Anda di halaman 1dari 5

SARIPA GADIS YANG TERSAKITI

Disebuah desa yang masih kental dengan adat istiadat, terlihat


beberapa ibu-ibu sedang melakukan aktivitas sehari-hari dan mereka pun
dikejutkan oleh kedatangan saripa yang pulang dari kuliahnya.Saripa
inimerupakan anak tunggal dari kepala adat sebelumnya didesa setempat.
Eka

: Eheh saripa itu to?

Alda : iyo
Eka

: ihh cantik mi tawwa le

Alda : iya padahal dulu itu to astagaaa jangan mi di bilang.


Tiba-tiba saripa lewat sambil menebar senyumnya.
Alda : ehh saripa, baru pulang kah?
Saripa
Eka

: iya duka ee memangnya tidak ko liat?

: beh saripa santai moko saripa

Saripa
: dari tadi juga
meninggalkan ibu-ibu)

sudah santai kaya di pantai (sambil jalan

Alda : astaga kenapa mi itu saripa ihh astaga


Eka

: hmm biarkan dia biasa gadis-gadis jomlo

Hari, bulan, dan tahun pun terlewatkan oleh saripa namun saripa pun
belum menunjukkan tanda-tanda bahwa saripa akan dipinang oleh seorang
lelaki. Padahal untuk gadis di desa itu perempuan yang berumur 30 tahun
yang
belum
menikah
akan
menjadi
perguncingan
masyarakat
setempat.Siang itu pun terlihat ibu-ibu yang sedang berbincang
Alda : mapa mo to saripa na tae bang pa ia na kawin-kawin
Eka : apana matojok maro
Alda : tapi kayaknya to adami pacarnya karna setiap malam minggu pasti
keluar.
Eka : ya alhamdulilah mi tawwa itu kalau begitu
Tiba-tiba saripa lewat dengan tatapan tajam
Eka : eh..eh diamko
Ibu-ibu itu pun senyum-senyum salah tingkah.
Alda : ai da magosip bang ki ee, pulang miki eh mau pulang ini anak-anakku
ee
Eka :iya bah madosa-dosa bangki juga bah

Alda : iya mi pale. Dada


Di sebuah kamar terlihat saripa sedang berbicara sendiri.
Saripa : Dasar ibu-ibu gosip kampungan, bisanya Cuma gosip hmmm OMG
hellooo.. pucing pala caripa deh..liat bang mi le kalau datang mi
pangeranku le merah semua matamu ibu-ibu kampungan.
Tiba-tiba telepon berbunyi
Saripa : astaga . Bebeb menelpon yes..yes hore ( kegirangan, sambil
mengangkat telpon) halo?
Saripa :iya, beb / lagi duduk ji beb / beb kapan ki mau datang lamar ka
kodong?/ sabarsabar nda kuat mika di gosip terus, kita kira enak? Sakitnya
tuh di sini (tiba-tiba sakit perut)/ eh beb sudah mi nah mau ka dulu makan
dada (menutup telpon sambil berlari ke toilet)
Ternyata tampa sepengetahuan para warga saripa ini mempunyai
pacar seorang pelayaran, saripa terus diberi harapan-harapan kosong.yang
membuat semakin terpuruk dan akhirnya saripa pun memutuskan untuk
pergi menemui pacarnya yang berada di kampungnya.
Saripa : (berjalan menuju ke halte)
Eka: eh saripa mau kemana?
Saripa : Ih kepo ta
Eka : ya namanya juga manusia biasa, nanya ngak apa-apa to?
Saripa : (tertawa) mau ka pergi jemput pangeranku
Alda : beh apa? Jemput pangeran? Dimana-mana itu perempuan yang di
jemput bukan laki-laki
Saripa : ya what ever lah kalian mau bicara apa.
Tiba-tiba mobil datang
Saripa : pergi dulu nah dada
Tak terasa kepergian saripa sudah hampir sebulan, namun saripa pun
belum pulang-pulang.tepat jam 4 sore terlihat sosok saripa yang sedang
lewat.
Alda : eh saripa (teriak)
Saripa : iya (sopan)
Alda : baru pulangko? Kenapa lama sekaliko? Khawatir mi orang tuamu
Saripa : iya,iya terimah kasih sudah perhatian . pulang ka dulu nah (sambil
berjalan meninggalkan alda)

Eka : weh kenapa mi itu saripa naberubah mi ?


Alda : yah tidak tahu juga mungkin dapat hidayah ii
Eka : haha iya mo iya tu tongan.
Menjelang malam tiba-tiba telepon alda bunyi.
Alda : halo?
Saripa : alda ini?
Alda : iya,kenapa?
Saripa : bisa ko kerumahku sekarang sama eka?
Alda : kenapako?
Saripa : nanti pi di sini kucerita i
Alda : okmi pale ke situ mika.
Eka dan alda pun pergi kerumah saripa.
Alda : saripa?
Eka : saripa?
Saripa : iya tunggu dulu (sambil membuka pintu)
Eka : astaga(kaget) saripa kenapako? Kenapa besar perutmu? Lagi masuk
anginko?
Alda : astaga eka..
Saripa : ayomi masuk ki dulu
Alda : kenapako bisa begini?
Saripa : pacarku kasi begini, sungguh menyesalka. Nda ku tau juga mau
sama siapa ka lagi cerita. Cuma kalian ji yang saya anggap teman
walaupun selalu bagaimana-bagaimana ka sama kalian. Minta maafka
nah atas semua salah-salahku.
Alda : iya kami juga minta maaf.
Eka : ok sekarang penyesalan tidak ada mi gunanya karna penyesalan itu
selalulu dibelakang nda pernah di depan karna kalau di depan itu
namanya pendaftaran. Hehe piss
Alda : ekaa
Eka : haha iyo beh tabe-tabe
Alda :ok terus bagaimana mi ini mau ji bertanggung jawab?

Saripa : kalau menurut katanya mau ji tapi pulang pi berlayar, na kalau mau
ku tunggu lahir duluan mi dia ini anakku ee.
Eka : bagaimana kalau aborsi?
Alda : astaga eka inang tae tongan ko
Saripa : ai doww mataku na aku ee
Alda : berapa bulan mi itu?
Saripa : ya mungkin 7.8 bulan mi
Eka : astaga na sebentar mira to na tassu
Saripa : iya bah
Alda : tidak ada cara lain harus mu terima bang mi saja
Saripa : masalahnya bagaimana mi dengan adat-adat ta?
Eka : bilang saja menikah miko di kampungnya suamimu, hanya itu jijalan
satu-satunya. Cuma kita ji juga bertiga yang tau I jadi tenangko saja.
Asalkan dosa tetap kau yang tanggung I hehe
Alda : ya betul juga itu yang na bilang eka.
Akhirnya mereka menyetujui menyebar rumor-rumor bohong tentang
saripa dan warga setempat pun mempecainya. Beberapa bulan pun
terlewatkan dan tampa disadari bulan ini merupakan bulan dimana saripa
akan melahirkan. Alda dan eka pun mengantar saripa ke RS karena air
ketuban saripa sudah pecah saat sedang berbincang-bincang
Saripa : aweaweh.. sakitttt
Eka : kenapa ko saripa?
Alda : aweh la melahirkan miko itu
Eka : ayo mi pale ke RS ki
Mereka pun pergi ke RS dan sesampainya di RSterlihat alda dan eka
sedang cemas menunggu berita tentang saripa di depan UGD.
Eka : semoga dikka selamat saripa sama anaknya amin
Alda : amin
Suster pun keluar dari ruang UGD. Tetapi alangkah malangnya nasib
saripa karena anaknya tidak bisa di selamatkan. Alda dan Eka pun masuk ke
ruangan saripa dan mereka hanya bisa menghibur saripa yang sedang
histeris.
Eka : saripa sabbarako

Alda : iya saripa sabbarako saja mungkin ini mi jalannya Tuhan


Saripa : astaga dikkana anakku belumpi na liat bapaknya na pergi mi dia
(menangis dan sambil menggendong anaknya yang telah meninggal)
nak bangunko ee jangan ko tinggalkan mama sendiri.
Eka dan alda : sabar ko sabar ko
Mungkin itulah cerita dari Saripa gadis yang tersakiti karena dari
semasa ia sekolah ia sering di bully oleh temannya dan sekarang dia harus
kehilangan anaknya yang belum sempat melihat dunia yang fana ini.