Anda di halaman 1dari 7

Paraf Asisten

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK


Judul

: Distilasi Minyak Atsiri

Tujuan Percobaan

: 1. Mempelajari teknik pemisahan senyawa berdasarkan perbedaan


titik didih.
2. Mempelajari metode ekstraksi minyak atsiri menggunakan prinsip
hidrodistilasi.

Pendahuluan
Semua materi yang terdapat di alam tidak ada yang berupa zat murni, melainkan dalam
bentuk campuran yang didalamnya terkandung suatu senyawa. Senyawa sendiri merupakan
campuran dari dua atau lebih zat. Suatu campuran untuk menjadi zat murni maka perlu dilakukan
proses pemisahan dari komponen campurannya. Salah satu contoh proses pemisahan campuran
yaitu proses destilasi. Proses destilasi tersebut memiliki prinsip yaitu berdasarkan titik didih
suatu campuran yang akan dipisahkan. Suatu campuran yang memiliki titik didih yang paling
rendah akan menguap terlebih dahulu, sedangkan untuk titik didih yang tertinggi akan menguap
terakhir. Campuran yang menguap tersebut berubah menjadi gas yang kemudian didinginkan
atau dikondensasi sehingga berubah menjadi zat murni yang diinginkan (Hendayana, 2006).
Aplikasi destilasi dapat digunakan untuk memisahkan komponen dari minyak atsiri.
Minyak atsiri merupakan suatu zat yang mudah menguap. Minyak atsiri dihasilkan dari proses
penyulingan komponen dari tumbuhan antara lain akar, biji, batang, daun maupun bunga.
Minyak atsiri tidak dapat larut dalam air karena minyak atsiri juga bisa dihasilkan dari terpen
(Kardinan, 2006).
Minyak atsiri memiliki sifat-sifat sebagai berikut yaitu dapat membius, merangsang, atau
bahkan memuakkan. Minyak atsiri dapat digunakan sebagai bahan untuk pembuatan pewangi
dan pembuatan penyedap. Selain itu, minyak atsiri juga dapat digunakan sebagai bahan
antiseptik, sebagai bahan untuk obat sakit perut, dan juga sebagai bahan untuk obat cacing
(Guenther, 1987).
Terdapat beberapa jenis minyak atsiri, salah satunya yaitu minyak daun cengkeh. Daun
dan ranting dari tanaman cengkeh dilakukan proses penyulingan sehingga dihasilkan minyak
daun cengkeh. Minyak daun cengkeh sendiri terdiri dari dua jenis, dimana jenis yang pertama
merupakan komponen yang paling besar yaitu senyawa fendat dan eugenol. Jenis yang kedua
yaitu senyawa non-fenolat seperti -karoifelin (Hardjono, 2004).

Selain cengkeh, jenis minyak atsiri yang lain yaitu minyak serai. Kandungan minyak
atsiri pada serai terdapat pada daun dan tangkainya. Minyak serai dihasilkan dari hasil proses
penyulingan daun dan tangkai dari tanaman serai. Kandungan utama pada minyak serai yaitu
sitroneral dan geraniol. (Kardinan, 2006).
Selain destilasi, masih terdapat pula proses pemisahan campuran yang lain yaitu
ekstraksi. Ekstraksi merupakan proses pemisahan suatu campuran berdasarkan perbedaan
kelarutannya, dimana dua cairan yang tidak saling larut tersebut merupakan senyawa yang
berbeda, contohnya yaitu proses ekstraksi minyak atsiri. Prinsip dari ekstraksi minyak atsiri
tersebut yaitu dengan melarutkan minyak atsiri yang terdapat dalam sampel dengan
menggunakan pelarut organik yang mudah menguap. Sampel diekstraksi dengan pelarut yang
cocok pada suhu kamar, kemudian pelarut diuapkan dengan tekanan dan suhu yang rendah. Hal
tersebut bertujuan untuk memisahkan sampel dari minyak atsiri (Guenther 1990).
Prinsip Kerja
Prinsip pemisahan yang digunkan pada percobaan kali ini yaitu berdasarkan perbedaan
titik didih suatu zat. Zat yang titik didihnya paling rendah akan menguap terlebih dahulu saat
pemanasan dan mengalir pada pipa kondensor untuk didinginkan kembali, sehingga senyawa
tersebut akan kembali menjadi cair. Jenis penyulingan yang digunakan yaitu hidrodestilasi yaitu
penyulingan suatu campuran yang berwujud cairan yang tidak saling bercampur, sehingga
membentuk dua fasa atau dua lapisan. Proses ini dilakukan dengan bantuan air maupun uap air.
Alat
Pisau, set alat distilasi, gelas ukur 5 mL, erlenmeyer, mortal.
Bahan
Sampel cengkeh dan serai, magnesium sulfat anhidrat, akuades, batu didih.
Prosedur Kerja
Dipreparasi sampel. Sampel (daun, bunga, atau batang) yang sudah bersih dan kering
(dengan jumlah air minimum) dipotong-potong kecil. Dipersiapkan set alat distilasi sesuai
dengan gambar dibawah ini. Dimasukkan 50 g sampel kedalam labu alas bulat 250 mL.
Dipenuhi labu dengan aquades hingga setengah volume total labu. Ditambahkan batu didih.
Dipasang kembali labu pada set up alat distilasi. Dipanaskan labu pada mantel pemanas secara
perlahan-lahan. Dihentikan distilasi jika sudah diperoleh distilat sebanyak 100 mL atau telah
dipanaskan selama 1-1.5 jam. Dicatat volume distilat yang diperoleh. Dibiarkan distilat beberapa
saat hingga nantinya diperoleh dua fasa, aqueous phase dan organic phase. Dpisahkan minyak
atsiri dari air yang ada dalam campuran distilat. Lalu ditambahkan sedikit magnesium sulfat pada
distilat minyak atsiri. Diperoleh minyak atsiri dengan cara dekantasi. Dicatat volume minyak

atsiri yang diperoleh. Dihitung rendemen minyak atsiri yang diperoleh . Diamati bau dan warna
dari minyak atsiri tersebut.
Waktu yang dibutuhkan
No
.
1.
2.
3.
4.
Data

Kegiatan

Waktu

Preparasi set alat destilasi


Preparasi sampel
Proses destilasi
Penambahan MgSO4

No.

30 menit
20 menit
120 menit
10 menit

Massa

Sampel

Pengamatan
Volume Destilat
Volume minyak atsiri

(gram)

1.

Cengkeh

50

37 mL

Sekitar 0,3 mL

2.

Serai

50

20 mL

Sekitar 0,15 mL

Perhitungan

Cengkeh

air = minyak atsiri

= 1,066 g/mL

Massa minyak atsiri

V = 0,3 mL

m=xv
m = 1.066 g/mL x 0,3 mL
m = 0,32 gram

massa minyak atsiri dalam serai : 20% x 50 gram = 10 gram


Rendemen =

massa minyak atsiri yang diperoleh


100%
massa minyak atsiri dalam cengkeh

0,32 gram
100%
= 10,0 gram
= 3,2%

Serai

minyak atsiri

= 0,8902 g/mL

Massa minyak atsiri

V = 0,15 mL
m=xv
m = 0,8902 g/mL x 0,15 mL
m= 0,134 gram

massa minyak atsiri dalam serai : 10% x 50 gram = 5 gram

Rendemen =

massa minyak atsiri yang diperoleh


100%
massa minyak atsiri dalam cengkeh

0,314 gram
100%
= 5,0 gram
= 2,68%
Hasil
No
.
1.

Sampel
Cengkeh

Gambar Destilat

Keterangan
Minyak

atsiri

yang

diperoleh sangat sedikit


yaitu sekitar 0,3 mL dan
warnanya putih. Senyawa
yang terkandung
minyak

dalam

atsiri

pada

cengkeh yaitu eugenol.

2.

Serai

Minyak

atsiri

yang

diperoleh sangat sedikit


yaitu

sekitar

0,15

dan

warnanya

mL
putih.

Senyawa yang terkandung


dalam minyak atsiri pada
serai yaitu sitronelal.

Pembahasan hasil
Praktikum kelima ini mengenai distilasi minyak atsiri. Minyak atsiri merupakan suatu zat
yang mudah menguap (volatil). Minyak atsiri dari suatu sampel dapat diperoleh dengan suatu
metode pemisahan yang disebut distilasi uap air. Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari
teknik pemisahan senyawa berdasarkan perbedaan titik didih dan mempelajari metode ekstraksi
minyak atsiri menggunakan prinsip hidrodistilasi. Prinsip distilasi yaitu pemisahan suatu larutan
berdasarkan titik didihnya, dimana zat yang bersifat volatil atau memiliki titik didih yang rendah
maka akan menguap terlebih dahulu. Suatu zat akan berubah menjadi gas lalu didinginkan
(kondensasi) sehingga membentuk senyawa murninya. Sampel yang digunakan pada praktikum
kali ini yaitu serai dan cengkeh, dimana kedua sampel tersebut mengandung senyawa volatil.
Percobaan ini dilakukan dengan memasukkan sampel senyawa yang mengandung minyak
atsiri (cengkeh dan serai) sebanyak 50 gram yang telah dihaluskan ke dalam labu alas bulat.
Sampel tersebut kemudian ditambahkan dengan akuades sampai labu alas bulat terisi setengah
penuh. Akuades ditambahkan karena memiliki sifat kepolaran yang berbeda dengan minyak
atsiri. Akuades dan minyak atsiri tidak saling melarutkan sehingga minyak atsiri tersebut akan
mudah dipisahkan dari destilat. Titik didih akuades lebih kecil daripada minyak atsiri sehingga
uap air akan mendorong minyak atsiri untuk lepas dari pori-pori sampel sehingga dapat
menghasilkan destilat. Selain itu, batu didih juga dimasukkan ke dalam labu alas bulat. Batu
didih bertujuan untuk meratakan panas pada larutan dalam labu alas bulat, sehingga panas pada
larutan tersebut homogen.
Labu alas bulat yang telah berisi sampel yang mengandung minyak atsiri tersebut
dipanaskan dalam penangas air yang telah dihubungkan dengan set alat distilasi. Fungsi
pemanasan tersebut yaitu untuk mengekstraksi minyak atsiri. Pemanasan juga bertujuan agar air
terserap dalam pori-pori sampel sehingga sampel tersebut dapat mengeluarkan kandungan
minyak atsirinya. Hal tersebut terjadi karena adanya tekanan osmosis. Pemanasan selama proses
distilasi pada percobaan ini dilakukan selama 2 jam, dimana selama labu alas bulat dipanaskan
maka campuran uap yang terdiri dari uap air dan uap minyak atsiri akan mengalir menuju
kondensor untuk dicairkan kembali dengan sistem pendinginan dari luar. Kondensat yang keluar
dari kondensor yang merupakan destilat akan ditampung dalam erlenmeyer agar pemisahan
(dekantasi) antara minyak atsiri dan air mudah dilakukan.
Pemanasan labu alas bulat menggunakan penangas air pada percobaan ini tidak
menghasilkan destilat, sedangkan apabila menggunakan ketel akan menghasilkan destilat. Hal
tersebut terjadi karena ketel menghasilkan panas yang lebih cepat daripada penangas air.

Percobaan kali ini awalnya menggunakan penangas air untuk memanaskan labu alas bulat,
sehingga tidak menghasilkan destilat. Selanjutnya labu alas bulat dipanaskan menggunakan
ketel, sehingga dihasilkan destilat. Destilat yang dihasilkan pada percobaan ini sebanyak 37 mL
untuk sampel cengkeh dan 20 mL untuk sampel serai. Hasil destilat tersebut terbilang sedikit
karena waktu pemanasan menggunakan ketel kurang lama. Destilat yang mengandung air dan
minyak atsiri didiamkan yang selanjutnya didekantasi untuk memisahkan antara air dan minyak
atsiri. Kandungan utama minyak atsiri pada sampel cengkeh yaitu eugenol, sedangkan
kandungan utama minyak atsiri untuk sampel serai yaitu sitronellal, sitronellol dan geraniol.
Struktur dari kandungan utama minyak atsiri (eugenol) pada sampel cengkeh yaitu sebagai
berikut :

Eugenol
Struktur dari kandungan utama minyak atsiri (sitronellal, sitronellol dan geraniol) pada
sampel serai yaitu sebagai berikut :

Sitronellal

Sitronellol

Geraniol

Minyak atsiri yang telah dipisahkan dari air ditambahkan dengan magnesium sulfat.
Penambahan magnesium sulfat bertujuan untuk mengikat dan menarik air yang kemungkinan
masih ada pada minyak atsiri yang telah didekantasi sehingga minyak atsiri yang dipisahkan
benar-benar murni. Volume minyak atsiri yang dihasilkan yaitu 0,3 mL untuk sampel cengkeh
dan 0,15 mL untuk sampel serai.
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil rendemen sebesar 3,2 % untuk sampel
cengkeh dan 2,68 % untuk sampel serai. Hasil tersebut tidak sesuai dengan literatur. Hal tersebut
terjadi karena sedikitnya destilat yang dihasilkan selama proses distilasi, yang disebabkan karena
pemanasan labu alas bulat menggunakan penangas air. Panas yang dihasilkan penangas air lebih
kecil dan lebih lama dibandingkan dengan panas yang dihasilkan oleh ketel, sehingga destilat
yang dihasilkan sedikit yang menyebabkan massa sampel (cengkeh dan serai) yang dihasilkan
setelah proses distilasi tidak sesuai dengan literatur. Berdasarkan literatur, kadar cengkeh yaitu

15% sampai 20% dari massa awal, sedangkan kadar serai yaitu 10% dari massa awal.
Kesimpulan
Kesimpulan dari percobaan kali ini yaitu sebagai berikut :
1. Proses pemisahan distilasi didasarkan pada perbedaan titik didihnya, dimana zat yang bersifat
volatil atau memiliki titik didih yang rendah maka akan menguap terlebih dahulu.
2. Metode ektrasksi minyak atsiri menggunakan prinsip hidrodistilasi dapat dipelajari dengan
mengaplikasikan penggunaan pelarut air pada destilasi sampel cengkeh dan serai sehingga
minyak atsiri yang terdapat pada kedua sampel tersebut dapat terekstrak keluar kemudian
menguap menuju labu destilat pada saat proses pemanasan. Rendemen yang dihasilkan yaitu 3,2
% untuk sampel cengkeh dan 2,68 % untuk sampel serai.
Referensi
Guenther E. 1987. Minyak Atsiri Jilid I. Jakarta: UI Press.
Guenther E. 1990. Minyak Atsiri Jilid III. Jakarta: Universitas Indonesia.
Hardjono, S. 2004. Kimia Minyak Atsiri. Yogyakarta: Gama Press.
Hendayana, S. 2006. Kimia Pemisahan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Kardinan, Agus. 2006. Tanaman Penghasil Minyak Atsiri. Jakarta: Agromedia
Pustaka.
Tim Penyusun. 2016. Petunjuk Praktikum Kimia Organik. Jember: Universitas Jember
Saran
Saran untuk percobaan kali ini yaitu pemanasan labu alas bulat selama proses distilasi
seharusnya menggunakan ketel agar destilat yang dihasilkan maksimal, sehingga rendemen dan
kadar dari sampel sesuai dengan literatur.

Nama Praktikan
Hanifa Hanun (141810301024)