Anda di halaman 1dari 1

SARI

Tak dapat dipungkiri lagi jika kesuburan tanah dimasa ini tidak sebagus disaat
yang lalu. Namun, permintaan hasil bumi justru meingkat melebihi di permintaan
masa yang lalu. Hal ini wajar mengingat laju pertumbuhan penduduk dunia yang
sangat cepat.
Jumlah manusia didunia juga lebih banyak jika dibandingkan beberapa tahun lalu.
Hal ini membuat petani mempercepat proses pertanian dan kerap kali
mengabaikan tentang pengembalian unsur hara ke tanah dalam proses
pertaniannya. Didesak oleh kebutuhan akan hasil bumi yang tinggi produsen juga
seringkali melupakan tingkat kesuburan tanah yang terus menurun.
Disisi lain, hasil panen yang telah didapat tidak semuanya dapat diproses dan
digunakan oleh konsumen. Sehingga banyak hasil panen yang justru berakhir
menjadi sampah buangan, misalnya saja dalam panen padi batang dan daunnya
selalu menjadi sampah, paling baik cuma dijadikan pakan ternak.
Untuk menjembatani kedua masalah tersebut kami membuat sebuah penelitian
mengenai pengolahan sisa panen menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan.
Kompos memliki unsur-unsur yang sangat diperlukan untuk mencapai kondisi
optimal tanah, di sisi lain sisa panen yang merupakan bagian tumbuhan memiliki
unsur yang sama dengan kompos dari kotoran hewan.
Pada penelitian kali ini kami menggunakan teknik pengumpulan data, berupa
studi literatur, observasi lapangan, dan percobaan.
Siapkan material organik dari sisa panen, bisa batangnya, daunnya ataupun
akarnya. Cacah bahan organik tersebut hingga menjadi potongan-potongan kecil.
Semakin kecil potongan bahan organik semakin baik.
Masukan bahan organik yang sudah dicacah ke dalam bak kayu, kemudian
padatkan. Isi seluruh bak kayu hingga penuh.Siram bahan baku kompos yang
sudah tersusun dalam kotak kayu untuk memberikan kelembaban dan jaga
kompos dalam suhu yang panas. Misalnya dapat dibakar dengan api sedang atau
ditaruh dibawah terik matahari.Setelah 24 jam, biarkan keadaan yang panas ini
hingga 2-4 hari. Fungsinya untuk membunuh bakteri patogen, jamur dan gulma.
Kompos dibalik setiap 3 hari sekali sampai proses pengomposan selesai. Atau
balik apabila suhu dan kelembaban melebihi batas yang ditentukan.Setelah hari
ke-4, turunkan suhu untuk mencegah kematian mikroorganisme dekomposer. Pada
kondisi ini penguapan relatif tinggi, untuk mencegahnya kita bisa menutup
tumpukan kompos dengan terpal plastik, sekaligus juga melindungi kompos dari
siraman air hujan.Setelah beberapa hari warna kompos akan menjadi hitam
kecoklatan dan volume menyusut hingga 50% hentikan proses
pembalikan.Setelah proses pematangan selama 14 hari, angkat pupuk kompos
yang telah matang tersebut. Kompos berwarna hitam kecoklatan, teksturnya
gembur, tidak berbau.
Untuk memperbaiki penampilan dan agar bisa disimpan lama, sebaiknya kompos
diayak dan di kemas dalam karung. Simpan pupuk kompos di tempat kering dan
teduh.