Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembangunan Kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran,
kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum sebagai yang
dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Pembangunan Kesehatan
tersebut diselenggarakan dengan berdasarkan kepada Sistem Kesehatan Nasional (SKN)
yaitu suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya Bangsa Indonesia secara terpadu
dan saling mendukung guna menjamin derajat kesehatan yang setinggi-tingginya (Depkes
RI, 2004).
Keberhasilan pembangunan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu
dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Untuk mencapai keberhasilan dalam
pembangunan bidang kesehatan tersebut diselenggarakan berbagai upaya kesehatan
secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu (Adiputra, 2007).
Keberadaan rumah sakit yang memiliki manajemen dan pelayanan yang baik
mulai menjadi pembicaraan di masyarakat, oleh karena pelayanan yang diberikan tidak
memuaskan dari para penyelenggara pelayanan kesehatan, seperti adanya keluhan
masyarakat terhadap pelayanan, tempat dan tarif yang tinggi. Dari ketiga hal tersebut,
aspek pelayananlah yang paling banyak disoroti oleh masyarakat sebagai sesuatu hal yang
mendasar bagi para konsumen.

Tenaga perawat sebagai salah satu tenaga yang mempunyai kontribusi besar bagi
pelayanan kesehatan, mempunyai peranan penting untuk meningkatkan mutu pelayanan
kesehatan dimana kinerja seorang perawat sangat menentukan keberhasilan rumah sakit
dalam menjalankan fungsi dan tugas yang diembannya (Hotnida, 2002).
Berbicara kinerja perawat berarti kita berbicara mengenai sumber daya manusia
yang sudah terampil, handal dan profesional. Oleh karena itu, keterampilan, kehandalan,
dan keprofesionalan kerja dari seorang perawat akan mampu menciptakan iklim kinerja
rumah sakit yang lebih baik didukung manajemen rumah sakit itu sendiri serta unsurunsur manajerial yang melingkupinya (Soeroso, 2003).
Kurangnya kinerja perawat dapat disebabkan karena adanya unsur dari luar diri
tenaga perawat yang mempengaruhi psikologis sehingga menurunkan semangat kerja.
Aspek yang berasal dari luar ini mencakup hubungan interpersonal dengan teman sejawat
di tempat kerja, adanya konflik internal keorganisasian rumah sakit, kurangnya aspek
motorik dari rumah sakit dalam rangka pemberian motivasi kepada tenaga perawat
sehingga dapat melaksanakan tindakan asuhan keperawatan yang lebih berkualitas dan
menjawab tuntutan masyarakat akan kebutuhan pelayanan (Soeroso, 2003). Hal ini sesuai
dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rahayu (2008) di RSU Aisyiyah Diponegoro
Ponorogo yaitu terdapat pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja perawat. Berdasarkan
teori contingency dan situational, dengan adanya kebersamaan dan komunikasi antar
anggota dan pemimpin itu sendiri maka akan dapat dicapai kinerja yang optimal.
(Nursalam, 2007)
Pelayanan keperawatan yang terorganisir, memerlukan perawat manajer atau
administrator yang mempunyai pengetahuan, keterampilan dan kompetensi pada semua
aspek manajemen. Kondisi-kondisi tersebut diperlukan upaya perubahan dalam

manajemen pelayanan keperawatan di rumah sakit, sehingga rumah sakit mampu


bersaing.
Berdasarkan hal di atas program S1 Ners Fakultas Kedokteran Universitas
Hasanuddin Makassar melakukan suatu program praktik dengan lingkup manajemen
keperawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar.
B. Tujuan Praktik
1. Tujuan Umum
Setelah menyelesaikan

kegiatan praktik , mahasiswa

mampu menerapkan

konsep-konsep dan prinsip administrasi/manajemen keperawatan di Rumah Sakit


dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khususnya adalah:
a. Teridentifikasinya kebutuhan dan masalah manajemen keperawatan berdasarkan
analisis situasi nyata di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar.
b. Ditetapkannya kebutuhan dan masalah manajemen keperawatan bersama dengan
Kepala Ruangan di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar.
c. Tersusunnya tujuan dan rencana

alternatif

pemenuhan kebutuhan

dan

penyelesaian masalah
d. Pengusulan alternatif pemenuhan kebutuhan dan penyelesaian masalah yang
bersifat teknis operasional.
e. Dilaksanankannya alternatif pemenuhan kebutuhan dan penyelesaian masalah
yang disepakati bersama unit terkait.
f. Terevaluasinya pelaksanaan kegiatan pada aspek masukan, proses dan dampak
pada manajemen keperawatan.
3

g. Direncanakannya

tindak

lanjut

dari

hasil

yang

dicapai

berupa

upaya

mempertahankan dan memperbaiki hasil melalui kerja sama dengan unit terkait
di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar.

C. Manfaat Praktik
a. Bagi Rumah Sakit
Melalui praktik ini, mahasiswa dapat membantu Rumah Sakit untuk memecahkan
masalah yang bersifat teknis operasional dari satu aspek manajemen Pelayanan
Keperawatan

tertentu, yang dapat meningkatkan mutu

Pelayanan Keperawatan

secara umum yang akhirnya dapat meningkatkan mutu Pelayanan Kesehatan.


b. Bagi Program S1 Ners Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar
Peningkatan kualitas proses pembelajaran yang melibatkan mahasiswa secara aktif
dalam kegiatan adiministrasi dan manajemen Rumah Sakit.
c. Bagi Mahasiswa
Memperoleh pengalaman dan pengetahuan nyata dalam mengintegrasikan ilmu-ilmu
adiminsitrasi/ manajemen keperawatan langsung pada tatanan nyata Rumah Sakit,
sehingga timbul percaya diri.
D. Lingkup Kegiatan
Pengelolaan

manajemen pelayanan keperawatan

(Management of Nursing

Service ) meliputi Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Penggerakan


(Actuating) dan Pengawasan (Controlling). Pengelolaan Askep (Management of Nursing
Care). Pengelolaan asuhan keperawatan melalui kegiatan supervisi.
4

E. Tempat Dan Waktu


a. Tempat
Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar Kamar Perawatan Raodah dan Madinah.
b. Waktu
Pelaksanaan Praktik berlangsung selama 3 minggu dari tanggal 15 Juli 2013 sampai
dengan 03 Agustus 2013 yaitu hari Senin sampai dengan Sabtu jam 08.00 14.00
Wita.
F. Tahap pelaksanaan
1. Tahap orientasi
a. Penerimaan mahasiswa praktek profesi manajemen keperawatan oleh kepala seksi
keperawatan dan kepala ruangan Raodah dan Madinah serta Kabag Diklat RS Ibnu
Sina YW-UMI Makassar
b. Orientasi ruangan.
c. Diskusi dengan kepala ruangan.
d. Mengumpulkan data terhadap input, proses dan output dari aspek manajemen
keperawatan yang akan dikaji
2. Tahap identifikasi permasalahan
a. Mengidentifikasi permasalahan yang didapatkan dari pengkajian
b. Identifikasi masalah dil;akukan dengan pembuatan dan penyebaran questioner,
perumusan maasalah dan presentasi hasil questioner.
3. Tahap pemecahan masalah
a. Melakukan analisa data
b. Menetukan prioritas masalah aspek kajian manajemen dari input, proses dan output
yang telah disepakati bersama staf di ruangan, yang dilanjutkan dengan penetapan
tujuan dan seleksi alternative pemecahan masalah yang dirumuskan dalam bentuk
pertanyaan mencakup apa, siapa, berapa lama, dan tujuan yang akan dicapai.
c. Pembuatan rencana kegiatan (term of action) dengan mempertimbangkan biaya,
waktu dan sarana kebijakan yang tersedia di rumah sakit.