Anda di halaman 1dari 19

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMBAYARAN

PDAM KAB.PACITAN

Naskah Publikasi

diajukan oleh
Uji Trisnandari
08.12.2867

kepada
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
AMIKOM
YOGYAKARTA
2012
1

ANALYSIS AND DESIGN PAYMENY INFORMATION SYSTEM PDAM KAB.PACITAN

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMBAYARAN PDAM


KAB.PACITAN
Uji Trisnandari
Kusnawi S.Kom.,m.Eng.
Jurusan Sistem Informasi
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

ABSTRACT
Development of information technology is now becoming increasingly rapid. In
practice, the system is in need of information in a data processing can result in a useful
information.Improve the performance of a company is by building a good information
system that is the speed and accuracy to obtain the information needed. The computer is
a device that can store data, process data, and provide the desired information is correct
and accurate information that is useful for companies to advance their business.

District taps. Pacitan in Pacitan area is an area that serves business needs in
terms of water supply. In this effort are still using manual payment system as well in
making his report, and therefore the amount of time required for the proper reporting of
income and payments to owners tansaksi and minimize the possibility of errors
mutilations

Thus the information system needed by the business in the manufacture and
application of the payment transaction in order to report the result of computer payment
transaction fast,precise,and accurate at the district taps in pacitan.

Keywords:analysis,design,rapid,precise,accurate.

1. Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi saat ini sudah menjadi semakin pesat. Dalam
penerapannya, sistem informasi sangat di butuhkan dalam mengolah suatu data yang
mampu mengahasilkan sebuah informasi yang berguna bagi penggunanya.
Meningkatkan kinerja suatu perusahaan ialah dengan cara membangun sistem
informasi yang baik yaitu adanya kecepatan dan keakuratan untuk memperoleh
informasi yang dibutuhkan. Komputer adalah suatu alat yang dapat menyimpan data,
mengolah data, dan memberikan informasi yang diinginkan secara tepat dan akurat
yang berguna bagi perusahaan untuk kemajuan usahanya.
PDAM Kab. Pacitan yang ada di daerah Pacitan merupakan suatu bidang usaha yang
melayani kebutuhan dalam hal penyediaan air bersih. Dalam usaha ini masih
menggunakan sistem pembayaran secara manual begitu juga dalam pembuatan
laporannya, oleh sebab itu banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk proses penghasilan
laporan yang tepat serta tansaksi pembayaran bagi pemilik dan memperkecil
kemungkinan kesalahan pencacatan. Maka dari itu sistem informasi yang dibutuhkan
oleh usaha ini adalah pembuatan aplikasi transaksi pembayaran serta laporan yang
terkomputerisasi agar menjadi hasil transaksi pembayaran yang cepat, tepat, dan akurat
pada PDAM Kab. Pacitan.
2. Landasan Teori
2.1 Konsep Dasar Sistem
Secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan
dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling
bergantung sama lain.
2.2 Konsep Dasar Informasi
Informasi yang berkualitas memiliki 3 kriteria, yaitu:
1. Akurat (accurate)
Informasi harus bebas dari kesalahan, informasi harus dapat dengan jelas
mencerminkan maksudnya.
2. Tepat pada waktunya (timeliness)
Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
3. Relevan (relevance)
Informasi yang disampaikan harus mempunyai keterkaitan dengan masalah yang
akan dibahas dengan informasi tersebut.

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi


Untuk menghasilkan informasi yang berkualitas maka dibuatlah sistem
informasi. Definisi umum sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri atas
rangkaian subsistem informasi terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi
yang berguna dalam pengambilan keputusan
Kegiatan pengembangan sistem dapat diartikan sebagai kegiatan membangun sistem
baru untuk mengganti, memperbaiki atau meningkatkan fungsi sistem yang sudah ada.

2.4

konsep pengembangan system

Kegiatan pengembangan sistem dapat diartikan sebagai kegiatan membangun


sistem baru untuk mengganti, memperbaiki atau meningkatkan fungsi sistem yang sudah
ada.
2.5

Konsep Dasar Sistem Pembayaran

Informasi pembayaran adalah informasi yang menyediakan tentang pembayaran


pada pdam kab.pacitan. Prosedur pembayaran adalah urutan kegiatan dimulai dari
petugas menginputkan data sehingga menghasilkan laporan kegiatan tersebut.

2.6

Konsep Dasar Basis Data

Basis data adalah kumpulan data yang saling berelasi, dapat juga didefinisikan
dalam berbagai sudut pandang seperti berikut:
1. Himpunan kelompok data yang saling berhubungan dan diorganisasikan
sedemikian rupa sehingga kelak dapat dimanfaatkan dengan cepat dan mudah.
2. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama
sedemikian rupa tanpa perulangan (redundancy) yang tidak perlu, untuk
memenuhi kebutuhan.
3. Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media
penyimpanan elektronik.

2.6.1 Rancangan Model Logika


Rancangan model logika (logical model) dari sistem informasi lebih menjelaskan
kepada user bagaimana nantinya fungsi-fungsi di sistem informasi secara logika akan
bekerja. Model logika dapat digambar dengan menggunakan diagram arus data atau
disebut dengan DFD (Data Flow Diagram). DFD menggambarkan arus data dari suatu
sistem informasi, baik sistem lama maupun sistem baru secara logika tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut berada.
2.7

Sistem Perangkat Lunak yang digunakan

2.7.1

Microsoft Visual Basic (Studio) 2005


Visual Basic 2005 adalah generasi penerus Visual Basic 6.0 dari

Microsoft. Visual Basic 2005 adalah salah satu bahasa pemrograman yang
bekerja di dalam .NET Framework. Visual Basic memiliki aturan sintaks dan
sederatan valid words yang dapat digunakan dalammembangun aplikasi.
2.7.2

Microsoft SQL Server 2005

Pada dasarnya pengertian dari SQL Server itu sendiri adalah bahasa
yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relation. Bahasa
ini secara defacto adalah bahasa standar yang digunakan dalam manajemen
basis data relasional. Saat ini hampir semua server basis data yang ada
mendukung bahasa ini

3.

Anlisis dan Perancangan


3.1 Tinjauan Umum
3.1.1

Sejarah Berdirinya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)


Kabupaten Pacitan

1.

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 002 /KPTS /CK /1983

tentang pembentukan badan pengelola air minum Kabupaten Daerah Tingkat


II Pacitan.
2.

Keputusan bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pekerjaan

Umum Nomor : 3 tahun 1984, Nomor : 26 /KPTS /1984 dan Berita Acara
Penyerahan Pengelolaan Saran Air Bersih di Kabupaten Daerah Tingkat II
Pacitan ke Bupati Kepala Daerah Tingkat II Pacitan, Nomor : 539 /1029
/418.13 / 1992 tanggal 4 Mei 1992, berubah dari Badan Pengelola Air Minum
menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Daerah Tingkat II Pacitan.
3.1.2

Susunan Organisasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)


Kabupaten Pacitan
Susunan organisasi PDAM antara lain :
1. Dewan Pengawas.
2. Unsur Pimpinan yaitu Direksi.
3. Unsur Staf yaitu Bagian-bagian.

4. Unsure unit PDAM di Ibukota Kecamatan (IKK)..


3.1.3

Visi dan Misi

3.1.3.1 Visi
Perusahaan yang mandiri, professional dan transparan untuk menunjang
pembangunan daerah dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat
melalui penyediaan air minum yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat.
3.1.3.2 Misi
1.
dalam

Pelayanan masyarakat : menyediakan air bersih kepada masyarakat


rangka

menunjang

kesehatan

dan

peningkatan

kesejahteraan

masyarakat.
2.

Menciptakan Laba Perusahaan dengan :

Memanfaatkan kapasitas

idle untuk

peningkatan pelayanan dan

penambahan pelanggan untuk meningkatkan pendapatan, sehingga tercapai


kondisi Full Cost Recovery.
-

Berperan sebagai salah satu sumber penunjang Pendapatan Asli Daerah

(PAD), baik langsung maupun tidak langsung.


-

Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia menjadi handal,

terampil dan mempunyai loyalitas yang tinggi serta memiliki komitmen terhadap
lingkungan seiring dengan upaya-upaya peningkatan kesejahteraan karyawan.

3.2 Analisis Sistem


3.2.1 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah merupakan langkah awal yang dilakukan dalam tahap
analisis sistem. Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai sistem pembayaran pdam
kab.pacitan penulis menemukan beberapa masalah antara lain :
1.

Pencarian data yang kurang efektif karena masih dilakukan dengan cara manual.

2.

Kurangnya keefektifitasan dalam penanganan pekerjaan atau tugas admin, disini


terjadi double working yang memakan waktu pekerjaan.

3.

Proses pembayaran tidak dilakukann dengan system.

3.2.2

Analisis Kelemahan Sistem

Alat ukur yang digunakan untuk menentukan proses penyelesaian masalah yaitu
dengan melakukan peningkatan-peningkatan pada 6 aspek yang dikenal dengan analisis
PIECES (Performance, Information, Economic, Control, Efficiency, Services).
1.

Analisis Kinerja (Performance Analysis)


Tabel 3.1 Perbandingan Analisis Kinerja
Sistem Lama

Sistem Baru

1. Proses pembayaran yang masih

1. Diharapkan sistem dapat

manual berpotensi menimbulkan

melakukan proses pembayaran

kesalahan, pemrosesan data juga

sehingga dapat mengurangi

memakan banyak waktu.

kesalahan yang sering terjadi dan


mengurangi waktu pekerjaan.

2.

Analisis Informasi (Information Analysis )


Tabel 3.2 Perbandingan Analisis Informasi
Sistem Lama

Sistem Baru

1. Informasi sudah tersimpan pada

1. Diharapkan sistem mampu

sistem namun masih terjadi

memberikan informasi yang

penumpukan data sehingga user

dibutuhkan secara detail.

sulit untuk mengetahui berapa

2. Diharapkan sistem dapat

jumlah yang ada.

memberikan laporan yang

2.proses pembuatan laporan yang

dibutuhkan.

memakan waktu lama


3.

Analisis Ekonomi (Economic Analysis)


Tabel 3.3 Perbandingan Analisis Ekonomi
Sistem Lama

Sistem Baru

1. Pemborosan biaya disini lebih

1.

Diharapkan sistem baru dapat

ditekankan pada biaya manfaat,

memberikan banyak biaya manfaat

kurangnya manfaat yang dihasilkan

walaupun sedikit menambah biaya

oleh sistem membuat pemborosan

operasional karena ini untuk

waktu pekerjaan walaupun hanya

pengembangan jalannya sistem

membutuhkan sedikit pengeluaran

pembayaran yang lebih efektif dan

untuk biaya operasional.

meringankan pekerjaan.

4.

Analisis Pengendalian (Control Analysis)


Pengendalian sistem sangat dibutuhkan

untuk menghindari dan mendeteksi

kesalahan atau penyalahgunaan sistem. Selain itu pengendalian digunakan untuk


menjamin keamanan data dan informasi sehingga pekerjaan yang mengalami gangguan
dapat diatasi.
Tabel 3.4 Perbandingan Analisis Pengendalian
Sistem Lama
1. Admin tidak mampu mengontrol

Sistem Baru
1. Diharapkan sistem mampu

kesalahan dan mengoreksi

mengontrol informasi yang

informasi karena terlalu banyak

dibutuhkan sehingga user dapat

penumpukan data.

mengoreksi data pelanggan dan


pembayaran yang belum atau sudah

2. Untuk mengakses aplikasi, setiap

terjadi.

user menggunakan password


yang sama.

2. Diaharapkan setiap admin memiliki


account masing-masing sebagai
bukti penanggung jawab setiap
melakukan kegiatan yang ditangani.

5.

Analisis Efisiensi (Efficiency Analysis)


Tabel 3.5 Perbandingan Analisis Efisiensi
Sistem Lama

Sistem Baru

1. Penggunaan buku masih dilakukan

1. Diharapkan dengan adanya sistem

walaupun sistem sudah merekam

ini dapat meningkatkan keefisienan

setiap kegiatan, hal ini

sistem dengan menyediakan fitur

menunjukkan kurangnya efisiensi

perhitungan otomatis.

terhadap kinerja sistem.

4.

Analisis Pelayanan (Service Analysis)


Tabel 3.6 Perbandingan Analisis Pelayanan
Sistem Lama

Sistem Baru

1. Pelayanan sistem pembayaran

1. Diharapkan pelayanan lebih

belum berjalan teratur, untuk

teratur sehingga tidak memakan

melayani proses pembayaran yang

waktu lama.

mebutuhkan informasi.

3.3 Analisis Kelayakan Sistem


3.3.1 Kelayakan Teknologi
Secara teknik, teknologi yang digunakan adalah teknologi yang mudah
dioperasikan. Pengerjaannya yang mengutamakan kebutuhan user dan kemudahan
dalam pengoperasiannya membuat sistem ini user friendly walaupun tidak semua orang
dapat mengaksesnya tanpa login dari user.
3.3.2 Kelayakan Hukum
Pengembangan sistem dikatakan layak secara hukum jika tidak melanggar
peraturan dan hukum yang berlaku. Penerapan sistem yang baru tidak boleh
menimbulkan masalah dikemudian hari akibat melanggar hukum yang akan berlaku,
terutama dalam penggunaan software berlisensi terkait penggunaan aplikasi pendukung
sistem. Dalam hal ini perangkat lunak yang digunakan merupakan software resmi,
berlisensi, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
3.3.3 Kelayakan Operasional
Sistem ini tidak memerlukan operator dengan keahlian khusus untuk dapat
mengoperasikannya.

Sistem

dirancang

untuk

mudah

dioperasikan

dan

proses

pengembangannya dilakukan dengan teknik penerapan kebutuhan informasi melalui


penelitian yang seksama dan hati-hati. Selain itu juga dilakukan pelatihan terlebih dahulu
sehingga akan memudahkan user untuk menjalankannya.
3.3.4 Kelayakan Ekonomi
Untuk pengadaan proyek sistem informasi pembayaran ini tentu membutuhkan
biaya yang dalam hal ini termasuk dalam biaya investasi. Dalam hal ini perusahaan harus
mengeluarkan sumber daya demi mendapatkan manfaat di masa yang akan datang dan
juga keuntungan yang lebih bila dibanding keuntungan dengan menggunakan sistem
yang lama. Agar tidak terjadi pemborosan dalam pemakaian sumber daya maka perlu
dilakukan analisis, perhitungan atas biaya dan manfaat untuk menentukan apakah
proyek sistem informasi tersebut layak atau tidak untuk dilaksanakan.
3.4

Perancangan Sistem

Perancangan merupakan langkah pertama di dalam fase pengembangan


rekayasa suatu produk atau sistem. Tujuan perancangan adalah membuat suatu
perangkat lunak yang dapat memberikan informasi kepegawaian. Program ini dirancang
menggunakan

database,

sehingga

penggunaannya

lebih

murah

dan

mudah

dioperasikan.
3.4.1 Perancangan Proses
DFD (Data Flow Diagram) atau diagram aliran data adalah model proses yang
digunakan untuk mengambarkan aliran data melalui sebuah sistem dan tugas atau

10

pengolahan data yang dilakukan oleh sistem. Notasi tiap level menggunakan notasi De
Marco & Jourdan untuk menggambarkan Data Flow Diagram sistem informasi
pembayaran pdam kab.pacitan.
Konteks diagram atau DFD level 0 menerangkan entitas-entitas yang terlibat
dalam sistem.

Gambar 3.2 DFD Level 0

Gambar 3.3 DFD Level 1

11

Gambar 3.4 DFD Level 2 Proses 2

3.4.2

Perancangan Basis Data

Perancangan database harus dilakukan secara cermat agar dihasilkan database


yang efisien dalam penggunaan ruang penyimpanan, cepat dalam pengaksesan dan
mudah dalam manipulasi data.
1. Tabel biaya
Primary key

: id_biaya

Foreign key

: nama_biaya

Fungsi table

:menyimpan data biaya

Tabel 3.7 tabel biaya

Nama Kolom
id_biaya
nama_biaya
nominal
keterangan

Tipe Data Lebar Not Null Keterangan


Varchar
50
Primary Key
Varchar
50
*
Varchar
50
*
Varchar
50
*
-

12

2. Tabel Detail Pembayaran


Primary key
Foreign key

: id_detail
: nominal

Fungsi Tabel

: Menyimpan data detail pembayaran


Tabel 3.8 Tabel Detail Pembayaran

Nama Kolom Tipe Data


id_detail
Varchar
nominal
Varchar
biaya_lain
Varchar
denda
Varchar
total
Varchar
id_pembayaran Varchar
id_biaya
Varchar

Lebar
50
50
50
50
50
50
50

Not Null Keterangan


Primary Key
*
*
*
*
*
*
-

3. Tabel Pelanggan
Primary key

: id_pelanggan

Foreign key

: Nama Pelanggan

Fungsi Tabel

: Menyimpan data pelanggan


Tabel 3.9 pelanggan

Nama Kolom Tipe Data Lebar Not Null Keterangan


id_pelanggan
Varchar
50
Primary Key
nama_pelanggan Varchar
50
*
alamat
Varchar
50
*
telp
Varchar
50
*
no_id_pdam
Varchar
50
*
4. Tabel Pemakaian
Primary key
Foreign key
Fungsi Tabel

: id_pemakaian
: id_pelanggan ,pemakaian
: Menyimpan data pemakaian
Tabel 3.10 Tabel Pemakaian

13

Nama Kolom Tipe Data Lebar Not Null Keterangan


id_pemakaian
Varchar
50
Primary Key
tanggal
Varchar
50
*
pemakaian_air
Varchar
50
*
id_pelanggan
Varchar
50
*
-

5. Tabel pembayaran
Primary key
Foreign key
Fungsi Tabel

: id_pembayaran
: jumlah pakai
: Menyimpan data pembayaran
Tabel 3.11 Tabel Mutasi

Nama Kolom Tipe Data


id_pembayaran Varchar
tanggal
Varchar
keterangan
Varchar
jumlah_pakai
Varchar
id_pemakaian
Varchar
id_pelanggan
Varchar

Lebar Not Null Keterangan


50
Primary Key
50
*
50
*
50
*
50
*
50
*
-

6. Tabel User
Primary key

: id_user

Fungsi Tabel

: Menyimpan data user


Tabel 3.12 Tabel Pensiun

Nama Kolom Tipe Data


id_user
Varchar
nama
Varchar
username
Varchar
password
Varchar
hak_akses
Varchar

Lebar Not Null Keterangan


50
Primary Key
50
*
50
*
50
*
50
*
-

4. Implementasi Sistem
Sebelum melakukan implementasi sistem, dilakukan pengujian program terlebih
dahulu. Tujuan pengujian program adalah untuk mengetahui bahwa komponen-

14

komponen sistem telah berfungsi dengan baik sehingga perangkat lunak pembayaran
siap digunakan. Terdapat dua metode untuk melakukan pengujian program ini yaitu
pengujian black box dan white box.

1. Black Box Testing


Saat pengisian user account, admin diwajibkan untuk menginputkan username
dan password dengan lengkap. Jika admin menginputkan account yang salah (tidak
sesuai penyimpanan pada database), maka ketika tombol Login di klik akan
menampilkan pesan kesalahan seperti pada gambar berikut:

Gambar 4.1 Pesan Kesalahan Input User Account

2. White Box Testing


White box testing adalah cara pengujian dengan melihat ke dalam modul untuk
meneliti kode-kode program yang ada, dan menganalisis apakah ada kesalahan atau
tidak. Jika ada modul yang menghasilkan output yang tidak sesuai dengan proses yang
dilakukan, maka baris-baris program, variable, dan parameter yang terlibat pada unit
tersebut akan dicek satu persatu dan diperbaiki, kemudian di-compile ulang.
4.1 Tampilan Menu Utama
Pada menu utama terdapat menu Login, yaitu menu untuk memberikan
hak akses penggunaan aplikasi. Masukkan username dan password kemudian klik
tombol Login, maka fungsi keempat tombol akan aktif.

15

Gambar 4.28 Tampilan Login pada Menu Utama

4.2 Form Pelanggan


Form ini digunakan untuk menginputkan data pelanggan.

Gambar 4.38 Form pelanggan


4.3 Form Laporan pembayaran
Form ini digunakan untuk laporan pembayaran

16

Gambar 4.45 Form Cetak Laporan pembayaran

5. Penutup
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penilitian dan pembahasan yang disajikan pada bab
sebelumnya, kesimpulan yang dapat ditarik dalam Analisis Dan Perancangan Sistem
Informasi Pembayaran adalah:
1.

. Permasalahan operasional dalam PDAM Kab. Pacitan ini terletak pada

pengolahan data yang masih manual. Dalam transaksi pembayaran maupun


laporannya masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan lambatnya
pelayanan terhadap customer ditambah pencarian data yang kurang cepat
sehingga menyebabkan lambatnya pelayanan customer. Lambatnya pencarian
data yang kurang tertata dengan baik ini termasuk dalam penyusunan laporan
dan pengeditan sehingga waktunya menjadi tidak efisien
2.

. Permasalahan operasional dalam PDAM Kab. Pacitan ini terletak pada

pengolahan data yang masih manual. Dalam transaksi pembayaran maupun


laporannya masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan lambatnya
pelayanan terhadap customer ditambah pencarian data yang kurang cepat
sehingga menyebabkan lambatnya pelayanan customer. Lambatnya pencarian
data yang kurang tertata dengan baik ini termasuk dalam penyusunan laporan
dan pengeditan sehingga waktunya menjadi tidak efisien

17

3.

Perancangan dan pengimplementasian sistem dilakukan dengan cara

membuat desain proses, desain basis data, dan perancangan tampilan. Hasil
desain ini diterapkan ke dalam DBMS (sql server 2000) dengan membuat tabel
dan store procedure. Kemudian mengembangkan aplikasi berbasis desktop
dengan menggunakan tool Visual Basic 2005 yang tersambung dengan DBMS
serta menggunakan fastreport dalam laporannya.

5.2 Saran

1. Untuk admin dan pengembang sistem agar dapat mengembangkan


sistem ini dengan lebih baik dan sempurn agar kedepannya dapat
berkembang lebih baik lagi dan berkualitas.
2. Kepada pihak PDAM yang akan menerapkan sistem ini agar dapat
menindak lanjuti sistem informasi pembayaran. Apabila akan diterapkan,
maka pihak PDAM dapat memberikan masukan ataupun kritikan apabila
saat menjalankan sistem terdapat kekurangan, baik secara fungsional
maupun komponennya, demi pengembangan sistem selanjutnya agar
dapat diperbaiki dan dikembangkan

18

DAFTAR PUSTAKA

Al Fatta, Hanif. 2007. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk


Keunggulan Bersaing Perusahaan dan Organisasi Modern. Yogyakarta: Andi.
Jogiyanto. 1999. Analisis dan Disain Sistem Informasi: Pendekatan
Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.
Kristianto, Andri. 2003. Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya.
Yogyakarta: Gava Media.

19