Anda di halaman 1dari 3

BAB VI

KESIMPULAN
6.1 Kesimpulan
Gambaran dari pembahasan dan analisa yang telah dipaparkan mengenai
pengukuran kinerja produktivitas KSU Brosem, dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut :
1. Berdasarkan Analisa dan perhitungan pengukuran kinerja produktivitas KSU
Brosem yang dilakukan dengan menggunakan metode Fuzzy AHP dan OMAX yang
menggunakan 4 kriteri sebagai acuan produktivitas perusahaan antara lain : SDM,
Bahan baku, Mesin, dan Produk. Terbentuk beberapa KPI sebanyak 15 KPI yang
sesuai dengan kondisi perusahaan, dimana criteria SDM memiliki 4 KPI, kriteria
bahan baku memiliki 4 KPI, kriteria Mesin memiliki 4 KPI, kriteria produk
memiliki 3 KPI.
2. Dengan mengukur kinerja produktivitas pada KSU Brosem dengan menggunakan
metode Objective Matrix (OMAX) dan Traffic Light System didapatkan pencapaian
kinerja sebesar 4,437. dari 15 KPI yang ada, sebanyak 4 KPI yang berada pada
kategori hijau, 3 KPI berada pada kategori kuning, dan 8 KPI berada pada kategori
merah.
Beberapa usulan perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja
perusahaan antara lain :
1. KPI 1 (Jam produksi.)
Perbaikan yang perlu dilakukan adalah meningkatkan produksi dan menambahkan
jam produksi agar produktivitas karyawan lebih maksimal sehingga dapat
mengurangi pengangguran.
2. KPI 4 (Tingkat upah)
Perbaikan yang perlu dilakukan, memberikan gaji atau reword yang lebih kepada
karyawan yang rajin ( tidak pernah apsen ) agar karyawan lebih semangat dalam
bekerja. Serta menambah produksi agar karyawan bisa lembur untuk mendapatkan
gaji yang lebih.
3. KPI 7 (Kemampuan suppliyer)

Perbaikan yang perlu dilakukan untuk memperbaiki kemampuan supliyer adalah


membuat rencana pemesanan lebih awal dan terjadwal agar proses pendistribusian
barang dari supliyer tidak sampai terjadi keterlambatan. Serta membuat perjanjian
agar supliyer tidak semena-mena mengirim pesanan yang telah di pesan oleh
perusahaan.
4. KPI 9 (Bahan Bakar)
Perbaikan yang perlu dilakukan yaitu dengan mempergunakan mesin seefisien
mungkin agar tidak terjadi pemborosan listrik ( jika produksi tidak berlangsung
mesin harus segera dimatikan)
5. KPI 10 (Jam kerja mesin)
Perbaikan yang perlu dilakukan yaitu manambah kapasitas produksi sesuai dengan
target yang sudah di tentukan.
6. KPI 11(Kapasitas mesin) Perbaikan yang perlu dilakukan yaitu melakukan
perawatan secara berkala agar performa mesin tetap terjaga sehingga jumlah
kapasitas mesin tidak berkurang saat terjadi trobel atau kerusakan.
7. KPI 13(Jumlah Produksi)
Perbaikian yang harus dilakukan adalah meningkatkan jumlah pendistribusian dan
menambah jaringan resailer agar jumlah pesanan bertambah dan jumlah produksi
yang meningkat.
8. KPI 15(Kwalitas produk)
Perbaikan yang harus dilakukan adalah mengurangi jumlah kecacatan dan menjaga
kwalitas produk dalam setiap produksi.
6.2 Saran untuk Perusahaan
1. Pengukuran kinerjaperusahaan yang berfokus pada produktivitas yang menyatakan rasio
antara input dan output ini perlu dilakukan secara berkala agar dapat mendeteksi apabila
terjadi penurunan performansi perusahaan sehingga dapat dilakukan perbaikan
secepatnya.
2. Pihak perusahaan sebaiknya segera bertindak untuk mengevaluasi setiap kriteria yang
memiliki nilai produktivitas yang kurang baik, sehingga perusahaan dapat merencanakan
dan memperbaiki dengan tujuan untuk meningkatkan nilai produktivitas total menjadi
lebih baik.
3. Sistem pengukuran kinerja dengan menggunakan metode penghitungan Fuzzy AHP dan
OMAX ini harus dilakukan pengawasan pada setiap indikator kerja sesuai dengan
perkembangan terbaru.

6.2 Saran untuk Penelitian Mendatang


1. Pengukuran kinerja yang berfokus pada produktivitas perusahaan yang akan dilakukan
pada penelitian mendatang sebaiknya menambahkan KPI yang dianggap penting dalam
berlangsungnya perkembangan kinerja perusahaan.
2. Harus lebih sering berkonsultasi pada pihak yang berkepentingan di tempat penelitian,
jangan takut untuk bertanya dan menjelaskan agar proses pengambilan data berupa
wawancara ataupun kuisioner dapat diambil dan diterima dengan baik.