Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengertian metode, berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang
berarti cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang
berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek
atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat
dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya (Rosdy
Ruslan,2003:24). Sedangkan pengertian penelitian, Penelitian adalah usaha
untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu
pengetahuan, yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah ( Sutrisno Hadi,
2007:3 ). John Dewey di dalam bukunya How We Think (1910) mengatakan
bahwa metode ilmiah ialah langkah-langkah pemecahan suatu masalah jadi
Metode

penelitian

merupakan

langkah

penting

untuk

memecahkan

masalah-masalah penelitian. Dengan menguasai metode penelitian, kita bukan


hanya bisa memecahkan berbagai masalah penelitian, namun juga bisa
mengembangkan bidang keilmuan yang kita geluti, memperbanyak
penemuan-penemuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan dunia
pendidikan.
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor faktor sistematis
untuk merumuskan strategi sebuah organisasi baik perusahaan bisnis maupun
organisasi sosial. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat
memaksimalkan kekuatan (Strength), dan Peluang (opportunities), Namun
secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknessess) dan

ancaman (threats). Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan


dengan pengembangan visi, misi, tujuan, dan kebijakan program program
sebuah organisasi. Dengan demikian perencana strategis (Strategic planner)
harus menganalisis faktor faktor strategis organisasi (kekuatan, kelemahan,
peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini. Model yang paling
populer saat ini adalah analisis SWOT.
1.2 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah :
1. Mengetahui pengertian analisis SWOT.
2. Mengetahui cara pengolahan data dengan analisis SWOT.
3. Mengetahui contoh penelitiaan dengan analisis SWOT.

1.3 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian analisis SWOT?
2. Bagaimana cara pengolahan data dengan analisis SWOT?
3. Bagaimana contoh penelitiaan dengan analisis SWOT?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Analisis SWOT


Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan
untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang
(opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu
spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT
(strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan
penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan
mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak
dalam mencapai tujuan tersebut.
definisi analisis SWOT yang lainnya yaitu sebuah bentuk analisa
situasi dan juga kondisi yang bersifat deskriptif (memberi suatu gambaran).
Analisa ini menempatkan situasi dan juga kondisi sebagai sebagai faktor
masukan, lalu kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masingmasing. Satu hal yang perlu diingat baik-baik oleh para pengguna analisa ini,
bahwa analisa SWOT ini semata-mata sebagai suatu sebuah analisa yang
ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi, dan bukan
sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang bagi
permasalahan yang sedang dihadapi.
Kegunaan Analisis SWOT
Secara umum, analisis SWOT dipakai untuk:
1. Menganalisis kondisi diri dan lingkungan pribadi
2. Menganalisis kondisi internal lembaga dan lingkungan eksternal
lembaga
3. Menganalisis kondisi internal perusahaan dan lingkungan eksternal
Perusahaan.
4. Mengetahui sejauh mana diri kita di dalam lingkungan kita.
5. Mengetahui posisi sebuah lembaga diantara lembaga-lembaga lain.
6. Mengetahui kemampuan sebuah perusahaan dalam menjalankan
bisnisnya dihadapkan dengan para pesaingnya.
2.2 Pengolahan Data Analisis SWOT
Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal (komponen SWOT)
yang diperoleh dengan menggunakan metode observasi, dilakukan dengan
cara mengamati secara langsung aktivitas dikawasan atau disekitar kawasan
yang berhubungan dengan praktek ini serta metode wawancara dan

penyebaran kuisioner yang berisikan pertanyaan pertanyaan kunci untuk


mengetahui kondisi sosial masyarakat, persepsi masyarakat tentang daya tarik
pantai, dan aktivitasnya. Perumusan kedua faktor tersebut dapat digambarkan
dalam bentuk matriks SWOT dan strategi yang diperoleh adalah SO, ST, WO
dan WT
Pengolahan data metoda penulisan kuantitatif sebagai berikut:
Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu:
1. Strengths (kekuatan)
Faktor-faktor kekuatan dalam lembaga pendidikan adalah
kompetensi khusus atau keunggulan-keunggulan lain yang
berakibat pada nilai plus atau keunggulan komparatif lembaga
pendidikan tersebut. Hal ini bisa dilihat jika sebuah lembaga
pendidikan harus memiliki skill atau keterampilan yang bisa
disalurkan bagi perserta didik, lulusan terbaik atau hasil andalan,
maupun kelebihan-kelebihan lain yang dapat membuat sekolah
tersebut

unggul

dari

pesaing-pesaingnya

serta

dapat

memuaskan steakholders maupun pelanggan (peserta didik, orang


tua, masyarakat dan bangsa).
Sebagai contoh dari bidang keunggulan, antara lain
kekuatan pada sumber keuangan, citra yang positif, keunggulan
kedudukan di masyrakat, loyalitas pengguna dan kepercayaan
berbagai pihak yang berkepentingan. Sedangkan keunggulan
lembaga pendidikan di era otonomi pendidikan atara lain yaitu
sumber daya manusia yang secara kuantitatif besar, hanya saja
perlu pembenahan dari kualitas. Selain itu antusiasme pelaksanaan
pendidikan yang sangat tinggi, didukung dengan sarana prasarana
pendidikan yang cukup memadai. Hal lain dari faktor keunggulan
lembaga pendidikan adalah kebutuhan masyarakat terhadap yang
bersifat transendental sangat tinggi, dan itu sangat mungkin
diharapkan dari proses pendidikan lembaga pendidikan yang
agamis.
Bagi sebuah lembaga pendidikan untuk mengenali kekuatan
dasar lembaga tersebut sebagai langkah awal atau tonggak menuju

pendidikan yang berbasis kualitas tinggi merupakan hal yang


sangat penting. Mengenali kekuatan dan terus melakukan refleksi
adalah sebuah langkah besar untuk menuju kemajuan bagi lembaga
pendidikan.
2. Weakness (kelemahan)
Kelemahan adalah hal yang wajar dalam segala sesuatu tetapi
yang terpenting adalah bagaimana sebagai penentu kebijakan dalam
lembaga pendidikan bisa meminimalisasi kelemahan-kelemahan
tersebut atau bahkan kelemahan tersebut menjadi satu sisi kelebihan
yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lain. Kelemahan ini
dapat berupa kelemahan dalam sarana dan prasarana, kualitas atau
kemampuan tenaga pendidik, lemahnya kepercayaan masyarakat,
tidak sesuainya antara hasil lulusan dengan kebutuhan masyarakat
atau dunia usaha dan industri dan lain-lain. Oleh karena itu, ada
beberapa faktor kelemahan yang harus segera dibenahi oleh para
pengelola pendidikan, antara lain yaitu:
a. Lemahnya SDM dalam lembaga pendidikan
b. Sarana dan prasarana yang masih sebatas pada sarana wajib saja
c. Lembaga pendidikan swasta yang pada umumya kurang bisa
menangkap peluang, sehingga mereka hanya puas dengan
keadaan yang dihadapi sekarang ini.
d. Output pada lembaga pendidikan yang belum sepenuhnya
bersaing dengan output lembaga pendidikan yang lain dan
sebagainya.
3. Opportunities (peluang)
Peluang adalah suatu kondisi lingkungan eksternal yang
menguntungkan

bahkan

menjadi

formulasi

dalam

lembaga

pendidikan. Situasi lingkungan tersebut misalnya:


a. Kecenderungan penting yang terjadi dikalangan peserta didik.
b. Identifikasi suatu layanan pendidikan yang belum mendapat
perhatian.
c. Perubahan dalam keadaan persaingan.
d. Hubungan dengan pengguna atau pelanggan dan sebagainya.

Peluang pengembangan dalam lembaga pendidikan dapat dilakukan


antara lain yaitu:
a. Di era yang sedang krisis moral dan krisis kejujuran seperti ini
diperlukan peran serta pendidikan agama yang lebih dominan.
b. Pada kehidupan masyarakat kota dan modern yang cenderung
konsumtif dan hedonis, membutuhkan petunjuk jiwa, sehingga
kajian-kajian agama berdimensi sufistik kian menjamur. Ini
menjadi salah satu peluang bagi pengembangan lembaga
pendidikan ke depan.
c. Secara historis dan realitas, mayoritas penduduk Indonesia
adalah muslim, bahkan merupakan komunitas muslim terbesar
di seluruh dunia. Ini adalah peluang yang sangat strategi bagi
pentingnya manajemen pengembangan lembaga pendidikan.
4. Threats (ancaman)
Ancaman merupakan kebalikan dari sebuah peluang,
ancaman

meliputi

faktor-faktor

lingkungan

yang

tidak

menguntungkan bagi sebuah lembaga pendidikan. Jika sebuah


ancaman tidak ditanggulangi maka akan menjadi sebuah penghalang
atau penghambat bagi maju dan peranannya sebuah lembaga
pendidikan itu sendiri. Contoh ancaman tersebut adalah minat
peserta didik baru yang menurun, motivasi belajar peserta didik yang
rendah, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga
pendidikan tersebut dan lain-lain.
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Simpulan dibuat berdasarkan jawaban dari rumusan masalah yang
didasarkan pada hasil analisis data beserta interpretasinya.
B. Saran
Saran dibuat berdasarkan hasil temuan dan pertimbangan peneliti,
ditunjukan kepada para pihak yang memungkinkan memanfaatkan
hasil penelitian. Saran merupakan suatu implikasi dari hasil penelitian
dan diselaraskan dengan manfaat penelitian.
2.3 Contoh Penelitian dengan Menggunakan Metode SWOT

Judul : ANALISIS SWOT PADA PERUSAHAAN QUICK EXPRESS


BAB I
PENDAHULUAN
A.

LATAR BELAKANG
Sejarah kebangkitan industri modern dimulai pada tahun 18201830 atau sering disebut dengan revolusi industri. Kebangkitan ini
mengakibatkan berkembangnya penemuan-penemuan baru dibidang
teknologi, seperti pembangunan proses produksi sampai penggunaan
computer. Dampak lebih lanjut dari perkembangan teknologi ini
adalah perkembangan organisasi dan kegiatan bisnis di tahun 1990-an.
Dengan demikian konsep persaingan juga ikut berubah. Sementara
pada periode sebelum 1990-an persaingan merupakan kegiatan
pembuatan produk sebanyak-banyaknya atau lebih dikenal dengan
periode produksi masal, strategi kegiatan produksi lebih ditunjukan
kearah internal perusahaan yang bertujuan untuk memperoleh efisiensi
produksi. Baik preferensi manajerial, perilaku maupun persepsi,
semuanya berorentasi ke mental produksi. Dari asfek politik, strategi
bisnis seperti ini memerlukan proteksi secara ketat terhadap serangan
dari luar.
Pada abad 21 dimana masing-masing Negara di planet bumi ini
sudah tidak memiliki batas ruang dan waktu, kecenderungan orientasi
bisnis akan berubah. Jika sebelumnya produsen dapat memaksakan
kehendaknya kepada konsumen, maka yang terjadi selanjutnya adalah
kebalikannya: konsumenlah yang justru memaksakan kehendaknya
kepada

produsen.

Investasi

mengalir

ketempat

yang

paling

menguntungkan. produsen dipaksa untuk membuat produk yang


sesuai dengan nilai dan keinginan konsumen.Dengan demikian,
reorentasi konsep perncanaan strategis sangat diperlukan.

Analisis perencanaan strategis merupakan salah satu bidangstudi


yang banyak dipelajari secara seriua dibidang akademis. Hal ini
disebabkan karena setiap saat terjadi perubahan, seperti persaingan
yang semakin ketat, perubahan teknologi yang semakin canggih, dan
perubahan kondisi demografis, yang mengakibatkan berubahnya
selera konsumen secara lebih cepat.
B. PERUMUSAN MASALAH
Untuk memenuhi tantangan, perusahaan membutuhkan analisis
perencanaan strategis.yang bertujuan untuk memperoleh keunggulan
bersaing, dan juga perusahaan mempunyai pengamatan berbagai
konsep atau literature, teknik analisis, temuan-temuan empiris serta
paradigm yang dapat dipakai sebagai landasan untuk menyusun
perencanaan strategis. Suatu perusahaan dapat mengembangkan
strategi untuk mengatasi ancaman eksternal dan merebut peluang yang
ada. Proses ananlisis, perumusan dan evaluasi strategi-strategi itu
disebut perencanaan strategis.

C. TUJUAN
Tujuan utama perencanaan strategis ialah agar perusahaan dapat
melihat secara obyektif kondisi-kondisi eksternal dan internal,
sehingga perusahaan dapat mengantisipasi perubahan lingkungan
eksternal. Dalam hal ini dapat dibedakan secara jelas, fungsi
manajemen, konsumen, distributor, dan pesaing. Jadi perencanaan
strategis penting untuk memperoleh keunggulan bersaing dan
memiliki produk yang sesuai dengan keinginan konsumen dengan
dukungan yang optimal dari sumber daya yang ada.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Visi Misi, Nilai dan Tujuan Dari Perusahaan Perumahan.


1. Visi Perusahaan Perumahan BTN:
Ingin menjadi suatu perusahan perumahan yang mandiri dan
profesional

serta

menjunjung

tinggi

etika

menunjukkan kemampuan yang handal.


2. Misi Perusahaan Perumahan BTN:
Dengan sumber daya manusia

bisnis

yang

dengan

profesional,

berpengalaman, berjiwa jujur, percaya diri akan membentuk suatu


wadah yang solid untuk dapat menuju tujuan yang diharapkan.
3. Nilai kinerja Perusahaan Perumahan BTN:
Kepercayaan
Bekerja dalam suasana harmonis, memperlakukan
sesama dengan tulus dan hormat serta percaya akan kemampuan

bersama dalam mencapai tujuan bersama.


Transparasi
Bekerja dengan integritas tinggi dan saling terbuka dan
jujur atas kenerja pribadi dan kinerja tim, mengakui kesuksesan
yang telah dicapai serta kelemahan-kelemahan yang harus

ditingkatkan.
Kerjasama
Memberikan kontribusi yang significan sebagai individu,
namun setiap bekerjasama dalam tim dan saling berbagi
kreatuvitas, inovasi dan sukses. Sebagai anggota tim turut serta
dalam proses pengambilan keputusan

bagi kepentingan

perseroan.
4. Tujuannya Perusahaan Perumahan BTN adalah :
Menjadi suatu perusahaan perumahan yang berambisiuntuk
maju dan berkembang di masa datang dan kokoh, serta dipercaya
oleh berbagai kalangan dunia bisnis, mitra pemerintah serta
masyarakat umum lainnya.
B. Merumuskan Lingkungan Internal
NO

STRENGTH

NO

WEAKNESS

1.

Harga

1.

Letak perumahan

2.

Strategi yang digunakan

2.

Fasilitas yang

3.

Pemasaran perumahan

3.

4.

Promosi

4.

5.

Penerangan

5.

6.

Sistem air

6.

7.

Sistem drainase

7.

8.

Sistem keamanan

8.

9.

Jumlah bangunan

9.

10.

Kualitas bangunan

10.

disediakan
Variasi bangunan
Tipe rumah
Pengelolaan sampah
Kualitas tenaga kerja
Kuantitas tenaga kerja
Sistem manajemen
klasifikasi konsumen
Teknologi yang
digunakan

Keterangan :
Setelah faktor-faktor strategis internal suatu perusahaan
diidentifikasi, suatu table IFAS (Intenal Factors Analysis Summary)
disusun untuk merumuskan Faktor-Faktor strategis internal tersebut
dalam kerangka Strength and Weakness perusahaan.
Selanjutnya,

suatu

perencanaan

strategis

dikembangkan,

manajemen puncak perlu menganalisis hubungan antara fungsi-fungsi


manajemen perusahaan dengan mempelajari struktur perusahaan
(corporates structure), budaya perusahaan (corporates culture),dan
sumber daya perusahaan (corporates resources).
C. PENGELOMPOKKAN LINGKUNGAN EKSTERNAL
N

OPPORTUNITY

10

NO

THREATH

O
1

Kebijakan pemerintah

Undang-undang

Kestabilan ekonomi

Tingkat pendapatan
masyarakat yang rendah

Belum ada

perumahan BTN di

Daya beli masyarakat


rendah

lingkungan sekitar
4
5

Lingkungan asri

Inovasi baru

Transportasi
Populasi penduduk
sekitar sedikit

6
7
8

Jumlah konsumen
banyak
Kualitas tanah

6
7

Topografi tanah

Jauh dari pusat kota

Inovasi baru

Perumahaan lain yang

9
10

9
10

Udara segar

letaknya strategis
Budaya masyarakat
Akses komunikasi

Air tanah baik


Keterangan :

Sebelum membuat matrik faktor strategi eksternal, kita perlu


mengetahui factor strategi eksternal EFAS (eksntenal Factors
Analysis Summary) disusun untuk merumuskan Faktor-Faktor
strategis internal tersebut dalam kerangka Opportunity and Threath
perusahaan.

11

Sebelum strategi diterapkan, perencanaan strategi harus


menganalisis lingkungan eksternal untuk mengetahui berbagai
kemungkinan peluang dan ancaman atau (Opportunity and Treath).
D. BAGAN SWOT ANALISYS
STRENGTH

WEAKNESS

1. Harga

1. Letak perumahan

2. Pemasaran perumahan

2. Teknologi yang
digunakan
3. Variasi bangunan

3. Strategi yang digunakan

OPPORTUNITY
1. Kestabilah

1.

4. Kualitas bangunan

4. Tipe rumah

5. Promosi

5. Pengelolaan sampah

SO

WO :

Harga Belum ada

ekonomi

perumahan BTN di daerah

2. Lingkungan asri

sekitar

3. Jumlah
konsumen banyak

2.

1.

Lingkungan asri
2.

Pemasaran perumahan

perumahan BTN di

4. Inovasi baru
5. Belum ada

perumahan BTN di
daerah sekitar
4.

daerah sekitar

Strategi yang digunakan


Belum ada perumahan BTN 3.
di daerah sekitar
Kualitas bangunan

Promosi kestabilan
ekonomi

Variasi bangunan
Kestabilan ekonomi

4.

Lingkungan asri
5.

Teknologi yang
digunakan Belum ada

Kestabilan ekonomi
3.

Letak perumahan

Tipe rumah
Lingkungan asri

5.

Pengelolaan sampah
Jumlah konsumen
banyak

THREATH

ST :

12

WT :

1. Perumahan lain 1.

Harga Topografi tanah

1.

yang letaknya

Letak perumahan
Topografi tanah

2. Pemasaran perumahan
Jauh dari pusat kota2.

strategis
2. Topografi tanah

3.

Teknologi yang
digunakan Jauh dari

Strategi yang digunakan

3. Jauh dari pusat

Perumahan lain yang letaknya pusat kota

kota

strategis

4. Daya beli

4.
masyarakat rendah
5.tingkat
pendapatan

3.

jauh dari pusat kota

Kualitas bangunan lain


strategis.

5.

Variasi bangunan

4.

Topografi tanah

Promosi tomografi tanah

masyarakat rendah

Tipe rumah

5.

Pengelolaan sampah
Daya beli masyarakat
rendah

I.

ISU STRATEGIS SO
ANALISIS
S1O1

ISU STRATEGIS
Harga Kestabilan ekonomi
Bagaimana menentukan harga produk dalam
kestabilan ekonomi, agar dapat diterima konsumen?

S1O2

Harga Lingkungan asri


Bagaimana cara memanfaatkan harga dengan kondisi
lingkungan perumahan yang masih asri?

S1O3

Harga Jumlah konsumen banyak


Bagaimana menentukan harga pada saat jumlah
konsumen banyak?

S1O4

Harga Inovasi baru


Bagaimana perubahan harga dapat merangsang

13

inovasi baru produk?


S1O5

Harga Belum ada perumahan BTN di daerah sekitar


Bagaimana menciptakan harga di wilayah yang belum
ada perumahan BTN di daerah sekitarnya?

S2O1

Pemasaran perumahan Kestabilan ekonomi


Bagaimana pola pemasaran perumahan dalam
kestabilan ekonomi pasar?

S2O2

Pemasaran perumahan Lingkungan asri


Bagaimana melakukan pemasaran perumahan yang
memiliki lingkungan asri?

S2O3

Pemasaran perumahan Jumlah konsumen banyak


Bagaimana melakukan pemasaran perumahan dengan
jumlah konsumen banyak?

S2O4

Pemasaran perumahan Inovasi baru


Bagaimana pemasaran perumahan dapat
mendongkrak inovasi baru yang dilakukan?

S2O5

Pemasaran perumahan Belum ada perumahan BTN


di daerah sekitar
Bagaimana metode pemasaran perumahan di wilayah
yang belum ada perumahan BTN di daerah
sekitarnya?

S3O1

Strategi yang digunakan Kestabilan ekonomi


Bagaimana mengaplikasikan strategi yang digunakan
perusahaan ke dalam kestabilan ekonomi yang terjadi
di pasar?

14

S3O2

Strategi yang digunakan Lingkungan asri


Bagaimana menggabungkan strategi yang digunakan
dengan lingkungan asri perumahan untuk
mendongkrak penjualan?

S3O3

Strategi yang digunakan Jumlah konsumen banyak


Bagaimana strategi yang digunakan agar dapat
menarik jumlah konsumen yang banyak untuk
memiliki perumahan?

S3O4

Strategi yang digunakan Inovasi baru


Bagaimana inovasi baru yang diciptakan bisa sejalan
dengan strategi yang digunakan perusahaan untuk
meningkatkan penjualan?

S3O5

Strategi yang digunakan Belum ada perumahan


BTN di daerah sekitar
Bagaimana strategi yang digunakan untuk
menghadapai pasar yang belum ada perumahan BTN
di daerah sekitarnya?

S4O1

Kualitas bangunan Kestabilan ekonomi


Bagaimana cara meningkatkan kualitas bangunan
perumahan dalam kestabilan ekonomi untuk
menaikan penjualan?

S4O2

Kualitas bangunan Lingkungan asri


Bagaimana memanfaatkan kualitas bangunan yang
baik dan lingkungan asri sekitar sebagai nilai tambah
dalam penjualan perumahan?

S4O3

Kualitas bangunan Jumlah konsumen banyak

15

Bagaimana memposisikan kualitas bangunan


perumahan terhadap pasar pada saat jumlah konsumen
banyak?
S4O4

Kualitas bangunan Inovasi baru


Bagaimana meningkatkan kualitas bangunan dengan
cara melakukan inovasi baru?

S4O5

Kualitas bangunan Belum ada perumahan BTN di


daerah sekitar
Bagaimana memberikan kualitas bangunan
perumahan pada wilayah yang belum ada perumahan
BTN di daerah sekitar, agar dapat menarik minat
konsumen?

S5O1

Promosi Kestabilan ekonomi


Bagaimana melakukan promosi pada saat kestabilan
ekonomi pasar berlangsung agar dapat meningkatkan
penjualan?

S5O2

Promosi Lingkungan asri


Bagaimana melakukan promosi lingkungan asri
perumahanuntuk meningkatkan penjualan?

S5O3

Promosi Jumlah konsumen banyak


Bagaimana melakukan promosi pada saat jumlah
konsumen banyak?

S5O4

Promosi Inovasi baru


Bagaimana cara melakukan promosi dengan inovasi
baru yang diciptakan agar dapat diterima konsumen?

S5O5

Promosi Belum ada perumahan BTN di daerah

16

sekitar
Bagaimana melakukan promosi perumahan yang
wilayahnya belum ada perumahan BTN di daerah
sekitarnya?
II. SU STRATEGIS WO
ANALISIS
W1 O1

ISU STRATEGIS
Letak perumahan Kestabilan ekonomi
Bagaimana mempromosikan letak perumahan yang
jauh dari pusat kota pada saat kestabilan ekonomi
berlangsung?

W1 O2

Letak perumahan Lingkungan asri


Bagaimana menjual perumahan yang letaknya jauh
dari pusat kota tetapi memiliki lingkungan asri di
sekitarnya?

W1 O3

Letak perumahan Jumlah konsumen banyak


Bagaimana cara menarik minat konsumen agar tertarik
pada perumahan yang letak perumahan itu jauh dari
pusat kota, pada saat jumlah konsumen banyak?

W1 O4

Letak perumahan Inovasi baru


Bagaimana letak perumahan yang jauh dari pusat kota
bisa menjadi inovasi baru untuk menarik minat
konsumen?

W1 O5

Letak perumahan Belum ada perumahan BTN di


daerah sekitar
Bagaimana letak perumahan dan wilayah perumahan
yang belum ada perumahan BTN di daerah sekitarnya,
agar bisa menjadi nilai jual kepada konsumen?

17

W2 O1

Teknologi yang digunakan Kestabilan ekonomi


Bagaimana memanfaatkan teknologi yang digunakan
agar mampu bersaing di pasar yang kestabilan
ekonominya terjaga?

W2 O2

Teknologi yang digunakan Lingkungan asri


Bagaimana agar teknologi yang digunakan dan
lingkungan asri perumahan dapat menarik minat
konsumen?

W2 O3

Teknologi yang digunakan Jumlah konsumen


banyak
Bagaimana cara meningkatkan teknologi yang
digunakan untuk memenuhi kebutuhan dari jumlah
konsumen yang banyak?

W2 O4

Teknologi yang digunakan Inovasi baru


Bagaimana cara memanfaatkan tekonologi yang
digunakan untuk menciptakan inovasi baru produk?

W2 O5

Teknologi yang digunakan Belum ada perumahan


BTN di daerah sekitar
Bagaimana mengaplikasikan teknologi yang
digunakan dalam perumahan yang belum ada
perumahan BTN di daerah sekitarnya?

W3 O1

Variasi bangunan Kestabilan ekonomi


Bagaimana membuat variasi bangunan yang menarik
dalam kestabilan ekonomi pasar, sehingga dapat
menarik minat konsumen?

W3 O2

Variasi bangunan Lingkungan asri


18

Bagaimana memadukan variasi bangunan dengan


lingkungan asri sekitar perumahan untuk
meningkatkan penjualan?
W3 O3

Variasi bangunan Jumlah konsumen banyak


Bagaimana menetapkan variasi bangunan perumahan
agar mampu bersaing pada saat jumlah konsumen
banyak?

W3 O4

Variasi bangunan Inovasi baru


Bagaimana membuat variasi bangunan yang sekaligus
merupakan inovasi baru produk?

W3 O5

Variasi bangunan Belum ada perumahan BTN di


daerah sekitar
Bagaimana membuat variasi bangunan yang menarik
untuk tempat yang belum ada perumahan BTN di
daerah sekitarnya?

W4 O1

Tipe rumah Kestabilan ekonomi


Bagaimana tipe rumah yang sesuai dengan pasar yang
kestabilan ekonominya selalu berubah setiap saat?

W4 O2

Tipe rumah Lingkungan asri


Bagaimana tipe rumah dapat serasi dengan lingkungan
asri sekitar, sehingga dapat meningkatkan penjualan?

W4 O3

Tipe rumah Jumlah konsumen banyak


Bagaimana menyediakan tipe rumah yang dapat
memenuhi permintaan di saat jumlah konsumen
banyak?

19

W4 O4

Tipe rumah Inovasi baru


Bagaimana membangun tipe rumah yang dapat
menggebrak pasar, dengan inovasi baru yang
dilakukan?

W4 O5

Tipe rumah Belum ada perumahan BTN di daerah


sekitar
Bagaimana agar tipe rumah yang dibangun bisa
diterima di wilayah yang belum ada perumahan BTN
di daerah sekitarnya?

W5 O1

Pengelolaan sampah Kestabilan ekonomi


Bagaimana pengelolaan sampah bisa menjadi daya
tarik untuk menarik konsumen pada saat kestabilan
ekonomi pasar terjaga?

W5 O2

Pengelolaan sampah Lingkungan asri


Bagaimana membuat pengelolaan sampah dan
lingkungan asri perumahan menjadi aset jual
perusahaan?

W5 O3

Pengelolaan sampah Jumlah konsumen banyak


Bagaimana membuat pengelolaan sampah sebagai
nilai perumahan dengan jumlah konsumen banyak?

W5 O4

Pengelolaan sampah Inovasi baru


Bagaimana menggunakan pengelolaan sampah sebagai
media melakukan inovasi baru, sehingga dapat
meningkatkan penjualan?

W5 O5

Pengelolaan sampah Belum ada perumahan BTN di


daerah sekitar

20

III.

ISU STRATEGIS ST
ANALISIS
S1 T1

ISU STRATEGIS
Harga Perumahan lain yang letaknya strategis
Bagaimana menentukan harga yang bisa bersaing
dengan perumahan lain yang letaknya strategis?

S1 T2

Harga Topografi tanah


Bagaimana membuat harga mampu bersaing dengan
topografi tanah perumahan yang berbukit-bukit?

S1 T3

Harga Jauh dari pusat kota


Bagaimana menaikan harga dengan kondisi
perumahan yang jauh dari pusat kota?

S1 T4

Harga Daya beli masyarakat rendah


Bagaimana cara menetapkan harga dengan keadaan
daya beli masyarakat rendah, sehingga dapat
diterima konsumen?

S1 T5

Harga Tingkat pendapatan masyarakat rendah


Bagaimana cara menstabilkan harga untuk tingkat
pendapatan masyarakat rendah?

S2 T1

Pemasaran perumahan Perumahan lain yang


letaknya strategis
Bagaimana strategi pemasaran perumahan yang jauh
dari pusat kota, di atas perumahan lain yang letaknya
strategis?

21

S2 T2

Pemasaran perumahan Topografi tanah


Bagaimana melakukan pemasaran perumahan yang
topografi tanahnya berbukit?

S2 T3

Pemasaran perumahan jauh dari pusat kota


Bagaimana pemasaran perumahan dapat
meningkatkan penjualan perumahan yang letaknya
jauh dari pusat kota?

S2 T4

Pemasaran perumahan Daya beli masyarakat


rendah
Bagaimana pemasaran perumahan dapat menarik
minat konsumen di tengah daya beli masyarakat
yang rendah?

S2 T5

Pemasaran perumahan Tingkat pendapatan


masyarakat rendah
Bagaimana melakukan pemasaran perumahan di
tempat yang tingkat pendapatan masyarakatnya
rendah?

S3 T1

Strategi yang digunakan Perumahan lain yang


letaknya strategis
Bagaimana cara memaksimalkan strategi yang
digunakan agar dapat menghadapi pesaing
perumahan lain yang letaknya strategis?

S3 T2

Strategi yang digunakan Topografi tanah


Bagaimana cara memaksimalkan strategi yang
digunakan untuk menarik konnsumen dari
perumahan yang memiliki topografi tanah yang
berbeda?

22

S3 T3

Strategi yang digunakan Jauh dari pusat kota


Bagaimana memakai strategi yang digunakan untuk
menjual perumahan yang jauh dari pusat kota?

S3 T4

Strategi yang digunakan Daya beli masyarakat


rendah
Bagaimana meningkatkan strategi yang digunakan
untuk menghadapi daya beli masyarakat yang
rendah?

S3 T5

Strategi yang digunakan Tingkat pendapatan


masyarakat rendah
Bagaimana menjalankan strategi yang digunakan
agar dapat menarik konsumen di mana tingkat
pendapatan masyarakatnya rendah?

S4 T1

Kualitas bangunan Perumahan lain yang letaknya


strategis
Bagaimana cara memaksimalkan kualitas bangunan
guna bersaing dengan perumahan lain yang letaknya
strategis?

S4 T2

Kualitas bangunan Topografi tanah


Bagaimana menetapkan kualitas bangunan yang baik
yang sesuai dengan topografi tanahnya, dengan biaya
yang efisien?

S4 T3

Kualitas bangunan Jauh dari pusat kota


Bagaimana meningkatkan kualitas bangunan dengan
biaya yang tetap, dengan kondisi perumahan yang
jauh dari pusat kota?

S4 T4

Kualitas bangunan Daya beli masyarakat rendah

23

Bagaimana menentukan kualitas bangunan yang baik


bagi tempat yang daya beli masyarakatnya rendah?
S4 T5

Kualitas bangunan Tingkat pendapatan masyarakat


rendah
Bagaimana agar kualitas bangunan baik dapat
terjangkau oleh pasar yang tingkat pendapatannya
rendah?

S5 T1

Promosi Perumahan lain yang letaknya strategis


Bagaimana strategi promosi yang dilakukan, untuk
menghadapi perumahan lain yang letaknya strategis?

S5 T2

Promosi Topografi tanah


Bagaimana promosi dapat meningkatkan penjualan
perumahan yang topografi tanahnya bergelombang?

S5 T3

Promosi Jauh dari pusat kota


Bagaimana menarik minat konsumen dengan
promosi, agar tertarik dengan perumahan yang
letaknya jauh dari pusat kota?

S5 T4

Promosi Daya beli masyarakat rendah


Bagaimana melakukan promosi perumahan terhadap
wilayah yang daya beli masyarakatnya rendah?

S5 T5

Promosi Tingkat pendapatan masyarakat rendah


Bagaimana melakukan promosi perumahan terhadap
wilayah yang tingkat pendapatannya rendah?

IV.

ISU STRATEGIS WT
ANALISIS

ISU STRATEGIS

24

W1 T1

Letak perumahan Perumahan lain yang letaknya


strategis
Bagaimana mensiasati letak perumahan yang jauh
dari pusat kota, agar dapat mengungguli perumahan
lain yang letaknya strategis?

W1 T2

Letak perumahan Topografi tanah


Bagaimana meningkatkan penjualan perumahan
yang letak perumahan yang jauh dari pusat kota dan
topografi tanah yang bergelombang?

W1 T3

Letak perumahan Jauh dari pusat kota


Bagaimana letak perumahan yang jauh dari pusat
kota untuk dapat mengambil alih pasar?

W1 T4

Letak perumahan Daya beli masyarakat rendah


Bagaimana agar letak perumahan yang jauh dari
pusat kota, dapat diterima di wilayah yang daya beli
masyarakatnya rendah?

W1 T5

Letak perumahan Tingkat pendapatan masyarakat


rendah
Bagaimana memaksimalkan letak perumahan yang
jauh dari pusat kota, untuk mendapatkan konsumen
yang tingkat pendapatannya rendah?

W2 T1

Teknologi yang digunakan Perumahan lain yang


letaknya strategis
Bagaimana menjadikan teknologi yang digunakan
menjadi komoditas untuk bersaing dengan

25

perumahan lain yang letaknya strategis?


W2 T2

Teknologi yang digunakan Topografi tanah


Bagaimana mengoperasikan teknologi yang
digunakan untuk menanggulangi topografi tanah
yang bergelombang?

W2 T3

Teknologi yang digunakan Jauh dari pusat kota


Bagaimana mengoperasikan teknologi yang
digunakan di perumahan yang jauh dari pusat kota?

W2 T4

Teknologi yang digunakan Daya beli masyarakat


rendah
Bagaimana memanfaatkan teknologi yang digunakan
untuk menaikan penjualan pada konsumen yang daya
beli masyarakatnya rendah?

W2 T5

Teknologi yang digunakan Tingkat pendapatan


masyarakat rendah
Bagaimana cara mengenalkan teknologi yang
digunakan kepada konsumen yang tingkat
pendapatan masyarakatnya rendah?

W3 T1

Vaiasi bangunan Perumahan lain yang letaknya


strategis
Bagaimana membuat variasi bangunan yang mampu
bersaing dengan perumahan lain yang letaknnya
strategis?

W3 T2

Variasi bangunan Topografi tanah


Bagaimana membuat variasi bangunan yang sesuasi
dengan topografi tanah perumahan?

W3 T3

Variasi bangunan Jauh dari pusat kota


26

Bagaimana menjadikan variasi bangunan agar dapat


menjadi ikon perumahan yang letaknya jauh dari
pusat kota?
W3 T4

Variasi bangunan Daya beli masyarakat rendah


Bagaimana pengaruh variasi bangunan terhadap
penjualan yang daya beli masyarakatnya rendah?

W3 T5

Variasi bangunan Tingkat pendapatan masyarakat


rendah
Bagaimana membuat variasi bangunan untuk kelas
pasar yang tingkat pendapatan masyarakatnya
rendah?

W4 T1

Tipe rumah Perumahan lain yang letaknya strategis


Apakah tipe rumah yang disediakan mampu bersaing
dengan perumahan lain yang letaknya strategis?

W4 T2

Tipe rumah Topografi tanah


Bagaimana menyediakan bahan baku yang murah
untuk membangun perumahan dengan tipe rumah
yang diinginkan berdasarkan topografi tanahnya
yang bergelombang?

W4 T3

Tipe rumah Jauh dari pusat kota


Tipe rumah yang bagaimana yang sesuai untuk
perumahan yang letaknya jauh dari pusat kota?

W4 T4

Tipe rumah Daya beli masyarakat rendah


Bagaimana membangun tipe rumah yang sesuai
untuk wilayah yang daya beli masyarakatnya

27

rendah?
W4 T5

Tipe rumah Tingkat pendapatan masyarakat rendah


Bagaimana menyediakan tipe rumah untuk wilayah
yang tingkat pendapatan masyarakatnya rendah?

W5 T1

Pengelolaan sampah perumahan lain yang letaknya


stgrategis
Bagaimana strategi pengelolaan sampah agar dapat
mengalahkan perumahan lain yang letaknya
strategis?

W5 T2

Pengelolaan sampah Topografi tanah


Apa kendala pengelolaan sampah di perumahan yang
topografi tanahnya bergelombang?

W5 T3

Pengelolaan sampah Jauh dari pusat kota


Bagaimana cara mengatur transportasi pengelolaan
sampah perumahan yang letaknya jauh dari pusat
kota?

W5 T4

Pengelolaan sampah Daya beli masyarakat rendah


Apakah sistem pengelolaan sampah perumahan
dapat mempengaruhi penjualan di wilayah yang daya
beli masyarakatnya rendah?

W5 T5

Pengelolaan sampah Tingkat pendapatan


masyarakat rendah
Bagaimana agar pengelolaan sampah perumahan
tidak membebani bagi konsumen di mana tingkat
pendapatan masyarakatnya rendah?

28

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Secara keseluruhan Perusahaan Perumahan BTN saat ini
merupakan perusahaan yang cukup sukses dalam jenis usaha
Perumahan, sebuah jenis usaha yang bergerak dalam kegiatan proses
pengubahan suatu bahan/barang menjadi bahan/barang lain yang
berbeda bentuk atau sifatnya dan mempunyai nilai tambah.hal ini
ditunjukan dengan semakin besarnya market share yang dimiliki serta
peningkatan penjualan secara terus menerus sepanjang tahun. Selain itu,
perusahan ini didukung oleh kekuatan internal yang cukup baik, seperti
dukungan sumber daya manusia, dukungan manajemen yang baik,
kualitas produk yang baik, pelayanan yang memuaskan konsumen, serta
harga pokok yang cukup bersaing. Keunggulan Perusahaan Perumahan
BTN ialah memiliki kesempatan untuk menikmati masa pertumbuhan
yang cukup lama sehingga perusahaan dapat memperoleh keuntungan
secara terus menerus seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk
dan meningkatnya daya beli masyarakat.
Tetapi setiap perusahaan sehebat apa pun tetap akan memiliki
ancaman dan tekanan persaingan serta kondisi eksternal yang kadangkadang sulit untuk diantisipasi. Selain itu pesaing lain ada yang
melakukan penggabungan usaha untuk mencapai sinergi bisnis yang
lebih besar. Karena itu, untuk menghadapi persaingan global,
Perusahaan Perumahan BTN harus lebih agresif dalam merebut
konsumen untuk mempertahankan market share. Strategi yang bisa
diterapkan adalah strategi integrasi horizontal, efisiensi biaya serta
pemanfaatan teknologi tinggi untuk sistem pengendalian, sistem
informasi pemesanan pembelian, sistem pembayaran, dan sistem
pemesanan. Semua itu harus diarahkan untuk kepuasan konsumen.

29

BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
1. Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan
untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses),
peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau
suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim
SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini
melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau
proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang
mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
2. Pengolahan data Analisis SWOT Mengidentifikasi faktor internal dan
eksternal (komponen SWOT) yang diperoleh dengan menggunakan

30

metode observasi, dilakukan dengan cara mengamati secara langsung


aktivitas dikawasan atau disekitar kawasan yang berhubungan dengan
praktek ini serta metode wawancara dan penyebaran kuisioner yang
berisikan pertanyaan pertanyaan kunci untuk mengetahui kondisi sosial
masyarakat, persepsi masyarakat tentang daya tarik pantai, dan
aktivitasnya. Perumusan kedua faktor tersebut dapat digambarkan dalam
bentuk matriks SWOT dan strategi yang diperoleh adalah SO, ST, WO dan
WT.
3. Contoh penelitian menggunakan metode analisis swot.
3.2 Saran
Metode penelitian sangat penting dan mutlak harus dikuasai oleh
para mahasiswa, karena dalam penyelesaian tugasnya para mahasiswa tidak
bisa
terlepas dari penelitian yang harus menggunakan metode penelitian yang
tepat.

DAFTAR PUSTAKA
http://yhmetri-physics.blogspot.co.id/2011/06/macam-macam-metode-penelitianmenurut.html
http://wacanakeilmuan.blogspot.co.id/2011/01/macam-macam-metodepenelitian.html
http://kilaspangandaran.blogspot.co.id/2013/04/contoh-analisis-swotsederhana.html
http://www.pengertianku.net/2015/03/pengertian-analisis-swot-danmanfaatnya.html
http://hipni.blogspot.co.id/2011/09/pengertian-analisis-swot.html
http://izzaucon.blogspot.co.id/2014/06/analisis-swot-strengths-weaknesses.html

31

32