Anda di halaman 1dari 4

Nama

: Sukma Hudhori

Kelas

: Ka01

Mata Kuliah : Industri Berbasis Nabati

SUMMARY KELAPA SAWIT


PEMBUATAN METIL ESTER SULFONAT DARI METIL ESTER ASAM LEMAK
TURUNAN MINYAK SAWIT

A. PENDAHULUAN
Salah satu jenis surfaktan yang banyak diperlukan di industri, khususnya industri
deterjen adalah surfaktan metil ester sulfonat (MES).

Keunggulannya dalam

menghilangkan sifat kekerasan air menjadikannya lebih baik daripada alkohol lemak
sulfat. Dengan memproduksi MES dari minyak sawit maka diharapkan kecenderungan
penggunaan bahan baku minyak bumi dapat ditekan.
Reaksi

B. BAHAN BAKU
Bahan baku pembuatan Metil Ester Sulfonat ini dari Metil Ester Asam Lemak yang
merupakan turunan dari Minyak Sawit yang menghasilkan Asam Lemak.
C. PROSES
Produksi metil ester sulfonat dalam skala industri terdiri dari 4 (empat) tahap yaitu tahap
sulfonasi, tahap pemucatan, tahap netralisasi, dan tahap pengeringan.
1. Tahap Sulfonasi

MES diproduksi melalui proses sulfonasi metil ester dengan campuran SO3/udara.
Reaksi pengontakkan SO3 dan bahan organik terjadi di dalam suatu falling film
reactor. Gas dan organik mengalir di dalam tube secara co-current dari bagian atas
reaktor pada temperatur 45oC dan keluar reaktor pada temperatur sekitar 30oC. Proses
pendinginan dilakukan dengan air pendingin yang berasal dari cooling tower. Air
pendingin ini mengalir pada bagian shell dari reaktor. Hal ini bertujuan untuk menjaga
kestabilan temperatur reaksi akibat reaksi eksoterm yang berlangsung di dalam
reaktor.

Gambar 2.7 Tahap Sulfonasi


Agar campuran MESA mencapai waktu yang tepat dalam reaksi sulfonasi yang
sempurna, MESA harus dilewatkan kedalam digester yang memilki temperature
konstan (~80oC) selama kurang lebih satu jam. Efek samping dari MESA digestion
adalah penggelapan warna campuran asam sulfonat secara signifikan. Sementara itu,
gas-gas yang meninggalkan reaktor menuju sistem pembersihan gas buangan (waste
gas cleaning system).

2. Tahap Pemucatan (Bleaching)

Untuk mengurangi warna sampai sesuai dengan spesifikasi, digested MESA harus
diukur didalam sistem kontinu acid bleaching, dimana dicampurkan dengan laju alir
metanol yang terkontrol dan hidrogen peroksida sesudahnya. Reaksi bleaching lalu
dilanjutkan dengan metanol reflux dan pengontrolan temperatur yang presisi.

3. Tahap Netralisasi
Acid ester yang terbentuk dalam proses sulfonasi bersifat tidak stabil dan mudah
terhidrolisis. Oleh karena itu, pencampuran yang sempurna antara asam sulfonat dan
aliran basa dibutuhkan dalam proses netralisasi untuk mencegah lokalisasi kenaikan
pH dan temperatur yang dapat mengakibatkan reaksi hidrolisis yang berlebih.
Neutralizer beroperasi secara kontinu, mempertahankan komposisi dan pH dari pasta
secara otomatis.

Gambar 2.8 Tahap Netralisasi


4. Tahap Pengeringan
Selanjutnya, pasta netral MES dilewatkan ke dalam sistem TurboTubeTM Dryer
dimana metanol dan air proses yang berlebih dipisahkan untuk menghasilkan pasta
terkonsentrasi atau produk granula kering MES, dimana produk ini tergantung pada
berat molekul MES dan target aplikasi produk. Langkah akhir adalah merumuskan
dan menyiapkan produk MES dalam komposisi akhir, baik itu dalam bentuk cair,
batangan semi-padat atau granula padat, dengan menggunakan teknologi yang tepat.

D. APLIKASI
Aplikasi dari Metil Ester Sulfonat untuk bahan Surfaktan. Kegunaan surfaktan :
Industri Makanan
Di produk makanan, adanya surfaktan berguna untuk memperoleh
karakteristik produk yang diinginkan. Surfaktan digunakan dalam bahan makanan
yang identik atau berkaitan erat dengan surfaktan alami terdapat dalam sistem hewan
dan sayuran. Jenis surfaktan yang digunakan pada makanan adalah cocobased
surfaktan.
Selain itu aplikasi surfaktan terdapat pada roti. Salah satu fungsi surfaktan
pada roti adalah sebagai pelembut, dimana dapat meningkatkan kualitas roti menjadi
lebih lembut dan mempertahankan kesegaran. Senyawa yang dimasukkan kedalam
adonan roti adalah bread improver, yaitu beberapa senyawa yang dapat berfungsi
memperbaiki struktur roti.
Polimer
Pada polimer, fungsi surfaktan adalah sebagai emulsifier. Surfaktan
berpengaruh pada ukuran partikel, distribusi ukuran partikel dari partikel polimer,
viskositas, dll. Senyawa yang digunakan adalah Clariant emulsifiers yang berfungsi
sebagai :
a. Polimerisasi vinyl acetate menjadi homopolimer atau co- dan terpolimer
bersama dengan vinil ester, akrilat, vinil klorida dan etilen.
b. Pada polimerisasi akrilat murni dan disperse stiren-akrilat
c. Pada pembuatan polivinil klorida denga proses emulsi polimerisasi
d. Pada pembuatan karet butadiene
Pembersih
Fungsi surfaktan pada pembersih adalah untuk menurunkan tegangan
permukaan sehingga mudah terjadinya pembasahan, selain itu surfaktan pada
pembersih juga berfungsi untuk mengangkat kotoran pada substrat karena memiliki
gugus hidrophobik dan hidrofilik. Jenis surfaktan yang digunakan untuk keperluan
rumah tangga adalah surfaktan anionic.