Anda di halaman 1dari 25

HARLEY-DAVIDSON

Tugas Mata Kuliah Analisis Industri dan Pesaing


Disusun oleh:
Sandra Saeful Anwar / 2011120138 / Kelas A
R. Kharisma Juliani / 2012120200 / Kelas A
Danti Renisa Putri / 2012120255/ Kelas A
Christine Sutandy / 2013120008 / Kelas A
Regina H. Sherenadia S. / 2013120024 / Kelas A
Bobby Reynaldo / 2013120079 / Kelas A
Martina Marta Wijaya / 2013120104 / Kelas A
Theresia Josephin / 2013120111 / Kelas A
Cynthia Fransisca / 2013120199 / Kelas A
Joseph Frederick Ivander Christanto / 2013120201 / Kelas A
Nathania Fransisca / 2013120217 / Kelas B

Fakultas Ekonomi
Universitas Katolik Parahyangan
2016

Bab I
Latar Belakang Perusahaan
1. Pendiri
Harley-Davidson didirikan oleh dua orang yaitu William Harley dan Arthur Davidson.
Salah satu pendiri asli dari Harley-Davidson, William Sylvester Harley, lahir 29 Desember
1880, di Milwaukee, Wisconsin Amerika Serikat. William Harley sangat ambisius, dengan
penglihatan yang baik dalam bidang bisnis, Harley memulai karirnya pada usia 15 ketika ia
mulai berkerja di sebuah pabrik sepeda. William Harley menaruh minat dalam pengembangan
awal dari sepeda, yang memicu daya tarik tentang mekanik dan rekayasa. Dengan
temannya Arthur Davidson, ia mulai perlengkapan sepeda dengan mesin bermotor. Bekerja
dengan Arthur Davidson yang merupakan teman masa kecilnya itu, sama seperti
Harley, Arthur Davidson juga memiliki pikiran dalam bidang mekanik. Keduanya juga
berbagi minat yang mendalam tentang sepeda dan yakin mereka bisa menciptakan jenis baru
sepeda mekanik yang akan lebih mudah untuk digunakan.
Segera dua teman ini kemudian mulai bereksperimen dengan mesin berbahan bakar
bensin dan mencoba pada sepeda mereka sendiri. Pada tahun 1903 William Harley
dan Arthur

Davidson serta

dua

saudara

laki-laki

dari Arthur

Davidson membentuk

Perusahaan Harley Davidson Motor Company, sebuah perusahaan Produsen sepeda motor
yang kelak akan menjadi besar di dunia. Bertekad untuk membuat kehidupan yang lebih baik
bagi dirinya sendiri, Harley kemudian berangkat untuk kuliah, ia adalah orang yang pertama
dalam keluarganya yang kuliah dan akhirnya meraih gelar di bidang teknik mesin dari
University of Wisconsin-Madison pada tahun 1907. Setelah selesai menimba ilmu, Harley
kemudian kembali ke Milwaukee setelah kuliah dan mulai bekerja kembali dengan Davidson
untuk memenuhi impian mereka untuk membangun sepeda bermotor.
Mereka memulai mengoperasikan perusahaan Harley Davidson Motor Company dari
sebuah gudang kecil di halaman belakang keluarga Davidson. Nama Harley dipasang di awal
karena ide asli datang dari pemikirannya tentang sepeda motor. Pada tahun pertama,
perusahaan menghasilkan tiga sepeda, yang termasuk sepeda engkol dan pedal serta motor
satu silinder. Selama beberapa tahun ke depan, perusahaan menyempurnakan ide sepeda
motor dan menarik bisnis baru. Pada tahun 1909, perusahaan memiliki pabrik sendiri,
mempekerjakan 35 pekerja dan menghasilkan lebih dari seribu sepeda motor per tahun.

Di balik perkembangan perusahaan, William Harley adalah seorang perfeksionis yang


menciptakan dan memasang mesin dua-silinder sepeda motor pertama di dunia. Ia
melakukannya pada tahun 1907, dan hanya dalam beberapa tahun kemudian, kemudian
dipatenkan menjadi mesin V-Twin yang kemudian meroket dan membantu pertumbuhan
produksi perusahaan menjadi 3.200 sepeda dalam setahun. Selama beberapa dekade
berikutnya Harley-Davidson terus melihat dorongan besar dalam penjualan dan popularitas.
saat AS ikut serta pada Perang Dunia I. Tak tanggung-tanggung, Militer AS pun berani untuk
memasukannya dengan jumlah sepertiga dari total 70.000 unit sepeda motor yang dibutuhkan
selama perang. Pilihan itu pun tepat, karena sepeda motor Harley-Davidson dapat
mempermudah pasukan AS dalam melakukan pengintaian dan pengantaran logistik ke garis
terdepan medan pertempuran.
Akhirnya, sepanjang PD I, sekitar 20.000 unit sepeda motor Harley-Davidson dikirim
ke medan pertempuran. Meski masih tersisa 14.600 unit lagi yang belum diproduksi karena
berakhirnya perang, Harley-Davidson berubah bak bintang. Sepeda motor tersebut mendapat
apresiasi luar biasa dari masyarakat AS, karena dinilai cukup membantu negara "Paman Sam"
dalam medan pertempuran. Citra "Motor Nasionalis" pun disematkan masyarakat kepada
sepeda motor tersebut.
Sejumlah media massa ramai memperbincangkan "kehebatan" kendaraan Harley
Davidson. Slogan Uncle Sams Choice; Harley-Davidson pun terpampang dalam salah satu
iklan perusahaan tersebut pada era 1920-an. Di masa itu, Harley-Davidson akhirnya memulai
masa keemasannya. Harley-Davidson kemudian menjadi legenda dan mampu mengungguli
pesaing-pesaingnya hingga menjadi perusahaan sepeda motor terbesar di dunia hingga masa
kini.
Sampai kematiannya, William Harley terbukti berperan dalam keberhasilan
perusahaan dan pengenalan sepeda motor baru. Dia adalah seorang pembalap dan memiliki
gairah untuk menguji sepeda barunya. Harley meninggal karena gagal jantung pada tanggal
18 September 1943. Ia dimakamkan di Pemakaman Holy Cross dan Mausoleum di
Milwaukee. Pada tahun 1998, ia dilantik ke dalam Hall of Fame motor di Columbus, Ohio
sekaligus dikenal sebagai "Father of Harley-Davidson" bersama Arthur Davidson.

2. Perusahaan
Debut Harley-Davidson dimulai dari kaleng bekas untuk mesin. Persaingan dengan
sepeda motor bikinan Jepang, membuatnya harus mengubah pola manajemen agar bisa
kembali bangkit dari krisis. Inilah perjuangan Harley Davidson, yang lebih dari 100 tahun
menjadi ikon maskulinitas.
Sejarah motor Harley-Davidson dimulai di Milwaukee pada tahun 1903. Saat itu, Bill
Harley dan Arthur Walter Davidson yang mengembangkan sebuah motor satu silinder. Dan
hebatnya, seseorang membelinya. Pada tahun 1905, mereka kemudian berhasil membuat 11
unit motor, pada tahun 1908 meningkat menjadi 154 motor. Akhirnya mereka memiliki
sebuah pabrik motor, yang awalnya hanya terbuat dari papan, kebetulan yang membuat
adalah ayah dari Davidson. Pabrik kecil ini kemudian berkembang, salah satu anggota
keluarga Davidson, William, kemudian ikut bergabung. Akhirnya mereka merekrut 20 orang
karyawan, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja.
Tahun 1909, Bill Harley membuat proyek mesin V twin 1000 cc. Kala itu mesin ini
bisa menghasilkan 7 horsepower. Mesin dengan konfigurasi V-twin 45 derajat menjadi ciri
khas dari motor Harley-Davidson.
Sejarah Awal Terciptanya Motor Harley Davidson tahun 1910, adalah awal
pemasangan logo yang legendaries Bar and Shield di motor Harley-Davidson. Pada tahun
ini, beberapa lomba balap motor, ketahanan motor dan lomba naik bukit dimenangkan oleh
Harley-Davidson.
Tahun 1912 dicirikan dengan pertumbuhan yang pesat dari pabrik motor HarleyDavidson. Pada saat itu, mulai dibangun 6 pabrik baru, bahkan pada saat itu sudah mulai
dilakukan ekspor ke Jepang. Di Amerika Serikat sendiri sudah berdiri lebih dari 200 dealer
penjualan motor Harley Davidson.
Tahun 1914 mulai diperkenalkan sidecar.
Tahun 1915 mulai diperkenalkan transmisi sliding gear 3 kecepatan. Tahun 1917, satu
dari tiga motor dikirim untuk kepentingan Militer Amerika Serikat. Pada tahun berikutnya,
jumlah yang dikirim untuk kepentingan militer malah meningkat menjadi 50 % dari total
produksi. Pada akhir tahun itu, diperkirkan lebih dari 20.000 unit motor Harley-Davidson
yang dipakai oleh pihak militer.
Tahun 1918, Harley-Davidson merupakan pabrik motor terbesar di dunia. Tetapi
kemudian datanglah masa suram bagi Harley-Davidson, yaitu ketika harga mobil semakin

murah (lahirnya mobil tipe T-Ford), dan banyak orang menilai motor sudah ketinggalan
jaman.
Tahun 1920, diperkenalkan tanki tipe tear drop, menggantikan tanki yang
menggantung di backbone. Pada tahun 1926, motor dengan satu silinder kemudian muncul
lagi, setelah produksinya berhenti pada tahun 1918. Pada tahun 1928, pertama kali
diperkenalkan mesin Twin-cam dan rem roda depan di motor Harley-Davidson. Dengan
perubahan ini, motor dapat dipacu hingga 85 mil per jam.
1930 mulai diperkenalkan motor trike (roda tiga) sebagai motor Service-Car, bahkan
banyak yang digunakan untuk kepentingan komersil dan kepentingan bagi kepolisian. Pada
saat itu, logo sayap elang mulai digambar di tangki, beberapa perubahan juga dilakukan di
sector mesin.
Tahun 1936 sangat istimewa bagi Harley-Davidson, karena pada saat itu lahirlah
mesin 1340 cc. Mesin ini kemudian diaplikasikan ke Harley-Davidson tipe Knucklehead.
Pada tahun 1947, tipe Panhead pertama kali diluncurkan dari pabrik, menandai HarleyDavidson sebagai satu-satunya motor bangsa Amerika.
Tahun 1940-an, adalah masa-masa patriotic bagi Harley-Davidson, karena semua
produksi ditujukan untuk membantu pihak militer berperang. Bahkan pada tahun 1941,
produksi Harley-Davidson untuk sipil dihentikan, semua produksi diarahkan pada untuk
kebutuhan militer.
Pada tahun 1945, produksi motor untuk konsumsi sipil dibuka kembali. HarleyDavidson membeli pabrik tua A.O. Smith Propeller Plant, khusus untuk pembuatan mesin.
Mesin ini kemudian dikirim ke pabrik lama di Juneau Avenue untuk dirakit. Pada tahun 1949,
system hidrolik rem depan diperkenalkan pada model Hydra-Glide.
Tahun 1950-an adalah tahun yang buruk bagi Harley-Davidson. Saat itu Inggris
menguasasi 40 % pangsa pasar dengan motor model Triumph. Tapi untunglah, pada tahun
1957, Sporster telah lahir, merupakan motor Harley tercepat dari yang sudah ada selama itu.
Tahun 1969, adalah saat ketika Harley-Davidson melakukan merger dengan American
Machine and Foudry Compaly (AMF). Tetapi kualitas yang dihasilkan sangat menurun,
sehingga produk Super Glide dan SLCR Caferacer pada tahun 1970 mendapat nama yang
buruk.
Kemudian manjemen Harley Davidson berhasil keluar dari merger dan bertekad
menghasilkan motor yang modern tetapi tetap bercirikan Harley-Davidson.

Awal tahun 1970-an merupakan periode revolusi bagi Harley Davidson. Tahun 1971,
tipe cruiser telah lahir yang bercirikan dengan mesin yang sporti tetapi sasis dan penggerak
tetap memakai produk tipe Flathead. Tahun 1973, operasi perakitan dipindah ke lokasi baru di
Pennsylvania. Tahun 1975, Harley-Davidson memperoleh penghargaan AMA pada ajang
Grand National Championships lomba dirt track. Tahun 1977,diperkenalkan FXS Low Rider
dan LHS Electra Glide. FXS merupakan tipe posisi tempat duduk yang rendah (sehingga
dikenal dengan istilah : Low Rider).
Tahun 1980, diperkenalkan FLT dengan 5 kecepatan dan perubahan penggunaan belt
dengan memakai merek Kevlar.
Pada tahun 1982, Harley-Davidson menerapkan system Materials as Needed (MAN)
di line produksinya. Sistem ini mengurangi biaya produksi dan meningkatkan kualitas. Tahun
1983, pertama kali diperkenalkan H.O.G yang disupport oleh Harley-Davidson. Tahun 1984,
diperkenalkan model Softail.
Tahun 1987, Harley Davidson melakukan listing di bursa saham New York Stock
Exchange. Pada saat itu, diperkenalkan tipe FXSTS Springer Softail, yang merupakan motor
klasik 1340 cc pada era modern.
Pada tahun 1990-an, diperkenalkan desain Fat Boy. Nama Fat Boy sendiri diambil
dari kombinasi nama pesawat pembom yang menjatuhkan bom atom di Hirosima dan
Nagasaki, yaitu dari pesawat pembom : Fat man dan Little Boy.
Tahun 1991 dipernalkan FXDB Dyna Glide Sturgis. Tahun 1994 adalah masa HarleyDavidson masuk ke era model Superbike dengan meluncurkan tipe : VR1000. Tipe VR1000
dicirikan dengan doble overhead cam dan pendingin mesin cair.
Tahun 1996 dibuka pabrik di Franklin, Winconsin untuk Asesories dan Art Part motor
Harley-Davidson. Pada tahun yang sama, kemudian menambah fasilitas Pusat Pengembangan
Produk di Milwoukee. Tahun 1997, pabrik baru di Kansas City, pertama kali menghasilkan
model Sporter baru. Tahun 1998, dibuka pabrik perakitan di Brazil, yang menghasilkan
produk tipe Softail dengan fuel injection. Saat ini di Amerika Serikat, Harley-Davidson
menguasai 62 % pangsa pasar motor dengan cc diatas 850 cc.

Bab II
Analisa Makro
1. Analaisa Makro Harley Davidson
a. Kebijakan pemerintah mengenai pajak barang mewah serta nilai tukar Dollar ke
Rupiah
Sejumlah kebijakan pemerintah terkait pajak yang semakin membesarkan
bisnisnya seperti PMK no.175/PMK.011/2013 tentang kenaikan tarif PPh 22 import
dari 2,5% jadi 7,5%. Lalu PP no.22 tahun 2014 tentang kenaikan pajak penjualan
barang mewah dari 75% menjadi 125%.
Kemudian PMK no.90/PMK.03/2015 tentang penetapan tarif PPh 22 barang
mewah untuk motor besar dengan kapasitas mesin diatas 500 cc dari 0% jadi 5%.
Terakhir PMK no.132/PMK.010/2015 tentang kenaikan tarif bea masuk motor besar
dari 30%, menjadi 40%.
Sebagai contoh Harley Davidson Cvo Ultra Limited dibandrol dari USA
dengan harga $40000 atau setara Rp 530.393.944. Setelah produk tersebut masuk ke
Indonesia dikarenakan kebijakan pajak, harga impor yang masuk senilai Rp.
1.388.000.000.

b. Segi industri kendaraan roda dua


Penjualan sepeda motor varian sport di Indonesia terus bertumbuh seiring
dengan perubahan gaya hidup dan kemampuan daya beli masyarakat. Jika sepanjang

tahun lalu penjualan motor jenis ini mencapai 744.190 unit atau 11,48 persen dari
total penjualan, tahun ini diperkirakan mencapai 13 persen dan tahun berikutnya 16
persen.
Pertumbuhan pangsa motor sport terus mengejar pangsa pasar motor bebek.
Sepanjang 2015 lalu, pangsa motor itu mencapai 11,48 persen atau sebanyak 744.190
unit. Sedangkan motor bebek 13,24 persen atau 858.240 unit.
Bahkan, di awal tahun ini, atau di bulan Januari lalu, selisih penjualan motor
sport dengan bebek terbilang tipis. Data AISI menunjukkan, penjualan motor bebek
di bulan itu sebanyak 44.885 unit atau 10,78 persen.
Sedangkan jenis sport sebanyak 44.462 unit. Selisih penjualan keduanya
hanya 423 unit. "Pasar (motor) secara umum kami perkirakan akan tumbuh. Sebab,
kami optimistis ekonomi juga akan tumbuh," kata Loman.

Bertumbuhnya kelas menengah atas di Indonesia telah membuat pasar motor


besar atau motor gede (moge) di Indonesia kembali bergairah. Sepeda motor
bermesin di bawah 500 cc memiliki market size 7 juta unit tiap tahunnya. Sedangkan
moge bermesin di atas 500 cc diperkirakan pelaku bisnis ini akan mencapai 3.0003.500 unit dalam setahun. Jika satu unit moge dibandrol dengan rata-rata Rp 300
miliar hingga Rp 400 juta, maka nilai bisnis moge di Tanah Air dalam setahun bisa
mencapai sekitar Rp 900 miliar hingga Rp 1,4 triliun.
Sementara itu, menurut catatan MIX pasar moge di Indonesia masih di bawah
3.000 unit pada tahun ini. Merek moge yang sudah eksis di sini seperti Harley
Davidson, Ducati, dan Kawasaki masing-masing membukukan penjualan tidak lebih
dari 300 unit per tahun. Harley Davidson penjualannya sekitar 200-300 unit.
Sementara Ducati pada tahun lalu membukukan penjualan 260 unit. Akan halnya
Kawasaki, secara total pada tahun lalu mencatat penjualan 123 unit (termasuk motor
di bawah 500 cc).
c. Segi Budaya
"Segmen pasar motor sport terus tumbuh. Selain karena faktor selera gaya
hidup juga ditunjang kemampuan daya beli. Potensinya cukup besar, bahkan tahun
depan diperkirakan (pangsa pasarnya) mencapai 16 persen," papar Wakil Presiden PT
Astra Honda Motor, Johanes Loman.
Pernyataan senada diungkapkan Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri
Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala. Menurutnya, peminat motor sport
umumnya konsumen berusia muda atau mereka yang berjiwa muda.
Selain itu, sebagian besar pembeli varian ini adalah mereka yang telah
memiliki motor lain, selain motor sport. Keberadaan motor sport bagi mereka
merupakan sarana penyaluran hobi atau kesenangan.
d. Sistem pengecekan barang di bea cukai
Hal yang harus menjadi pertimbangan untuk produk import adalah lamanya
waktu pengecekan barang di bea cukai serta redline yang sering terjadi.
Permasalahan yang sering timbul yang mengakibatkan shipment ditahan
kebanyakan adalah karena kurangnya komunikasi antara shipper dan consignee

mengenai regulasi barang yang akan masuk ke suatu negara sehingga mengakibatkan
dihold oleh custom.
Ada dua penggolongan yang biasa disebut didalam dunia clearance. Yaitu
green line dan red line.
1. Green Line atau jalur hijau biasanya adalah general cargo yang boleh masuk ke
Indonesia tanpa ada dokumentasi tertentu. Jadi tinggal dicocokan antara manifes
dan hasil scan barang sudah langsung dihand over lagi ke kurir untuk proses
delivery.
2. Red Line adalah keadaan dimana custom menahan barang karena adanya ketidak
sesuaian. Berikut adalah yang menyebabkan red line :

Manifes yang tertulis, deskrisi di airwaybill dan isi paket tidak sesuai
sehingga butuh di inspeksi dengan cara di buka oleh custom.

Under Value, atau memberikan nilai barang terlalu rendah dibandingkan


dengan nilai komersial barang yang sebenarnya. Misal barang senilai
USD 500 tapi dituliskan bahwa value hanya USD 20, atau malah no
commercial value.

Barang tersebut dilarang masuk ke Indonesia. Misalnya : anti moeslem


tools, senjata api dan benda tajam.

Barang tersebut boleh masuk Indonesia dengan dokumentasi atau


rekomendasi dari departemen terkait. Misalnya : barang barang yang bisa
memancarkan signal membutuhkan ijin masuk dari dirjen postel.

Barang yang berisikan makanan/ obat2an/ barang yang dikonsumsi


langsung oleh manusia.

Ketidaksesuaian berat.

Ketidaksesuaian data penerima (beberapa perusahaan dikawasan berikat


yang mempunyai fasilitas P35)

Bab III
Analisa SWOT
Strength:
a

Cult Brand: Harley Davidson has transformed itself as a cult brand


& positioned itself in niche segment of High CC cruiser bikes.

b HOG Rallies: Harley has its characteristic rallies of Harley Owners


Group or HOGS on a continuous basis which involves Harley owners
from different parts of the country to interact & experience a
different lifestyle.
c High Customer Pull: Its distinguished promotional strategies &
branding has helped Harley in creating a strong customer thereby
having a high TOMA score. (Top of the mind awareness score)
d Product Range: With its diversified product range like recently
introduced Street 500CC & 750 CC, Harley is trying to solve the
ageing problem of the current customer base so as to make it more
promising to the younger diaspora.
e Loyal Customer Base: With its strong image of quality and freedom
Harley has crafted its niche position in the market which is also
backed by Harley Davidson Merchandising.
f

Due to a rich heritage and financial stability parent company is on


the growing path.

Weakness
a Outside U.S Harley Davidson has a manufacturing unit only in India
& one assembling plant in Brazil which makes price to the exported
countries a bit higher. Also they are dependent on these 3 facilities
to fulfill the global demand.
b Over-dependence on the U.S market: More than 65% of the revenue
is coming from the U.S market. The U.S market has its own
limitation in terms of growth. So its became more risky for Harley to
generate majority of its revenue from U.S.

c Suppliers: Relaying on Single/Limited Suppliers can affect the


companys business in long run. As in case of increase in Input cost
will lead to increase in operational cost which in course will affect
the cost of commodities resulting capacity constraints, lower
production, financial distress to suppliers which will ultimately result
in delivery delay & customer dissatisfaction.
Opportunities
a Asian & Europe Markets: The demand in the developing Asian &
European nations is increasing for Harley and there are very (rather
no) players competing in this segment. Thus, it is a very attractive
opportunity for Harley to capture these markets aggressively.
b Lower CC bikes: With its own set of loyal & cult followers, it can
attract the young customers for whom if it can launch low end
heavyweight vehicles (say 350 CC) which will help the company to
increase its Customer base.
c Women & Young Riders: Harley can use its increased marketing
efforts to further increase the customer base by marketing towards
untapped segments. For example, in 2000, women riders were
purchasing about 15,000 motorcycles per year. In just 5 years, sales
to women had jumped to over 30,000 motorcycles per year. In 2006,
women accounted for 12% of all bike sales.
Threats
a Myopic Approach: Being market myopic can affect the Harley
brand .As its 65% of sales comes from the U.S market, this over
dependence can lead to internal distress.
b Substitutes: With more & more companies in heavyweight segment
going

global

Like

Royal

Enfield,

Indian

Motorcycles,

Vector

Motorcycles, Triumph Motorcycles, these substitutes with low price


offering can affect the overall business of Harley.

Bab IV
Analisa Rasio
Tahun 2013

Tahun 2014

Tahun 2015

Dari bagan dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan ROE (Return on Equity) dari
tahun 2013 ke tahun 2014. Faktor yang mempengaruhi kenaikan tersebut adalah faktor
operasional (pengaruh terbesar), faktor finansial, dan terakhir adalah faktor investasi. Terjadi
peningkatan pada sales (penjualan) di tahun 2014, sehingga menyebabkan adanya
peningkatan net profit margin. ROA (Return on Assets) hanya mengalami sedikit peningkatan
yang dipengaruhi oleh adanya sedikit peningkatan pada net fixed assets. Dari faktor investasi,
FLM (Finance Leverage Multiplier) mengalami peningkatan, yang berarti perputaran
hutang perusahaan dalam waktu 1 (satu) tahun meningkat, disebabkan oleh adanya
peningkatan pada short-term debt dan long-term debt sehingga total liabilities meningkat.
Terjadi peningkatan ROE yang cukup signifikan dari tahun 2014 ke tahun 2015.
Faktor terbesar yang mempengaruhi hal tersebut adalah faktor investasi, dimana terjadi
peningkatan pada account payables, short-term debt, dan long-term debt di tahun 2015.
Faktor selanjutnya adalah faktor ROA yang mengalami sedikit penurunan, dikarenakan sales
yang terjadi pada tahun 2015 mengalami penuruan, sehingga perputaran aset perusahaan
dalam 1 (satu) tahun tidak meningkat. Dan faktor terakhir adalah faktor operasional, yang
mengalami penuruan yang disebabkan karena menurunnya sales (penjualan) pada tahun
2015. Jika dilihat dari ketiga faktor tersebut, penjualan produk Harley-Davidson tidak terlalu
baik pada tahun 2015, sehingga cash flow tidak terlalu baik dan berakhir pada account
payables, short-term debt, dan long-term debt yang meningkat.

Bab V
Analisa 6 Forces Michael E. Porter
1. Threat of New Entrants
a. Industri sepeda motor sangat padat modal dan terdapat skala ekonomi yang
signifikan di dalam industri manufaktur tersebut. Dibutuhkannya biaya marjinal
yang besar, kebutuhan modal untuk pembuatan produk yang sangat tinggi, oleh
karena hal ini maka pesaing akan sulit masuk.
2. Bargaining Power of Suppliers
a. Harley Davidson memiliki pabrik rakitan sendiri di Amerika Latin.
b. Harley Davidson memiliki banyak pemasok,apabila pemasok Harley Davidson
tiba-tiba menaikkan harga maka Harley Davidson tidak perlu kuatir karena bisa
beralih ke pemasok lainnya.
c. Barang-barang dari pemasok biasanya berupa baja,komponen listrik dasar dan
sepeda motor.
3. Bargaining Power of Buyers/Consumers
a. Konsumen Harley Davidson adalah masyarakat menengah ke atas.
b. Konsumen Harley Davidson di Indonesia kebanyakan orang orang yang
tergabung dalam satu komunitas.
c. Selain itu,pelanggan Harley Davidson adalah dealer berlisensi.
d. Perusahaan Harley Davidson sangat menjaga customer intimacy
4. Competitive Rivalry Within the Industry
Beberapa perusahaan

yang terdaftar memiliki produk yang sama atau

merupakan pesaing Harley-Davidson, ialah:


a. Honda, Yamaha, Suzuki, BMW dan Polaris. Honda merupakan produsen sepeda
motor terbesar di dunia. Bisnis mereka secara luas diversifikasi dari sepeda motor,
mobil, kendaraan semua medan (ATV), generator, perahu pribadi, Snowblowers,
dan skuter. Honda mengeluarkan produknya Honds Goldwing yang menjadi
pesaing Harley Davidson

b. Yamaha adalah produsen sepeda motor terbesar kedua, setelah Honda. Sama
seperti Honda, Yamaha menghasilkan produk yang lebih beragam, seperti ATV,
skuter, dan perahu selain berbagai lini produk sepeda motor.
c. Suzuki adalah produsen sepeda motor terbesar ketiga di dunia. Suzuki juga
memiliki produk yang lebih beragam dari Harley-Davidson. Suzuki menghasilkan
mobil, ATV, skuter, dan motor tempel untuk kapal di samping berbagai lini produk
sepeda motor.
d. Polaris adalah salah satu pesaing Harley-Davidson dari Amerika Serikat. Polaris
terkenal karena mobil salju mereka, off-road kendaraan dan Victory Cruiser
mereka dan tur sepeda motor. Polaris menghasilkan produk sepeda motor yang
dijual dengan harga lebih murah dibandingkan dengan Harley-Davidson, dan ini
membuat produk mereka lebih kompetitif dibandingkan dengan Harley Davidson.
e. Triumph dan BMW juga pesaing dari Harley-Davidson yang berasal dari Inggris
dan Jerman.
f. Ducati adalah produsen sepeda motor dari Italia. Ducati memproduksi sepeda
motor untuk digunakan baik jalan, dan balap motor. Ducati juga memiliki sejarah
panjang bergabung Grand Prix balap motor, dan Superbike World Championship,
apalagi, mereka juga terlibat dalam British Superbike Championship, dan AMA
Superbike Championship.
5. Threat of Subtitute Products
Motor Gede adalah barang mewah bagi sebagian besar konsumen sehingga
ada beberapa barang pengganti (substitusinya) yakni motor motor yang biasa saja
yang modelnya ringan dan harganya rendah yang dikeluarkan oleh Pesaing dari
Harley Davidson. Selain itu,di negara-negara maju, sepeda motor adalah barang yang
dianggap tidak terlalu sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu,sebagian besar
digantikan atau disubstitusikan dengan item yang lebih praktis seperti mobil atau
transportasi yang dirasa lebih efektif seperti sepeda. Kurangnya kebutuhan akan
motor meningkatkan ancaman pengganti dan menggambarkan mengapa segmen pasar
masuk ke penurunan selama resesi ekonomi.
6. Complementer
Barang Pelengkap yang paling jelas untuk sepeda Motor Gede adalah bensin,
oleh karena itu, bahan bakar inilah maka terkadang juga turut mempengaruhi

penjualan dari Harley Davidson. Termasuk dalam hubungannya antara kenaikan atau
penurunan harga bahan bakar.

Bab VI
Strategi
1. Isu Strategis dan Rekomendasi
Secara keseluruhan Harley Davidson adalah sebuah perusahaan yang kuat dengan
margin yang sangat baik dan terus-menerus meningkat pertumbuhan pendapatannya. Pada
tahun 2005 Harley Davidson tercatat berturut-turut ke-19 dari rekor pendapatan dan rekor
keuntungannya. Perhatian utama bagi Harley adalah apakah dapat atau tidak mereka
mempertahankan pertumbuhan mereka dalam menghadapi perbaikan dalam produk pesaing
mereka dan jatuh tempo pasar. Beberapa analis kekhawatiran bahwa Harley Davidson tidak
mendorong amplop di pasar lagi dan tidak di ujung tombak gaya baru dan desain sepeda
motor. Bahkan sebuah perusahaan yang dominan di pasar, Harley Davidson tidak bisa diam
saja dan membiarkan pesaing mencuri pangsa pasar karena tidak bertindak.
Salah satu tren utama yang dihadapi Harley Davidson adalah bahwa usia rata-rata
dari Harley Davidson semakin tinggi, yang berarti perusahaan tidak sesukses sekarang seperti
yang telah di masa lalu dalam menarik pengendara baru dan muda. Hal ini juga dibuktikan
dengan sedikit melemahnya penjualan di motor entry level yang kurang kuat. Motor ini
biasanya yang dibeli oleh pengendara muda ketika mereka baru belajar naik sepeda motor,
sebelum mereka dapat menangani motor dengan daya lebih. Kekhawatiran lain bahwa banyak
analis yang mengatakan bahwa margin Harley Davidson memuncak dan mungkin akan jatuh
di masa depan karena persaingan kaku dari produsen Jepang tidak hanya menempatkan
beberapa tekanan harga pada Harley, tetapi perusahaan juga akan kehilangan beberapa skala
ekonomisnya sebagai garis tertentu sepeda motor mungkin harus diproduksi dalam jumlah
yang lebih rendah.
Pertanyaan

utama

untuk

Harley

Davidson

adalah

bagaimana

manajemen

mempertahankan setidaknya 50% pangsa pasar dan pada saat yang sama menjaga pasar
tumbuh pada tingkat yang akan memungkinkan mereka untuk terus meningkatkan pendapatan
mereka pada tingkat yang akan membungkam keraguan baru-baru ini yang muncul di Wall
Street.
Solusi dasarnya adalah untuk menjual lebih banyak sepeda motor. Dalam rangka
untuk melakukannya Harley Davidson tidak hanya terus membuat sepeda motor yang
menarik bagi konsumen dihadapkan dengan tumbuhnya sejumlah pilihan tetapi juga
memperkuat nama merek dalam rangka untuk lebih membedakan produknya dari yang dibuat
oleh para pesaingnya. Salah satu alasan bahwa analis memprediksi pertumbuhan penjualan
akan melunak di masa depan adalah kurangnya perubahan signifikan antara Model sepeda
motor antar tahun. Alih-alih merancang ulang aspek-aspek tertentu dari model-model tertentu

atau benar-benar mendesain ulang seluruh jajaran sepeda motor antara Model tahun Harley
Davidson yang baru-baru telah meninggalkan model dasarnya sama dan sebaliknya mentweak hal-hal kecil seperti desain speedometer atau radio. Dengan tidak signifikan mengubah
desain sepeda dari tahun ke tahun Harley Davidson menghilangkan insentif bagi orang untuk
membeli model terbaru.
Alih-alih membeli sepeda baru dari dealer konsumen bisa dengan sepeda motor
digunakan sebagai pengganti dan akan menjadi dasarnya membeli mesin yang sama. Harley
Davidson perlu kembali fokus pada produksi memotong desain tepi sepeda motor yang akan
terus menjadi menarik bagi pemilik Harley Davidson yang ada dan masih membawa
pengendara baru di Harley Group. Aspek penting lain yang Harley Davidson perlu fokus
adalah menjaga rata-rata pendapat baik dari konsumen dan preferensi untuk merek Harley
Davidson. Di masa lalu HD adalah sepeda motor kelas berat, tapi karena perluasan Honda,
Suzuki, dan Yamaha ke konsumen segmen kelas berat memiliki lebih pilihan tanpa
mengorbankan kualitas. Meskipun Harley Davidson telah memiliki image masalah di masa
lalu, seperti Malaikat Neraka dan geng motor lainnya, baru-baru ini akhir pecan kesenangan
pengendara telah menggantikan gambar menarik. Masalahnya adalah bahwa konsumen tidak
lagi melihat Harley Davidson di puncak industri. Harley perlu membuat upaya untuk
menunjukkan konsumen bahwa Harley Davidson masih sepeda motor terbaik yang Anda
dapat miliki. Bagian dari daya tarik Harley Davidson adalah gambar yang memiliki sebuah
proyek Harley. Beberapa gambar yang telah memudar selama beberapa tahun terakhir dan
perlu dihidupkan kembali jika Harley adalah untuk terus keberhasilannya.
Satu hal yang harus berangkat peringatan bagi analis adalah kenyataan bahwa selama
beberapa terakhir tahun jumlah total dolar yang dihabiskan untuk iklan dan penelitian dan
pengembangan benar-benar telah menurun. Ini telah meningkatkan gambaran keuangan saat
ini, tetapi tanpa pengembangan produk baru yang memadai dan fokus pemasaran untuk
menjual produk di masa depan, perusahaan tidak akan hidup sampai potensinya. Peningkatan
baik produk pengembangan dan belanja iklan akan menjadi awal untuk Harley Davidson
dalam menjaga pertumbuhannya.
Harley Davidson secara historis dibuat menjadi sepeda motor berkualitas tinggi
dengan tepi fitur desain yang unik dan kuno American Muscle. Itu adalah gambar yang telah
membuat Harley sukses di masa lalu dan mudah-mudahan akan membuat perusahaan sukses
di masa depan. Harley Davidson perlu kembali fokus pada memproduksi elemen desain baru
dan inovatif tidak hanya untuk mengubah secara signifikan garis sepeda motor dari tahun ke
tahun tetapi juga untuk memperbaharui citra perusahaan sebagai salah satu yang masih bisa
datang dengan sepeda baru dengan kualitas terbaik dan desain. Itu langkah lain untuk
membantu memperbaharui gambar adalah melalui peningkatan iklan dan acara promosi.
Unjuk Rasa seperti Black Hills Rally di Sturgis melakukan hal-hal besar untuk menunjukkan

dan mempromosikan citra Harley, tapi lebih bisa dilakukan di departemen itu.
Pengorganisasian demonstrasi tambahan dan kegiatan promosi lainnya akan pergi jauh dalam
menunjukkan produk baru tetapi juga membantu untuk merangsang pertumbuhan pasar secara
keseluruhan yang Harley Davidson akan butuhkan untuk terus meningkatkan tren
pertumbuhannya.

2. Strategic Alternatives
a. Customization

Banyak pemilik HD membuat motonya dengan custom sesuai dengan


keinginan. Website HD dapat memberi gambaran bagaimana pemilihan
custom yang dipilih.

Dapat menggunakan pihak ketiga untuk penggunaan design dan cat pada
motor HD.

b. Konsentrasi pada Popular Market

HD adalah motor Amerika dan tetap menjual ke seluruh dunia. Dengan


menyebarkan produk HD ke Negara lain membuat peningkatan penjualan dan
mengurangi cost.

Konsentrasi pada area yang tingkat penjualannya tinggi.

3. Implemetation
a

HRD akan membuat program sesuai dengan strategi baru yang diputuskan.

Melaksanakan ekspansi internasional

Lebih ramah lingkungan dalam membuan rencana produksi.

4. Evaluation and Control


a

Information System

Performance HD diukur berdasarkan area dan segment. Berkonsentrasi pada


penjualan yang tinggi baik di domestic maupun di pasar internasional. Target
segment baik tradisional maupun non-tradisional, dan wanita termasuk target
segment.

Akan dibuat laporan per quarter baik itu domestic ataupun internasional
market.

Benchmarking akan tetap dilaksanakan.

Control Measures

Setiap pasar internasional memiliki standar yang sama, yang membedakan


adalah jenis produk yang ditawarkan. Satu segment memiliki penjualan
produk yang berbeda dengan segmen lainnya.

Perusahaan akan memberikan kompensasi yang sesuai dengan performance


perusahaan.

Bab VII
Kesimpulan dan Saran
Harley-Davidson Motor Company adalah pembuat sepeda motor Amerika Serikat
yang bermarkas di Milwaukee, Wisconsin, United States. Perusahaan ini adalah salah satu
dari 3 perusahaan pembuat sepeda motor Amerika yang masih tersisa. Perusahaan Harley
Davidson sempat menjadi penghasil sepeda motor terbesar di dunia selama periode
akhir Perang Dunia Ihingga tahun 1928. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1903 oleh
William S. Harley dan Arthur Davidson.
Saran :
-

Karena segmen pasar motor sport terus tumbuh dan potensi nya cukup besar di
Indonesia , Harley Davidson sebaiknya lebih memperhatikan pesaing pesaing yang

bergerak di bidang usaha motor sport sejenis seperti Ducati,


Mengingat Motor Gede adalah barang mewah bagi sebagian besar konsumen
sehingga ada beberapa barang pengganti (substitusinya) yakni motor motor yang
biasa saja yang modelnya ringan dan harganya rendah yang dikeluarkan oleh Pesaing
dari Harley Davidson, Ada baiknya juga apabila Harley Davidson mengeluarkan
inovasi motor sport 250 cc seperti Kawasaki Ninja dan Honda CBR mengingat pasar

motor sport berpotensial di Indonesia .


Sebaiknya Harley Davidson lebih berfokus pada club club motor gede di Indonesia.

Seperti mengadakan touring , gathering, dsb .


Tidak hanya menyediakan motor gede saja, sebaiknya Harley Davidson juga membuat
bengkel resmi khusus untuk motor khusus untuk pengguna Harley Davidson agar
memberi kemudahan dalam mendapatkan perawatan motor dan juga spare part