Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebagaimana kita ketahui bumi adalah planet pada urutan ketiga setelah
planet Merkurius dan Venus yang berdekatan dengan matahari. Jarak bumi dengan
matahari sekitar 149,6 juta km atau 1 AU (ing : astronomical unit) dan berbentuk
bulat dengan radius 6.370 km. Eksentresitas orbit bumi adalah 0,017 artinya
garis edar bumi mendekati lingkaran. Periode revolusi bumi adalah 365,3 hari
disebut satu tahun siderik dan periode rotasinya adalah 23 jam 56 menit disebut
hari siderik. Densitas (massa jenis) bumi adalah 5,52 gram/cm3, merupakan benda
yang paling padat dalam tata surya. Bumi mempunyai satu satelit yaitu bulan.
Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet
(magnetosfer) yang melindung permukaan bumi dari angin matahari, sinar
ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Bumi terdiri dari bermacam-macam
struktur dan lapisan. Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh
berbagai jenis mahluk hidup. Permukaan bumi terdiri dari daratan dan lautan.
Bentuk planet bumi adalah bulat pepat (oblate spheroid). Diameter rata-rata dari
bulatan bumi adalah 12.742 km atau kira-kira 40.000/ km.
Latar belakang dari pembuatan laporan ini adalah untuk dapat memahami
susunan dan penyusun bumi dan untuk melengkapi tugas praktikum geologi fisik
acara dua Susunan dan penyusun Bumi.
1.2 Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dari praktikum geologi fisik susunan dan penyusun bumi
ini, yaitu untuk mengetahui struktur susunan dan penyusun bumi.
Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu agar dapat membedakan dan
menggambarkan struktur lapisan susunan dan penyusun bumi.
1.2 Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :

a) Alat tulis menulis


b) Kertas A3
c) Pensil warna

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Bumi telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Bumi merupakan
planet dengan urutan ketiga dari sembilan planet yang dekat dengan matahari.
Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km, berbentuk bulat dengan radius
6.370 km. Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai
jenis mahluk hidup. Bumi memiliki dua lapisan, yaitu lapisan internal (dalam) dan
lapisan eksternal (luar). Lapisan dalam merupakan lapisan pembentuk bumi.
Sedangkan lapisan luar merupakan lapisan yang melindungi bumi dari meteor
atau benda-benda luar angkasa lainnya. Berdasarkan gelombang seismik struktur
internal bumi dapat dibedakan menjadi tiga komponen utama, yaitu inti (core),
mantel (mantle) dan kerak (crust). Berikut ini merupakan penjelasan dari struktur
internal bumi :
2.1 Kerak Bumi (crust)

Kerak bumi merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi) dengan
massa 0,3% dari massa keseluruhan bumi. Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70

km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan asam.
Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup. Suhu di bagian
bawah kerak bumi mencapai 1.100C. Lapisan kerak bumi yang paling atas
disebut litosfer.
Ahli geokimia F.W. Clarke dalam buku Musyriah Hanum
memperhitungkan bahwa sekitar 47% kerak bumi terdiri dari oksigen. Batuanbatuan paling umum yang terdapat di kerak bumi hampir semuanya adalah oksida
(oxides). Klorin, sulfur, dan florin adalah pengecualian dan jumlahnya di dalam
batuan biasanya kurang dari 1%. Oksida-oksida utama adalah silika, alumina,
oksida besi, kapur, magnesia, potas dan soda. Fungsi utama silika adalah sebagai
asam yang membentuk silikat. Ini adalah sifat dasar dari berbagai mineral batuan
beku yang paling umum. Berdasarkan perhitungan dari 1.672 analisa berbagai
jenis batuan, Clarke menyimpulkan bahwa 99,22% batuan terdiri dari 11 oksida.
Kerak bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu :
a) Kerak benua, merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian
atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Kerak ini yang merupakan
benua. Kerak benua memiliki kedalaman 40-200 km.
b) Kerak samudera, merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada
bagian atas, kemudian di bawahnya batuan batuan vulkanik dan yang paling
bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Kerak ini menempati dasar
samudra. Kerak samudra memiliki ketebalan 50-100 km.

Diantara kerak benua dan kerak samudera terdapat bidang discontinu


conrad. Sedangkan antara kerak bumi dan selubung bumi dipisahkan oleh bidang
discontinu mohorovicic. Walaupun kerak bumi merupakan bagian bumi yang
paling tipis, tetapi merupakan bagian yang sangat penting. Kerak bumi merupakan
bagian yang padat yang disusun oleh mineral dan batuan.
2.2 Selimut atau Selubung (mantle)

Selimut atau selubung (mantle) merupakan lapisan yang terletak di bawah


lapisan kerak bumi atau lapisan yang terdapat di atas lapisan nife.
Selimut/selubung (mantle) disebut juga lapisan pengantara atau astenosfer dan
merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar. Tebal selimut bumi mencapai
2.900 km dan berat jenisnya rata-rata 5 gr/cm3. Suhu di bagian bawah selimut
bumi mencapai 3.000C. selubung bumi merupakan bagian yang terbesar dari
bagian dalam bumi.
2.3 Inti Bumi (Core)

Inti bumi (barisfer atau core) merupakan bahan padat yang tersusun dari
lapisan nife (niccolum/nikel dan ferrum/besi). Disebut barisfer karena inti bumi
mempunyai massa jenis yang besar yaitu 10,7 gram/cc dibandingkan dengan kulit
bumi (litosfer). Jari-jari 3.470 km dan batas luarnya 2.900 km di bawah
permukaan bumi. Temperatur di inti bumi diperkirakan tidak lebih dari 30000C.
Adanya bahan nikel dan besi ini yang menyebabkan bumi mempunyai sifat
kemagnetan yang luar biasa. Lapisan inti dibedakan menjadi inti luar dan inti

dalam. Inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya
mencapai 2.200C. Inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan
diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya
mencapai 4.500C.
Sedangkan menurut sifat dari materialnya, bumi dapat dibagi menjadi
lapisan-lapisan sebagai berikut :
1) Litosfer
Lapisan ini pada kedalaman 50-200 km, tebalnya sekitar 50-100 km,
dengan masa jenis rata-rata 2,9 gram/cc. Lapisan ini merupakan lapisan bebatuan
yang mengapung diatas astenosfer.
Litosfer berasal dari bahasa Yunani yaitu lithos artinya batuan, dan sphere
artinya lapisan. Secara harfiah litosfer adalah lapisan bumi yang paling luar atau
biasa disebut dengan kulit bumi. Pada lapisan litosfer pada umumnya terjadi dari
senyawa kimia yang kaya akan SiO2, itulah sebabnya lapisan litosfer sering
dinamakan lapisan silikat dan memiliki ketebalan rata-rata 30 km yang terdiri atas
dua bagian, yaitu litosfer atas (merupakan daratan dengan kira-kira 35% atau 1/3
bagian) dan litosfer bawah (merupakan lautan dengan kira-kira 65% atau 2/3
bagian).
Litosfer bumi meliputi kerak dan bagian teratas dari mantel

bumi yang

mengakibatkan kerasnya lapisan terluar dari planet bumi. Litosfer ditopang oleh
astenosfer, yang merupakan bagian yang lebih lemah, lebih panas, dan lebih
dalam dari mantel. Batas antara litosfer dan astenosfer dibedakan dalam hal
responnya terhadap tegangan yaitu litosfer tetap padat dalam jangka waktu
geologis yang relatif lama dan berubah secara elastis karena retakan-retakan,
sedangkan astenosfer berubah seperti cairan kental. Litosfer terpecah menjadi

beberapa lempeng tektonik yang mengakibatkan terjadinya gerak benua akibat


konveksi yang terjadi dalam astenosfer.
Konsep litosfer sebagai lapisan terkuat dari lapisan terluar Bumi
dikembangkan oleh Barrel pada tahun 1914, yang menulis serangkaian paper
untuk mendukung konsep itu. Konsep yang berdasarkan pada keberadaan anomali
gravitasi yang signifikan di atas kerak benua, kemudian beliau memperkirakan
keberadaan lapisan kuat (yang disebut litosfer) di atas lapisan lemah yang dapat
mengalir secara konveksi (yang disebut astenosfer). Ide ini lalu dikembangkan
oleh Daly pada tahun 1940, dan telah diterima secara luas oleh ahli geologi dan
geofisika. Meski teori tentang litosfer dan astenosfer berkembang sebelum teori
lempeng tektonik yang dikembangkan pada tahun 1960, konsep mengenai
keberadaan lapisan kuat (litosfer) dan lapisan lemah (astenosfer) tetap menjadi
bagian penting dari teori tersebut. (dikutip dari buku Musyriah Hanum).
Lapisan litosfer terdiri dari dua bagian utama, yaitu :
a) Lapisan sial, yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan
alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Pada lapisan sial (silisium
dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit andesit jenis-jenis
batuan metamor, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua. Lapisan sial
dinamakan juga lapisan kerak, bersifat padat dan batu bertebaran rata-rata 35 km.
b) Lapisan sima (silisium dan magnesium,) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun
oleh logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO.
Lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena
mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan
basalt.
Penyusun utama lapisan litosfer adalah batuan yang terdiri dari campuran
antar mineral sejenis atau tidak sejenis yang saling terikat secara gembur atau

padat. Induk batuan pembentuk litosfer adalah magma, yaitu batuan cair pijar
yang bersuhu sangat tinggi dan terdapat di bawah kerak bumi. Magma akan
mengalami beberapa proses perubahan sampai menjadi batuan beku, batuan
sedimen dan batuan metamorf.
Litosfer memegang peranan penting dalam kehidupan tumbuhan. Tanah
terbentuk apabila batu-batuan di permukaan litosfer mengalami degradasi, erosi
maupun proses fisika lainnya menjadi batuan kecil sampai pasir. Selanjutnya
bagian ini bercampur dengan hasil pemasukan komponen organis mahluk hidup
yang kemudian membentuk tanah yang dapat digunakan sebagai tempat hidup
organisme.
2) Astenosfer
Astenosfer merupakan lapisan di bawah lempeng tektonik, yang menjadi
tempat bergeraknya lempeng benua. Lapisan ini di kedalaman 700 km, wujudnya
agak kental tebalnya 100-400 km.
3) Mesosfer
Lapisan ini di kedalaman sekitar 2900 km, wujudnya padat, terletak di
bawah astenosfer dengan ketebalan 2400-2750 km.
Namun pada saat ini ditemukan sebuah fakta bahwa bumi tidak lagi hanya
mempunyai 3 lapisan, tapi 7 lapisan. Pengukuran-Pengukuran dan percobaanpercobaan terbaru menunjukkan bahwa artikel yang berisi nukleus dari bumi itu
berada di bawah tekanan yang sangat tinggi, tiga juta kali lebih dari permukaan
bumi. Di bawah tekanan seperti itu, zat berubah bentuk menjadi solid, dan hal ini
pada waktunya membuat inti bumi itu sangat solid.
Inti bumi ini dikelilingi suatu lapisan zat cair dengan suhu yang sangat
tinggi. Ini berarti bahwa ada dua lapisan di dalam inti bumi, bukan satu.
Satu lapisan di dalam pusat yang dikelilingi lapisan zat cair. Hal itu diketahui
sesudah alat-alat pengukur dikembangkan dan memberi para ilmuwan suatu

perbedaan yang jelas antar lapisan-lapisan bumi bagian dalam. Jika kita turun ke
bawah bumi yang keras, kita akan menemukan lapisan batu-batu yang sangat
panas, yaitu batu yang berfungsi untuk membungkus. Setelah itu ada tiga lapisan
terpisah, di mana masing-masing itu berbeda kepadatan, tekanan dan suhu yang
berbeda-beda.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, diperoleh hasil berupa


gambar 2 dimensi dan gambar tiga dimensi sebagai berikut :

3.2 Pembahasan

Dari hasil praktikum yang diperoleh menunjukan dua buah gambar yang
serupa atau sama, tetapi dengan dimensi yang berbeda. Yaitu berupa gambar dua
dimensi dan gambar tiga dimensi. Gambar dua dimensi dan tiga dimensi tersebut
memperlihatkan susunan lapisan internal/interior bumi yang terdiri dari tiga
lapisan utama yaitu :
a. Kerak Bumi (crust), merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal
lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri
dari batu-batuan basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh
mahluk hidup. Kerak bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu, kerak benua dan
kerak samudera.
b. Selimut atau selubung (matle), adalah lapisan yang terletak dibawah lapisan kerak
bumi yang yang merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar. Dengan
ketebalan mencapai 2.900 km. Mantel bumi ini terbagi manjadi dua bagian yaitu
mantel atas dan mantel bawah.
c. Inti bumi merupakan lapisan paling dalam dari struktur bumi. Lapisan inti
dibedakan menjadi 2, yaitu lapisan inti luar (outer core) dan inti dalam (inner
core).

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari praktikum yang telah di lakukan dapat disimpulkan


bahwa susunan penyusun bumi terdiri dari dua macam lapisan yaitu, lapisan
internal bumi dan lapisan eksternal bumi. Dimana lapisan internal bumi terdiri
dari tiga lapisan utama, antara lain; (1) Inti bumi, yang terdiri dari dua bagian. Inti
bagian dalam yang bersifat padat dan di Inti bagian luar berupa lelehan (cair),
yang mempunyai ketebalan 2.270 Km; (2) Mantel Bumi setebal 2.885 km yang
terdiri dari batuan padat; dan berikutnya (3) Kerak Bumi, yang relatif ringan dan
merupakan kulit terluar dari Bumi, dengan ketebalan berkisar antara 5 hingga 40
Km. secara umum unsur penyusun bumi adalah batuan.
4.2 Saran

Kiranya laporan praktikum geologi fisik acara Susunan dan Penyusun


Bumi ini dapat dijadikan sebagai bahan refrensi bacaan bagi mahasiswa
khususnya program studi teknik geologi.

DAFTAR PUSTAKA

Musyriah Hanum. Mei 2005. Ilmu Geologi. Semarang : Pertama


Noor.J. 2012. E-book Pengantar Geologi. Di akses pada 5 september 2015 23;15
Rechmanto.B. 2005. Geologi Fisik. Makassar : Universitas Hasanuddin