Anda di halaman 1dari 2

1.

Kromatografi adalah suatu analisa dengan teknik pemisahan campuran


didasarkan

atas

perbedaan

distribusi

dari

komponen-komponen

campuran tersebut diantara dua fase, yaitu face gerak dan fase diam.
GC (Gas Chromathography) dapat digunakan untuk menganalisa suatu
senyawa dalam sampel gas atau liquid baik secara kualitatif maupun
kuantitatif.

Analisa

kualitatif

adalah

suatu

analisa

yang

hanya

digunakan untuk mengetahui jenis-jenis senyawa yang terdapat dalam


sampel. Sedangkan analisa kuantitatif adalah analisa yang bertujuan
untuk mengetahui jumlah (konsentrasi) senyawa-senyawa dalam suatu
sampel.
Salah satu contoh analisa kualitatif dengan GC adalah menganalisa
kandungan senyawa yang terdapat dalam gas LPG dan LNG, seperti
metana, etana, butana, dan pentana. Pada analisa kualitatif, hanya
menguji keberadaan senyawa-senyawa tersebut dalam sampel, bukan
menghitung jumlah (konsentrasi) senyawa tersebut.
Sedangkan pada analisa kuantitatif, menghitung

konsentrasi

senyawa-senyawa tersebut dalam sampel LPG atau LNG. Sebelum


melakukan analisa kuantitatif, harus melakukan kalibrasi dengan
larutan standar. Larutan standar meruupakan larutan yang memiliki
komposisi sama dengan analit. Tipe larutan standar diukur dengan GC
sehingga

diperoleh

Selanjutnya

diplot

kromatogram
area

peak

untuk

atau

tinggi

tiap

larutan

peak

sebagai

standar.
fungsi

konsentrasi standar. Metode ini untuk mengurangi kesalahan injeksi


sampel. Diperlukan elusi yang sempurna, semua komponen harus
keluar dari kolom. Area setiap peak yang muncul dihitung. Kemudian
area peak dikoreksi terhadap respon detektor untuk jenis senyawa yang
berbeda.
2. Potensiometri

adalah

suatu

metode

analisis

volumetri

dengan

pengukuran potensial sel (dengan sebuah elektroda ESI dan sebuah


elektroda pembanding). Pada metode titrasi potensiometri titik akhir
titrasi ditandai dengan perubahan potensial yang mencolok. Sistem ini
memperoleh ketelitian yang lebih baik daripada titik ekivalen yang
ditandai dengan perubahan warna maupun adanya endapan.

Titik akhir dalam titrasi potensiometri dapat dideteksi dengan


menetapkan volume pada mana terjadi perubahan potensial yang
relatif besar ketika ditambahkan titran. Dalam titrasi secara manual,
potensial diukur setelah penambahan titran secara berurutan, dan hasil
pengamatan digambarkan pada suatu kertas grafik terhadap volum
titran untuk diperoleh suatu kurva titrasi.
Titik ekuivalen yang dihasilkan dari grafik diatas alur arah lerengnya
curam dan bisa terbaca dengan baik. Untuk mendapatkan titik
ekuivalen dibuat suatu grafik hubungan antara E/V dengan volume
penambahan. Dari grafik tersebut didapatkan satu titik ekuivalen,
dimana titik tersebut diperoleh dari kurva yang mempunyai perbedaan
yang curam dan membentuk suatu alur arah lereng. Kurva antara E/V
dengan volume penitran akan meningkat secara maksimum pada titik
kesetaraan atau titik ekuivalen.