Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

PEMBENTUKAN DAN PERLUASAN KALIMAT

Disusun oleh:
Kelompok IV
1.
2.
3.
4.

Alexander Edward Poelinggomang


Muhammad Afdal Abidin
Yuswirya Hartanto Gunawan
Muhammad Fadli Ash Shiddiq Latif

(H11116308)
(H11116312)
(H11116507)
(H11116511)

DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MIPA


UNIVERSITAS HASANUDDIN
Mata kuliah : Bahasa Indonesia
Nama Dosen : Drs.H.Hasan Ali, M.Hum

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan
kebaikan-Nya sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Kami juga berterima kasih
kepada bapak Drs. H. Hasan Ali, M. Hum., dosen mata kuliah bahasa Indonesia, atas
bimbingannya dalam penyusunan makalah ini.
Makalah ini berisi pembahasan mengenai pembentukan dan perluasan kalimat dalam
kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Penyusunan makalah ini merupakan salah satu
dari prosen pembelajaran dalam mata kuliah bahasa Indonesia Universitas Hasanuddin. Kami
berharap makalah ini dapat berguna bagi pembaca yang ingin mengetahui tentang pembentukan
dan perluasan kalimat.
Kami menyadari bahwa di dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh
karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca makalah ini.

Makassar, 06 September 2016

Kelompok IV

Contents
BAB I........................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN........................................................................................................... 1
A.

Latar Belakang...................................................................................................... 1

B.

Rumusan Masalah.................................................................................................. 1

C.

Tujuan................................................................................................................. 1

BAB II.......................................................................................................................... 2
PEMBAHASAN............................................................................................................. 2
A.

Bagian-bagian Kalimat............................................................................................ 2

B.

Kalimat Tunggal.................................................................................................... 5

C.

Kalimat Majemuk................................................................................................... 6

BAB III......................................................................................................................... 9
PENUTUP.................................................................................................................... 9
A.

Kesimpulan.......................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 10

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bahasa Indonesia adalah bahasa pengantar yang telah digunakan di Indonesia sejak
puluhan tahun yang lalu, tepatnya sejak sumpah pemuda diikrarkan pada tahun 1926. Bahasa
Indonesia memiliki banyak aturan-aturan pengucapan, pemilihan kata, pembentukan kalimat,
dan penyusunan paragraph.
Salah satu aturan dalam berbahasa Indonesia adalah aturan dalam membentuk suatu
kalimat. Terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam membentuk sebuah kalimat,
seperti kelengkapan struktur kalimat, pemilihan kata yang tepat, penggunaan jenis-jenis
kalimat, dan lain-lain.
Kalimat disusun berdasarkan unsur-unsur yang berupa kata, frasa, dan/ atau klausa,
sehingga mempunyai fungsi dan pengertian tertentu yang disebut bagian kalimat. Ada yang
bagian yang tidak dapat dihilangkan (inti kalimat), ada pula bagian yang dapat dihilangkan
(bukan inti kalimat).

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, terdapat beberapa pertanyaan yang akan dibahas
pada makalah ini, yaitu:
1. Bagaimana struktur kalimat yang baik dan benar?
2. Bagaimana cara menyusun kalimat tunggal?
3. Bagaimana cara menyusun kalimat majemuk?

C. Tujuan
Adapun dalam penulisan makalah ini, kami memiliki beberapa tujuan, yaitu:
1. Menjelaskan pola struktur kalimat yang baik dan benar;
2. Menjelaskan cara membentuk kalimat sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan
benar; dan
3. Menjelaskan jenis-jenis kalimat beserta fungsinya.
1

BAB II
PEMBAHASAN

A. Bagian-bagian Kalimat
Kalimat merupakan rangkaian kata yang menyatakan pikiran tertentu yang secara
relatif dapat berdiri sendiri dan intonasinya menunjukkan adanya bagian-bagian di dalam
kalimat. Kata atau kelompok kata yang dipakai membentuk kalimat menduduki fungsifungsi tertentu dalam struktur kalimat.
Di dalam kalimat, terdapat bagian yang tidak dapat dihilangkan, yaitu subjek (S)
dan predikat (P). Bagian tersebut merupakan inti kalimat yang biasanya dilengkapi
dengan objek (O), pelengkap (Pel), atau keterangan (K). Bagian-bagian tersebut
merupakan bagian yang digunakan untuk membentuk sebuah kalimat yang baik dan
benar.
a. Subjek dan Predikat
Sebuah kalimat dapat dikatakan kalimat yang baik dan benar apabila memiliki
subjek dan predikat. Subjek yang terdapat di dalam sebuah kalimat merupakan inti dari
pembicaraan dan akan menyatakan sebuah pikiran setelah dijelaskan oleh predikat. Oleh
karena itu, subjek dan predikat memiliki hubungan yang penting dalam menentukan inti
dari sebuah kalimat.
Subjek adalah bagian kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis.
Subjek dapat berbentuk kata benda, frasa kata benda, atau kata kerja.
Contoh:
-

Rafi sedang membaca. (kata benda)

Pacar Rafi cantik. (frasa kata benda)

Memancing disukai Rafi. (kata kerja)

Predikat adalah bagian kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis
tentang subjek. Predikat biasanya berbentuk kata kerja, frasa kata kerja, frasa numeral
(bilangan), kata benda, frasa kata benda, frasa preposisi (kata depan), kata sifat, atau frasa
kata sifat.
2

Contoh:
-

Jack makan. (kata kerja)

Jack sedang makan. (frasa kata kerja)

Adik Jack tiga orang. (frasa numeral)

Jack pengusaha. (kata benda)

Jack pengusaha properti. (frasa kata benda)

Jack ke kantor. (frasa preposisi)

Jack tampan (kata sifat)

b. Objek, Pelengkap, dan Keterangan


Objek, pelengkap, dan keterangan merupakan bagian dari kalimat yang dapat
dihilangkan. Objek dan keterangan sering muncul dalam sebuah kalimat untuk
melengkapi predikat. Keterangan yang melengkapi sebuah predikat dalam suatu kalimat
sangat bervariasi yang dikelompokkan menurut fungsinya dalam melengkapi predikat.
Pelengkap adalah unsur kalimat yang berfungsi melengkapi informasi, mengkhususkan
objek, dan melengkapi unsur kalimat.
Objek adalah bagian kalimat yang melengkapi kata kerja. Objek dapat berbentuk
kata benda atau frasa kata benda. Bagian kalimat ini terletak setelah predikat berkata
kerja aktif transitif (-kan, -i, me-).
Contoh:
-

Jack mencintai Maya. (kata benda)

Jack telah memasukkan laptop barunya ke dalam tas itu. (frasa kata benda)

Jack memerankan Sang Kodok. (frasa kata benda)

Pelengkap atau komplemen sering disamakan dengan objek. Padahal, pelengkap


beda dengan objek karena tidak dapat menjadi subjek jika kalimat dipasifkan. Pelengkap
mengikuti predikat yang berimbuhan ber-, ter-, ber-an, ber-kan, dan kata-kata khusus
(merupakan, berdasarkan, dan menjadi).

Contoh:
-

Jack bertubuh kekar.

Jack tersandung batu.

Jack bercucuran keringat.

Kamar Jack berhiaskan lampu warna-warni.

Jack merupakan warga negara Korea.

Keputusan Jack berdasarkan hukum.

Jack menjadi manajer.

Keterangan adalah bagian kalimat yang berfungsi meluaskan atau membatasi


makna subjek atau predikat.
Contoh:
-

Jack tinggal di Jakarta.

Setiap hari Sabtu Jack berwisata kuliner.

Ada dua ciri keterangan. Pertama, posisinya dapat dipindahkan ke awal, tengah,
atau akhir kalimat.
4

Contoh:
-

Jack menonton berita politik dengan serius.

Jack dengan serius menonton berita politik.

Dengan serius Jack menonton berita politik.

Kedua, keterangan dapat berupa keterangan aposisi.


Contoh:
-

Jack, Direktur Keuangan PT Morat-Marit, adalah warga negara Korea.


(Direktur Keuangan PT Morat-Marit sebagai keterangan aposisi)

B. Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang menyatakan satu pokok pembicaraan yang
dinyatakan pada subjek (S) kalimat. Penjelasan terhadap pokok permbicaraan tersebut
dinyatakan pada predikat (P). Bagian lain yang berfungsi memberikan penjelasan
tambahan terhadap predikat kalimat adalah keterangan. Kalimat tunggal memiliki pola
umum yang sederhana, yaitu S-P, S-P-O, dan S-P-K, yang dapat diubah menjadi variasi
tertentu dengan menukar bagian-bagiannya.
Berdasarkan jenis predikatnya, kalimat tunggal terdiri dari beberapa jenis yaitu:
-

Kalimat Nominal
Kalimat tunggal nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda.
Contoh:

Ayahnya / guru / di SMA.

S/P/K

Kakaknya / pemain bola.

S/P

Kalimat Verbal
Kalimat tunggal verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja.
Contoh:
5

Budi / tidur / di kelas.

S/P/K

Shinta / menangis / semalaman. S / P / K


-

Kalimat Adjektival
Kalimat ini memiliki Predikat yang berupa kata sifat.
Contoh:

Ayahnya / baik

S/P

Rumahnya / sangat besar

S/P

Kalimat Preposisional
Kalimat ini predikatnya berupa kata depan atau preposisioanal.
Contoh:
Ibunya / dari Jawa Barat

S/P

Budi / di dalam kamarnya

S/P

Perluasan kalimat tunggal bisa dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.


1. Menambahkan unsur baru seperti keterangan atau pelengkap.
Contoh:
Pemburu / membakar / hutan / kemarin malam S / P / O / K
Kalimat tersebut mengalami perluasan dengan ditambahkan keterangan
waktu kemarin malam.
2. Memperluas unsur-unsur yang ada seperti subjek dan predikat.
Contoh:
Paman yang tinggal di Bandung / akan datang

S/P

Kalimat tersebut mengalami perluasan pada unsur subjek.


Beberapa kalimat tunggal yang gagasannya berkaitan dipadukan menjadi satu
kalimat majemuk untuk mempertegas kaitan gagasan yang terkandung di dalamnya
dengan cara memeberikan penghubung di antara gagasan-gagasan tersebut.

C. Kalimat Majemuk
a. Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat
tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat. Berdasarkan kata penghubungnya
(konjungsi), kalimat majemuk setara terdiri dari lima macam, yakni:
Jenis
Penggabungan
Penguatan/Penegasan
Pemilihan
Berlawanan
Urutan waktu

Konjungsi
dan
bahkan
atau
sedangkan
kemudian, lalu, lantas

Contoh:
1. Juminten pergi ke pasar. (kalimat tunggal 1)
2. Ragil berangkat ke bengkel. (kalimat tunggal 2)
-

Juminten pergi ke pasar sedangkan Ragil berangkat ke bengkel. (kalimat majemuk)

Reza berangkat ke sekolah sedangkan ibunya pergi ke pasar. (kalimat majemuk)

b. Kalimat Majemuk Bertingkat


Kalimat majemuk bertingkat yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat
tunggal yang kedudukannya berbeda. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat
7

unsur induk kalimat dan anak kalimat. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang
terdapat pada induk kalimat.
Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi), kalimat majemuk bertingkat terdiri
dari sepuluh macam, yaitu:
Jenis
Syarat
Tujuan
Perlawanan (konsesif)
Penyebaban
Pengakibatan
Cara
Alat
perbandingan
penjelasan
kenyataan

Konjungsi
jika, kalau, manakala, andaikata, asal(kan)
agar, supaya, biar
walaupun, kendati(pun), biarpun
sebab, karena, oleh karena
maka, sehingga
dengan, tanpa
dengan, tanpa
seperti, bagaikan, alih-alih
bahwa
padahal

Contoh:
1. Kemarin ayah mencuci motor. (induk kalimat)

2. Ketika matahari berada di ufuk timur. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)
-

Ketika matahari berada di ufuk timur, ayah mencuci motor. (kalimat majemuk bertingkat
cara 1)

Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur. (kalimat majemuk bertingkat
cara 2)
c. Kalimat Majemuk Rapatan
Kalimat majemuk rapatan yaitu gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena
subjek, predikat atau objeknya sama,maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali.
Contoh:
1. Pekerjaannya hanya makan. (kalimat tunggal 1)
2. Pekerjaannya hanya tidur. (kalimat tunggal 2)
3. Pekerjaannya hanya merokok. (kalimat tunggal 3)
-

Pekerjaannya hanya makan, tidur, dan merokok. (kalimat majemuk rapatan)

d. Kalimat Majemuk Campuran


Kalimat majemuk campuran yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dan
kalimat majemuk bertingkat. Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat.
Contoh:
1. Toni bermain dengan Kevin. (kalimat tunggal 1)
2. Rina membaca buku di kamar kemarin. (kalimat tunggal 2, induk kalimat)
3. Ketika aku datang ke rumahnya. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)
-

Toni bermain dengan Kevin, dan Rina membaca buku di kamar, ketika aku datang ke
rumahnya. (kalimat majemuk campuran)

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kalimat disusun berdasarkan unsur-unsur yang berupa kata, frasa, dan/ atau
klausa, sehingga mempunyai fungsi dan pengertian tertentu yang disebut bagian kalimat.
Subjek (S) dan predikat (P) merupakan bagian yang tidak dapat dihilangkan (inti
kalimat), sedangkan objek (O), pelengkap (Pel), dan keterangan (K) merupakan bagian
yang dapat dihilangkan (bukan inti kalimat).
Kalimat tunggal adalah kalimat yang menyatakan satu pokok pembicaraan yang
dinyatakan pada subjek (S) kalimat. Penjelasan terhadap pokok permbicaraan tersebut
dinyatakan pada predikat (P). Berdasarkan jenis predikatnya, kalimat tunggal terdiri atas
kalimat nominal, kalimat verbal, kalimat adjektival, dan kalimat preposisional. Perluasan
kalimat tunggal bisa dilakukan dengan cara menambahkan unsur baru seperti keterangan
atau pelengkap dan memperluas unsur-unsur yang ada seperti subjek dan predikat.
Beberapa kalimat tunggal yang gagasannya berkaitan dipadukan menjadi satu
kalimat majemuk untuk mempertegas kaitan gagasan yang terkandung di dalamnya
dengan cara memeberikan penghubung di antara gagasan-gagasan tersebut. Berdasarkan
hubungan antara kalimat tunggal, kalimat majemuk terdiri atas kalimat majemuk setara,
kalimat majemuk bertingkat, kalimat majemuk rapatan, dan kalimat majemuk campuran

10

Bibliography
Blogodolar. (2010, 10 7). 5 unsur kalimat yang anda perlu ketahui. Retrieved 9 7,
2016, from blogodolar: http://blogodolar.com/5-unsur-kalimat-yang-andaperlu-ketahui/
kelas indonesia. (2015, 2 4). Retrieved 9 7, 2016, from kelas indonesia:
http://www.kelasindonesia.com/2015/02/contoh-kalimat-tunggal-dan-kalimatmajemuk-beserta-penjelasan-lengkap.html
UNHAS, T. P. (2008). Himpunan Materi Kuliah Bahasa Indonesia MKU. Makassar: Tim
Pengajar.
wikipedia. (2010, 3 5). wikipedia. Retrieved 9 7, 2016, from wikipedia:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kalimat

11

MAJELIS PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH


PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH KOTA SURABAYA

SD MUHAMMADIYAH
Jalan Pangeran Antasari nomor 78 Kota Surabaya

S U R AT PAN G G I LAN
NO : /SPS/SDM.3/2010

Assalamualaikum. Wr. Wb
Bersama surat ini kami mengharapkan kehadiran orang tua/wali murid dari :
Nama :

nama

Kelas :

kelas

Untuk dapat datang menghadap hari pada hari Sabtu, 22 mei 2016 pada pukul 7.00 WIB di Kantor SD
Muhammadiyah dalam rangka pengambilan rapor bulanan siswa. Demikianlah Surat Panggilan ini kami
sampaikan kepada orang tua/wali muridsemoga dapat dimaklumi, atas kehadirannya kami ucapkan terima
kasih.Wassalamualaikum. Wr. Wb

Surabaya, 21 mei 2010

Kepala Sekolah Wali Kelas

Setiono Arvin, Spd.Ma