Anda di halaman 1dari 20

PERTEMUAN

KE-3
Tugas Manajemen:
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP TANGGUNG
JAWAB MANAJEMEN

Disusun oleh:
Alfin Rhesa Affandi
Lolyta Hapsari Putri
Mukhammad Yusuf Ibrohim
Renata Priyanda
Wira Jeffris Oktaromi

(1L/08)
(1L/25)
(1L/28)
(1L/32)
(1L/36)

KEMENTERIAN KEUANGAN RI
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN
SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA
TANGERANG 2010

PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP TANGGUNG


JAWAB MANAJEMEN
Pengertian Lingkungan Perusahaan
Lingkungan perusahaan diartikan sebagai keseluruhan faktor luar (ekstern)
dan faktor dalam (intern) organisasi yang mempunyai kekuatan langsung dan
tidak langsung mempengaruhi kegiatan serta kelangsungan hidup organisasi
perusahaan.Sebagai

suatu

sistem,

organisasi

akan

berinteraksi

dengan

lingkungannya. Apabila ingin hidup dan bertahan, maka organisasi tersebut harus
dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kegagalan menyesuaikan diri
terhadap lingkungan akan berakibat fatal yaitu organisasi tersebut akan mati.
Lingkungan organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam: eksternal dan
internal. Lingkungan eksternal merupakan elemen-elemen di luar organisasi yang
relevan tehadap kegiatan organisasi. Organisasi memperoleh input dari
lingkungannya (bahan baku, karyawan), memprosesnya menjadi output (produk:
barang/jasa). Lingkungan internal berada dalam organisasi, misal: karyawan,
direksi, pemegang saham.
Lingkungan juga bisa dibedakan menjadi lingkungan yang mempunyai
pengaruh langsung (direct) terhadap organisasi dan yang tidak langsung (indirect).
Lingkungan yang berpengaruh langsung sering disebut sebagai lingkungan kerja
(task environment), sedangkan lingkungan yang berpengaruh secara tidak
langsung disebut lingkungan umum (general environtment).
A. LINGKUNGAN LANGSUNG
Lingkungan langsung akan mempengaruhi nasib organisasi secara langsung.
Karena itu lingkungan tersebut disebut juga sebagai stakeholder (pihak yang
menentukan nasib organisasi). Ada dua jenis lingkungan langsung yaitu eksternal
dan internal.

1. Lingkungan Langsung Eksternal


Yang termasuk dalam lingkungan langsung eksternal :
a. Konsumen
Konsumen membeli produk yang dihasilkan organisasi dengan tujuan
untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam bahasa pemasaran, konsumen sering
disebut sebagai pasar yang diartikan sebagai orang yang mempunyai kebutuhan,
uang, dan kesediaan untuk membelanjakan uangnya. Konsumen tentu saja sangat
menentukan nasib suatu organisasi. Apabila suatu organisasi gagal memenuhi
kebutuhan konsumen, organisasi tersebut akan ditinggalkan oleh konsumennya.
Dengan demikian perusahaan harus mengenali perubahan selera(perilaku pasar)
atau kebutuhan konsumen tersebut. Dalam situasi persaingan yang sangat ketat,
melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan langgananlah, perusahaan akan dapat
menjaga kelangsungan hidupnya, berkembang, dan mendapatkan keuntungan.
b. Pemasok
Pemasok merupakan pihak yang memberikan input ke perusahaan. Input
tersebut dapat berupa bahan baku, bahan setengah jadi, karyawan, modal
keuangan, informasi, atau jasa yang diperlukan organisasi. Bahan mentah
merupakan contoh input bahan baku. Organisasi yang membutuhkan karyawan
akan mencari karyawan melalui biro jasa tenaga kerja, atau melalui universitas
yang memasok lulusan Perguruan Tinggi. Apabila mesin pabrik mengalami
kerusakan, organisasi dapat memanfaatkan jasa perbaikan mesin.
Sama seperti konsumen, manajer perlu memperhatikan perkembangan
pemasok. Dalam sektor tertentu pemasok mempunyai kedudukan yang cukup
kuat, sementara pada sektor lainnya pemasok mempunyai kedudukan yang relatif
lemah terhadap perusahaan. Pemasok tunggal tentunya mempunyai kedudukan

yang kuat dibanding dengan banyak pemasok, karena organisasi tidak lagi
tergantung hanya pada satu pemasok. Hubungan yang erat dengan pemasok dapat
mengefisienkan kegiatan organisasi. Contoh: manajemen persediaan nol (just-intime) yang sukses diterapkan perusahaan-perusahaan di Jepang sangat bergantung
pada keeratan antara organisasi dengan pemasok.
c. Pesaing
Organisasi perusahaan akan berebut konsumen dengan organisasi/
perusahaan lain, biasa disebut dengan istilah pesaing. Pesaing memberikan produk
yang mempunyai fungsi sama(memiliki industri atau tipe bisnis yang sama)
dengan produk yang dihasilkan organisasi untuk memenuhi kebutuhan tertentu.
Dengan demikian Garuda, Merpati, Lion, dan Bouraq akan bersaing
memperebutkan penumpang pesawat terbang. Organisasi-organisasi tersebut
berada dalam sektor usaha yang sama. Dengan definisi yang luas, pesaing tidak
hanya terbatas pada sektor usaha yang sama. Sektor usaha penerbangan tersebut
akan bersaing dengan sektor transportasi darat dan laut dalam memperebutkan
penumpang. Kegagalan melihat pesaing di sektor lain yang berkaitan kadangkadang dapat membuat fatal nasib organisasi. Sebagai contoh, AMSTRAK,
perusahaan kereta api di Amerika Serikat, tidak mampu mengantisipasi
berkembangnya sektor penerbangan. Penumpang tidak lagi naik kereta api, tetapi
lebih suka naik pesawat terbang.
Organisasi juga akan bersaing dengan organisasi lainnya dalam
memperebutkan sumberdaya. Contoh: organisasi akan bersaing memperoleh dana
dari lembaga keuangan dan memperoleh karyawan yang berkualitas dari
universitas. Kadang-kadang manajer harus memilih mana pesaing yang akan
dihadapi. Oleh karena itu Manajer harus pandai menentukan pesaing dan
bagaimana menghadapi pesaing tersebut.
d. Pemerintah
Pemerintah mempunyai peranan penting dalam kehidupan organisasi.
Pemerintah biasanya berfungsi sebagai wasit dan memastikan aturan berjalan

dengan semestinya. Dalam peran ini pemerintah akan mengeluarkan aturan-aturan


perundangan yang akan mempengaruhi kehidupan organisasi/ perusahaan.
Melalui perusahaan negara (BUMN), pemerintah menjadi pesaing
langsung suatu organisasi yang kebetulan berada pada bidang usaha yang sama.
Garuda(Perusahaan Negara) bersaing dengan Lion/ Pelita(Perusahaan Swasta).
Meskipun biasanya perusahaan negara masih dibatasi hanya untuk bidang-bidang
yang strategis. Tetapi definisi strategis tidak cukup jelas, sehingga pada suatu
masyarakat definisi strategis menyangkut sektor yang lebih banyak, sementara
pada masyarakat lain sektornya lebih terbatas.
Manajer juga harus memahami proses pengambilan keputusan pemerintah.
Meskipun pemerintah diharapkan menjadi wasit yang adil, tetapi pengambilan
keputusan akan diwarnai oleh pembenturan kepentingan. Oleh sebab itu manajer
perlu memahami pengambilan keputusan agar dapat melakukan antisipasi yang
tepat.
e. Lembaga Keuangan
Organisasi akan tergantung pada lembaga keuangan. Lembaga keuangan
akan memberikan input modal keuangan yang diperlukan, baik untuk mendirikan
bisnis atau untuk modal kerja yang diperlukan untuk menjalankan bisnis.
Lembaga keuangan juga menjadi perantara bagi organisasi ke pasar keuangan.
Pasar keuangan akan memperlancar aliran dana dari pihak surplus dana(pihak
yang menabung) ke pihak yang membutuhkan dana atau defisit dana(biasanya
organisasi perusahaan). Manajer harus menentukan alternatif pendanaan (dapat
berupa hutang, obligasi, jual saham, leasing) yang paling murah dan fleksibel.
f. Pasar Tenaga Kerja (labor supply)
Merupakan saluran bagi perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan
karyawan-karyawan dengan bermacam-macam ketrampilan, kemampuan, dan
pengalaman. Kemampuan menarik dan mempertahankan karyawan yang cakap
merupakan kebutuhan prasyarat bagi perusahaan yang sukses. Ada 3 faktor yang

paling berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan karyawan perusahaan, yaitu


reputasi perusahaan di mata angkatan kerja, tingkat pertumbuhan angkatan kerja,
dan tersedianya tenaga kerja sesuai persyaratan yang dibutuhkan. Kemampuan ini
tercemin dalam bentuk collective bargaining sebagai usaha pemuasan kebutuhan
karyawan jangka panjang melalui pengupahan, kondisi kerja, dan aspek-aspek
situasi kerja lainnya.
g. Kelompok-kelompok Lain
Selain kelompok-kelompok yang sudah disebutkan di atas, organisasi juga
menghadapi kelompok lainnya (yang belum disebutkan) dari lingkungannnya.
Kelompok tersebut biasanya

tergantung pada jenis kegiatan organisasi.

Organisasi rumah sakit akan berurusan dengan organisasi dokter atau jururawat.
Organisasi perusahaan akan berurusan dengan organisasi Serikat Pekerja.
Organisasi rumah sakit akan berurusan dengan organisasi dokter atau jururawat.
Organisasi perusahaan manufaktur akan berhadapan dengan organisasi retailer.
Dari waktu ke waktu ada kecenderungan posisi retailer semakin kuat karena
mereka mempunyai akses ke pasar. Kelompok-kelompok tersebut akan
menentukan nasib organisasi.
2. Lingkungan Langsung Internal
Lingkungan langsung internal berada dalam organisasi, bukan merupakan
bagian dari lingkungan eksternal. Lingkungan internal menjadi bagian dari
lingkungan yang dihadapi oleh manajer individual bukan organisasi secara
keseluruhan.
a.

Pekerja
Pada saat karyawan belum bekerja pada suatu organisasi, makai ia

merupakan bagian dari lingkungan eksternal. Tetapi sesudah bekerja untuk


perusahaan, maka ia menjadi bagian dari lingkungan internal. Karyawan
merupakan sumber daya organisasi. Hubungan antara manajer-karyawan cukup
menyita perhatian ahli manajemen. Jika karyawan dan organisasi atau manajer

mempunyai tujuan yang sama maka organisasi akan berjalan dengan efektif.
Tetapi konsep tersebut tidak mudah dijelaskan dan dilaksanakan. Akibatnya sering
terjadi tarik menarik kekuatan antara keduanya. Contoh: Manajemen tidak
memperhatikan kondisi kerja, membayar upah sesuai upah minimum.
Beberapa alternatif dikembangkan untuk menyamakan kepentingan
karyawan dan manajemen. Salah satu cara adalah ESOP (Employee Stock
Ownership Plan), dimana karyawan, baik langsung maupun tidak langsung
memiliki saham perusahaan di tempat mereka bekerja. Apabila karyawan bekerja
keras dan perusahaan memperoleh keuntungan dan harga sahamnya naik, maka
karyawan akan memperoleh keuntungan juga karena kekayaannya naik. Secara
teoritis, nampaknya model tersebut cukup baik, meskipun rincian kerjanya
barangkali tidak mudah. Beberapa masalah yang mungkin terjadi: pembagian
saham yang dirasakan adil, kemungkinan adanya free-rider, dimana pihak tertentu
tidak bekerja keras sementara yang lainnya bekerja keras, tetapi pada waktu
perusahaan berhasil, ikut menikmati kesuksesan tersebut.
b. Dewan Komisaris
Dewan komisaris biasa dijumpai pada perusahaan dengan bentuk
Perseroan Terbatas (PT). Dewan Komisaris ditunjuk untuk mewakili kepentingan
pemegang saham. Keberadaan mereka semakin diperlukan apabila pemegang
saham tersebar. Perusahaan PT yang besar dan menjual sahamnya di Bursa Efek
akan memiliki ribuan pemegang saham. Pemegang saham tersebut akan
mempunyai posisi yang relatif lemah terhadap manajemen karena mereka tidak
mungkin bertemu dan bersatu mengawasi manajemen. Bahkan beberapa rahasia
penting perusahaan tidak akan dibeberkan ke mereka. Agar pengawasan menjadi
lebih efektif, pemegang saham dapat menunjuk komisaris yang tugas pokoknya
adalah mengawasi manajemen, memastikan manajemen bekerja untuk mencapai
tujuan organisasi.

c. Pemegang Saham
Pemegang saham memberikan modal ke perusahaan dalam bentuk
penyertaan. Dengan demikian mereka memiliki perusahaan dan mempunyai hakhak dan kewajiban yang melekat pada kepemilikannya. Hak mereka antara lain
berbagi (share) keuntungan. Kewajiban mereka antara lain menanggung resiko
perusahaan. Jika perusahaan bangkrut, mereka berada pada urutan terakhir pihak
yang memperoleh distribusi kas dari penjualan aset perusahaan hasil likuidasi.
Jika perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas, maka kewajiban mereka terbatas
pada modal yang ditanam. Tetapi jika perusahaan berbentuk perseorangan atau
firma, kewajiban mereka dapat sampai kekayaan pribadi pemilik perusahaan.
d. Jaringan Stakeholder
Pihak-pihak yang telah disebutkan, yang menentukan nasib perusahaan
(stakeholders), membentuk jaringan antar stakeholder dan dengan organisasi.
Contoh, pemegang saham menunjuk dewan komisaris, kemudian dewan komisaris
mengawasi kerja manajemen dan prestasi organisasi. Dengan demikian pemegang
saham tidak hanya mempengaruhi organisasi secara sendirian, tetapi juga melalui
jaringan stakeholder yang terbentuk. Organisasi dapat memanfaatkan jaringan
stakeholder untuk mencapai tujuan organisasi.
Stakeholder juga dapat berperan ganda. Karyawan organisasi akan menjadi
stakeholder sebagai karyawan. Apabila anaknya membeli produk yang dihasilkan
oleh organisasi, maka ia akan menjadi stakeholder sebagai konsumen. Disamping
itu stakeholder yang berbeda dapat bersatu apabila memperjuangkan hal yang
sama. Contoh, konsumen yang menginginkan informasi produk yang tidak
menyesatkan maka mereka dapat bekerjasama dengan pemerintah.
Kepentingan stakeholder tidak selalu sama, bahkan sering berbeda.
Contoh, pemegang saham menginginkan tingkat keuntungan yang tinggi.
Konsumen menginginkan produk yang berkualitas dengan harga murah.
Masyarakat

sekitar

menginginkan

lingkungan

yang

bersih.

Karyawan

menginginkan gaji yang tinggi. Bahkan manajemen itu sendiri mempunyai

kepentingan sendiri. Dalam hal ini manajer dituntut untuk menyeimbangkan


kepentingan-kepentingan yang berlawanan tersebut. Keseimbangan semacam itu
akan menentukan nasib organisasi.
B. LINGKUNGAN TIDAK LANGSUNG
Lingkungan ekstern makro mempengaruhi organisasi dengan dua cara.
Pertama, kekuatan kekuatan di luar tersebut mempengaruhi suatu organisasi
secara langsung dan tidak langsung melalui satu atau lebih unsur unsur
lingkungan ekstern mikro. Kedua, unsur-unsur lingkungan makro menciptakan
iklim misal teknologi tinggi. Lingkungan ekstern makro terdiri dari faktor-faktor :
1. Perkembangan Teknologi
Dalam setiap masyarakat atau industri,tingkat kemajuan teknologi
memainkan perananberarti pada penentuan produk dan jasa yang akan
diproduksi,peralatan yang akan digunakan, dan bagaimana bermacam-macam
operasi dikelola. Inovasi teknologi dapat juga menimbulkan posisi persaingan
baru dalam industri,misal : (1) pengembangan produksi jam digital elektronik
telah menimbulkan persaingan baru bagi perusahaan jam mekanik tradisional; (2)
Kemajuan industri mesin foto copy menimbulkan kesukaran bagi perusahaan
kertas karbon. Ini semua menuntut manajer untuk bersikap tanggap terhadap
tantangan dan mampu memanfaatkan kesempatan yang ada.
2. Variabel-variabel ekonomi
Para manajer akan selalu terlibat dengan masalah biaya sumber daya yang
dibutuhkan organisasi. Biaya ini berubah setiap waktu karena pengaruh faktor
ekonomi.Jadi manajer perusahaan harus mencurahkan waktu dan sumber daya
untuk melakukan peramalan ekonomi dan antisipasi perubahan harga.
3. Lingkungan sosial dan kebudayaan
Lingkungan sosial dan kebudayaan suatu masyarakat merupakan pedoman
hidup yang menentukan bagaimana hampir seluruh organisasi dan manajer akan
beroperasi. Lingkungan ini mencakup kepercayaan, nilai sikap, pandangan serta
9

pola kehidupan yang dibentuk oleh tradisi, pendidikan , kelompok ethnis, dan
kepercayaan dari sekelompok atau seluruh masyarakat tertentu.
4. Variabel-variabel Politik-Hukum
Politik dan hukum dalam sutu periode tertentu akan menentukan operasi
perusahaan. Manajer tidak mungkin mengabaikan iklim politik ,peraturan
pemerintah maupun dampaknnya terhadap pemerintah dalam pembuatan
keputusan. Batasan batasan pemerintah bermaksud untuk melindungai
konsumen. Jadi, Pemerintah memainkan peranan sekaligus sebagai pencipta
kesempatan , pemberi perlindungan dan penetap batasan-batasan.
5. Dimensi Internasional
Komponen internasional dalam lingkungan eksternal juga menyajikan
kesempatan dan tantangan, serta mempunyai potensi menjadi faktor yang
berpengaruh langsung pada operasi perusahaan. Kekuatan internasional ini
berpengaruh melalui perkembangan politik dunia.Manajer hendaknya mampu
menganalisa dan mengantisipasi untuk kemudian meletakan dasar yang kuat
dalam menghadapi perkembangan dunia internasional.
C. GLOBALISASI DAN PERUSAHAAN MULTINASIONAL
Pengertian globalisasi secara tepat belum dapat dipastikan secara baku.
Sebagai salah satu acuan, Achmad Suparman menyatakan bahwa Globalisasi
adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari
setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah.1
Globalisasi mempengaruhi semua sektor kehidupan manusia. Globalisasi
merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi faktor-faktor eksternal makro
lingkungan manajemen. Kondisi sosial, budaya, ekonomi dan stabilitas politik
suatu negara sangat terpengaruh dengan kondisi negara lain di era globalisasi
khususnya negara-negara barat.

Hal ini menuntut kemampuan seorang manajer

untuk mengantisipasi dampak-dampak


1

globalisasi seperti berkurangnya daya

http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi

10

proteksi pemerintah, perubahan selera pelanggan yang begitu cepat, dan


persaingan bisinis yang semakin ketat dengan tumbuhnya perusahaan-perusahaan
multinasional.
Perusahaan multinasional atau PMN adalah perusahaan yang berusaha
di banyak negara; perusahaan ini biasanya sangat besar. Perusahaan seperti ini
memiliki kantor-kantor, pabrik atau kantor cabang di banyak negara. Mereka
biasanya memiliki sebuah kantor pusat di mana mereka mengkoordinasi
manajemen global.2
Perusahaan multinasional seperti KFC yang memiliki banyak cabang di
banyak negara, termasuk Indonesia, memiliki sistem manajemen yang berbeda
dengan perusahaan nasional yang beroperasi dalam lingkup satu negara saja.
Persaingan yang lebih ketat akan memacu manajemen perusahaan-perusahaan
nasional untuk melakukan inovasi untuk menghasilkan produk yang memiliki
kualitas yang sama. Hal itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab manajemen
organisasi perusahaan dalam rangka mencapai salah satu tujuannya, yaitu
eksistensi perusahaan. Di satu sisi, pelanggan akan mendapat kuntungan dengan
semakin banyaknya pilihan produk dengan mutu yang bagus. Di sisi lain,
manajemen suatu perusahaan harus berupaya lebih keras dalam mempertahankan
efektivitas dan efisiensi produksi dengan tetap memperhatikan mutu produk.
D. MUTU
Makna mutu atau kualitas suatu produk atau layanan sendiri erat kaitannya
dengan: tingkat kesempurnaan, kesesuaian dengan kebutuhan, bebas dari cacat,
ketidaksempurnaan, atau kontaminasi, serta kemampuan dalam memuaskan
konsumen. Konsumen adalah pihak yang paling tepat dan adil dalam menilai
masalah mutu dari produk atau layanan yang kita sediakan. Sebuah produk atau
layanan yang memiliki fitur atau manfaat yang memuaskan kebutuhan konsumen
dapat disebut sebagai produk atau layanan yang bermutu, demikian pula
sebaliknya, produk atau layanan yang memiliki fitur atau manfaat yang tidak

http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan_multinasional

11

memuaskan kebutuhan konsumen dapat disebut sebagai produk atau layanan yang
tidak bermutu.3
Manajemen organisasi atau perusahaan yang baik akan selalu tanggap
dengan perubahan lingkungan sekitarnya. Standardisasi mutu menjadi salah satu
aspek penting bagi organisasi perusahaan di era globalisasi ini. Mutu yang baik
dari sebuah produk akan melindungi eksistensi produk secara khusus dan
eksistensi organisasi perusahaan secara umum. Selain itu, mutu yang baik akan
memudahkan suatu organisasi perusahaan melakukan ekspansi bisnis dan tidak
mustahil perusahaan tersebut akan menjadi sebuah perusahaan multinasional baru.
Faktor-faktor tersebut dan faktor-faktor lain yang terkait menambah tanggung
jawab manajemen untuk memiliki sistem manajemen mutu yang baik.
Sertifikasi sistem manajemen mutu internasional seperti ISO 9000, TS
16949, QS 9000, Six Sigma, dan Malcolm Baldrige adalah hal yang penting untuk
dimiliki suatu organisasi perusahaan di era globalisasi sebagai salah satu bentuk
tanggung jawab manajemen perusahaan menghadapi perubahan lingkungan
organisasi.Sertifikasi

hanyalah

salah

satu

alat

yang

digunakan

untuk

melaksanakan salah satu fungsi manajemen, yaitu pengendalian. Kepuasaan


konsumen atau pelanggan lah yang akhirnya menentukan mutu suatu produk.
Namun, tanpa standardisasi mutu produk tentunya akan lebih sulit mewujudkan
kepuasan konsumen sebagai upaya mencapai tujuan perusahaan yang utama, yaitu
mengumpulkan laba.
E. TANGGUNG JAWAB SOSIAL, ETIKA DAN SOSIAL BUDAYA.
1. Tanggung Jawab Sosial
Pengertian

dari

tanggung

jawab

sosial

adalah

manajemen

mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi dalam pengambilan keputusan.


Tanggung jawab sosial merupakan salah satu hal yang harus dilakukan oleh para
manajer organisasi perusahaan menyangkut berhasil atau tidaknya suatu
perusahaan terutama dalam jangka waktu yang panjang. Manajer dituntut untuk
3

http://id.wikipedia.org/wiki/sistem-manajemen-mutu-antara-kebutuhan-dankeharusan

12

mengimplementasikan etika berusaha (the ethics of managers) terutama dalam


hubungannya

dengan

langganan,

penemu

teknologi,

lembaga-lembaga

pendidikan, perusahaan-perusahaan lain, kreditur, pemegang saham, pemerintah


dan masyarakat pada umumnya. Tanggung jawab sosial juga dapat diartikan
kewajiban manajemen organisasi untuk membuat keputusan dan mengambil
tindakan yang akan meningkatkan kesejahteraan. Dari definisi diatas, dapat
menimbulkan perbedaan konsep karena tiap orang memiliki perbedan keyakinan.
2. Etika
Pengertian etika dalam konteks diatas adalah hal yang berkaitan dengan
pendapat tentang benar dan salah, lebih khusus, dengan kewajiban moral
seseorang pada

masyarakat. Etika ini merupakan sistem pengungkapan yang

menyangkut perilaku, perbuatan, dan sikap manusia terhadap peristiwa-peristiwa


yang dianggap penting dalam hidupnya. Penentuan benar atau tidaknya etika itu
sulit karena standar-standar moral berubah dari waktu ke waktu. Kelompokkelompok yang berbeda dalam masyarakat yang sama mungkin mempunyai
gagasan-gagasan tentang benar atau salah yang mungkin berbeda atau bahkan
bertentangan.

Etika seorang manajer sangat berpengaruh terhadap kegiatan-

kegiatan organisasi sehingga harus memperhatikan nilai-nilai atau standar moral


yang dianggap baik dan luhur dalam suatu lingkungan atau masayarakat.
Ada lima faktor yang mempengaruhi keputusan-keputusan pada masalah
etika, yaitu :
a.
b.
c.
d.
e.

Hukum
Peraturan-peraturan pemerintah
Kode etik industri dan perusahaan
Tekanan-tekanan sosial
Tegangan antara standar perorangan dan kebutuhan organisasi.
Para manajer dituntut untuk mengikuti atau mentaati hukum dan standar-

standar etika masyarakat. Selain itu, perhatian manajer juga dipusatkan pada
pemberian tanggapan-tanggapan organisasi terhadap masalah-masalah sosial.
3. Sosial Budaya

13

Dimensi sosial budaya merupakan dimensi lingkungan umum yang


mewakili karakteristik karakteristik demografis, norma, kebiasaan dan nilai
masyarakat umum. Karakteristik sosial budaya yang penting adalah distibusi
geografis dan kepadatan penduduk, usia, serta tingkat pendidikan. Profil
demografis sekarang merupakan dasar dari tenaga kerja dan konsumen di masa
mendatang. Para pengamat melihat peningkatan globalisasi dari pasar konsumen
maupun pasar tenaga kerja dengan

keragaman yang meningkat pula dari

organisasi dan pasar konsumen. Demografi juga membentuk norma-norma dan


nilai-nilai kemasyarakatan. Tren-tren sosial budaya baru-baru ini yang
mempengaruhi banyak perusahaan meliputi tren tidak merokok, anikolesterol,
semangat mengurangi lemak, daya beli anak-anak yang lebih besar dan
keragaman konsumen yang meningkat.
F. MODEL HUBUNGAN ORGANISASI-LINGKUNGAN
1.

Pengaruh Lingkungan Terhadap Organisasi


James D. Thomson mengajukan model bagaimana pengaruh lingkungan

terhadap organisai. Model tersebut meliputi dua dimensi yaitu: (1) tingkat
perubahan, dan (2) tingkat homogenitas. Tingkat perubahan melihat sejauh mana
stabilitas suatu lingkungan. Lingkungan yang cepat berubah berarti mempunyai
tingkat perubahan yang tinggi. Tingkat homogenitas melihat sejauh mana
kompleksitas lingkungan. Lingkungan yang kompleks mempunyai elemen yang
banyak, dikatakan mempunyai tingkat homogenitas yang rendah. Kedua dimensi
tersebut membentuk derajat ketidakpastian lingkungan seperti terlihat dalam
gambar berikut.

14

Jika lingkungan berubah cepat dan mempunyai elemen yang kompleks


maka lingkungan dikatakan mempunyai ketidakpastian tnggi. Titik ekstrim
lainnya menunjukkan lingkungan dengan tingkat perubahan yang rendah dan
mempunyai elemen lingkungan yang jelas.
Perusahaan makanan mempunyai lingkungan dengan ketidakpastian
rendah. Perubahan pada industri tersebut relatif lambat. Penduduk pasti
memerlukan makanan dan perubahan penduduk tidak cepat. Elemen dalam
industri tersebut juga relatif sederhana. Biasanya perusahaan makanan beroperasi
dalam industri yang sudah dewasa dengan tingkat teknologi yang tidak begitu
tinggi.
Perusahaan pakaian barangkali beroperasi di lingkungan ketidakpastian
moderat (1) yang merupakan kombinasi perubahan yang dinamis dengan elemen
lingkungan yang sederhana. Perusahaan pakaian banyak diwarnai oleh perubahanperubahan mode dan selera yang cepat berubah, tetapi elemen perusahaan tersebut
relatif sederhana. Perusahaan mobil dapat dikelompokkan ke dalam lingkungan
ketidakpastian moderat (2). Lingkungan permobilan tidak menunjukkan
perubahan yang cepat. Tetapi, karena perusahaan mobil biasanya merupakan
perusahaan besar dengan jaringan kerja yang besar (pemasok ribuan, peraaturan
keselamatan kendaraan dari pemerintah) maka elemen lingkungan perusahaan
mobil cukup kompleks.

15

Perusahaan komputer masuk dalam lingkungan dengan ketidakpastian


tinggi. Lingkungan komputer sangat cepat berubah. Baik perangkat lunak maupun
keras berubah praktis dalam hitungan bulanan. Elemen lingkungan perusahaan
komputer jg sangat kompleks. Pemasok, pesaing, maupun hubungan dengan
sektor lain (misal audio-visual; komputer sekarang mempunyai kemampuan suara
seperti perlengkapan audio konvensional dan visual seperti TV konvensional)
membentuk elemen lingkungan yang kompleks. Antisipasi manajer untuk setiap
lingkungan tentunya akan berbeda.

2.

Lima Kekuatan Kompetisi


Cara lain melihat lingkungan adalah dengan menggunakan kerangka lima

kekuatan kompetisi yang dikembangkan oleh Michael Porter, perusahaan dalam


mencari keuntungan berebut dengan lima kekuatan yang sama-sama ingin mencari
keuntungan juga. Kelima kekuatan tersebut adalah:
a. ancaman pendatang baru atau halangan untuk masuk
b. produk substitusi
c. pemasok
d. pembeli
e. pesaing
Jika perusahaan beroperasi di lingkungan dimana kelima kekuatan tersebut
kuat, maka lingkungan tersebut tidak begitu menarik karena tidak menawarkan
kemungkinan keuntungan yang tinggi. Jika lima kekuatan kompetisi tersebut
lemah, maka lingkungan tersebut merupakan lingkungan yang menarik karena
organisasi dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dibanding kelima
kekuatan tadi.
Sebagai contoh suatu restoran penjual makanan. Restoran akan menghadapi
ancaman restoran atau warung makan baru. Praktis mendirikan restoran cukup
16

mudah karena tidak memerlukan teknologi dan modal yang tinggi. Dengan
demikian, ancaman pendatang baru cukup kuat. Contoh sebaliknya adalah
perusahaan utility semacam listrik. Mendirikan perusahaan listrik bukan
merupakan pekerjaan mudah karena mmerlukan modal yang sangat besar.
Sehingga ancaman pendatang baru relatif kecil.
Ancaman produk substitusi restoran cukup besar. Cukup banyak makanan
yang bersaing memperebutkan tempat di perut manusia Indonesia. Kebiasaan
sbagian besar masyarakat Indonesia yang lebih suka memasak makanan sendiri.
Pemasok nampaknya mempunyai kekuatan yang cukup wajar. Restoran di
Indonesia dapat memperoleh bahan baku relatif mudah. Jika pemaso, misal
pemasok daging ayam, cenderung terkonsentrasi, sehingga membentuk monopoli
atau oligopoli, maka kekutn pemasok menjadi semakin besar dan menjadi
ancaman bagi restoran.
Pembeli nampaknya mempunyai kekuatan yang cukup besar karena pembeli
mempunyai banyak pilihan. Restoran atau warung makan dapat dijumpai dimanamana dengan mudah. Loyalitas pembeli nampaknya juga cukup rendah karena
pembeli suka makan makanan yang bervariasi, mulai dari makanan Padang, gudeg
sampai hamburger McDonald.
Intensitas persaingan restoran cukup besr karna warung makan dapat dijumpai
dimana-mana dengan mudah. Disamping itu, selama ini tidak ada asosiasi restoran
yang biasanya cenderung bekerja sama, bukannya bersaing. Persaingan harga juga
sering dijumpai. Banyak restoran yang menawarkan harga miring, sehingga
keuntugan yang diperoleh akan semakin sedikit. Asal dapat ikut makan,
nampaknya restoran tersebut sudah cukup puas.
Secara umum dengan mengevaluasi kelima kekuatan kompetisi tersebut
industri restoran tidak cukup menarik. Setelah mengevaluasi daya tarik industri,
langkah selanjutnya adalah menentukan strategi yang tepat untuk industri tersebut.

17

3. Strategi Menghadapi Lingkungan


A. Mempengaruhi Lingkungan Langsung
Manajer dapat mencoba mempengaruhi lingkungan langsung melalui
beberapa cara: melakukan lobby, iklan, negosiasi, atau perundingan. Manajer
dapat melobby pihak pemerintah agar mengeluarkan peraturan yang sesuai dengan
tujuan organisasi. Manajer dapat mengiklankan produk baru dan mencoba
membujuk konsumen untuk mencoba produk baru tersebut. Dalam tingkatan
tertentu, manajer mencoba merubah perilaku masyarakat. Sebagai contoh, industri
minuman ringan (soft drink) seperti Coca Cola, Pepsi, mengiklankan minuman
soda untuk sarapan pagi. Biasanya sarapan pagi disertai oleh minuman hangat
seperti kopi atau teh. Tetapi, mereka mencobamerubah kebiasaan masyarakat
untuk meminum Pepsi atau Coca Cola untuk sarapan mereka. Manajer dapat
membentuk aliansi strategis dengan pihak-pihak dalam lingkungannya. Merger
atau penggabungan usaha merupakan salah satu contoh aliansi strategis. Manajer
juga dapat mengambil keputusan strategis, misal melihat semakin mahalnya biaya
tenaga kerja di negara maju, manajer dapat mengambil keputusan untuk
mendirikan pAbrik di negara berkembang dimana biaya tenaga kerja masih
murah. Menghadapi Serikat Pekerja, manajer dapat melakukan negosiasi.
B. Memonitor Lingkungan Tidak Langsung
Dengan monitoring yang aktif, manajer diharapkan akan memperoleh
peringatan awal apabila ada perubahan lingkungan tidak langsung yang akan
berakibt signifikan terhadap organisasi. Manajer dalam hal ini melakukan
pendekatan aktif. Agar monitor bisa dilakukan, manajer harus membuat sistem
informasi lingkungan. Informasi dapat datang dari konsumen langsung melalui
salesman. Misal, dapat melalui publikasi populer seperti majalah dan koran atau
dapat melalui publikasi ilmiah seperti jurnal akademis. Data-data yang relevan
bisa dikumpulkan dan kemudian dianalisis dan dibuat farecast periode mendatang.

18

Dengan cara semacam itu, manajer dapat mengantisipasi perubahan-perubahan


pada lingkungan ekonomi, politik, dan sosial dengan baik.
C. Menyesuaikan Diri terhadap Linkungan
Dalam situasi tertentu melakukan penyesuaian terhadap lingkungan
merupakan alternatif yang paling baik. Jika kekuatan lingkungan tidak dapat
diubah, manajer terpaksa menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Proses
penyesuaian dapat dilakukan secara formal dalam manajemen atau perencanaan
strategi. Dalam perencanaan tersebut, manajer menetapkan tujuan, mengevaluasi
lingungan, dan kemudian menentukan strategi yang tepat.
Penyesuaian lain dapat dilakukan dengan merubah organisasi, struktur, atau
desainnya. Desain organisasi disusun sedemikian rupa agar dapat sesuai dengan
lingkungan organisasi. Sebagai contoh, organisasi dengan lingkungan yang stabil
akan lebih cocok menggunakan desain organisasi yang memaksimalkan efisiensi.
Proses kerja yang standar, hubungan kerja yang formal barangkali akan sesuai.
Sebaliknya, jika organisasi berada pada lingkungan yang dinamis, diperlukan
desain organisasi yang fleksibel. Dengan desain semacam itu, organisasi
diharapkan mampu melakukan respon yang cepat terhadap perubahan lingkungan

19

DAFTAR PUSTAKA

Daft, Richard L. 2002. Manajemen. Edisi V. Jakarta: Penerbit


Erlangga.
Handoko, T. Hani.
YOGYAKARTA.

2003.

Manajemen.

Yogyakarta:

BPFE-

Hanafi, Mamduh M. 2003. Manajemen. Edisi Revisi. Yogyakarta:


Unit Penerbit dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan
YKPN.
Stoner, James A.F.1990. Manajemen. Terjemahan. Jilid I. Jakarta:
Penerbit Erlangga.

20