Anda di halaman 1dari 4

BAB III

REALISASI KEGIATAN MAHASISWA KKN


A. KEGIATAN UTAMA
1. Menganyam Dengan Kertas
Penanggung jawab : Aldial Suryantopo, Sigit Permansah
Waktu Pelaksanaan
Lokasi

: 3, 9, 15 Agustus 2016
SD

Harjokuncaran,

Harjokuncaran,
Kec.

Desa

Sumbermanjing

Wetan.
Anyaman dari kertas merupakan sebuah kerajinan tangan khas
dari Indonesia. Anyam adalah salah satu teknik yang digunakan pada
karya seni kriya tradisional Nusantara. Teknik anyam merupakan teknik
manual yang masih menggunakan tangan untuk membuat sebuah karya
seni Dengan memiliki ketrampilan menganyam kamu bisa membuat
berbagai kerajinan tangan yang memiliki nilai guna seperti tempat
makanan, hiasan dinding, tas, eternit rumah bahkan pada masa lampau
dinding rumah dibuat dari anyaman bambu. Anyaman kertas memiliki
nilai estetis dan juga nilai fungsional, serta dengan membuat anyaman
dari kertas berarti kita ikut menjaga kelestarian alam. Karena bahan yang
digunakan untuk membuat anyaman adalah barang-barang bekas yang
mudah didaur ulang, seperti kertas koran. Membuat anyaman kertas
dengan berbagai motif pasti bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan
untuk mengisi waktu luang. Selain bisa digunakan sebagai penghilang
rasa jenuh dari kesibukan harian, membuat kerajinan anyaman dari kertas
juga bisa memberikan penghasilan tambahan loe. Tentu ini bisa
dilakukan apabila hasil anyaman kamu sudah mempunyai kualitas yang
baik serta memiliki nilai guna sera nilai keindahan. Ya untuk
mempersingkat waktu, hehehhe. Kayak lagi pidato aja ya, ya sudah
langsung aja inilah cara membuat anyaman dari kertas. Kegiatan
pembuatan anyaman ini kita ajarkan pada anak-anak kelas 1 A di SD N
Harjokuncaran 3.

1.a. Faktor Pendukung dan Penghambat


Faktor pendukungnya yaitu para siswa di kelas 1 A di SD N
Harjokuncaran 3 antusias dengan pembelajaran kami di kelas, yaitu
dengan belajar sambil bermain bersama. Faktor penghambatnya antara
lain ada beberapa siswa yang susah diatur dan juga beberapa siswa belum
memahami cara menganyam dengan benar.
1.b. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut
Seperti yang diharapkan, siswa-siswa kelas 1 A di SD N
Harjokuncaran 3 terlihat antusias pada waktu praktek menganyam.
Tindak lanjutnya, kami akan menjelaskan pada siswa-siswa bahwa
menganyam ini dapat bermanfaat untuk tempat makanan, hiasan dinding,
tas, eternit rumah bahkan pada masa lampau dinding rumah dibuat dari
anyaman bambu. Sehingga dengan ini siswa dapat membawa keterampilan

yang sudah diajarkan ke rumah.


1.c. Partisipasi Masyarakat dan Peran Serta Pemda/Dinas/Instansi
Program dapat terlaksana dengan baik berdasarkan bantuan dari :
a. Kepala Sekolah SD N 3 Harjokuncaran
b. Wali Kelas 1 SD N 3 Harjokuncaran
c. Peran Aktif Siswa / Siswi kelas 1 SD N 3 Harjokuncaran.

2.

Pohon Cita-Cita
Diharapkan dengan membuat pohon cita-cita ini siswa dapat
menggapai cita-citanya baik dalam mengambil keputusan memilih
bekerja atau kuliah, dan rasa percaya dirinya meningkat. Masingmasing siswa harus menulis cita-cita dan harapannya dalam
jangka panjang yang ingin diraihnya, seperti ingin menjadi
guru,

polisi,

tentara,

dokter,

pengusaha,

dll.

Disinilah

kemudian mengamati cara kerja, komunikasi siswa, upaya


saling menghargai dan cara mengambil keputusan masingmasing siswa, dan yang terpenting adalah mendokumentasikan
dan merekap

setiap tulisan yang ditulis di pohon cita-cita

sebagai komitmen siswa. Dari hasil evaluasi diketahui siswa


yang komitmen atas impiannya, dan mampu mengeksplorasi
cita-cita karena semua terlibat dan berperan aktif. Hasil dari
karya cipta ini adalah mengetahui berbagai cita dan harapan
siswa dalam jangka panjang, kekompakan yang terjalin, hasil
akhir yaitu melatih siswa dalam membuat rencana kerja ke
depan. Setelah selesai, kami memberikan contoh membuat
rencana kegiatan jangka pendek, jangka menengah dan jangka
panjang

dalam

bentuk

format

sederhana

agar

hasilnya

memuaskan. Kemudian siswa diminta mengekplorasi perasaan


yang dialami selama menulis cita dan harapannya di pohon
harapan. Kegiatan pembuatan pohon cita-cita ini kita ajarkan pada

anak-anak kelas 3 A dan B di SD N Harjokuncaran 3.


2.a. Faktor Pendukung dan Penghambat
Faktor pendukungnya yaitu para siswa di kelas 3 A dan B di SD N
Harjokuncaran 3 antusias dengan pembelajaran kami di kelas, . Faktor
penghambatnya antara lain ada beberapa siswa yang susah diatur, saling
berebutan tempat saat menempelkan daun cita-cita nya dan juga beberapa
siswa belum memikirkan cita-cita mereka.
2.b. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut
Seperti yang diharapkan, siswa-siswa kelas 3 A dan B di
SD N Harjokuncaran 3 terlihat antusias pada menulis cita-citanya di
daun. Tindak lanjutnya, kami akan menjelaskan pada siswa-siswa bahwa
membuat pohon cita-cita ini dapat siswa yang komitmen atas
impiannya,

dan

mampu

mengeksplorasi

cita-cita

karena

semua terlibat dan berperan aktif. Hasil dari karya cipta ini
adalah mengetahui berbagai cita dan harapan siswa dalam

jangka panjang, kekompakan yang terjalin, hasil akhir yaitu


melatih siswa dalam membuat rencana kerja ke depan.

2.c. Partisipasi Masyarakat dan Peran Serta Pemda/Dinas/Instansi


Program dapat terlaksana dengan baik berdasarkan bantuan dari :
a. Kepala Sekolah SD N 3 Harjokuncaran
b. Wali Kelas 3 SD N 3 Harjokuncaran
c. Peran Aktif Siswa / Siswi kelas 3 A dan B SD N 3 Harjokuncaran.