Anda di halaman 1dari 33

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengertian metode, berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang
berarti cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang
berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek
atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat
dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya (Rosdy
Ruslan,2003:24). Sedangkan pengertian penelitian, Penelitian adalah usaha
untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu
pengetahuan, yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah ( Sutrisno Hadi,
2007:3 ). John Dewey di dalam bukunya How We Think (1910) mengatakan
bahwa metode ilmiah ialah langkah-langkah pemecahan suatu masalah jadi
Metode

penelitian

merupakan

langkah

penting

untuk

memecahkan

masalah-masalah penelitian. Dengan menguasai metode penelitian, kita bukan


hanya bisa memecahkan berbagai masalah penelitian, namun juga bisa
mengembangkan bidang keilmuan yang kita geluti, memperbanyak
penemuan-penemuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan dunia
pendidikan.
Dengan demikian adanya penulisan dari makalah ini dikarenakan
Penelitian ilmiah di perguruan tinggi merupakan suatu keharusan, baik
sebagai tugas akademik bagi mahasiswa ataupun yang berkaitan dengan
pelaksanaan kompetensi dosen. Dengan penelitian ilmiah inilah akan lahir

temuan-temuan baru yang menarik perhatian kalangan civitas akademik


ataupun publik.

1.2 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dari penulisan ini adalah :
1. Mengetahui pengertian metode kualitatif.
2. Mengetahui cara pengolahan data dengan metode kualitatif.
3. Mengetahui contoh penelitian dengan metode kualitatif.

1.3 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian metode kualitatif?
2. Bagaimana cara pengolahan data dengan metode kualitatif?
3. Bagaimana contoh penelitian dengan metode kualitatif?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Metode Kualitatif

Secara umum pengertian Metode penelitian kualitatif adalah metode


penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk
meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah
eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumental kunci, pengambilan
sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik
pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat
induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna
dari pada generalisasi. Adapun ciri pokok metode penelitian kualitatif ada
lima, yaitu antara lain:
1. Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian kualitatif berupa
lingkungan alamiah. Kajian utama dalam penelitian kualitatif yaitu
peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kondisi dan situasi sosial.
Penelitian dilakukan ketika berinteraksi langsung di tempat kejadian.
Peneliti melakukan pengamatan, mencatat, mencari tahu, menggali sumber
yang berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada saat itu. Hasil yang
diperoleh segera disusun saat itu juga. Apa yang telah diamati pada
dasarnya tidak lepas dari konteks lingkungan dimana tingkahlaku itu
berlangsung.
2. Memiliki sifat deskriptif analitik
Data

yang

diperoleh

dari

hasil

pengamatan,

wawancara,

dokumentasi, analisis, catatan lapangan, disusun peneliti di lokasi


penelitian, bukan dalam bentuk angka-angka. Peneliti melakukan analisis
data

dengan

memperbanyak

informasi,

mencari

hubungannya,

membandingkan, dan menemukan hasil atas dasar data sebenarnya (bukan


dalam bentuk angka). Hasil analisis data berupa pemaparan yang
berkenaan dengan situasi yang diteliti dan disajikan dalam bentuk uraian
narasi. Pemaparan data tersebut umumnya adalah menjawab dari
pertanyaan dalam rumusan masalah yang ditetapkan.
3. Tekanan pada proses bukan hasil

Data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian kualitatif


berkaitan dengan pertanyaan untuk mengungkapkan proses dan bukan
hasil dari suatu kegiatan. Pertanyaan menuntut gambaran keadaan
sebenarnya tentang kegiatan, tahap-tahap, prosedur, alasan-alasan dan
interaksi yang terjadi dimana dan pada saat dimana proses itu berlangsung.
4. Bersifat induktif. Penelitian kualitatif diawali mulai dari lapangan yaitu
fakta empiris
Peneliti terjun langsung ke lapangan, mempelajari suatu proses
penemuan yang terjadi secara alami dengan mencatat, menganalisis dan
melaporkan serta menarik kesimpulan dari proses berlangsungnya
penelitian tersebut. Hasil temuan penelitian dari lapangan dalam bentuk
konsep, prinsip, teori dikembangkan bukan dari teori yang telah ada.
Penelitian kualitatif menggunakan proses induktif artinya dari data yang
terpisah-pisah namun saling berkaitan erat.
5. Mengutamakan makna
Makna yang diungkapkan berkisar pada persepsi orang mengenai
suatu peristiwa yang akan diteliti tersebut. Contoh: penelitian yang
dilakukan tentang peran kepala sekolah dalam pembinaan guru. Peneliti
memfokuskan perhatian pada pendapat kepala sekolah tentang guru yang
dibinanya, mencari informasi dan pandangan kepala sekolah tentang
keberhasilan dan kegagalannya membina guru, apa saja yang dialami
dalam membina guru, mengapa gurunya gagal dibina, dan kenapa hal itu
terjadi. Selain mencari informasi kepada kepala sekolah, peneliti mencari
informasi dari guru sebagai bahan perbandingan supaya dapat diperoleh
pandangan mengenai mutu pembinaan yang dilakukan kepala sekolah.
Ketepatan informasi dari partisipan diungkap oleh peneliti agar dapat
menginterpretasikan hasil penelitian secara tepat dan sahih.
Berdasarkan ciri di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian
kualitatif tidak dimulai dari teori yang dipersiapkan sebelumnya, tapi

dimulai dari lapangan berdasarkan lingkungan alami. Data dan informasi


lapangan ditarik maknanya dan konsepnya, melalui pemaparan deskriptif
analitik, tanpa harus menggunakan angka, sebab lebih mengutamakan
proses terjadinya suatu peristiwa dalam situasi yang alami. Generalisasi
tak perlu dilakukan sebab deskripsi dan interpretasi terjadi dalam konteks
dan situasi tertentu. Realitas yang kompleks dan selalu berubah menuntut
peneliti cukup lama berada di lapangan. Sejalan dengan pendapat di atas,
Bogdan dan Biklen (1992) menjelaskan bahwa bahwa ciri-ciri metode
penelitian kualitatif ada lima, yaitu:

Penelitian kualitatif mempunyai setting yang alami sebagai sumber data


langsung, dan peneliti sebagai instrumen kunci.

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang deskriptif. Data yang


dikumpulkan lebih banyak kata-kata atau gambar-gambar daripada
angka

Penelitian kualitatif lebih memperhatikan proses daripada produk. Hal


ini disebabkan oleh cara peneliti mengumpulkan dan memaknai data,
setting atau hubungan antar bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih
jelas apabila diamati dalam proses.

Peneliti kualitatif mencoba menganalisis data secara induktif: Peneliti


tidak mencari data untuk membuktikan hipotesis yang.mereka susun
sebelum mulai penelitian, namun untuk menyusun abstraksi.

Penelitian kualitatif menitikberatkan pada makna bukan sekadar


perilaku yang tampak.
Atas dasar penggunaanya, dapat dikemukakan bahwa tujuan penelitian

kualitatif dalam bidang pendidikan yaitu untuk:


1. Mendeskripsikan suatu proses kegiatan pendidikan berdasarkan apa
yang terjadi di lapangan sebagai bahan kajian lebih lanjut untuk

menemukenali kekurangan dan kelemahan pendidikan sehingga dapat


ditentukan upaya penyempurnaannya.
2. Menganalisis dan menafsirkan suatu fakta, gejala dan peristiwa
pendidikan yang terjadi di lapangan sebagaimana adanya dalam konteks
ruang dan waktu serta situasi lingkungan pendidikan secara alami.
3. Menyusun hipotesis berkenaan dengan konsep dan prinsip pendidikan
berdasarkan data dan informasi yang terjadi di lapangan (induktif)
untuk kepentingan

pengujian

lebih

lanjut melalui

pendekatan

kuantitatif.

2.2 Cara Pengolaha Data Dengan Metode Penelitian Kualitatif


Sistematika metoda penulisan kualitatif sebagai berikut:
BAB I (PENDAHULUAN)
A. Latar Belakang
Menggambarkan fenomena-fenomena yang memunculkan masalah.
Pada bagian ini diuraikan situasi dan kondisi yang menarik

perhatian peneliti dan pembaca pada umumnya.


Mengemukakan hal-hal yang ingin diketahui dan alasan mengapa

peneliti tertarik dengan topik tersebut.


Mengemukakan juga mengapa hal tersebut perlu diteliti.
Menuliskan gambaran apa yang diharapkan sebagai hasil
penelitian.

B. Identifikasi Masalah
Mengidentifikasi/memerinci masalah-masalah yang terdapat dalam
latar belakang. Dengan demikian, segala permasalahan yang
terangkum dalam latar belakang masalah dapat dikonkretkan dalam
bentuk kalimat sederhana.
C. Pembatasan Masalah
Membatasi pada masalah yang akan diteliti, sehingga fokus penelitian
menjadi jelas dan terarah. Pembatasan ini berfungsi agar penelitian

tidak bias sehingga tidak terjebak dalam masalah-masalah yang


kemudian timbul sebagai konsekuensi dari masalah yang akan diteliti.
D. Perumusan Masalah
Merumuskan masalah yang terfokus pada permasalahan yang akan
diteliti.
Merumuskan masalah penelitian dengan jalan mengaitkan fokus
dengan sub-subfokus yang menjadi pertanyaan untuk dicarikan

jawabannya.
Merumuskan masalah penelitian harus menjawab pertanyaan apa
yang akan diselesaikan peneliti dalam melakukan penelitian

tersebut.
Masalah penelitian itu dikemukakan dalam bentuk pertanyaan yang
dirumuskan secara tajam yang ingin dicari jawabannya dalam

penelitian ini.
Merumuskan dengan menggunakan kata-kata yang tepat dengan
bahasa yang efisien.

E. Tujuan Penelitian
Merumuskan apa-apa yang ingin dicapai dalam penelitian tersebut.
Tujuan penelitian merupakan pernyataan operasional yang
merincikan apa yang akan diselesaikan dan dicapai dalam

penelitian tersebut.
Tujuan itu dirumuskan sebagai upaya yang ditempuh oleh peneliti

untuk memecahkan masalah.


Rumusan tujuan tersebut menjawab pertanyaan: bagaimana peneliti
menggunakan hasil penelitiannya, dan bagaimana profesi sejenis

menggunakan hasil penelitiannya.


F. Manfaat Penelitian
Mendeskripsikan manfaat yang didapatkan dari hasil penelitian.
Manfaat dapat ditujukan untuk pribadi, pembaca, maupun institusi.
Dalam bagian ini dikemukakan apa yang kiranya menjadi kegunaan
hasil penelitian baik bagi dunia bidang ilmu itu sendiri dan

masyarakat pada umumnya.


Manfaat penelitian dirumuskan secara singkat dan dengan bahasa
yang tepat.

BAB II KAJIAN TEORI dan KERANGKA PIKIR


A. Kajian Teori
Menelaah teori-teori, yang kemudian memunculkan paradigma.
Contoh:
Acuan Teori 1
Acuan Teori 2
Acuan Teori 3
Bagian ini juga memuat hasil-hasil penelitian sebelumnya relevan dengan
penelitian yang telah dilakukan, yang telah dilakukan oleh penelitian lain,
dengan maksud untuk menghindari duplikasi. Di samping itu, untuk
menunjukkan bahwa topik yang diteliti belum pernah diteliti oleh peneliti
lain dalam konteks yang sama. Dengan demikian penelitian yang relevan
perlu menunjukkan masalah apa yang akan diteliti, dan kekurangankekuarangan apa yang terdapat dalam penelitian yang mendahului
tersebut sehingga perlu dilakukan penelitian kembali.
B. Kerangka Pikir
Mendeskripsikan Paradigma penelitian yang disesuaikan dengan
permasalahan penelitian, sehingga memperjelas alur pemikiran penulis
atau peneliti dalam melakukan penelitian. Kerangka pikir harus disusun
mengikuti alur pikiran penulis, sehingga penulis harus menunjukkan dari
mana dulu meneliti melakukan penelitian, dan tujuan apa yang hendak
dicapai. Dengan emikian peneliti harus menunjukkan gejala-gejala sosial
yang hendak diteliti dan apa indikator ketercapaiannya.
BAB III (METODE PENELITIAN)
A. Lokasi Penelitian
Menunjuk

tempat/kasus

penelitian. Artinya,

peneliti

harus

menjelaskan di mana penelitian dilaksanakan, misalnya di kecamatan,


desa, kampung, atau sekolah mana. Dengan menunjukkan tempat, berarti
penelitian kualitatif berlaku pada wilayah yang menjadi tempat
penelitian.
B. Waktu Penelitian (Time of the Research)
Menjelaskan berapa lama penelitian di laksanakan. Waktu harus
dijelaskan agar peneliti memiliki acuan waktu tentang kapan penelitian
dapat dilaksanakan, dan kapan diselesaikan. Tanpa batasan waktu yang
8

jelas, maka peneliti akan kesulitan dalam memprediksi penyelesaian


penelitian.
C. Bentuk Penelitian (Method of Research or Research Design)
Kemukakan metode yang digunakan: naturalistik, etnografi, studi
kasus, penelitian tindakan, dan deskripsikan secara singkat.
D. Sumber Data atau Populasi dan Sample
Data-data yang akan digunakan atau dikumpulkan : Misal
dokumen, hasil observasi, wawancara, dan angket
Apa dan siapa yang menjadi sumber data (jika belum dikemukakan

sebelumnya), apa satuan kajiannya (unit of analysis-nya)


Kemukakan bagaimana menjaga kerahasiaan sumber data
Apakah pemilihan sumber data sesuai dengan acuan teori dan
pertanyaan penelitian.
Dalam penelitian kuantitatif sampel harus mewakili populasi,

misalnya ada prosentase atau rumus yang jelas tentang pengambilan


sampel, tetapi dalam kualitatif tidak berdasarkan pada pertimbangan itu.
Artinya ketika peneliti kualitatif hendak meneliti suatu masyarakat pada
suatu wilayah, maka informan yang dapat diambil boleh terbatas yang
penting informasinya dianggap sudah mewakili informasi secara
keseluruhan.
E. Teknik Pengumpulan Data
Mengemukakan
langkah-langkah

yang

ditempuh

dalam

pengumpulan data (dikaitkan dengan metode/teknik penelitian yang

digunakan)
mandapatkan data: Misal: narrative interview, in depth interview,

observation, content analysis atau analisis isi


Mengemukakan bagaimana menjaga kerahasiaan sumber data.
milih sumber data sesuai dengan acuan teori dan pertanyaan
penelitian.

F. Teknik Analisis
Menjelaskan rencana analisis data (memilih salah satu model analisis

atau dua model diantaranya).


Menguraikan secara singkat bagaimana prosesanalisis data yang
ditempuh. Misalnya adalah teknik analisis dengan model analisis

interaktif (Miles dan Huberman, 1984). Dalam model analisis ini,


tiga komponen analisisnya yaitu reduksi data, sajian data, dan
penarikan kesimpulan atau verivikasi, aktivitasnya dilakukan dalam
bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai suatu
proses yang berlanjut, berulang, dan terus-menerus hingga
membentuk sebuah siklus.
G. Validitas Data atau Test
Untuk menjamin validitas data yang akan dikumpulkan dalam
penelitian, peneliti dapat menggunakan teknik informan review atau
umpan balik dari informan (Milles dan Hubberman, 1992: 453). Selain
itu

peneliti

juga

menggunakan

teknik

triangulasi

untuk

lebih

menvalidkan data. Teknik triangulasi meliputi triangulasi sumber,


triangulasi metode, dan triangulasi teori. Triangulasi sumber, yakni
mengumpulkan data sejenis dari beberapa sumber yang berbeda.
BAB IV (PENGUMPULAN DATA DAN PENGANALISAAN)
A. Pengumpulan Data
Membahas hasil analisis akhir dan disesuaikan dengan masalah
penelitian secara sistematis. Upayakan agar mengemukakan prinsipprinsip, hubungan, dan generalisasi pada bagian ini. Ingat bahwa kita
tidak mengemukakan hasil lagi. Kemukakan kekecualian atau kelemahan,
dan juga kemukakan hal-hal yang dapat dicakup dalam penelitian ini.
B. Penganalisaan
Pada bagian ini bahwa hasil yang diinterpretasi itu ada kesepakatan
atau bertentangan dengan hasil/temuan penelitian lainnya yang telah
dipublikasikan. Pembahasan implikasi hasil pekerjaan dan kemukakan
seluruh kemungkinan aplikasi praktisnya.
C. Hasil Temuan
Pokok-Pokok Temuan Penelitian Menyampaikan hal-hal penting
temuan penelitian.
BAB V (KESIMPULAN DAN SARAN )
A. Kesimpulan
Menjelaskan jawaban singkat atas permasalahan penelitian secara
sistematis. Berisi generalisasi teoritik dari hasil penelitian. Nyatakan

10

kesimpulan sejelas mungkin. Kemukakan hasil kesimpulan tentang


hipotesis atau tujuan penelitian. Kemukakan juga makna yang lebih luas
tentang kesimpulan itu.
B. Saran
Menuliskan Masukan-masukan/saran baik untuk pribadi, pembaca,
maupun Institusi.
3.3 Contoh Penelitian Dengan Metode Kualitatif
Judul Penelitian : Perbedaan Cara Belajar Siswa Berprestasi dan
Siswa Kurang Berprestasi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan paling pokok
dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Keberhasilan
pendidikan sangat ditentukan oleh kinerja dari proses belajar
mengajar. Proses belajar mengajar merupakan interaksi yang
dilakukan antara guru dengan peserta didik dalam suatau situasi
pendidikan atau pengajaran untuk mewujudkan tujuan yang
ditetapkan. Salah satu prasyarat yang harus diwujudkan selama proses
pembelajaran adalah bagaimana guru mampu meningkatkan atau
membangun partisipasi aktif siswa. Selain peran guru dalam mengajar,
aspek lain yang tidak kalah pentingnya ialah bagaimana cara belajar
siswa itu sendiri apakah memang benar-benar sudah optimal atau tidak
dalam pelaksanaan untuk meningkatkan prestasinya.
Keberhasilan belajar seorang siswa dalam menguasai pelajaran
di sekolah tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Faktor tersebut bisa dari dalam diri siswa maupun dari luar diri siswa.
Faktor dari dalam diri siswa diantaranya cara belajar dan kebiasaan
belajar. Cara belajar sangat berperan dalam rangka mencapai tujuan
belajar. Tanpa adanya cara dari dalam diri siswa untuk belajar dengan

11

sungguh-sungguh maka ia tidak akan dapat mencapai tujuan belajar.


Seperti halnya cara belajar, dengan memiliki kebiasaan belajar yang
baik maka tercapai prestasi belajar yang diharapkan. Prestasi belajar
siswa akan optimal apabila siswa memahami berbagai macam
kebiasaan belajar yang dilakukan
Pada dasarnya tiap individu merupakan satu kesatuan, yang
berbeda antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan itu dapat dilihat
dari dua segi, yakni horizontal dan vertical. Perbedaan segi horizontal
adalah perbedaan individu dalam aspek mental, seperti tingkat
kesadaran, bakat, minat, ingatan, emosi, dan sebagainya. Perbedaan
vertikal adalah perbedaan individu dalam aspek jasmaniah, seperti:
bentuk, tinggi dan besarnya badan, tenaga, dan sebagainya. Masingmasing aspek individu tersebut besar pengaruhnya terhadap kegiatan
dan keberhasilan belajar.
Kecerdasan, siswa yang kurang cerdas menunjukkan ciri-ciri
belajar lebih lamban, memerlukan banyak latihan, membutuhkan
waktu yang lebih lama untuk maju, tidak mampu melakukan abstraksi.
Siswa yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi pada umumnya
memilki perhatian yang lebih baik, belajar lebih cepat, kurang
memerlukan latihan, mampu menyelesaikan pekerjaannya dalam
waktu yang singkat, mampu menarik kesimpulan dan melakukan
abstraksi.
Dari permasalahan yang telah dikemukakan di atas maka
peneliti ingin mengadakan penelitian terhadap siswa yang berprestasi
dan siswa yang kurang berprestasi untuk mengetahui cara belajar yang
digunakan dan perbedaan cara belajara antara keduanya.
B. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang diatas, peneliti dapat mengidentifikasi
berbagai masalah sebagai berikut;
1. Bagaimana cara belajar siswa agar hasil belajarnya optimal?
2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa
dalam belajar?
3. Bagimana cara belajar siswa berprestasi?
4. Bagaimana cara belajar siswa yang kurang berprestasi?

12

5. Bagaimana perbedaan cara belajar siswa berprestasi dan yang


kurang berprestasi?
C. Pembatasan Masalah
Dari beberapa masalah yang telah diidentifikasi dari latar
belakang,

peneliti

membuat

batasan

masalah

untuk

lebih

memfokuskan masalah yang akan peneliti teliti di lapangan.


Pembatasan masalahnya adalah:
1. Cara belajar siswa yang masuk ranking 5 besar teratas kelas IV
SD Negeri 1 Kaleng Tahun Ajaran 2010/2011.
2. Cara belajar siswa yang masuk ranking 5 besar terbawah kelas IV
SD Negeri 1 Kaleng Tahun Ajaran 2010/2011.
3. Perbedaan cara belajar siswa yang masuk ranking 5 besar teratas
dan 5 besar terbawh kelas IV SD Negeri 1 Kaleng Tahun Ajaran
2010/2011.
D. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana cara belajar siswa yang masuk ranking 5 besar teratas
kelas IV SD Negeri 1 Kaleng Tahun Ajaran 2010/2011?
2. Bagaimana cara belajar siswa yang masuk ranking 5 besar
terbawah kelas IV SD Negeri 1 Kaleng Tahun Ajaran 2010/2011?
3. Bagaimana perbedaan cara belajar siswa yang masuk ranking 5
besar teratas dan 5 besar terbawh kelas IV SD Negeri 1 Kaleng
Tahun Ajaran 2010/2011?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:
1. Cara belajar siswa yang masuk ranking 5 besar teratas kelas IV
SD Negeri 1 Kaleng Tahun Ajaran 2010/2011.
2. Cara belajar siswa yang masuk ranking 5 besar terbawah kelas IV
SD Negeri 1 Kaleng Tahun Ajaran 2010/2011?
3. Perbedaan cara belajar siswa yang masuk ranking 5 besar teratas
dan 5 besar terbawh kelas IV SD Negeri 1 Kaleng Tahun Ajaran
2010/2011?
F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

13

1. Manfaat Teoritis
Untuk menambah referensi, literature tentang berbagai macam
cara belajar pada umumnya, khususnya cara belajar siswa
berprestasi.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Siswa
Untuk menambah pengetahuan bagaimana cara
belajar untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam
belajar. Selain itu siswa juga bisa menghindari cara-cara
belajar yang kurang efektif untuk memaksimalkan belajarnya.
b. Bagi Guru
Sebagai acuan untuk menjadikan guru termotivasi
menyajikan pembelajaran yang aktif, kreatif efektif an
menyenangkan guna menambah semangat para siswanya
untuk belajar lebih giat.
c. Bagi Peneliti lain
Sebagai bahan/ gambaran bagi peneliti lain untuk
dapat mengembangkan penelitian sejenis dengan ruang
lingkup yang lebih luas.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka
1. Teknik-teknik motivasi untuk meningkatkan prestasi belajar
siswa kelas tiga sekecamatan Buluspesantren
Pengertian Motivasi
Istilah motivasi berasal dari kata motif yang dapat
diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu,
yang

menyebabkan

individu

tersebut

bertindak

atau

berbuat.Menurut Isbandi Rukminto Adi, dalam (Hamzah B.


Uno 2006:3) Motivasi tidak dapat diamati secara langsung
tetapi dapat diinterpretasikan dalam tingkah lakunya, berupa

14

ransangan, dorongan, atau pembangkit tenaga munculnya suatu


tingkah laku tertentu.
Motif dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu (1)
motif biogenetis, yaitu motif-motif yang berasal dari
kebutuhan-kebutuhan organism demi kelanjutan hidupnya,
misalnya

napas,

sexsualitas,dan

sebagainya;

(2)

motif

sosiogenetis, yaitu motif-motif yang berkembang berasal dari


lingkungan kebudayaan tempat orang tersebut berada.Jadi,
motif ini tidak berkembang dengan sendirinya tetapi
dipengaruhi oleh lingkungan kebudayaan setempat. Misalnya,
keinginan mendengarkan music, makan pecel, makan coklat,
dan lain-lain; (3) Motif teologis, dalam motif ini manusia
adalah sebagai makhluk yang berkeTuhanan, sehingga ada
interaksi antara

manusia dengan Tuhan Nya, seperti

ibadahnya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya keinginan


untuk mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk
merealisasikan norma-norma sesuai agamanya.
Berkaitan dengan pengertian motivasi,

beberapa

psikolog menyebut motivasi sebagai konstruk hipotesis yang


digunakan untuk menjelaskan keinginan, arah, intensitas, dan
keajegan perilaku yang diarahkan oleh tujuan.Dalam motivasi
tercakup konsep-konsep, seperti kebutuhan untuk berprestasi,
kebutuhan berafiliasi, kebiasaan, dan keingintahuan seseorang
terhadap sesuatu.Penggolongan lain yang didasarkan atas
terbentuknya motif, terdapat dua golongan, yaitu motif bawaan
dan motif yang dipelajari. Motif bawaan ini misalnya makan,
minum, dan sexsual.motif yang kedua adalah motif yang
timbul karena kedudukan atau jabatan.
Dari sudut sumber yang menimbulkannya, motif
dibedakan dua macam, yaitu motif intrinsik dan motif
ekstrinsik. Motif intrinsik timbulnya tidak memerlukan
rangsangan dari luar karena memang telah ada dalam diri
individu,

yaitu

sesuai

15

atau

sejalan

dengan

kebutuhannya.Sedangkan motif exstrinsik timbul karena


adanya rangsangan dari luar individu, misalnya dalam bidang
pendidikan terdapat minat yang positif terhadap kegiatan
pendidikan timbul karena melihat manfaatnya.
Motif intrinsik lebih kuat dari motif exstrinsik.Oleh
karena itu, pendidikan harus berusaha menimbulkan motif
intrinsic dengan menumbuhkan dan mengembangkan minat
mereka terhadap bidang- bidang setudi yang relevan.Sebagai
contoh, memberitahukan sasaran yang hendak dicapai dalam
bentuk tujuan instruksional pada saat pembelajaran akan
dimulai yang menimbulkan motif keberhasilan mencapai
sasaran. Berikut beberapa hal yang dapat menimbulkan motif
ekstrinsik , antara lain:
a. pendidikan memerlukan anak didiknya, sebagai manusia
yang berpribadi

menghargai pendapatnya,pikirannya,

perasaanya, maupun keyakinanya;


b. pendidik menggunakan berbagai

metode

dalam

melaksanakan kegiatan pendidikannya;


c. pendidik senantiasa memberikan bimbingan dan juga
pengarahan kepada anak didiknya dan membantu, apabila
mengalami kesulitan, baik yang bersifat pribadi maupun
akademis;
d. pendidik harus mempunyai pengetahuan yang luas dan
penguasaan bidang studi atau materi yang diajarkan
kepada peserta didiknya;
e. pendidik harus mempunyai rasa cinta dan sifat pengabdian
kepada profesinya sebagai pendidik.
Semua ciri tersebut harus dimiliki oleh pendidik dalam
upaya memberikan motivasi kepada peserta didiknya dan
mengabdi pada profesinya sebagai pendidik.Dari berbagai teori
tentang motivasi yang dikemukakan oleh para ahli, terdapat
berbagi teori motivasi yang bertitik tolak pada dorongan yang
berbeda satu sama lainnya. Ada teori motivasi yang bertitik
tolak pada dorongan dan pencapaian kepuasan, ada pula yang

16

bertitik tolak pada asas kebutuhan.Motivasi menurut asas


kebutuhan saaat ini banyak diminati.
Banyak teori motivasi yang di dasarkan dari asas
kebutuhan (need). Kebutuhan yang menyebabkan seseorang
berusaha untuk dapat memenuhinya. Motivasi adalah proses
psikologis yang dapt menjelaskan perilaku seseorang. Perilaku
hakikatnya merupakan orientasi pada satu tujuan. Dengan kata
lain, perilaku seseorang dirancang untuk mencapi tujuan.
Untuk mencapai tujuan tersebut di perlukan proses interaksi
dari beberapa unsure. Dengan demikian, motivasi merupakan
kekuatan yang mendorong seseorang melakukan sesuatu utnuk
mencapai tujuan. Kekuatan-kekuatan ini pada dasarnya di
rangsang oleh adanya berbagai macam kebutuhan, seperti (1)
keinginan yang hendak di penuhi(2) tingkah laku(3) tujuan(4)
umpan balik. Proses interaksi disebut sebagai produk motivasi
dasar( basic motivatons process).
Dari definisi di atas, dapat diketahui bahwa motivasi
terjadi apabila seseorang mempunyai keinginan dan kemauan
untuk melakukansuatu kegiatanatau tindakan dalam rangka
mencapai tujuan tertentu. Motifasi merupakan konsep hipotesis
utnuk suatu kegiatan yang di pengaruhi oleh persepsi dan
tingkah laku seseorang untukmengubah situasi yang tidak
memuaskanatau tidak menyenangkan.
Maslow, sebagai tokoh motivasi aliran humanism,
menyatakan bahwa kebutuhan manusia secara hierarkis
semuanya laten dalam diri manusia. Kebutuhan tersebut
mencakup kebutuhan fisiologis (sandang pangan), kebutuhan
rasa aman(bebas bahaya, kebutuhan kaih sayang, kebutuhan
dihargai dan di hormati.

Dan kebutuhan aktualisasi diri.

Aktualisasi diri, penghargaan atau penghormatan, rasa


memiliki dan rasa cinta atau saying, perasaan aman, dan
tentram merupakan kebutuhan fisiologis mendasar.

17

Teknik-teknik motivasi dalam pembelajaran


Beberapa teknik motivasi yang dapat dilakukan dalam
pembelajaran sebagai berikut:

Pernyataan penghargaan secara verbal


Pernyataan verbal terhadap perilaku yang baik atau hasil
kerja atau hasil belajar siswa yang baik merupakan cara
paling mudah dan efektif untuk meningkatkan belajar siswa
kepada hasil belajar yang baik.Pernyataan

pernyataan

verbal mengandung makna interaksi dan pengalaman


pribadi yang langsung antara siswa dan guru , dan
penyampaianya
persetujuan

konkret,

atau

sehingga

pengakuan

merupakan

social,

apalagi

suatu
kalau

penghargaan verbal itu diberikan didepan orang banyak.


Menggunakan nilai ulangan sebagai pemicu keberhasilan.
Pengetahuan atas hasil pekerjaan merupakan cara untuk

meningkatkan motif belajar siswa.


Menimbulkan rasa ingin tahu.
Rasa ingin tahu merupakan daya untuk meningkatkan motif
belajar siswa.Rasa ingin tahu dapat ditimbulkan oleh
suasana

yang

dapat

mengejutkan,

keragu-raguan,

ketidaktentuan, adanya kontradiksi, menghadapi masalah


yang sulit dipecahkan, menemukan suatu hal yang baru,

menghadapi teka-teki.
Memunculkan sesuatu yang tidak diduga oleh siswa
Dalam upaya itu pun, guru sebenarnya bermaksud untuk

menimbulkan rasa ingin tahu siswa.


Menjadikan tahap dini dalam belajar mudah bagi siswa.
Hal ini memberikan semacam hadiah bagi siswa pada tahap
pertama belajar yang memungkinkan siswa bersemangat

untuk belajar selanjutnya.


Menggunakan materi yang dikenal siswa sebagai contoh

dalam belajar.
Sesuatu yang telah siswa, dapat diterima dan diingat lebih

mudah .
Gunakan kaitan yang unik dan tak terduga untuk

18

menerapkan suatu konsep dan prinsip yang telah dipahami.


Menuntut siswa untuk menggunakan hal-hal yang telah

diperoleh sebelumnya.
Menggunakan simulasi dan permainan.
Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperlihatkan

kemahirannya di depan umum.


Mengurangi akibat yang tidak

menyenangkan

dan

keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar.


Memahami iklim sosial dalam sekolah.
Memanfaatkan kewibawaan guru secar tepat.
Memperpadukan moti-motif yang kuat.
Memperjelas tujuan belajar yang hendak dicapai.
Merumuskan tujuan-tujuan sementara.
Memberitahukan hasil kerja yang telah dicapai.
Membuat suasan persaingan yang sehat diantara para siswa.
Mengembangkan persaingan dengan diri sendiri.
Memberikan contoh yang positif.
2. Belajar
Pengertian Belajar
Pengertian belajar ini, sangat kompleks sehingga tidak
dapat

dikatakan dengan pasti apakah sebenarnya belajar itu.

Namun belajar merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat


dipisahkan dari kehidupanmanusia. Sejak lahir manusia telah
mulai belajar untuk memenuhikebutuhan dan sekaligus
mengembangkan dirinya. Oleh karena itu, belajarsebagai suatu
kegiatan telah dikenal dan bahkan sadar atau tidak sadartelah
dilakukan oleh manusia.
Pendapat manusia tentang belajar itu berbeda-beda
bergantungpada teori-teori belajar yang dianutnya. Menurut
Slameto (2008: 2)belajar diartikan sebagai suatu proses usaha
yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku yang baru secarakeseluruhan sebagai
hasil pengalaman individu itu sendiri dan interaksi dengan
lingkungannya.

19

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam


perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman
atau latihan yangdiperkuat. (Kartika Laria, 2008: 1)
Akhmad Sudrajat (2008: 1) menuliskan beberapa
pendapat tentangpengertian belajar dari para ahli:
1. Moh. Surya (1997) : belajar dapat diartikan sebagai suatu
proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh
perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil
dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi
dengan lingkungannya.
2. Witherington (1952) : belajar merupakan perubahan
dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai polapola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap,
kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan.
3. Crow & Crow dan (1958) : belajar adalah diperolehnya
kebiasaankebiasaan, pengetahuan dan sikap baru.
4. Hilgard (1962) : belajar adalah proses dimana suatu
perilaku muncul perilaku muncul atau berubah karena
adanya respons terhadap sesuatu situasi
5. Di Vesta dan Thompson (1970): belajar adalah
perubahan perilaku yang relatif menetap sebagai hasil dari
pengalaman.
6. Gage & Berliner: belajar adalah suatu proses perubahan
perilaku yang muncul karena pengalaman
Nana Syaodih Sukmana (2003:134) mengungkapkan
bahwa belajar selalu berkenaan dengan perubahan-perubahan
pada diri orang yang belajar, apakah itu mengarah pada hal
yang lebih baik ataupun yang kurang baik direncanakan atau
tidak. Hal lain yang juga terkait dalam belajar adalah
pengalaman, pengalaman yang terbentuk interaksi orang lain
atau lingkungannya.
Jadi belajar harus membawa perubahan pada individu.
Berdasarkan pendapat tentang belajar diatas maka dapat
disimpulkan bahwa Belajar adalah proses perubahan tingkah
laku atau perkembangan yang terjadi dalam diri siswa melalui
20

perubahan belajar. Perubahan ini tidak hanya mengenai


jumlah

pengetahuan

saja

melainkan

juga

terbentuknyakecakapan, kebiasaan sikap, pengertian, minat,


penghargaan, dan penyesuaian diri. Perubahan ini relatif
menetap, artinya harus menerapkan akhir dan suatu periode
waktu yang cukup panjang melalui latihan atau pengalaman.
Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi belajar

menyangkut

pengungkapan dan

pengukuran hasil belajar yang telah diikuti siswa selama


proses belajar. Pengukuran ini dapat diketahui bila akhir
proses belajar diadakan penilaian.

Dengan mengadakan

penilaian dapat diketahui tingkat keberhasilan dan tingkat


kegagalan

siswa,

sehingga

dapat

diketahui

seberapa

besar tingkat prestasi belajar yang diraih oleh seorang


siswa di samping faktor intrinsik
Dengan

memperhatikan

dan pribadi siswa,

dan faktor

ekslinsik.

tahapan perkembangan perilaku

pendapat Gagne yang di tulis oleh

Syamsudin (2000;227) mengkategorikan pola belajar siswa


ke dalam tipe yang meliputi:
(a) Tipe belajar signal atau isyarat
(b) Tipe belajar mempertautkan/chaning
(c) Tipe belajar stimulus respon
(d) Tipe belajar asosiasi verbal
(e) Tipe belajar mengadakan perbedaan
(f) Tipe belajar konsep pengertian
(g) Tipe belajar membuat generalisasi
(h) Tipe belajar memecahkan masalah.
Tingkat prestasi belajar untuk tiap akhir proses
pembelajaran dapat dilihat dari hasil penilaian yang diadakan
oleh guru penilaian ini mencakup dalam suatu program
pokok bahasan dalam suatu tatap muka pembelajaran dan

21

lebih operasional serta mudah dilihat. Dapat dipahami


bahwa penilaian dalam arti kompleks mencakup segala aspek
psikologis siswa. Penilaian dalam arti sempit ini sebagai
bentuk untuk mengukur keberhasilan siswa yang terformat
dalam bentu evaluasi.
Evaluasi

artinya penilaian

keberhasilan siswa mencapaitujuan


ditetapkan dalam

terhadap
yang

tingkat

telah

suatu program pembelajaran (Syah,

2000;14). Salah satu tujuan diadakannya evaluasi diantaranya


dapat

dijadikan

sebagai

alat

penetap

apabila

siswa

termasuk kategori cepat, sedang, ataupun lambat dalam


arti mutu kemampuan belajarnya. Berdasarkan hasil evaluasi
yang dicapai siswa tersebut maka dapat diketahui tingkat
keberhasilan

siswa.

Tingkat keberhasilan

ini

tidak

berlangsung secara instans artinya diraih begitu saja


tanpa proses, melainkan lewat proses pembelajaran yang
diikuti siswa dan adanya kolerasi dengan tingkat kemampuan
siswa di samping ada faktor lain yang mempengaruhi seperti
kondisi kesehatan, kerajinan,

kejenuhan

dan

lingkungan

yang mencukupinya. Pada prinsipnya, pengungkapan hasil


belajar yang ideal meliputi segenap ranah psikologi yang
berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar
siswa.
Untuk mengetahui dan memperoleh ukuran dan hasil
belajar siswa adalah
sebagai

petunjuk

dengan

jenis

mengetahui

garis-garis

indikator

adanya prestasi

tertentu

dikaitkan

prestasi

yang

hendak diungkapkan atau

diukur. Oleh karena luasnya indikator yang menjadi acuan,


maka diperlukan batasan minimal prestasi belajar agar
mudah diukur. Hal ini penting karena mempertimbangkan
batas terendah prestasi siswa yang dianggap berhasil dalam
arti luas bukanlah perkara mudah, karena keberhasilan dalam

22

arti luas berarti keberhasilan yang meliputi ranah cipta, rasa,


karsa siswa.
Maka prestasi belajar dapat diartikan sebagai hasil
yang telah dicapai baik itu pengetahuan, keterampilan dan
sikap yang diperoleh dari stimulan pada lingkungan dan
proses

kognitif

yang diperoleh

dari stimulan

pada

lingkungan dan proses kognitif yang dilakukan oleh


pembelajaran. (dalam hal ini penelitian hanya dilakukan
untuk kognitif saja) bentuk konkret dari prestasi belajar
tersebut dapat dilihat dari hasil nilai raport.
3. Kerangka Berfikir
Untuk mendapatkan prestasi belajar yang baik atau
tinggi dibutuhkan teknik-teknik dalam memberi motivasi
kepada peserta didik.

Berdasarkan uraian diatas dapat

disimpulkan, motivasi merupakan suatu dorongan yang timbul


oleh adanya rangsangan dari dalam maupun dari luar sehingga
seseorang berkeinginan untuk mengadakan perubahan tingkah
laku/

aktivitas

tertentu

lebih

baik

dari

keadaan

sebelumnya.Dengan sasaran sebagi berikut:


1. Mendorong manusia untuk melakukan suatu aktivitas yang
didasarkan atas pemenuhan kebutuhan.Dalam hal ini
motivasi

merupakan

motor

penggerak

dari

setiap

kebutuhan yang akan dipenuhi.


2. Menentukan arah tujuan yang hendak dicapai.
3. Menentukan perbuatan yang harus dilakukan.
Atau dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah
dorongan internal dan exsternal dalam diri seseorang untuk
mengadakan perubahan tingkah laku, yang mempunyai
indikator sebagai berikut:
1. Adanya hasrat dan keinginan untuk melakukan kegiatan.
2. Adanya dorongan dan kebutuhan untuk melakukan
kebutuhan.
3. Adanya harapan dan cita-cita
4. Penghargaan dan penghormatan atas diri
5. Adanya lingkungan yang baik

23

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri
2

Jogopaten yang terletak di Kecamatan Buluspesantren,

Kabupaten Kebumen. SD Negeri 2 Jogopaten merupakan SD


yang terletak di Desa Jogopaten yang beralamatkan di
Jogopaten kecamatan Buluspesantren. Letak SD ini cukup
strategis karena terletak di tepi jalan . Di sebelah selatan rumah
penduduk, SD ini juga berada dipinggir sawah. SD Negeri 2
Jogopaten memiliki enam ruang kelas, satu ruang UKS, satu
ruang perpustakaan dan kantor .
SD negeri 2 Jogopaten merupakan salah satu SD yang
cukup unggul di Kecamatan Buluspesantren baik dalam bidang
akademik maupun non akademik. Banyak siswa-siswa lulusan
dari sekolah ini yang melanjutkan ke SLTP favorit di
Kabupaten Kebumen
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun
ajaran 2010/2011 tepatnya dari bulan November tahun 2010
sampai bulan Juni tahun 2011. Pada bulan November sampai
awal Januari dilakukan penyusunan proposal yang dilanjutkan
dengan seminar proposal dan revisi Adapun untuk lebih
jelasnya dapat dilihat melalui jadwal penelitian di tabel 2.1.

24

Tabel 2.1 Jadwal Penelitian


No

Jenis Kegiatan

1
2
3
4

Penyusunan Proposal
Konsultasi Proposal
Seminar Proposal
Revisi Proposal
Penyempurnaan
Proposal
Penyusunan Proposal
Penentuan sampel
Pengumpulan data
Analisis data
Pembutan draf laporan
Ujian/ seminal hasil
Revisi laporan
Penyempurnaan laporan
Penggandaan laporan
Penyerahan laporan

5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Nov 2010
Des 2010
Jan 2011
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Feb 2011
1 2 3 4

Mar 2011
Apr 2011
1 2 3 4 1 2 3 4

Jadwal penelitian ini hanya menyangkut bulan dan


minggu sedangkan tanggal dan waktu penelitian menyesuaikan
dengan teknis dan kebijakan sekolah.
3. Subjek Penelitian
Penelitian kualitatif ini mengambil subjek penelitian
siswa kelas III SD Negeri 2 Jogopaten. Siswa kelas III SD
negeri 2 Jogopaten berjumlah 20 anak yang terdiri dari 10
orang siswa laki-laki dan 10 orang siswa perempuan dan
berasal dari desa Jogopaten dan sekitarnya.
B. Bentuk dan Strategi Penelitian
1. Bentuk Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berguna untuk
memperoleh

penemuan-penemuan

yang

tidak

terduga

sebelumnya dan membangun kerangka teoritis baru. Penelitian


kualitatif biasanya mengejar data verbal yang lebih mewakili
fenomena dan bukan angka-angka yang penuh prosentaase dan
merata yang kurang mewakili keseluruhan fenomena. Dari
penelaitian kualitatif tersebut, data yang diperoleh dari
lapangan biasanya tidak terstruktur dan relative banyak,

25

sehingga memungkinkan peneliti untuk menata, mengkritis,


dan mengklasifikasikan yang lebih menarik melalui penelitian
kualitatif. Istilah penelitian kualitatif, awalnya berasal dari
sebuah

pengamatan

pengamatan

kuantitatif

yang

dipertentangkan dengan pengamatan kualitatif (Suwardi


Endraswara, 2006: 81).
Menurut Brannen (1997: 9-12), secara epistemologis
memang ada sedikit perbedaan antara penelitian kualitatif dan
kuantitatif. Jika penelitian kuantitatif selalu menentukan data
dengan variabel-veriabel dan kategori ubahan, penelitian
kualitatif justru sebaliknya. Perbedaan penting keduanya,
terletak pada pengumpulan data. Tradisi kualitatif, peneliti
sebagai instrument pengumpul data, mengikuti asumsi cultural,
dan mengikuti data.
Penelitian kualitatif (termasuk penelitian historis dan
deskriptif) adalah penelitian yang tidak menggunakan modelmodel matematik, statistik atau komputer. Proses penelitian
dimulai dengan menyusun asumsi dasar dan aturan berpikir
yang akan digunakan dalam penelitian. Asumsi dan aturan
berpikir tersebut selanjutnya diterapkan secara sistematis
dalam pengumpulan dan pengolahan data untuk memberikan
penjelasan dan argumentasi. Dalam penelitian kualitatif
informasi yang dikumpulkan dan diolah harus tetap obyektif
dan tidak dipengaruhi oleh pendapat peneliti sendiri. Penelitian
kualitatif banyak diterapkan dalam penelitian historis atau
deskriptif. Penelitian kualitatif mencakup berbagai pendekatan
yang berbeda satu sama lain tetapi memiliki karakteristik dan
tujuan yang sama. Berbagai pendekatan tersebut dapat dikenal
melalui berbagai istilah seperti: penelitian kualitatif, penelitian
lapangan,

penelitian

naturalistik,

penelitian

interpretif,

penelitian etnografik, penelitian post positivistic, penelitian


fenomenologik, hermeneutic, humanistik dan studi kasus.
Metode kualitatif menggunakan beberapa bentuk pengumpulan

26

data seperti transkrip wawancara terbuka, deskripsi observasi,


serta analisis dokumen dan artefak lainnya. Data tersebut
dianalisis dengan tetap mempertahankan keaslian teks yang
memaknainya. Hal ini dilakukan karena tujuan penelitian
kualitatif adalah untuk memahami fenomena dari sudut
pandang partisipan, konteks sosial dan institusional. Sehingga
pendekatan kualitatif umumnya bersifat induktif.
Penelitian kualitatif adalah satu model penelitian
humanistik, yang menempatkan manusia sebagai subyek utama
dalam

peristiwa

sosial/

budaya.

Jenis

penelitian

ini

berlandaskan pada filsafat fenomenologis dari Edmund


Husserl (1859-1928) dan kemudian dikembangkan oleh Max
Weber (1864-1920) ke dalam sosiologi. Sifat humanis dari
aliran pemikiran ini terlihat dari pandangan tentang posisi
manusia sebagai penentu utama perilaku individu dan gejala
sosial. Dalam pandangan Weber, tingkah laku manusia yang
tampak merupakan konsekwensi-konsekwensi dari sejumlah
pandangan atau doktrin yang hidup di kepala manusia
pelakunya. Jadi, ada sejumlah pengertian, batasan-batasan,
atau kompleksitas makna yang hidup di kepala manusia
pelaku, yang membentuk tingkah laku yang terkspresi secara
eksplisit.
2. Strategi Penelitian
Penelitian ini menggunakan strategi Studi kasus,
Penelitian studi kasus adalah studi yang mengeksplorasi suatu
masalah dengan batasan terperinci, memiliki pengambilan data
yang mendalam, dan menyertakan berbagai sumber informasi.
Penelitian ini dibatasi oleh waktu dan tempat, dan kasus
yang dipelajari berupa program, peristiwa, aktivitas, atau
individu.
C. Sumber Data
Selama penyusunan laporan penelitian kualitatif yang
berjudul Teknik-teknik motivasi untuk meningkatkan prestasi

27

belajar untuk si penulis menggunakan sumber data yang terdiri dari


siswa kelas III, kepala sekolah,dan teman sejawat.
D. Teknik Sampling
Sampel sumber data diambil dari siswa kelas III SDN 2
Jogopaten kepala sekolah,dan teman sejawat terhadap tehnik-tehnik
motivasi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
E. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
1. Teknik Pengumpulan Data
Dalam mengumpulkan data selama pelaksanaan
penelitian berlangsung, peneliti menggunakan berbagai teknik
pengumpulan data baik secara langsung maupun melalui nara
sumber. Adapun teknik tersebut adalah sebagai berikut:
a. Observasi
Observasi atau pengamatan dilakukan untuk mengetahui
kedaan siswa dalam proses pembelajaran dan dilaksanakan
pada tahap perencanaan untuk mengetahui kondisi awal
siswa serta pada proses pembelajaran untuk mengetahui
pelaksanaan

tindakan

apakah

telah

sesuai

dengan

perencanaan apa belum.


b. Tes
Tes adalah sejumlah teknik pengumpulan data yang
menggunakan sejumlah pertanyaan. Teknik tes ini
digunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar
siswa teknik motivasi yang bagaimanakah yang tepat
untuk mendapatkan prestasi yang baik. Berdasarkan cara
pelaksanaanya tes dibedakan menjadi 3 yaitu tes tertulis,
tes lisan dan tes perbuatan. Pada tes tertulis pertanyaan
disampaikan dalam bentuk tertulis. Tes tertulis dapat
berupa pilihan ganda, menjodohkan, benar salah, isian dan
uraian. Tes lisan berbentuk tanya jawab dengan siswa.
Sedangkan tes perbutan siswa dituntut untuk dapat
menampilkan hasil karya seperti ekspresi menyanyi,
bercerita, dan berdeklamasi. Tes yang digunakan dalam
penelitian kualitatif ini adalah tes tertulis dan lisan.

28

c. Wawancara dengan kepala sekolah dan rekan guru


Wawancara adalah teknik pengambilan data dengan
bertanya jawab narasumber atau sumber data. Wawancara
dalam penelitian ini dilakukan untuk mengambil data-data
penunjang yang berasal dari kepala sekolah dan rekan
guru.
d. Dokumentasi
Dokumentasi adalah teknik pengambilan data dengan
melihat pada dokumen-dokumen siswa seperti buku induk,
buku raport, ulangan tengah semester dan lain-lain. Pada
penelitian ini teknik dokumentasi digunakan untuk
mengetahui kondisi awal yaitu melalui daftar nilai ulangan
semester pada siswa kelas III semester 1 tahun pelajaran
2010/2011.
e. Angket (kuesioner)
Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 151), kuesioner
adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk
memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan
tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.
Responden merupakan orang yang mampu dan bersedia
memberikan informasi sehingga data yang diperoleh dapat
dipercaya sebagai data yang obyektif. Angket sebagai alat
pengumpul data berisi daftar pertanyaan secara tertulis yang
ditujukan kepada subyek atau responden penelitian.

2. Alat Pengumpulan Data


Alat pengumpulan data data yang digunakan dalam
penelitian ini disesuaikan dengan teknik pengumpulan data.
Berdasarkan teknik yang digunakan, maka alat yang digunakan
antara lain:
a. Lembar observasi
b. Lembar tes/lembar evaluasi
c. Daftar pertanya wawancara

29

d. Daftar nilai kelas III pada nilai hasil ulangan tengah


semester 1
e. Lembar angket
F. Validitas Data
Adapun untuk menjaga keabsahan data atau validitas data
penulis menggunakan teknik triangulasi data yang melibatkan guru
(peneliti), teman sejawat (rekan guru), dan kepala sekolah.
G. Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
analisis data kualitatif yang meliputi tiga alur kegiatan yang
dilakukan secara bersamaan dan terus menerus selama dan setelah
pengumpulan data yaitu reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan/verifikasi data. Adapun penjabaran dari
masing-masing analisis data menurut Lexy Moleong (2001)
sebagai berikut:
1. Reduksi Data
Reduksi data

dilakukan

sebagai

proses

pemilihan,

pemersatuan, perhatian dan penyederhanaan data kasar yang


diperoleh dari catatan-catatan tertulis dilapangan. Tahap
reduksi data merupakan benruk analisis yang menajamkan,
menggalangkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu
dan mengorganisasi data sehingga kesimpulan-kesimpulan
akhir dapat ditarik dan diverifikasi.
2. Penyajian Data
Penyajian data dilakukan dengan menyususan sekumpulan
informasi yang diperoleh dari hasil reduksi data secara naratif
sehingga memberi kemunginan adanya penarikan kesimpulan
dan pengambilan tindakan.
3. Penarikan Kesimpulan
Tahap akhir dalam analisis data ini yaitu melakukan penarikan
kesimpulan akhir yang diperoleh dari tahap reduksi data dan
penyajian data diatas.
H. Prosedur Penelitian
Langkah-langkah dalam penelitian ini yatu:
1) Menentukan objek penelitian.
2) Mempersiapkan peralatan pelaksanaan penelitian

30

3) Melaksanakan observasi dan wawancara pada objek penelitian


4) Mengkaji hasil observasi dan wawancara selama penelitian
5) Menyimpulkan hasil penelitian

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan
pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi
obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana
peneliti adalah sebagai instrumental kunci, pengambilan sampel sumber
data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan
dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif,
dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada
generalisasi
2. Sistematika metoda penulisan kualitatif sebagai berikut:
BAB I (PENDAHULUAN)
A.
B.
C.
D.

Latar Belakang
Identifikasi Masalah
Pembatasan Masalah
Perumusan Masalah

31

E. Tujuan Penelitian
F. Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN TEORI dan KERANGKA PIKIR
A. Kajian Teori
B. Kerangka Pikir
BAB III (METODE PENELITIAN)
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.

Lokasi Penelitian
Waktu Penelitian (Time of the Research)
Bentuk Penelitian (Method of Research or Research Design)
Sumber Data atau Populasi dan Sample .
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis
Validitas Data atau Test

BAB IV (PENGUMPULAN DATA DAN PENGANALISAAN)


A. Pengumpulan Data
B. Penganalisaan
C. Hasil Temuan
BAB V (KESIMPULAN DAN SARAN )
A. Kesimpulan
B. Saran
3. Contoh penelitian dengan metode kualitatif.
3.2 Saran
Metode penelitian sangat penting dan mutlak harus dikuasai oleh
para mahasiswa, karena dalam penyelesaian tugasnya para mahasiswa tidak
bisa
terlepas dari penelitian yang harus menggunakan metode penelitian yang
tepat.

32

DAFTAR PUSTAKA
http://yhmetri-physics.blogspot.co.id/2011/06/macam-macam-metodepenelitian-menurut.html
http://wacanakeilmuan.blogspot.co.id/2011/01/macam-macam-metodepenelitian.html
http://usmanmatematika.blogspot.co.id/2013/04/macam-macammanfaat-singkong-atau-ubi.html
http://www.seputarpengetahuan.com/2015/02/metode-penelitiankualitatif-dan.html
http://belajarpsikologi.com/metode-penelitian-kualitatif/
http://skripsi-fkip-inggris.blogspot.co.id/2012/11/sistematika-penelitiankualitatif.html

33