Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN HASIL DISKUSI TUTORIAL

KELOMPOK 1

LAPORAN HASIL DISKUSI TUTORIAL KELOMPOK 1 ETIKOMEDIKOLEGAL PRAKTIK KEDOKTERAN GIGI Program Studi Kedokteran Gigi 2014

ETIKOMEDIKOLEGAL PRAKTIK KEDOKTERAN GIGI Program Studi Kedokteran Gigi 2014

Anggota :

Fenti Hanifah Junior Noval Wilnes Oroh Evicha Faona Lestari Makasenda Uswatun Khasanah Febrina Gladys Wotulo Wulan Kartika Debora Rambitan Charlene Beverly Pioh Nurwahid Putra Iksan Benedicta Nathania Deandra Rori Kleysia Debora Wuon

STEP 1

Kontra Indikasi : Situasi dimana aplikasi obat atau terapi tertentu tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan resiko terhadap pasien.

Anastesi Blok

: Dilakukan dengan menyuntikan obat

anastesi di area tertentu dimana saraf yang mempersarafinya di blok agar rangsang nyeri tidak dilanjutkan. Jadi dengan teknik blok, anastesi dilakukan diploksimal daerah operasi. Pada daerah operasinya dapat juga ditambahkan anastesi infiltasi. Kartu Medical Record : Menurut Peraturan MENKES No.269/MENKES/III/2008 adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien,hasil pemeriksaan,pengobatan yang telah diberikan serta

tindakan dan pelayanan yang telah diberikan kepada pasien.

Mandibula Kanan

: Istilah yang digunakan untuk

menggambarkan daerah rahang bawah kanan.

Pemeriksaan Lokal

: Jenis pemeriksaan yang tertuju pada

adanya nyeri tekanan, jenis nyeri,besarnya kelainan,dan organ yang bersangkutan. Nyeri yang “menyukai”

penekanan bersifat yin dan nyeri yang “menolak” penekanan (kalau ditekan bertambah nyeri).

Dental Chair

: Kursi yang merupakan kebutuhan mutlak

kedokteran gigi pada saat melakukan tindakan medisnya.

STEP 2

  • 1. Adakah pelanggaran yang dilakukan dokter gigi ABS? Jika ada, jelaskan. Dan termasuk pelanggaran apakah itu?

3.

Dapatkah keluarga pasien menuntut dokter ABS ?

  • 4. Apakah tindakan yang dilakukan oleh perawat gigi terhadap pasien sudah tepat ? Jika ya, mengapa tindakan tersebut dilakukan ? Jika tidak, apa tindakan yang seharusnya dilakukan ?

STEP 3

  • 1. Ya ada, dalam skenario tersebut dokter melakukan pelanggaran

  • - Pelanggaran etika

Dokter gigi ABS melanggar kode etik kedokteran gigi pasal 11, dokter gigi indonesia wajib melindungi pasien dari kerugian ayat I yang berbunyi :”dalam meberikan pelayanannya dokter gigi indonesia wajib bertindak secara efesien, dan berkualitas sesuai dengan kebutuhan dan persetujuan pasien”. Sedangkan dalam skenario 2 dokter langsung melakukan tindakan medis tanpa melakukan pertimbangan dan meminta persetujuan kepada pasien yang bersangkutan.

Dalam pasal 12 ayat 3 yang berbunyi “Dokter gigi di indonesia wajib mendahulukan pasien yang datang dalam keadaan darurat”, sedangkan dalam skenario 2 dokter hanya menyuruh pasien duduk di kursi tunggu dan dokter terssebut memeriksa pasien lainnya.

Pada saat pasien mengalami sesak nafas setelah di anastesi seharusnya dokter langsung merujuk kepada yang lebih berkompetensi pada bidangnya sedangkan pada skenario ini dokter tidak langsung melakukannya dan hal tersebut bertentangan dengan pasal 11 ayat 2

  • - Pelanggaran Disiplin Kelalaian dalam penatalaksanaan pasien. Dokter tidak memeriksa kondisi fisik/psikis pasien apakah pasien dapat di anastesi atau tidak. Tidak memberikan penjelasan yang jujur,etis,dan memadai(Adequate Information) kepada pasien atau keluarga pasien dalam melakukan tindakan praktik. Dalam hal ini pasien juga tidak mendapatkan haknya sebagai pasien sesuai dalam UU. No. 29 thn. 2004 tentang hak dan kewajiban pasien.

2. LEARNING OBJECTIVE 3 . Ya dapat, dengan cara :

buat pengaduan secara tertulis degnan mengisi formulir

yang dapat didownload di www.inamc.or.id jika tidak dapat membuat pengaduan secara tertulis, dapat

mendatangi kantor MKDKI, lalu petugas akan membantu membuat pengaduan dan harus dibubuhi tanda tangan pengadu/pelapor di atas materai yang cukup.

4.Tindakan yang dilakukan perawat gigi terhadap pasien, kurang tepat dan kurang profesional, sebaiknya setelah melihat kondisi pasien yang kurang baik, langsung melaporkan kepada dokter agar segera merujuk pasien ke dokter lain atau bahkan ke RSU sehingga tidak mebuang-buang waktu serta dapat segera mengamankan pasien dari komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi.

STEP 4 Kesimpulan

Dalam skenario tersebut, Dokter ABS dapat dikatakan telah melakukan beberapa pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin profesional yang menyebabkan pasien mengalami sesak napas lalu meninggal. Dan, tindakan yang dilakukan oleh dokter dan perawat gigi dalam melakukan pelayanannya terhadap pasien dapat dikatakan kurang tepat, mengulur-ulur waktu,menunggu pasien tidak sadarkan diri terlebih dahulu baru dirujuk ke RSU. Dengan pelanggaran yang dilakukan dokter, pihak keluarga pasien dapat menuntut dokter dengan prosedur yang sesuai dan tepat.

STEP 5

1. Apa yang menyebabkan pasien tersebut meninggal ?

 

STEP 6

BELAJAR MANDIRI

 

STEP 7

Kemungkinan besar penyebab meninggalnya pasien yaitu setelah diberikannya anastesi. Bisa saja terjadi kelalaian oleh dokter saat melakukan tidakan medis pada pasien. Dokter tidak memeriksa pasien secara keseluruhan dengan efektif dan efesien sesuai SOP. Sehingga dapat mengetahui tentang berbagai macam kemungkinan yang terjadi adanya komplikasi-komplikasi penyakit setelah dilakukannya tindakan medis oleh dokter terhadap pasien yang bersangkutan.