Anda di halaman 1dari 10

Nama Operator : Dian Novita Sari 1

Nama Pasien : Wulan Febrianti


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

KARTU STATUS ORTODONSIA


NO. Kartu
NO. Dental Unit
Nama Operator
NIM
Instruktur
I. ANAMNESA
1. Nama Pasien
2. Pekerjaan
3. Tempat, Tanggal Lahir
4. Umur
5. Alamat Pasien, No Hp
6. Nama Orang Tua
7. Pekerjaan Orang Tua
8. Suku / Bangsa
9. Alamat Orang Tua, No Hp
10. Keluhan Utama Pasien
11. Riwayat Kesehatan Gigi

: 3570
:
: Dian Novita Sari
: I4D110212
: drg. Diana Wibowo, Sp.Ort

: Wulam Febrianti (L/P)*


: Pelajar
: Banjarmasin, 26 Februari 2003
: 12 tahun
: Jalan Veteran gg syuada, Banjarmasin
: Saiful Bahri
: Swasta
: Banjar
: Jl Veteran gg syuada, Banjarmasin
: Pasien datang ingin merapikan gigi atas dan bawah yang tidak rata
: a. Pernah / Tidak pernah periksa gigi ke dokter gigi*
Macam perawatan gigi: Menambal gigi

12. Riwayat Kesehtan Umum


a. TB/BB
: 145 cm/ 42 kg
b. Trauma
: Jatuh dan trauma pada gigi
c. Operasi
: Tidak pernah
d. Alergi
: Tidak ada
e.
Kebiasaan buruk
: menggigit kuku
f. Penyakit yang pernah diderita : II. PEMERIKSAAN KLINIS
A. EXTRA ORAL
1. Tipe Profil Muka
: Cekung / Lurus / Cembung*
2. Tipe Muka
: Sempit / Ovoid / Lebar*
3. Tipe Kepala
: Delikhosefali / Mesosefali / Brakhisefali*
4. Bentuk Muka / Kepala : Simetris / Asimetris*
5. Tonus Otot Bibir Atas : Normal / Hipertonus / Hipotonus*
6. Tonus Otot Bibir Bawah: Normal / Hipertonus / Hipotonus*
B. INTRA ORAL
1. Mukosa Mulut
2. Lidah
3. Palatum
4. Tonsil
5. Frenulum Labialis
6. OHI
7. Fase gigi geligi

: Normal / Tidak Normal* :


: Normal / Tidak Normal* :
: Normal / Tidak Normal* :
: Normal / Tidak Normal* :
: Normal / Tidak Normal* :
: Buruk / Sedang / Baik*
: Sulung / Bercampur / Permanen*

Nama Operator : Dian Novita Sari 2


Nama Pasien : Wulan Febrianti

C. ANALISA FUNGSIONAL
1. Freeway Space
2. Path of Closure
3. TMJ
4. Pola Atrisi

: 2 mm
: Normal / Tidak Normal*
: Normal / Tidak Normal*
: Normal / Tidak Normal* / Regio :

D. PEMERIKSAAN GIGI GELIGI


7

Keterangan

: O : Karies gigi
: Tumpatan
X : Pencabutan
Keterangan Rontgenogram :
Impaksi
:Ageneses
:Gigi kelebihan : Benih gigi
:Lain lain
:-

: Hipokalsifikasi
: Perubahan Warna
* : Fraktur

: Belum Erupsi
P : Persistensi
V : Radik

III. ANALISA STUDY MODEL


1. Bentuk lengkung gigi : Rh atas
: Parabola / Trapesium / Bentuk V / Bentuk U
Rh bawah
: Parabola / Trapesium / Bentuk V / Bentuk U
2. Garis median
: Sesuai / Geser* RA :. RB: 1 mm ke kanan
3. Over jet
: 2 mm - Normal / Tidak Normal*
4. Overbite
: 2 mm - Normal / Tidak Normal*
5. Crossbite
: Ada / Tidak ada*
6. Diastema
: Ada / Tidak ada*
7. Relasi oklusi
: Klas I Angle / Klas II / Angle Klas III Angle*
8. Jumlah lebar 4 incisivi RA : 33 mm : Normal / Tidak Normal*
9. Malposisi gigi individual :
(Protrusif, Retrusif, Infraoklusi, Supraoklusi, Axioversi, Torsiversi, Transversi)
Gigi Rh Atas : 11 disto labiotorsiversi
Gigi Rh Bawah : 31 mesio linguoversi
12 mesio palatoversi
32 mesio linguoversi
14 palatoversi
33 mesio linguoversi
21 disto labiotorsiversi
34 mesio linguoversi
22 mesio palatoversi
35 mesio distoversi
23 mesio labioversi
46 disto linguoversi
24 palato versi
10. Relasi geligi rahang atas terhadap geligi rahang bawah :
a. Incisivus
: Neutroklusi / Protrusif / Retrusif / Edge To Edge / Deeb Bite / Open Bite*
b. Caninus Kanan
: Neutroklusi / Distoklusi / Mesioklusi / Gigitan Tonjol / Tak Ada Relasi*
c. Caninus Kiri
: Neutroklusi / Distoklusi / Mesioklusi / Gigitan Tonjol / Tak Ada Relasi*
d. Molar Kanan
: Neutroklusi / Distoklusi / Mesioklusi / Gigitan Tonjol / Tak Ada Relasi*
e. Molar Kiri
: Neutroklusi / Distoklusi / Mesioklusi / Gigitan Tonjol / Tak Ada Relasi*

Nama Operator : Dian Novita Sari 3


Nama Pasien : Wulan Febrianti

IV. ANALISA ETIOLOGI MALOKLUSI


Faktor keturunan

: .

DDM

: .

Kebiasaan jelek

: Pasien punya kebiasaan buruk menggigit kuku ibu jari yang d gigit
diantara 2 gigi insisivus atas yang mengakibatkan gigi 11 dan 21 disto
labio torsiversi. Gigi 11 dan 21 yang mengalami disto labio torsiversi
menyebabkan tekanan pada gigi 12 dan 21 yang menyebabkan 12 dan 22
menjadi mesio palate versi.

Kehilangan otot mulut :.


Kelainan otot mulut
: .
Kelainan jumlah gigi sulung

Letak salah benih

:.

Kelainan patologik

:.

Defek congenital

:.

Premature loss

Persistensi

Karies

Sebab sebab yang tidak diketahui

-Perhitungan Gigi
Ukuran Gigi
-

Rahang Atas

Regio 1
11 = 9 mm
12 = 8 mm
13 = 8 mm
14 = 8 mm
15 = 7 mm
16 = 11 mm
Total: 52 mm

N
N
N
>N
>N
>N
>N

Ukuran yg normal (Rahardjo, 2009)


insisiv sentral = 8-10 mm
insisiv lateral = 6-8 mm
caninus = 7 mm
premolar pertama = 7 mm
premolar kedua =7 mm
molar pertama = 10 mm

Regio 2
21 = 9 mm
22 = 7,5 mm
23 = 8 mm
24 = 8,5 mm
25 = 7,5 mm
26 = 11 mm
Total: 51 mm

N
N
N
>N
>N
>N
>N

N
>N

Ukuran yg normal (Rahardjo, 2009)


insisiv sentral = 5 mm

Regio 4
41 = 6 mm

N
>N

Rahang Bawah

Regio 3
31 = 6 mm

Nama Operator : Dian Novita Sari 4


Nama Pasien : Wulan Febrianti
32 = 7 mm
33 = 8 mm
34 = 7 mm
35 = 7,5 mm
36 = 11,5 mm
Total: 47 mm

>N
>N
>N
>N
>N

insisiv lateral = 5 mm
caninus = 6 mm
premolar pertama = 6 mm
premolar kedua = 6 mm
molar pertama = 10 mm

42 = 6 mm
43 = 6,5 mm
44 =7,5 mm
45 = 7 mm
46 = 11 mm
Total: 44 mm

Diskrepansi pada model :

Rahang Atas
Ruang yang tersedia regio 1= 50 mm
Diskrepansi regio 1 = ruang yang tersedia ruang yang dibutuhkan = 50 52 = -2 mm
Regio kanan kekurangan tempat 2 mm
Ruang yang tersedia regio 2 = 48 mm
Diskrepansi regio 2 = ruang yang tersedia ruang yang dibutuhkan = 48 51 = -3mm
Regio kiri kekurangan tempat 3 mm

Rahang Bawah
Ruang yang tersedia regio 3= 44 mm
Diskrepansi regio 3 = ruang yang tersedia ruang yang dibutuhkan = 45 47 = -2 mm
Regio kiri kekurangan tempat 2 mm
Ruang yang tersedia regio 4 = 46 mm
Diskrepansi regio 4 = ruang yang tersedia ruang yang dibutuhkan = 46 44 = +2 mm
Regio kanan kelebihan tempat 2 mm
Metode Pont :

>N
>N
>N
>N
>N

Nama Operator : Dian Novita Sari 5


Nama Pasien : Wulan Febrianti
Jumlah lebar 4 incisivi RA = 33 mm
Indeks Pont = jarak P1-P1 = I x 100
80
= 32 x 100 = 41,25
80
Dari hasil pengukuran didapatkan lebar = 38 mm, maka dapat diambil kesimpulan bahwa
lengkung ini mengalami kontraksi sebanyak 3,25 mm didaerah premolar.
Kontraksi < 5 mm termasuk kategori ringan.
Indeks Pont =

jarak M1-M1 = I x 100


64
= 33 x 100 = 51,5
64
Dari hasil pengukuran didapatkan lebar = 47 mm, maka dapat diambil kesimpulan bahwa
lengkung gigi ini mengalami kontraksi sebanyak 4,5 mm di daerah molar.
Kontraksi < 5 mm termasuk kategori ringan.
V. DIAGNOSA
Kalsifikasi maloklusi menurut Angle
Klas I

: Maloklusi kelas I Angle disertai berdesakan anterior rahang atas dan bawah

Klas II

Klas II/2

Klas III

VI. RENCANA PERAWATAN


Rahang Atas
1. Pencarian ruang dengan melakukan ekspansi
Rahang atas kekurangan ruang 5 mm, mengatasi kekurangan ruang dengan cara mengaktifkan
sekrup ekspansi transversal. Diputar putaran setiap minggunya yang menghasilkan ruangan
sebanyak 0,2 mm sampai kebutuhan ruang terpenuhi.
Gigi 14 dan 24 yang palatoversi didorong dengan menggunakan kekuatan ekspansi dengan
menggunakan plat ekspansi, plat akrilik dibuat setinggi 1/3 vertikal gigi dan verkeilung di bagian
15,16,25 dan 26 dibebaskan.

Nama Operator : Dian Novita Sari 6


Nama Pasien : Wulan Febrianti
2. Penggunaan busur labial tipe long dari gigi 15 sampai 25 yang bersifat aktif untuk mengoreksi
malposisi gigi individual dan setiap pengaktifan scrup ekspansi U pada busur labial dilebarkan agar
tidak menghalangi gerakan ekspansi.
3. Gigi 11 dan 21 yang distolabioversi dilakukan protraksi sebanyak 1 mm pada bagian mesial dengan
simple spring, sehingga didapatkan ruang sebanyak 2 mm.
4. Gigi 12 dan 22 yang mesiopalatoversi dikoreksi dengan simple spring untuk memprotraksi bagian
mesial sebanyak 1mm.
5. Gigi 23 yang mesiolabioversi dikoreksi dengan menggunakan simple spring untuk memprotraksi
bagian distal sebanyak 1 mm dan bagian mesial diretraksi dengan menggunakan busur labial
sebanyak 1 mm.
6. Setelah semua gigi dikoreksi, digunakan retainer Hawley pada rahang untuk mencegah relaps.
Rahang Bawah
1. Pemberian busur labial tipe medium dari gigi 34 sampai 44 yang bersifat pasif untuk menjaga
lengkung.
2. Gigi 31 yang mesiolinguoversi dikoreksi dengan menggunakan simple spring untuk memprotraksi
bagian mesial ke labial sebanyak 1 mm.
3. Gigi 32 yang mesiolinguoversi dikoreksi dengan menggunakan simple spring untuk memprotraksi
bagian mesial ke labial sebanyak 1 mm.
4. Gigi 33 yang mesiolinguoversi dikoreksi dengan menggunakan simple spring untuk memprotraksi
bagian mesial ke labial sebanyak 1 mm.
5. Gigi 34 yang mesiolinguoversi, gigi 35 yang distolinguoversi, gigi 46 yang distolinguoversi tidak
dikoreksi.
6. Setelah semua gigi dikoreksi, digunakan retainer Hawley pada rahang bawah untuk mencegah
relaps.

VII. DESAIN ALAT


RAHANG ATAS
Keterangan:

Keterangan :
1 = plat akrilik
2 = klamer adam 0,7mm
3 = simple spring 0,5 mm
4 = busur labial 0,8mm
5 = sekrup ekspansi

Nama Operator : Dian Novita Sari 7


Nama Pasien : Wulan Febrianti

RAHANG BAWAH
Keterangan:

Keterangan :
1 = plat akrilik
2 = klamer adam 0,7mm
3 = simple spring 0,5 mm
4 = busur labial 0,8mm

LAMPIRAN

Nama Operator : Dian Novita Sari 8


Nama Pasien : Wulan Febrianti

Nama: Wulan Febrianti


Usia : 12 tahun
Operator: Dian Novita S.
Instruktur:
drg Diana Wibowo Sp.Ort

LEMBAR PERAWATAN
PEKERJAAN YANG DILAKUKAN
Hari
Tanggal

Pekerjaan

Paraf
Instruktur

Keterangan
(Diisi Oleh Instruktur)

Nama Operator : Dian Novita Sari 9


Nama Pasien : Wulan Febrianti

PEKERJAAN YANG DILAKUKAN


Hari
Tanggal

Pekerjaan

Paraf
Instruktur

Keterangan
(Diisi Oleh Instruktur)

Nama Operator : Dian Novita Sari 10


Nama Pasien : Wulan Febrianti