Anda di halaman 1dari 8

UTANG JANGKA PANJANG (LONG TERM DEBT)

Disusun oleh: Hastuti, SE, Msi, Ak.


Adalah utang yang ditimbulkan oleh perusahaan untuk tujuan
penghimpunan dana bagi perusahaan. Utang ini akan jatuh
tempo dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Jenis-jenis
utang jangka panjang adalah:
1. Utang obligasi (Bond Payable)
2. Utang Hipotik (Mortgage Payable)
Berikut adalah contoh perhitungan utang obligasi.
PT. Qwinsa Putri pada tanggal 01 April 2010 menerbitkan 500
lembar obligasi dengan nilai nominal Rp 100.000,- . Suku bunga
12% per tahun, kupon pembagian bunga setiap tanggal 1 April
dan 1 Oktober. Jatuh tempo obligasi tersebut adalah tanggal 31
Maret 2015 mendatang.
Obligasi tersebut terjual pada tanggal 1 Juni 2010 sebanyak
200 lembar dengan harga kurs 101% serta biaya provisi dan
materai Rp 90.000,-. Maka perhitungan dan pencatatannya
adalah sbb:
Harga Kurs:
101% x Rp 100.000,- x 200 lembar

Rp

Biaya Provisi dan Materai

20.200.000,Rp

Harga jual obligasi

90.000,Rp
20.110.000,-

Bunga berjalan:
2/12 x 200 lembar x Rp 100.000,- x 12%
Akuntansi Keuangan 2, Hastuti, Long Term Debt

Rp
Hal 1

Uang yang diterima

400.000,Rp

20.

510.000,Bila kita lihat maka terdapat kelebihan harga jual obligasi di


atas harga nominalnya. Karena harga jual obligasi menjadi Rp
20.110.000,- padahal nilai nominalnya adalah Rp 20.000.000,(200 lembar x Rp 100.000,-). Selisih kelebihan harga jual
obligasi di atas nilai nominal ini disebut Premium on Bond
Payable (Agio utang obligasi) yaitu sebesar RP 110.000,-.
Apabila yang terjadi kebalikannya, harga jual di bawah nilai
nominal maka disebut Discount on Bond Payable (Disagio utang
obligasi).
Premium on Bond Payable merupakan keuntungan sementara,
sepanjang jangka waktu umur utang obligasi, yang akan dicatat
disebelah kredit apabila bertambah. Karena bersifat sementara,
maka keuntungan ini haruslah diamortisasi sepanjang umur
penjualan sampai obligasi tersebut jatuh tempo. Pencatatan
amortisasinya dialokasikan ke beban bunga (interest expense)
di sebelah kredit dan premium on payable di sebelah debet.
Apabila utang obligasi yang memiliki agio akan dilunasi, maka
saldo agionya haruslah 0 (enol). Ini berarti proses amortisasi
premiumnya telah selesai.
Discount on Bond Payable merupakan kerugian yang bersifat
sementara, sepanjang jangka waktu umur utang obligasi, yang
akan dicatat di sebelah debet apabila bertambah. Kerugian ini
pun haruslah diakumulasi sepanjang umur penjualan sampai
obligasi tersebut jatuh tempo. Pencatatannya akumulasinya
Akuntansi Keuangan 2, Hastuti, Long Term Debt

Hal 2

dialokasikan ke beban bunga (interest expense) di sebelah


debet dan discount on bond payable sebelah kredit. Apabila
utang obligasi yang memiliki disagio akan dilunasi, maka saldo
disagionya haruslah 0 (enol). Ini berarti proses akumulasi
discount telah selesai.
Berdasarkan transaksi di atas, maka jurnal yang dibuat oleh
perusahaan adalah:
Date
1 Juni 2010

Description
Cash

Debit

Credit

Rp.
20.510.000,
-

Bond Payable

Rp.
20.000.000,

Premium

on

Rp

Bond

Payable
Interest Expense

110.000,Rp
400.000,-

Pada tanggal 01 Oktober 2010 dibayarkan bunga bagi obligasi


yang beredar. Maka perhitungannya adalah:
6/12 x Rp 100.000,- x 200 lembar x 12% = Rp 1.200.000,Dari transaksi tersebut dibuat jurnal sbb:
Date
1

Oktober

Description
Interest Expense

2010

Debit

Credit

Rp.
1.200.000,-

Cash

Rp.
1.200.000,-

Akuntansi Keuangan 2, Hastuti, Long Term Debt

Hal 3

Selanjutnya setiap tanggal pembagian kupon bunga akan


dibuatkan jurnal seperti di atas. Maka buku besar untuk interest
expensenya adalah sbb:
1 Okt 2010
1 Apr 2011
1 Okt 2011
1 Apr 2012
1 Okt 2012
1 Apr 2013
1 Okt 2013
1 Apr 2014
1 Okt 2014
1 Apr 2015
Jumlah

Interest Expense
1.200.000 1 Juni 2010
1.200.000
1.200.000
1.200.000
1.200.000
1.200.000
1.200.000
1.200.000
1.200.000
1.200.000
12.000.000

400.000

Setiap akhir tahun, perusahaan yang menerbitkan obligasi akan


menghitung dan mencatat agio atau disagio obligasinya. Pada
kasus di atas maka perhitungannya adalah sbb:
Nilai premium on bond payable RP 110.000,Umur bond payable dari terjual Sehingga amortisasi premium
sampai jatuh tempo adalah

per bulan adalah Rp 110.000 :

Tahun 2010 = 7 bulan

58 bulan= Rp 1.896,-

Tahun 2011 = 12 bulan


Tahun 2012 = 12 bulan
Tahun 2013 = 12 bulan
Tahun 2014 = 12 bulan
Tahun 2015 = 3 bulan
------------+
Jumlah
= 58 bulan
Amortisasi di akhir tahun 2010 7 bulan x Rp 1.896 = Rp
adalah

13.272,-

Akuntansi Keuangan 2, Hastuti, Long Term Debt

Hal 4

Pencatatannya adalah:
Date
31

Description

Des

2010

Premium

on

Debit

Bond

Credit

Rp.

Payable
Interest Expense

13.272,Rp
13.272,-

Selanjutnya setiap akhir tahun dibuat pencatatan atau jurnal


untuk mencatat amortisasi agio obligasi di atas dengan
memperhitungkan

besarnya

amortisasi

agio

untuk

tahun

tersebut. Apabila buku besar premium on bond payable


dibuatkan sampai dengan jatuh tempo, maka hasilnya adalah
sbb:

31 Des 2010
31 Des 2011
31 Des 2012
31 Des 2013
31 Des 2014
31 Mar 2015
Jumlah

Premium on Bond Payable


13.272 1 Juni 2010
22.752
22.752
22.752
22.752
5.688
110.000 Jumlah

110.000

110.000

Pada akhir umur obligasi, maka perusahaan harus melunasi


utang

obligasinya

20.000.000,-,

sebesar

Namun

nilai

nominalnya

sebelumnya

mencatat terlebih dahulu beban

perusahaan

yaitu

Rp

haruslah

bunga dan amortisasi

agionya. Berikut adalah pencatatannya:


Date

Description

Akuntansi Keuangan 2, Hastuti, Long Term Debt

Debit

Credit
Hal 5

31

Mar

2015

Premium

on

Bond

Rp. 5.688,-

Payable
Interest Expense

Rp
5.688,-

31

Mar

Interest Expense

2015

Rp
1.200.000,-

Cash

Rp
1.200.000,-

Selanjutnya melunasi utang obligasi nya:


Date
31

Mar

Description
Bond Payable

Debit

Credit

Rp.20.000.

2015

000,Cash

Rp
20,000.000,
-

Maka buku besar Bond Payable perusahaan Qwinsa Putri akan


tampak sbb:

31 Mar 2015

Bond Payable
20.000.000 1 Juni 2012

20.000.000

Soal Latihan
1. Tanggal 1 Oktober 2004 perusahaan AMILA menjual 100
lembar

obligasi

sebagai

utang

jangka

panjang,

yang

mempunyai nilai nominal Rp 100.000,00 setiap lembar,


dengan harga kurs 104%. Biaya provisi dan meterai sebesar
Rp 50.000,00. Bunga obligasi sebesar 12% setahun dan
dibayarkan tiap-tiap tanggal 1/6 dan tanggal 1/12. Obligasi
Akuntansi Keuangan 2, Hastuti, Long Term Debt

Hal 6

tersebut berlaku sejak tanggal 1 desember 2003 sampai


dengan tanggal 1 desember 2008 nanti.
Diminta:
a) Perhitungannya
b) Jurnal pada saat obligasi dijual.
c) Jurnal pada saat pembayaran kupon bunga
d) Jurnal amortisasi atas discount atau premium yang
dibutuhkan setiap akhir tahun dari tahun 2004-2008
e) Jurnal pada saat obligasi tersebut jatuh tempo
2. Tanggal

1 September 2004 perusahhan ANDROMEDA

menjual 100 lembar obligasi sebagai utang jangka panjang,


yang mempunyai nilai nominal Rp 100.000,00 setiap lembar,
dengan harga kurs 98%. Biaya provisi dan meterai sebesar
Rp 50.000,00. Bunga obligasi sebesar 18% setahun dan
dibayarkan tiap-tiap tanggal 1/5 dan tanggal 1/11. Obligasi
tersebut berlaku sejak tangal 1 November 2003 sampai
dengan tanggal 1 November 2008 nanti.
Diminta:
a. Perhitungannya
b. Jurnal pada saat obligasi dijual.
c. Jurnal pada saat pembayaran kupon bunga
d. Jurnal amortisasi atas discount atau premium yang
dibutuhkan setiap akhir tahun
e. Jurnal pada saat obligasi tersebut jatuh tempo
3. Perusahaan SRIKANDI telah mengedarkan 100 lembar
obligasi sebagai sebagai utang jangka panjang, yang
mempunyai nilai nominal Rp 100.000,00 setiap lembar.
Bunga

obligasi

tersebut

sebesar

12%

setahun

yang

dibayarkan tiap-tiap tanggal 1/6 dan tanggal 1/12. Obligasi


ini dijual pada tanggal 1 oktober 2002 yang lalu, dengan
harga penjualan neto (harga kurs setelah dikurangi biaya

Akuntansi Keuangan 2, Hastuti, Long Term Debt

Hal 7

provisi dan meterai) sebesar Rp 10.350.000,00. Jatuh tempo


obligasi ditetapkan tanggal 1 desember 2006 nanti.
Pada tanggal 1 Agustus 2005 semua obligasi yang telah
diedarkan tersebut dibeli kembali dengan harga kurs 102%.
Biaya provisi dan meterai Rp. 50.000,-.
Diminta:
a. Perhitungannya
b. Jurnal pada saat obligasi dijual.
c. Jurnal pada saat pembayaran kupon bunga
d. Jurnal amortisasi atas discount atau premium yang
e.

dibutuhkan
Jurnal pada saat obligasi tersebut ditarik kembali
(reacquisition)

Akuntansi Keuangan 2, Hastuti, Long Term Debt

Hal 8