Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

INSTRUMENT LABORATORIUM

DISUSUN OLEH : TUTI MURNIASIH


JURUSAN ANALIS KESEHATAN
KELAS KARYAWAN
TAHUN 2015/2016

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
limpahan rahmat dan karuniannya saya dapat menyelesaikan penulisan makalah
ini
Makalah INSTRUMENT yang menjelaskan WATER BATH DAN
OVEN disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah INSTRUMENT. Selain itu
penyusunan makalah ini juga di maksudkaan untuk menambah pengetahuuan
makalah siswa tentang alat-alat dalam laboratorium khususnya WATER BATH
dan OVEN
Penulisan makalah ini belum sempurna untuk itu saya sebagai penulis
mengharapkan kritikan positip yang mengharapkan ktitikan positif

yang

membangun demi menyempurnakan makalah ini.


Demikian saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
mendukung pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberi mamfaat
bagi kita semua.

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Alat laboratorium OVEN merupakan salah satu alat laboratorium
yang penting. Fungsinya untuk memanaskan atau mengeringkan alat alat
laboratorium atau objek objek lainnya.
Memmert merupakan salah satu produsen OVEN yang sudah
terkenal didunia, begitu juga di Indonesia. Biasanya digunakan untuk
mengeringkan peralatan peralatan gelas laboratorium ,zat zat kimia
maupun pelarut organik,dapat pula digunakan untuk mengukur kadar air.
Suhu OVEN lebih rendah dibandingkan dengan suhu Tanur
berkisar antara 1050C. Tidak semua gelas dapat dikeringkan didalam
OVEN,hanya alat gelas dengan spesifikasi tertentu saja yang dapat
dikeringkan ,yaitu alat gelas dengan ketelitian rendah. Sedangkan alat
gelas dengan ketelitian tinggi tidak dapat dikeringkan dengan OVEN.
Apabila alat gelas dengan ketelitian tinggi tersebut dimasukan
kedalam OVEN ,maka alat gelas tersebut akan memuai dan berakibat
ketelitiannya tidak lagi teliti , biasanya digunakan Desikator untuk
mengeringkan.
untuk Water Bath merupakan peralatan yang berisi air yang bisa
mempertahankan suhu air pada kondisi tertentu selama selang waktu yang
ditentukan.
Water bath menggunakan daya listrik yang rendah sehingga sangat
ekonomis dan efisien. Pada laboratorium mikrobiologi, water bath
digunakan untuk menginkubasi kultur mikrobiologi.
Secara sederhana alat ini menggunakan pemanas pada air yang
dipanaskan dengan api maupun dengan listrik atau uap dari air.

BAB II
RUMUSAN MASALAH
I.

PRINSIP
Prinsip kerja dari pada OVEN adalah perubahan dari energi listrik
menjadi energi panas dimana temperatur didalam OVEN dijaga tetap
konstan dengan alat termometer.
Sedangkan prinsip kerja dari pada WATERBATH adalah Pada saat
dingin mensterilisasi steker dihidupkan, dipilih suhu (temperatur) yang
diinginkan (jika memungkinkan) dan atur. Pengaturan harus dilakukan
sesuai dengan pembacaan thermostat (bila tersedia), atau sesuai dengan
suatu sistem pengawasan suhu.
2.

FUNGSI
Fungsi dari pada OVEN adalah

1. Untuk mengeringkan alat alat sebelum digunakan ,untuk


mengeringkan bahan yang dalam keadaan basah.
2. Sebagai sterilisasi dengan menggunakan udara kering, alat sterilisasi
ini dipakai untuk mensterilkan alat alat gelas seperti
erlenmeyer,petridisk ( cawan petri ),tabung reaksi dan gelas lainnya.
Bahan bahan seperti kapas,kain dan kertas juga dapat disterilkan
dalam OVEN tetapi dalam temperatur tertentu.
Pada umumnya temperatur yang digunakan pada sterilisasi cara
kering adalah sekitar 1400C 1700C selama paling sedikit 2 jam.
Perlu diperhatikan bahwa lamanya sterilisasi tergantung pada

1.
2.

jumlah alat disterilkan dan ketahanan alat terhadap panas.


Fungsi dari WATERBATH adalah
Pemanasan pada suhu rendah 300C sampai 1000C
Menguapkan zat atau larutan dengan suhu yang tidak terlalu tinggi
Macam - macam alat berdasarkan media pemanas :

Tangas air : Jika sebagai media pemanas digunakan air, dalam


hal ini wadah bahan yang akan dipanaskan harus terendam dalam
air

Tangas uap : jika sebagai media pemanas digunakan uap


air, sehingga wadah bahan yang akan dipanaskan tidak boleh

terendam air.
Tangas minyak : jika sebagai media pemanas digunakan
minyak, sehingga dapat digunakan untuk pemanasan pada suhu

yang lebih tinggi antara 170 0C hingga 200 0C


Tangas pasir : jika sebagai media pemanas digunakan pasir,
sehingga dapat digunakan untuk pemanasan pada suhu tinggi
hingga lebih dari 200 0C

Bagian-bagian water bath :


1. Pengatur suhu
2. pengaman kedudukan tinggi air
3. penangas air bisa dilengkapi motor penggerak sehingga dapat
berfungsi sebagai alat pengocok
4. elemen pemanas dengan listrik
Cara kerja water bath :
1.
2.
3.

Air dimasukkan ke dalam bejana


Atur suhu yang dikehendaki dan hidupkan water bath
Masukkan benda yang akan dipanaskan ke dalam air ( untuk tangas air )
letakkan benda pada salah satu lubang ( untuk tangas uap ), ingat lubang
lain yang tidak digunakan tetap ditutup.

Cara penyimpanan water bath :


1. Sebagai media pemanas digunakan air suling ( jangan menggunakan air
sumur, karena menyebabkan korosi )
2. Selesai digunakan ( jika menggunakan listrik ) matikan arus listrik dan dicabut
dari arus listrik
dak disimpan air ( media pemanas ) dikosongkan.

Cara perawatan water bath :

1. Untuk perawatan, bersihkan alat hanya dengan lap bersih yang dibasahi air
kemudian lap dengan kain kering setiap selesai menggunakan alat
2. Box kontrol jangan sampai tersiram atau kemasukkan air karena dapat berakibat
tersengat tegangan listrik ( berbahaya ) atau alat akan menjadi rusak
3. cara rutin air dapat diganti atau ditambahi +/-2 bulan sekali
Kalibrasi :
Paling tidak dilakukan dua kali per tahun (2x/tahun), termometer waterbath harus
dicek oleh petugas yang bertanggung jawab untuk hal ini atau seseorang yang
diberi tugas oleh Kepala laboratorium, dengan menggunakan termometer
terkalibrasi. Interval uji penyimpanan (deviasi) harus didokumentasikan/ dicatat
pada buku peralatan. Bila alat teroperasi tanpa mengindahkan suhu yang
diinginkan, prosedur ini tidak perlu dilakukan, alat harus diberi label yang sesuai
untuk ini.
Dalam kasus terjadinya penyimpangan lebih tinggi atau lebih rendah +/- 50C, yang
ditunjukkan oleh termometer pada alat, harus ditentukan faktor koreksi (suhu
yang diinginkan/ suhu terukur) dan dicantumkan secara jelas pada alat. Pada kasus
lainnya dari deviasi suhu yang diijinkan, harus didokumentasikan pada buku alat.
Gambar: