Anda di halaman 1dari 8

PLTM Pongko Kab.

Toraja Utara

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup


dan Upaya Pematauan Lingkungan
Hidup

Kondisi Biota Darat dan Biota Air di sekitar lokasi Pembangunan PLTM Pongko
1. Flora
Vegetasi yang ada pada lokasi penelitian yang merupakan areal sepanjang aliran sungai,
umumnya merupakanvegetasi riparian. Selain itu juga terdapat vegetasi yang tumbuh
memenuhi tebing sungai membentuk fragmen hutan sekunder dan kelompok tanaman
budidaya pada kebun-kebun masyarakat.Berdasarkan pengamatan di lapangan, lokasi
penelitian merupakan habitat tanah kering sepanjang aliran sungai dengan topografi
yang umumnya bergelombang dengan kedalaman solum yang relative dangkal terutama
pada tebing-tebing sungai yang curam.
Pada kelompok vegetasi riparian tampak masih banyak terdapat jenis-jenis tumbuhan
alami yang tumbuh memenuhi tepi sungai dengan substrat berpasir. Kelompok
tumbuhan ini beradaptasi dengan baik di tepi sungai yang sewaktu-waktu dapat
membanjiri tempat tumbuh.Sebagian lagi ditemukan memenuhi tebing-tebing sungai
dan hampir semuanya merupakan jenis-jenis tumbuhan sekunder.Tumbuhan sekunder
lainnya berupa herba yang banyak mengisi tempat-tempat kosong.Pohon-pohon alami
yang ada pada beberapa tempat tumbuh dengan terpencar atau memenuhi tebing
sungai.Di beberapa tempat lainnya pada tebing sungai yang tidak terlalu curam juga
banyak dijumpai jenis-jenis tanaman budidaya yang tumbuh meliar.
Jenis-jenis alami yang tercatat tumbuh pada vegetasi riparian ini adalah diantaranya
Schefflera sp., Syzygiumsp., dua jenis Ficus sp.,Rhodamnia sp., Saurauia sp. dan
Erythrina sp..Juga tercatat jenis bance (Nuclea orientalis) dan Neolamarckiachinensis
yang merupakan jenis tumbuhan yang umum ditemukan pada habitat sekitar
sungai.Pada tebing-tebing sungai yang relative lebih kering banyak dijumpai jenis
sekunder lainnya sepertiMallotus sp., Macaranga sp.dan Homalanthus sp.
Pada lereng-lereng yang lebih terbuka, jenis herba pionir yang tumbuh mendominasi
adalah kirinyu (Chromolaena odoratum) dan berbagai paku-pakuan.Selain itu biasanya
terdapat pula jenis berkayu lainnya seperti Trema sp., Tricospermum sp. dan satu jenis
dari family Araliaceae.
Pada beberapa tempat di tepi sungai dan di sekitar pemukiman, jenis-jenis tumbuhan
yang ada selain merupakan jenis yang dibudidayakan di pekarangan rumah juga
terdapat jenis-jenis sekunder berupa terna ruderal yang tumbuh liar mengisi tempattempat kosong.Jenis-jenis yang tercatat yang dibudidayakan di antaranya adalahkopi
(Coffea robusta), kakao (Theobroma cacao) dan Ipomoea sp. yang ditanam sebagai
pakan ternak.Jenis terna ruderal yang tumbuh liar lainnya adalah jarong (Stachytarpheta
jamaiccensis), jenis paku-pakuan (Pteris sp.), dan Lantana camara.
Rekapitulasi dominansi, kerapatan, frekuensi dan nilai penting untuk jenis-jenis yang
tercatat pada titik pengamatan di sekitar lokasi bendung dan lokasi power
houseberturut-turut dapat dilihat pada Tabel-L.1 dan Tabel-L.2

PT. Nagata Dinamika Hidro Pongko

Biologi-1

PLTM Pongko Kab. Toraja Utara

Tabel-L.1.

Jenis
Calliandra sp.
Chromolaena odorata
Erythrina sp.
Fabaceae
Ficus septica
Ficus sp.1
Ficus sp.2
Lagerstroemia sp.
Mallotus sp.
Melastomataceae
Psidium guajava
Quercus sp.
Rhamnaceae
Rosaceae
Rubiaceae
Saurauia sp.
Schefflera sp.
Syzygium sp.
Theaceae

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup


dan Upaya Pematauan Lingkungan
Hidup

Rekapitulasi Nilai Dominansi, Dominansi Relatif (DR), Kerapatan,


Kerapatan Relatif (KR), Frekuensi, Frekuensi Relatif (FR) dan Nilai
Penting Beberapa Jenis Tumbuhan yang Tercatat pada Komunitas
Tumbuhan di Sekitar Lokasi Bendung
Dominansi DR
Kerapatan KR
Frekuensi FR
INP
0.03
3.462
100
4.918
0.333
3.846 12.226
0.053
6.154
400 19.672
0.667
7.692 33.518
0.023
2.692
66.667
3.279
0.333
3.846
9.817
0.023
2.692
100
4.918
0.333
3.846
11.456
0.05
5.769
100
4.918
0.333
3.846 14.533
0.06
6.923
100
4.918
0.333
3.846 15.687
0.123 14.231
233.333 11.475
1 11.538 37.245
0.03
3.462
66.667
3.279
0.333
3.846 10.586
0.103 11.923
166.667
8.197
1 11.538 31.658
0.033
3.846
100
4.918
0.333
3.846 12.610
0.07
8.077
100
4.918
0.667
7.692 20.687
0.023
2.692
33.333
1.639
0.333
3.846
8.178
0.027
3.077
100
4.918
0.333
3.846
11.841
0.017
1.923
33.333
1.639
0.333
3.846
7.409
0.03
3.462
33.333
1.639
0.333
3.846
8.947
0.033
3.846
33.333
1.639
0.333
3.846
9.332
0.033
3.846
66.667
3.279
0.333
3.846 10.971
0.07
8.077
133.333
6.557
0.667
7.692 22.327
0.033
3.846
66.667
3.279
0.333
3.846 10.971

Sumber: Hasil Analisis, 2014.


Perhitungan
indeks
keanekaragaman
tumbuhan
memperlihatkan
tingkat
keberanekaragaman jenis-jenis yang menyusun suatu komunitas. Rekapitulasi hasil
perhitungan nilai indeks keanekaragaman menggunakan indeks Shannon-Weiner
dengan skala Log pada vegetasi di lokasi ini sebesar 1.175 dengan keanekaragaman
maksimumnya sebesar 1.278 dan nilai keseragamannya sebesar 0.919.
Tabel-L.2. Rekapitulasi Nilai Dominansi, Dominansi Relatif (DR), Kerapatan,
Kerapatan Relatif (KR), Frekuensi, Frekuensi Relatif (FR) dan Nilai
Penting Beberapa Jenis Tumbuhan yang Tercatat pada Komunitas
Tumbuhan di Sekitar Lokasi Power House
Jenis
Calliandra sp.
Casuarina equisetifolia
Cattleya sp.
Chromolaena odorata
Fabaceae
Lithocarpus sp.
Litsea sp.
Macaranga sp.
Mallotus sp.
Nauclea sp.
Pinus merkusii
Psidium guajava
Saurauia sp.

Dominansi DR
Kerapatan KR
Frekuensi FR
INP
0.027
3.213
66.667
3.509
0.333
4.545
11.267
0.107 12.851
133.333
7.018
0.667
9.091 28.960
0.023
2.811
66.667
3.509
0.333
4.545 10.865
0.1 12.048
500 26.316
1 13.636 52.000
0.03
3.614
100
5.263
0.333
4.545 13.423
0.043
5.221
66.667
3.509
0.333
4.545 13.275
0.04
4.819
66.667
3.509
0.333
4.545 12.874
0.03
3.614
33.333
1.754
0.333
4.545
9.914
0.033
4.016
33.333
1.754
0.333
4.545 10.316
0.033
4.016
66.667
3.509
0.333
4.545 12.070
0.133 16.064
200 10.526
0.667
9.091 35.681
0.023
2.811
66.667
3.509
0.333
4.545 10.865
0.03
3.614
66.667
3.509
0.333
4.545
11.669

PT. Nagata Dinamika Hidro Pongko

Biologi-2

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup


dan Upaya Pematauan Lingkungan
Hidup

PLTM Pongko Kab. Toraja Utara

Jenis
Schefflera sp.
Stachitarpetta
jamaiccensis
Theaceae
Theobroma cacao
Tricospermum sp.

Dominansi DR
Kerapatan KR
Frekuensi FR
INP
0.033
4.016
66.667
3.509
0.333
4.545 12.070
0.017
0.023
0.027
0.077

2.008
2.811
3.213
9.237

133.333
66.667
66.667
100

7.018
3.509
3.509
5.263

0.333
0.333
0.333
0.333

4.545
4.545
4.545
4.545

13.571
10.865
11.267
19.046

Sumber: Hasil Analisis, 2014.


Rekapitulasi hasil perhitungan nilai indeks keanekaragaman menggunakan indeks
Shannon-Weiner dengan skala Log pada vegetasi di lokasi ini sebesar 1.124 dengan
keanekaragaman maksimumnya sebesar 1.255 dan nilai keseragamannya sebesar 0.895.
Pada hutan sekunder lainnya yang tampak sebagai fragmen hutan sekunder yang
tumbuh pada substrat tanah kering tercatat pula beragam jenis alami yang tumbuh
dalam komunitasnya sendiri. Berbagai jenis yang tercatat diantaranya adalah Aglaia
tomentosa, Rhodamnia sp. dan Glochidion sp..kelompok fragmen hutan sekunder ini
juga seringkali dipenuhi oleh kelompok-kelompok bamboo yang secara alami tumbuh
liar. Rekapitulasi dominansi, kerapatan, frekuensi dan nilai penting untuk jenis-jenis
yang tercatat pada titik pengamatan hutan sekunder inidapat dilihat pada Tabel-L.3
Tabel-L.3. Rekapitulasi Nilai Dominansi, Dominansi Relatif (DR), Kerapatan,
Kerapatan Relatif (KR), Frekuensi, Frekuensi Relatif (FR) dan Nilai
Penting Beberapa Jenis Tumbuhan yang Tercatat pada Komunitas
Tumbuhan Fragmen Hutan Sekunder
Jenis
Aglaia tomentosa
Chromolaena odorata
Euphorbiaceae
Ficus sp.2
Glochidion sp.
Lagerstroemia sp.
Lauraceae
Litsea sp.
Macaranga sp.
Psidium guajava
Rhodamnia sp.
Saurauia sp.
Schefflera sp.
Syzygium sp.

Dominansi
DR
Kerapatan KR
Frekuensi FR
INP
0.013
1.465
33.333
2
0.333
4
7.465
0.1 10.989
433.333
26
1
12 48.989
0.067
7.326
33.333
2
0.333
4 13.326
0.113 12.454
66.667
4
0.667
8 24.454
0.053
5.861
100
6
0.667
8 19.861
0.03
3.297
33.333
2
0.333
4
9.297
0.037
4.029
33.333
2
0.333
4 10.029
0.023
2.564
33.333
2
0.333
4
8.564
0.027
2.930
33.333
2
0.333
4
8.930
0.057
6.227
133.333
8
0.667
8 22.227
0.05
5.495
133.333
8
0.667
8 21.495
0.103 11.355
333.333
20
1
12 43.355
0.06
6.593
66.667
4
0.667
8 18.593
0.177 19.414
200
12
1
12 43.414

Sumber: Hasil Analisis, 2014.


Rekapitulasi hasil perhitungan nilai indeks keanekaragaman menggunakan indeks
Shannon-Weiner dengan skala Log pada vegetasi di lokasi ini sebesar 0.966 dengan
keanekaragaman maksimumnya sebesar 1.146 dan nilai keseragamannya sebesar 0.843.
Berdasarkan analisis hasil pengamatan di lapangan, pada lokasi studi tidak ditemukan
jenis flora yang dikategorikan dilindungi menurut peraturan perundang-undangan yang
berlaku.Namun demikian, beberapa jenis yang tercatat merupakan jenis-jenis tumbuhan
PT. Nagata Dinamika Hidro Pongko

Biologi-3

PLTM Pongko Kab. Toraja Utara

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup


dan Upaya Pematauan Lingkungan
Hidup

yang dikategorikan sebagai jenis-jenis pohon penting kehutanan. Jenis-jenis ini di


antaranya Rhodamnia sp., Pinus merkusiidan Aglaia tomentosa.Jenis lainnya adalah
Trichospermum sp. yang merupakan jenis sekunder yang dapat tumbuh dengan
sendirinya jika tidak mendapatkan gangguan yang berarti.
2. Fauna
Dari pengamatan lapangan yang dilakukan terhadap berbagai jenis binatang yang ada di
lokasi studi memperlihatkan bahwa binatang dari kelompok aves (burung-burung)
merupakan kelompok binatang yang paling umum ditemukan, yaitu sebanyak 22 jenis
burung, sedangkan kelompok jenis lainnya jarang ditemukan, kecuali beberapa jenis
binatang yang sengaja didomestikasi seperti anjing (Canis familiaris), ayam (Gallus
gallus) dan kucing (Feliscatus). Berdasarkan infromasi dari penduduk yang melakukan
aktifitas di sekitar lokasi penelitian, jenis binatang lainnya yang pernah dijumpai adalah
ular (Serpentes), biawak (Varanus salvator) dan kadal (Scinoidae) serta kelompok
berbagai jenis serangga (Insekta).
Dari hasil pengamatan terhadap jenis-jenis burung pada lokasi pengamatan
menunjukkan bahwa selain pada habitat perairan, kelompok jenis ini hampir seluruhnya
memanfaatkan keberadaan vegetasi di lokasi penelitian. Baik di sekitar aliran sungai
yang terbuka maupun vegetasi yang ada di areal ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk
mencari makan, beristirahat maupun sebagai sarang atau tempat berkembang biak.
Beberapa jenis burung terrestrial yang tercatat umumnya ditemukan baik di sekitar areal
pemukiman, di sekitar bangunan perumahan ataupun di tepi jalan dengan pohon-pohon
yang rimbun, yaitu diantaranya layang-layang batu (Hirundo tahitica) dan burung
gereja erasia (Passer montanus).Layang-layang batu kerap kali juga ditemukan
berkelompok.Beberapa jenis burung lainnya yang juga mengunjungi pohon dan semaksemak, seperti burung madu sriganti (Nectarinia jugularis) dan burung madu kelapa
(Anthreptes malaccensis) yang biasanya merupakanburung pemakan nectar, kacamata
gunung (Zosterops montanus) merupakan burung pemakan serangga serta bondol rawa
(Lonchura malacca) pemakan biji-bijian. Jenis cekakak sungai (Halcyon chloris) dan
kicuit batu (Motacilla cinerea) juga tercatat sebagai pengunjung tetap areal perairan,
dijumpai di tepi sungai atau di tempat-tempat tergenang lainnya bersama-sama dengan
kuntul kerbau (Bulbulcus ibis). Pada lokasi penelitian juga tercatat beberapa jenis raptor,
yaitu diantaranya elang bondol (Haliastur indus), elang tikus (Elanus caeruleus), alapalap sapi (Falco moluccensis) dan burung hantu (Tyto alba).
Untuk kelompok mamalia umumnya merupakan jenis yang sengaja didomestikasi
seperti kerbau (Bubalus bubalus) dan kucing. Akan tetapi untuk jenis tikus (Rattus
argentiventer) maupun mencit rumah (Mus domesticus) merupakan jenis mamalia yang
tergolong hama yang cendrung merusak. Untuk kelompok amfibia, yang tercatat dan
umum tersebar luas adalah katak sawah (Fejervarya cancrivora) dan katak tegalan
(Fejervarya limnocharis).Biasanya jenis-jenis ini ditemukan pada saluran-saluran air
maupun pada tempat-tempat yang basah dan lembab lainnya.Untuk kelompok reptile
biasanya merupakan kelompok binatang pemalu yang jarang menampakkan diri.Cecak
(Hemidactylus sp.) merupakan jenis reptile yang paling umum dan ditemukan tersebar
luas, bersama-sama dengan tokek (Gecko gecko) yang biasanya di temukan
PT. Nagata Dinamika Hidro Pongko

Biologi-4

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup


dan Upaya Pematauan Lingkungan
Hidup

PLTM Pongko Kab. Toraja Utara

bersembunyi di dalam rumah. Demikian pula dengan kadal (Eutropis multifasciata) dan
biawak (Varanus salvator) merupakan jenis reptile yang umum dan tersebar luas,
biasanya ditemukan pada saluran air atau bersembunyi pada lubang-lubang di bawah
bebatuan.
Keseluruhan jenis binatang mulai dari kelompok burung sampai reptil yang tercatat
pada lokasi penelitian baik yang ditemukan langsung pada saat pengamatan lapangan
maupun menurut informasi dariyang bermukim masyarakat disekitar lokasi penelitian
disajikan pada Tabel-L.4
Tabel-L.4. Daftar jenis hewan yang tercatat di lokasi penelitian.
No.

Nama Jenis

Kelompok Aves
1. Gagak
2. Bondol rawa
3. Burung Cabai
4. Alap-alap sapi
5. Ayam
6. Burung gereja erasia
7. Burung hantu
8. Burung madu kelapa
9. Burung madu sriganti
10. Cabak
11. Cekakak sungai
12. Elang bondol
13. Elang tikus
14. Kacamata
15. Kekep
16. Srigunting
17. Walet sapi
18. Kicuit batu
19. Kuntul kerbau
20. Layang-layang batu
21. Sikatan bodoh
22. Sikatan belang
Kelompok Mamalia
23. Mencit rumah
24. Tikus
25. Kelelawar
26. Anjing
27. Kucing
28. Babi
29. Kerbau
30. Sapi
31. Musang
Kelompok Amfibia
32. Katak sawah
33. Katak tegalan

Nama Ilmiah

Suku

Corvus enca
Lonchura malacca
Dicaeum aureolimbatum
Falco moluccensis
Gallus gallus
Passer montanus
Tyto alba
Antheptes malaccensis
Cinnyris jugularis
Caprimulgus affinis
Halcyon chloris
Haliastur indus
Elanus caeruleus
Zosterops montanus
Arthamus leucorhincus
Dicrurus hottentottus
Collocalia esculenta
Motacilla cinerea
Bulbulcus ibis
Hirundo tahitica
Ficedula hyperythra
Ficedula westermanni

Corvidae
Estrildidae
Dicaeidae
Falconidae
Phasianidae
Ploceidae
Tytonidae
Nectariniidae
Nectariniidae
Caprimulgidae
Alcedidae
Accipitriidae
Accipitriidae
Zosteropidae
Artamidae
Dicruridae
Apodidae
Motacillidae
Ardeidae
Hirundinidae
Muscicapidae
Muscicapidae

Mus domesticus
Rattus argentiventer

Muridae
Muridae
Chiroptera
Canidae
Felidae
Suidae
Bovidae
Bovidae

Canis familiaris
Felix catus
Sus scrofa
Bubalus bubalus
Bos taurus
Macrogalidia
musschenbroekii
Fejervarya cancrivora
Fejervarya limnocharis

PT. Nagata Dinamika Hidro Pongko

Viverridae

Status
Perlindungan

a/II
II
a
a
a
a/II
a/II

Ranidae
Ranidae
Biologi-5

PLTM Pongko Kab. Toraja Utara

Kelompok Reptil
34. Cecak
35. Tokek
36. Kadal
37. Biawak
38. Soa-soa

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup


dan Upaya Pematauan Lingkungan
Hidup

Hemidactylus sp.
Gecko gecko
Eutropis multifasciata
Varanus salvator
Hydrosaurus amboinensis

Geckonidae
Geckonidae
Scinoidae
Varanidae
Agamidae

II
a

Keterangan Status Perlindungan:


a = PP No.7 Tahun 1999
II = Status Perdagangan dalam lampiran II CITES April 2012
3. Fauna yang dilindungi
Berdasarkan pengamatan lapangan, beberapa jenis yang tercatat merupakan binatang
yang dilindungi. Jenis-jenis yang dilindungi ini, yaitu tercatat jenis burung raptor yaitu,
elang bondol (Haliastur indus), elang tikus (Elanus caeruleus) famili Accipitriidae,alap
alap sapi (Falco moluccensis) famili Falconidae, burung hantu (Tyto alba) famili
Tytoidae; selain itu semua jenis dari famili Nectariniidae; jenis cekakak sungai
(Halcyon chloris) dari famili Alcedinidae. Pada lokasi penelitian tercatat juga jenis soasoa (Hydrosaurus amboinensis)family Agamidae dan musang (Macrogalidia
musschenbroekii) famili Viverridae. Selain burung hantu, beberapa jenis juga tercatat
dalam regulasi CITES dan rentan kepunahan adalah semua jenis burung raptor dan
semua jenis Varanusspp.
4. Biota Air
Untuk mengetahui kondisi biota perairan di sekitar lokasi rencana pembangunan PLTM
Pongko, oleh PT. Nagata Dinamika di Kecamatan Rindingallo dan Kecamatan Kepala
Pitu Kabupaten Toraja Utara, maka dilakukan pengamatan pada 3 (tiga) stasiun yaitu:
ST-1 =di hulu bendung; ST-2 =bendung dan ST-3= Power Hause. Urairan hasil
pengamatan biota perairan pada masing-masing stasiun pengamatan tersebut adalah
sebagai berikut:
a. Plankton
Hasil identifikasi plankton dari tiga lokasi pengamatan di perairan sekitar rencana
pembangunan PLTM Pongko, ditemukan komposisi jenis dan kelimpahan plankton
seperti ditunjukkan pada Tabel-5. Jenis fitoplankton yang teridentifikasi terdiri atas
4 spesies yang ditemukan yaitu Fragilaria sp,Scenedesmus sp,Navicula spdan
Chlorella sp, SedangkanZooplankton yang ditemukan terdiri dari 1 spesies yang
ditemukan yaitu Moina sp. Kelimpahan planktonpada ketiga lokasi pengamatan
tergolong tinggi yaitu berkisar antara 79-133 individu/l.

PT. Nagata Dinamika Hidro Pongko

Biologi-6

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup


dan Upaya Pematauan Lingkungan
Hidup

PLTM Pongko Kab. Toraja Utara

Tabel-L.5. Jenis dan Kelimpahn Plankton di Perairan Sungai Maiting


Stasiun Pengmatan
Jenis Plankton
No
Unit
Spesies
Stasiun 1
Stasuin 2
Stasiun 3
I Fitoplankton
Fragilaria sp
Individu/L
32
58
Scenedesmus sp
Individu/L
47
Navicula sp
Individu/L
41
29
24
Chlorella sp
Individu/L
38
15
II Zooplankton
Moina sp
Individu/L
6
8
0
Total
79
133
86
Sumber : Hasil analisis lab, November 2014
Keterangan : Stasiun 1 : hulu Bendung ,Stasiun 2 : Bendung ;Stasiun 3: Power House

b. Benthos
Organisme benthos yang ditemukan di lokasi pengamatan hanya ditemukan 2 jenis
benthos namun kedua benthos tersebuttidak dapat diidentifikasi. Kepadatan
organisme benthos di perairan sungai tergolong rendah yaitu 1-11 individu/m2.
Jenis dan kepadatan benthos pada masing-masing stasiun pengamatan secara rinci
disajikan pada Tabel-L.6.
Tabel-L.6. .Jenis dan Kelimpahan Benthos di Perairan Sungai Maiting
No.
1
2

Jenis Benthos
Spesies
Unidentified
(udang)
Unidentified
(amphipoda)
Total

Unit
Individu /m2
Individu /m2

Stasiun Pengamatan
Stasiun 1
Stasiun 2
Stasiun 3
1

Sumber : Hasil analisis lab, November 2014


Keterangan : Stasiun 1 : hulu Bendung ,Stasiun 2 : Bendung Stasiun 3: Power House

c. Indeks Keragaman Jenis Plankton dan Benthos


Hasil perhitungan indeks keragaman jenis biota perairan pada ke tiga lokasi
pengamatan ditunjukkan pada Tabel-L.7. Nilai indeks keanekaragaman jenis (H)
plankton yang didapatkan relatif sedang yaitu berkisar antara 0.90101.2210,
indeks keseragaman (E) berkisar antara 0.8212- 0.9020, indeks dominansi (d)
berkisar antara 0.3230 - 0.4392. Sedangkan nilai indeks keanekaragaman jenis (H)
benthos, indeks keseragaman jenis (E) dan indeks dominansi (d) Tidak dapat di
hitung Indeks karena hanya satu jenis per stasiun.

PT. Nagata Dinamika Hidro Pongko

Biologi-7

PLTM Pongko Kab. Toraja Utara

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup


dan Upaya Pematauan Lingkungan
Hidup

Tabel-L.7.
No.
1.
2.
3

Indeks Keragaman Jenis Plankton dan Benthos


di Perairan Sungai Maiting
Keragaman Jenis
Stasiun Pengamatan
Pankton
Stasiun 1
Stasiun 2
Stasiun 3
Keanekaragaman (H)
0.9022
1.2210
0.9910
Keseragaman(E)
0.8212
0.8808
0.9020
Dominansi (D)
0.4392
0.3230
0.4070

Sumber : Hasil analisis lab, November 2014


Keterangan : Stasiun 1 : di Atas Bendung ,Stasiun 2 : Bendung Stasiun 3: Power House

d. Nekton
Nekton berupa ikan yang ditemukan di perairan sungai Maiting adalah sekitar 8
(delapan) jenis ikan air tawar (Tabel-L.8). Jenis ikan tersebut merupakan jenis
yang umum ditemukan di perairan tawar. Jenis Ikan-ikan ini tidak terdapat jenis
yang dilindungi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tabel-L.8. Jenis Nekton (Ikan) yang Hidup di
Perairan Sungai Maiting
No.
1
2
3
4
5
6
7
8

Nama Umum
Gabus
Betok
Lele
Mujair
Tawes
Mas/Karper
Julung-julung
Kepala Tima

Nama Ilmiah
Ophiocephalus sp
Anabas testudineus
Clarias sp
Oreochromis mossambicus
Puntius gonionatus
Cyprinus carpio
Dermogenys pusillus
Panchax panchax

Sumber: Hasil pengamatan dan wawancara dengan masyarakat setempat

PT. Nagata Dinamika Hidro Pongko

Biologi-8