap tanggung
jawab belajar anak.
Dengan mengetahui pengaruh pengaruh bimbingan belajar
orang tua dan perhatian orang tua terhadap tanggung jawab
belajar anak, diharapkan bimbingan belajar orang tua dan
perhatian orang tua akan meningkat. Sehingga meningkat
pula tanggung jawab belajar anaknya.

BAB II
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

13

A. Landasan Teori
1. Tanggung Jawab Belajar Anak Siswa Kelas V SD
Karakteristik Siswa Kelas V SD
F.J Monks, dkk (2004:222-225) berpendapat bahwa
Stadium operasional konkret (7 11 tahun) dapat
digambarkan sebagai menjadinya positif ciri-ciri yang negatif
pada stadium berfikir praoperasional. Cara berfikir anak yang
operasional konkret kurang egosentris. Kemampuan anak pada
stadium ini juga mengadakan konservasi. Anak sudah mampu
mengerti operasi logisnya reversibilitas. Namun ada juga
kekurangannya dalam cara berfikir yang operasional konkret.
Anak mampu untuk melakukan aktivitas logis tertentu (=
operasi) tetap hanya dalam situasi yang konkret. Dengan kata
lain, bila anak dihadapkan dengan suatu masalah secara verbal,
yaitu tanda adanya bahan yang konkret, maka ia belum mampu
untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik.
Menurut Elkind dalam F. J Monks ( 2004: 115 )
berpendapat bahwa Anak usia 6 - 11 tahun belum untuk
membedakan antara hasil ciptaan mentalnya sendiri dengan
halhal yang nyata . Dan ditandai dengan apa yang disebut
dengan realitas asumtif, yaitu anak melihat kenyataan
berdasarkan informasi yang terbatas dan tidak dipengaruhi
oleh informasi baru atau informasi yang bertentangan. Pada
masa ini anak merasa lebih tahu dari orang tua. Elkind dalam
F. J Monks ( 2004: 116 ) juga berpendapat bahwa Pada usia
ini anak lebih percaya pada temanteman sebaya atau pada
guru. Seringkali anak ingin menunjukkan kecerdikan mereka
dengan berbohong atau membuat kenakalankenakalan untuk
membuktikan pada orang dewasa betapa cerdiknya dan
superiornya mereka.
Dari uraian diatas dapat diambil suatu kesimpulan
bahwa siswa kelas 5 SD termasuk dalam tahap operasional
konkret, yaitu pada usia 711 tahun. Pada masa ini cara
berpikir anak masih konkret belum biasa berpikir secara
14

abstrak. Cara mengajarnya pun harus dengan mencontohkan


bendabenda konkret, kemudian siswa akan menghafalkannya
dan menyimpannya di otak.
Tanggung Jawab
Menurut Anton Adi Wiyoto (2001 : 2) Dalam bukunya
melatih anak bertanggung jawab, arti tanggung jawab adalah
mengambil keputusan yang patut dan efektif. Patut berarti
menetapkan pilihan yang terbaik dalam batas-batas normal
sosial dan harapan yang umum diberikan, untuk meningkatkan
hubungan

antar

manusia

yang

positif,

keselamatan,

keberhasilan, dan kesejahteraan mereka sendiri, misalnya :


menanggapi sapaan dengan senyuman. Sedangkan tanggapan
yang efektif berarti tanggapan yang memampukan anak
mencapai tujuan-tujuan yang hasil akhirnya adalah makin
kuatnya harga diri mereka, misalnya : bila akan belajar
kelompok harus mendapat izin dari orang tua.
Menurut Pam Schiller & Tamera Bryant (2002 : 151)
Tanggung jawab adalah perilaku yang menentukan bagaimana
kita bereaksi terhadap situasi setiap hari, yang memerlukan
beberapa jenis keputusan yang bersifat moral.
Berkenaan dengan uraian di atas dapat disimpulkan,
bahwa tanggung jawab belajar anak adalah perilaku siswa
dalam mengambil keputusan yang patut dan efektif terhadap
perubahan

dirinya

yang

mana

perubahan

itu

berupa

pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai-nilai sikap.


2. Bimbingan Belajar dari Orang Tua
Pengertian Bimbingan
Menurut Oemar Hamalik ( 2000 : 195 ) Bimbingan
merupakan proses memberi bantuan kepada individu agar
individu itu dapat mengenal dirinya dan dapat memecahkan
masalah-masalah

hidupnya

sendiri,

sehingga

ia

dapat

menikmati hidup dengan bahagia.


Menurut Ruslan A. Gani (1992:1) Bimbingan adalah
bantuan terhadap individu yang dilakukan secara kontinu, agar
individu tersebut dapat memahami dirinya, sehingga ia dapat
15

mengarahkan diri dan dapat bertindak secara wajar, sesuai


dengan

tuntutan

dan

keadaan

sekolah,

keluarga

dan

masyarakat.
Pengertian Belajar
Menurut Totok Santoso (1998 : 1) belajar adalah
sebagai proses untuk memiliki suatu pengetahuan. Dalam
pengertian ini belajar mengandaikan dua hal yaitu proses dan
hasilnya. Proses diartikan sebagai perubahan internal dalam
diri individu, dan sebetulnya perubahan inilah yang merupakan
inti dari kegiatan belajar.
Penulis menyimpulkan

bahwa

merupakan

perilaku,

proses

perubahan

belajar
sebagai

adalah
hasil

pengalaman atau praktek kearah kemajuan atau kearah


perbaikan menuju proses kegiatan belajar.
Orang Tua
Menurut Dale R. Olen (1987 : 101) Orang tua adalah
ibu, bapak dari seorang anak yang berperan sebagai pengasuh,
penguasa, konsultan, dan teman dialog. Orang tua adalah kunci
utama keberhasilan anak. Orang tualah yang pertama kali
sipahami anak sebagai orang yang memiliki kemampuan luar
biasa diluar dirinya.
Dari penegasan

istilah

tersebut

diatas,

penulis

mengartikan bimbingan belajar dari orang tua adalah suatu


proses memberi bantuan oleh orang tua kepada anaknya dalam
memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan seharihari baik di sekolah maupun diluar sekolah, sehingga anak
mampu

mengembangkan

potensi

yang

dimiliki

secara

maksimal.
3. Perhatian Orang Tua
Peranan Orang Tua
Pendidikan di dalam keluarga merupakan pendidikan
kodrati, apalagi setelah anak lahir, pengenalan diantara orang
tua dan anak-anaknya yang diliputi rasa cinta kasih,
ketentraman dan kedamaian, anak akan berkembang kearah
kedewasaan dengan wajar dilingkungan keluarga. Segala sikap

16

dan tingkah laku kedua orang tua sangat berpengaruh terhadap


perkembangan anak karena ayah dan ibu merupakan
pendidikan dalam kehidupan yang nyata dan pertama sehingga
sikap dan tingkah laku orang tua akan diamati oleh anak baik
disengaja maupun tidak disengaja sebagai pengalaman yang
akan mempengaruhi pendidikan selanjutnya.
Keluarga yang baik di dalamnya akan terjadi interaksi
di antara para anggotanya, sebagaimana dikemukakan oleh st.
Vembrianto (dalam http://www.indoskripsi.com) bahwa proses
sosialisasi dalam proses belajar yaitu suatu proses akomodasi
dimana individu memohon, menahan, mengubah impulsimpuls dalam dirinya dan mengambil cara hidup/ kebudayaan
masyarakat. Komunikasi orang tua dengan anak memegang
peranan penting dalam membina hubungan keduanya, hal ini
dapat dilihat dengan nyata, misalnya membimbing, membantu
mengarahkan,

menyayangi,

menasehati,

mengecam,

mengomando dan sebagainya.


Pengertian Perhatian Orang Tua
Dakir
(dalam
http://www.fithab.multiply.com)
mengemukakan bahwa perhatian adalah keaktifan peningkatan
kesadaran seluruh fungsi jiwa yang dikerahkan dalam
pemusatannya kepada barang sesuatu, baik yang di dalam
maupun yang ada di luar.
Perhatian orang tua dalam hal ini adalah kecenderungan
keaktifan perhatian orang tua yang dikerahkan untuk
memberikan motivasi/ dorongan yang positif terhadap anaknya
dalam usaha mencapai prestasi belajar yang optimal.
Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Tanggung Jawab
Belajar Siswa
Keikutsertaan keluarga termasuk di dalam perhatian
orang tua dalam pendidikan memiliki banyak keuntungan atau
pengaruh bagi siswa sebagaimana dikemukakan Rhoda (dalam
nurkolis, 2005: 126) bahwa :

17

Pertama,

pencapaian

akademik

dan

perkembangan

kognitif siswa dapat berkembang secara signifikan.


Kedua, orang tua dapat mengetahui perkembangan
anaknya dalam proses pendidikan di sekolah.
Ketiga, orang tua akan menjadi guru yang baik di rumah
dan bias menerapkan formula-formula positif untuk
pendidikan anaknya.
Keempat, akhirnya orang tua memiliki sikap dan
pandangan positif terhadap sekolah.
Berdasarkan pendapat itu, maka belajar merupakan
proses terpadu yang memungkinkan adanya hubungan antara
sekolah dan keluarga. Keduanya saling mendukung untuk
mewujudkan hasil belajar siswa secara optimal. Orang tua
perlu memperhatikan anaknya dalam bentuk perhatian secara
nyata untuk mendukung proses belajar anak. Jadi, jelaslah
bahwa perhatian orang tua mempunyai pengaruh besar
terhadap tanggung jawab belajar siswa yang secara tidak
langsung juga berpengaruh terhadap hasil belajar yang diraih
siswa.
4. Kerangka Berfikir
Anak yang diberi tugas tertentu akan berkembang rasa
tanggung jawabnya. Oleh karena itu perhatian orang tua selalu
memberikan tugas kepada anaknya, setelah tugas yang lalu selesai
dengan baik akan semakin mendewasakan anak itu untuk lebih
bertanggung jawab. Tugas yang diberikan itu dengan sendirinya
sudah disesuaikan dengan perkembangan anaknya, semakin anak
itu tumbuh berkembang, tugas yang diberikan semakin komplek.
Peranan orang tua sangat menentukan dalam pendidikan
anak, terutama pada tingkat pra sekolah dan SD. Di rumah orang
tua sering membacakan buku-buku atau surat kabar maupun
majalah. Kemudian akan ditiru oleh anak-anaknya yakni dengan
cara melihat, memegang maupun yang lain. Dari keterikatan itu
dikembangkan menjadi kemampuan untuk ikut aktif mengikuti
perkembangan apa yang dibaca orang tua. Sehingga anak setelah
18

memasuki sekolah formal dengan bantuan guru, anak tersebut


dengan mudah dapat membaca dan menulis. Setiap kali menerima
pekerjaan dari guru, anak selalu menyampaikan kepada orang tua
atau sebaliknya orang tua yang menanyakan kegiatan anak yang
dilakukan ketika di sekolah. Sehingga ada hubungan yang erat
sekali antara anak dengan orang tua dalam perkembangan belajar
anaknya.
Hubungan ini dapat dirasakan ketika anak menyampaikan
kesulitan belajarnya kepada orang tuanya, sehingga orang tua
dengan sabar dan ikhlas turut memecahkannya. Jika mampu oaring
tua akan menanganinya sendiri, namun jika tidak orang tua akan
mencari jalan keluar. Diantaranya melengkapi kebutuhan sarana pra
sarana belajar.
Dari apa yang diusahakan orang tua itu, agar dapat ditiru
oleh anaknya dan memiliki tanggung jawab dalam belajarnya.
Dengan demikian bimbingan belajar dari orang tua akan sangat
penting bagi keberhasilan anaknya, untuk meningkatkan tanggung
jawab belajarnya. Selanjutnya dapat ditarik suatu kesimpulan
bahwa ada pengaruh antara orang tua dengan tanggung jawab
belajar siswa.
B. Hipotesis
1. Paradigma Penelitian
Berdasarkan kerangka berpikir di atas, dapat digambarkan
hubungan ketiga variabel penelitian tersebut dalam paradigma
penelitian sebagai berikut:

X
1

X
2

H
1

H
3

Gambar. Paradigma Penelitian

19

Keterangan :
X1

Bimbingan belajar orang tua

X2

Perhatian orang tua

Tanggung Jawab Belajar Siswa

H1

Hipotesis pertama

H2

Hipotesis kedua

H3

Hipotesis ketiga

2. Hipotesis Tindakan
Hipotesis adalah dugaan, yang mungkin benar atau
mungkin juga salah. Ia akan ditolak jika faktanya menyangkal,
jadi hipotesanya salah atau palsu. Dan hipotesa akan diterima,
jika fakta membuktikan kebenarannya.adapun hipotesis yang
diajukan oleh penulis, yaitu:
Ada pengaruh antara bimbingan belajar orang tua terhadap
tanggung jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan
Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012.
Ada pengaruh antara perhatian orang tua terhadap tanggung
jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren
Tahun Pelajaran 2011/2012.
Ada pengaruh antara bimbingan belajar orang tua dan
perhatian orang tua secara bersama-sama terhadap tanggung
jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren
Tahun Pelajaran 2011/2012.

20

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Setting Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas V SD SeKecamatan Buluspesantren wilayah Kabupaten Kebumen. Dalam
penelitian ini melibakan beberapa sekolah yang berada di wilayah
kerja UPT Dikpora Unit Kecamatan Buluspesantren Kabupaten
Kebumen.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini direncanakan selama lima bulan yaitu dari
bulan Januari 2012 sampai dengan bulan Mei 2012 yang dimulai
dengan pengajuan judul sampai dengan penyelesaian penulisan
laporan penelitian. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
Persiapan Penelitian
Kegiatan ini meliputi pengajuan judul, penyusunan proposal,
persetujuan

proposal,

permohonan

perijinan

penelitian,

membuat instrument;
Pelaksanaan penelitian di lapangan. Kegiatan ini meliputi
memperbanyak instrumen, mengadakan try-out atau uji coba,
memperbaiki instrumen, menetapkan subyek penelitian dan
pengisian instrumen lalu menganalisis data, membuktikan

hipotesis serta mengambil kesimpulan;


Penyelesaian penulisan laporan penelitian. Kegitan ini peneliti
melakukan penyelesaian penyusunan laporan hasil penelitian
dari Bab I sampai Bab V.

21

B. Variabel Penelitian
1. Variabel bebas
Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah bimbingan
belajar orang tua (X1) dan perhatian orang tua (X2).
2. Variabel Terikat
Variabel terikatnya (Y) adalah tanggung jawab belajar siswa.
C. Populasi dan Sampel
Populasi adalah himpunan yang lengkap dari satuan-satuan
atau individu-individu yang karakteristiknya ingin kita ketahui
(Anggoro 2008: 4.2) .
1. Populasi, Sampel, Penentuan Sampel
Populasi sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas 5 SD
se-Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen. Dalam
rangka menjaga kesamaan karakteristik dari responden penelitian
maka peneliti menentukan kriteria karakteristik responden sebagai
berikut: (1) Siswa tersebut terdaftar sebagai siswa SD Negeri di
Kecamatan Buluspesantren, (2) Masih aktif duduk di kelas 5.
2. Sampling
Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple
random sampling. Sample artinya teknik cara pengambilan
sampel dari semua anggota populasi dilakukan secara acak tanpa
memperhatikan strata yang ada dalam anggota populasi itu.
(Sugiyono, 1999: 59).
3. Penentuan Besar Sampel
Karena keterbatasan waktu dan tenaga peneliti hanya
mengambil beberapa sampel dan tidak begitu banyak akan tetapi
dapat

mewakili

populasi

dari

sampel

penelitian.

Studi

pendahuluan telah dilakukan dengan pengambilan data siswa SD


Negeri di Kecamatan Bulus pesantren adalah dengan mencari data
dari UPT Dinas Dikpora Kecamatan Buluspesantren, sehingga

22

kita dapat menentukan sampel penelitian. Pengambilan sampel


secara random/acak, maka setiap anggota populasi mempunyai
peluang sama untuk dipilih mernjadi anggota sampel.
D. Rancangan Penelitian
Dalam upaya menjelaskan pola hubungan fungsional antar
variabel tersebut, digunakan metode survei korelasional dengan
pendekatan kuantitatif dan dianalisis menggunakan analisis regresi
ganda. Peneliti mengambil satu atau lebih variabel bebas (prediktor)
dan menguji data itu dengan mencari hubungan fungsional terhadap
variabel respon (sebagai dependent variables).

(X1)
(Y)
(Y)
(X2)

Keterangan:
X1 : variabel bebas 1 (prediktor 1)
X2 : variabel bebas 2 (prediktor 2)
Y : variabel terikat (kriterium)
Variabel bebas (prediktor) dalam penelitian ini adalah
bimbingan belajar orang tua dan perhatian orang tua. Sedangkan
variabel terikat atau kriteriumnya adalah tanggung jawab belajar siswa
Kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren.

E. Teknik Pengumpulan Data


Adapun metode pengumpulan data yang penulis gunakan
adalah metode angket. Angket dalam penelitian ini digunakan untuk
mendapat data tentang minat belajar siswa dan perhatian orang tua
23

dengan memberikan daftar pernyataan yang diberikan kepada subyek


penelitian atau responden secara individu guna memperoleh informasi
yang dibutuhkan peneliti, kemudian menyebarkan angket dan
menghimpunnya kembali setelah diisi oleh responden. Angket yang
digunakan adalah angket tertutup, yang sudah disediakan jawabannya
sehingga tinggal memilih (Suharsimi Arikunto, 1998: 141).
Penulis menggunakan metode angket karena diungkapkan
Kartini Kartono (1980 : 200) metode angket adalah suatu penyelidikan
mengenai suatu masalah yang umumnya banyak menyangkut
kepentingan

umum

(orang

banyak),

dilakukan

dengan

jalan

mengedarkan suatu daftar pertanyaan berupa formulir-formulir,


diajukan secara tertulis kepada sejumlah subyek untuk mendapatkan
jawaban atau tanggapan (respons) secara tertulis seperlunya.
Pada penelitian ini penulis menggunakan angket langsung
dengan item angket tipe pilihan dimana cuma meminta respondent
untuk memilih salah satu jawaban atau lebih dari sekian banyak
jawaban (alternatif) yang sudah disediakan.
Langsung disini bahwa angket tersebut diberikan langsung
kepada subyek penelitian yang sekaligus menjadi sasaran penelitian,
untuk memberikan jawaban informasi mengenai dirinya sendiri yaitu
mengungkapkan mengenai pengaruh bimbingan belajar orang tua
terhadap tanggung jawab belajar, peran sertanya dan upaya-upayanya.
F. Analisis Data
Setelah

merumuskan

hipotesis,

mengumpulkan

data,

memproses data kemudian membuat analisis data. Setelah semua itu


terkumpul selanjutnya menganalisis data tersebut guna mengetahui
hasilnya. Mengingat data yang terkumpul berupa angka-angka
bersifatkuantitatif, maka teknik yang tepat adalah menggunakan
statistik.
Adapun analisa statistik yang digunakan adalah regresi linier
dengan satu predictor dengan rumus sebagai berikut :
Y = a + bxi
Keterangan

24

a =

( yi ) ( x i ) ( xi ) ( xiyi)
N x i( xi)

b =

N ( xiyi)( xi ) ( xiyi)
N x i( xi)

a atau b

: Koefisien regresi variabel x dan y

xi

: Skor total faktor x

yi

: Skor total faktor y

xi2

: Jumlah kuadrat skor x

yi2

: Jumlah kuadrat skor y

: Jumlah populasi / responden


(Sudjana 1989 : 315)

BAB III
25

PENUTUP
2.4 Kesimpulan
1.
Metode

Penelitian

Kuantitatif

adalah

metode

yang

lebih

menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena


social. Untuk dapat melakukan pengukuran, setiap fenomena social di
jabarkan kedalam beberapa komponen masalah, variable dan indicator.
Setiap variable yang di tentukan di ukur dengan memberikan symbol
symbol angka yang berbeda beda sesuai dengan kategori informasi
yang berkaitan dengan variable tersebut.
2.
Pengolahan data metoda penulisan kualitatif sebagai berikut:
BAB I (PENDAHULUAN)
A.
B.
C.
D.

Latar Belakang
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian

BAB II KAJIAN PUSTAKA


A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.
J.

Pembahasan Variabel Penelitian


Hasil Penelitian yang Relevan
Kerangka Berpikir
Hipotesis Penelitian
BAB III (METODE PENELITIAN)
Rancangan Penelitian
Populasi, Sampel, dan Sampling Penelitian
Variabel Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data

BAB IV (HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN)


A. Penyajian Data Hasil Penelitian
B. Analisis Data dan Uji Hipotesis
C. Pembahasan
D. BAB V (KESIMPULAN DAN SARAN )
E. Kesimpulan
F. Saran
3.
Contoh penelitian dengan metode kuantitatif.
3.2 Saran

26

Metode penelitian sangat penting dan mutlak harus dikuasai oleh


para mahasiswa, karena dalam penyelesaian tugasnya para mahasiswa tidak bisa
terlepas dari penelitian yang harus menggunakan metode penelitian yang tepat.

DAFTAR PUSTAKA
http://yhmetri-physics.blogspot.co.id/2011/06/macam-macam-metode-penelitianmenurut.html
http://wacanakeilmuan.blogspot.co.id/2011/01/macam-macam-metodepenelitian.html
http://usmanmatematika.blogspot.co.id/2013/04/macam-macam-manfaatsingkong-atau-ubi.html

27

http://ojo-diguyu.blogspot.co.id/2013/12/penjelasan-sistematika-penulisan.html
https://pereniall.wordpress.com/sains/sistematika-proposal-penelitian-kualitatif/
https://lubisgrafura.wordpress.com/metode-penelitian-kuantitatif/

28