Anda di halaman 1dari 23

Bumi merupakan planet yang kita tempati, bagaimana ya sebenarnya proses terbentuknya

bumi kita ini? Nah jawaban dari pertanyaan itulah yang akan sahabat temukan dalam
postingan saya kali ini. Beberapa hal yang akan saya bahas adalah tentang Pengertian
bumi, teori terbentuknya bumi, Perkembangan bumi, dan hipotesa ahli yang dipercaya
hingga saat ini. Langsung saja ya..

Sejarah Terbentuknya Bumi

A.PENGERTIAN BUMI
Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Kira-kira 250
juta tahun yang lalu sebagian besar kerak benua di Bumi merupakan satu massa daratan
yang dikenal sebagai Pangea. Kemudian, kira-kira dua ratus juta tahun yang lalu Pangea
terpecah menjadi dua benua besar yaitu Laurasia, yang sekarang terdiri dari Amerika
Utara, Eropa, sebagian Asia Tengah dan Asia Timur; dan Gondwana yang terdiri dari
Amerika Selatan, Afrika India, Australia dan bagian Asia lainnya. Bagian-bagian dan dua
benua besar ini kemudian terpecah-pecah, hanyut dan bertubrukan dengan bagian lain.
Sebagai tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas beberapa lapisan bumi.Bahanbahan material pembentuk bumi, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di
dalamnya. Bentuk permukaan bumi berbeda-beda, mulai dari daratan, lautan,

pegunungan, perbukitan, danau, lembah, dan sebagainya. Bumi sebagai salah satu planet
yang termasuk dalam sistem tata surya di alam semesta ini tidak diam seperti apa yang
kita perkirakan selama ini, melainkan bumi melakukan perputaran pada porosnya (rotasi)
dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat sistem tata surya. Hal inilah
yang menyebabkan terjadinya siang malam dan pasang surut air laut. Oleh karena itu,
proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya kita.
B.PEMBENTUKAN BUMI
Teori-teori tentang proses terbentuknya bumi
1.Teori Kabut(Nebula)

Teori Kabut Nebula

Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi. Salah
satunya adalah teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755)

dan Piere De Laplace(1796).Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam


teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul
menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut
yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat
cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena
pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam
tata surya.Teori nebula ini terdiri dari beberapa tahap,yaitu

Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu pekat
dan besar.

Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat, dimana pemadatan terjadi di
pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan
materi lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang
disebut sebagai planet, bergerak mengelilingi matahari.

Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara
teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk Susunan
Keluarga Matahari.

2.Teori Planetisimal

Teori Planetesimal

Pada awal abad ke-20, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama
rekannya Thomas

C.Chamberlain,

seorang

ahli

geologi,

mengemukakan

teori

Planetisimal Hypothesis, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa
besar sekali, Pada suatu saat melintas bintang lain yang ukurannya hampir sama dengan
matahari, bintang tersebut melintas begitu dekat sehingga hampir menjadi tabrakan.
Karena dekatnya lintasan pengaruh gaya gravitasi antara dua bintang tersebut
mengakibatkan tertariknya gas dan materi ringan pada bagian tepi.
Karena pengaruh gaya gravitasi tersebut sebagian materi terlempar meninggalkan
permukaan matahari dan permukaan bintang. Materi-materi yang terlempar mulai
menyusut dan membentuk gumpalan-gumpalan yang disebut planetisimal. PlanetisimalPlanetisimal lalu menjadi dingin dan padat yang pada akhirnya membentuk planet-planet
yang mengelilingi matahari.
3.Tori Pasang Surut Gas(Tidal)

Teori Pasang Surut Gas

Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918, yakni
bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga
menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih

berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi,
ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak
bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa
hampir sama besar dengan matahari mendekat, maka akan terbentuk semacam gununggunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang
tadi. Gunung-gunung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk
semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari dan merentang ke
arah bintang besar itu.
Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan
pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar
yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan
perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet
yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan
mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada
planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil
seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif lebih cepat.
4.Teori Bintang Kembar

Teori Bintang Kembar

Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini,
galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga
banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya
gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi
bintang yang tidak meledak itu. Bintang yang tidak meledak itu sekarang disebut dengan
matahari,

sedangkan

pecahan

bintang

yang

lain

adalah

planet-planet

yang

mengelilinginya.
5.Teori Big Bang

Teori Big Bang

Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar
tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada
porosnya. Putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke
luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat,
gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian
membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar
tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut

dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu,
bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk
gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu
membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.

Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap


hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan
bumi, yaitu:

Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami


perlapisan atau perbedaan unsur.

Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya


diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam,
sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.

Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam,
mantel luar, dan kerak bumi.

Bukti penting lain bagi Big Bang adalah jumlah hidrogen dan helium di ruang angkasa.
Dalam berbagai penelitian, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-helium di alam semesta
bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium sisa peninggalan
peristiwa Big Bang. Jika alam semesta tak memiliki permulaan dan jika ia telah ada sejak
dulu kala, maka unsur hidrogen ini seharusnya telah habis sama sekali dan berubah
menjadi helium.
Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh masyarakat
ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal
muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini telah diciptakan oleh Allah Yang Maha
Perkasa dengan sempurna tanpa cacat .
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat
pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka

lihtatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang. (QS. AlMulk, 67:3).
Masih sangat banyak teori lainnya yang Dikemukakan oleh para ahli seperti:
Teori Buffon dari ahli ilmu alam Perancis George Louis Leelere Comte de Buffon.
Beliau mengemukakan bahwa dahulu kala terjadi tumbukan antara matahari dengan
sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa matahari terpental ke luar. Massa yang
terpental ini menjadi planet.
Teori Kuiper atau teori kondensasi dikemukakan oleh Gerald P.Kuiper mengemukakan
bahwa pada mulanya ada nebula besar berbentuk piringan cakram. Pusat piringan adalah
protomatahari, sedangkan massa gas yang berputar mengelilingi promatahari adalah
protoplanet.Pusat piringan yang merupakan protomatahari menjadi sangat panas,
sedangkan protoplanet menjadi dingin. Unsur ringan tersebut menguap dan menggumpal
menjadi planet planet.Dalam teorinya beliau juga mengatakan bahwa tata surya pada
mulanya berupa bola kabut raksasa. Kabut ini terdiri dari debu, es, dan gas. Bola kabut
ini berputar pada porosnya sehingga bagian-bagian yang ringan terlempar ke luar,
sedangkan bagian yang berat berkumpul di pusatnya membentuk sebuah cakram mulai
menyusut dan perputarannya semakin cepat, serta suhunya bertambah, akhirnya
terbentuklah matahari.
Teori Weizsaecker dimana pada tahun 1940, C.Von Weizsaecker, seorang ahli astronomi
Jerman mengemukakan tata surya pada mulanya terdiri atas matahari yang dikelilingi
oleh massa kabut gas. Sebagian besar massa kabut gas ini terdiri atas unsur ringan, yaitu
hidrogen dan helium. Karena panas matahari yang sangat tinggi, maka unsur ringan
tersebut menguap ke angkasa tata surya, sedangkan unsur yang lebih berat tertinggal dan
menggumpal. Gumpalan ini akan menarik unsur unsur lain yang ada di angkasa tata
surya dan selanjutnya berevolusi membentuk palnet planet, termasuk bumi.

Teori Whipple oleh seorang ahli astronom Amerika Fred L.Whipple, mengemukakan
pada mulanya tata surya terdiri dari gas dan kabut debu kosmis yang berotasi membentuk
semacam piringan. Debu dan gas yang berotasi menyebabkan terjadinya pemekatan
massa dan akhirnya menggumpal menjadi padat, sedangkan kabutnya hilang menguap ke
angkasa. Gumpalan yang padat saling bertabrakan dan kemudian membentuk planet
planet.
Menurut seorang astronom asal inggris,pada pertengahan abad 20 yang bernama Sir Fred
Hoyle mengemukakan suatu teori yang disebut Steady-State.Teori steady-state
menyatakan bahwa alam semesta berukuran tak hingga dan kekal sepanjang masa.
Dengan tujuan mempertahankan paham materialis, teori ini sama sekali berseberangan
dengan teori Big Bang, yang mengatakan bahwa alam semesta memiliki permulaan.
Mereka yang mempertahankan teori steady-state telah lama menentang teori Big Bang.
Namun, ilmu pengetahuan justru meruntuhkan pandangan mereka.
Pada tahun 1948, Gerge Gamov muncul dengan gagasan lain tentang Big Bang. Ia
mengatakan bahwa setelah pembentukan alam semesta melalui ledakan raksasa, sisa
radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan ini haruslah ada di alam. Selain itu, radiasi ini
haruslah tersebar merata di segenap penjuru alam semesta. Bukti yang 'seharusnya ada'
ini pada akhirnya diketemukan. Pada tahun 1965, dua peneliti bernama Arno Penziaz dan
Robert Wilson menemukan gelombang ini tanpa sengaja. Radiasi ini, yang disebut
'radiasi latar kosmis', tidak terlihat memancar dari satu sumber tertentu, akan tetapi
meliputi keseluruhan ruang angkasa. Demikianlah, diketahui bahwa radiasi ini adalah sisa
radiasi peninggalan dari tahapan awal peristiwa Big Bang. Penzias dan Wilson
dianugerahi hadiah Nobel untuk penemuan mereka.Pada tahun 1989, NASA
mengirimkan satelit Cosmic Background Explorer. COBE ke ruang angkasa untuk
melakukan penelitian tentang radiasi latar kosmis. Hanya perlu 8 menit bagi COBE untuk
membuktikan perhitungan Penziaz dan Wilson. COBE telah menemukan sisa ledakan
raksasa yang telah terjadi di awal pembentukan alam semesta. Dinyatakan sebagai

penemuan astronomi terbesar sepanjang masa, penemuan ini dengan jelas membuktikan
teori Big Bang.
Dan menurut gagasan kuno yang mengatakan bahwa alam semesta itu kekal. Gagasan
yang umum di abad 19 adalah bahwa alam semesta merupakan kumpulan materi
berukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya. Selain
meletakkan dasar berpijak bagi paham materialis, pandangan ini menolak keberadaan
sang Pencipta dan menyatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir.
Materialisme adalah sistem pemikiran yang meyakini materi sebagai satu-satunya
keberadaan yang mutlak dan menolak keberadaan apapun selain materi. Berakar pada
kebudayaan Yunani Kuno, dan mendapat penerimaan yang meluas di abad 19, sistem
berpikir ini menjadi terkenal dalam bentuk paham Materialisme dialektika Karl
Marx.Para penganut materalisme meyakini model alam semesta tak hingga sebagai dasar
berpijak paham ateis mereka. Misalnya, dalam bukunya Principes Fondamentaux de
Philosophie, filosof materialis George Politzer mengatakan bahwa "alam semesta
bukanlah sesuatu yang diciptakan" dan menambahkan: "Jika ia diciptakan, ia sudah pasti
diciptakan oleh Tuhan dengan seketika dan dari ketiadaan".
Ketika Politzer berpendapat bahwa alam semesta tidak diciptakan dari ketiadaan, ia
berpijak pada model alam semesta statis abad 19, dan menganggap dirinya sedang
mengemukakan sebuah pernyataan ilmiah. Namun, sains dan teknologi yang berkembang
di abad 20 akhirnya meruntuhkan gagasan kuno yang dinamakan materialisme ini.
Ledakan raksasa yang menandai permulaan alam semesta ini dinamakan 'Big Bang', dan
teorinya dikenal dengan nama tersebut. Perlu dikemukakan bahwa 'volume nol'
merupakan pernyataan teoritis yang digunakan untuk memudahkan pemahaman. Ilmu
pengetahuan dapat mendefinisikan konsep 'ketiadaan', yang berada di luar batas
pemahaman manusia, hanya dengan menyatakannya sebagai 'titik bervolume nol'.
Sebenarnya, 'sebuah titik tak bervolume' berarti 'ketiadaan'. Demikianlah alam semesta

muncul menjadi ada dari ketiadaan. Dengan kata lain, ia telah diciptakan. Fakta bahwa
alam ini diciptakan, yang baru ditemukan fisika modern pada abad 20, telah dinyatakan
dalam Alqur'an 14 abad lampau,yakni :
"Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi" (QS. Al-An'aam, 6: 101)
C.PERKEMBANGAN BUMI
Teori-teori tentang Perkembangan Bumi
1.Teori Kontraksi dari James Dana dan Elie de Baumant
Dalam teori ini dinyatakan bahwa bumi mengalami pengerutan karena pendinginan di
bagian dalam bumi akibat konduksi panas,sehingga mengakibatkan bumi tidak rata.

Teori Kontrasi Pembentukan Bumi

2.Teori Descartes dan Suess

Dalam teori ini dikatakan bahwa pada saat bola bumi mendingin maka terjadilah proses
pengerutan dan semakin menyusut.Kerutan-kerutan itulah sebagai pegunungan,lipatan
yang kita kenal sampai sekarang.Teori Descartes dan Suess ini disebut teori kontraksi.
3.Teori Geosinklin

Teori Geosinklin

Teori ini dikonsep oleh Hall pada tahun1859 yang kemudian dipublikasikan oleh Dana
pada tahun 1873. Teori ini bertujuan untuk menjelaskan terjadinya endapan batuan
sedimen yang sangat tebal, ribuan meter dan memanjang seperti pada Pegunungan
Himalaya, Alpina dan Andes.
Teori geosinklin menyatakan bahwa suatu daerah sempit pada kerak bumi mengalami
depresi selama beberapa waktu sehingga terendapkan secara ekstrim sedimen yang tebal.
Proses pengendapan ini menyebabkan subsidence (penurunan) pada dasar cekungan.
Endapan sedimen yang tebal dianggap berasal dari sedimen akibat proses orogenesa yang
membentuk pengunungan lipatan dan selama proses ini endapan sedimen yang telah
terbentuk akan mengalami metamorfosa. Batuan yang terdeformasi didalamnya
dijelaskan sebagai akibat menyempitnya cekungan karena terus menurunnya cekungan,

sehingga batuan terlipat dan tersesarkan. Pergerakan yang terjadi adalah pergerakan
vertikal akibat gaya isostasi.
Teori ini mempunyai kelemahan tidak mampu menjelaskan asal-usul aktivitas vulkanik
dengan baik dan logis. Keteraturan aktivitas vulkanik sangatlah tidak bisa dijelaskan
dengan teori geosinklin. Pada intinya, golongan ilmuwan menganggap bahwa gaya yang
bekerja pada bumi merupakan gaya vertikal. Artinya, semua deformasi yang terjadi
diakibatkan oleh gaya utama yang berarah tegak lurus dengan bidang yang terdeformasi.
4.HIPOTESA PENGAPUNGAN BENUA(CONTINENTAL DRIFT)

Condinental Drift

Tahun 1912, Alfred Wegener seorang ahli meteorologi Jerman mengemukakan konsep
Pengapungan Benua (Continental drfit). Dalam The Origin of Continents and Oceans.
Hipotesa utamanya adalah satu super continent yang disebut Pangaea (artinya semua
daratan) yang dikelilingi oleh Panthalassa (semua lautan). Selanjutnya, hipotesa ini

mengatakan 200 juta tahun yang lalu Pangaea pecah menjadi benua-benua yang lebih
kecil. Dan kemudian bergerak menuju ke tempatnya seperti yang dijumpai saat ini.
Sedangkan hipoptesa lainnya menyatakan bahwa pada mulanya ada dua super kontinen ,
yaitu pangea utara yang disebut juga Laurasia, dan pangea selatan yang disebut juga
Gondwanaland.
Nah gimana nih sahabat? Udah pada ngerti kan tentang Proses pembentukan bumi kita,
jika masih juga ada yang belum dipahami silahkan saja diisikan hal itu di kolom
komentar

di

bawah

postingan

ini,

Terimakasih

telah

berkunjung

di

softilmu.blogspot..com semoga ilmunya dapat terus bermanfaat ya. Jangan lupa like nya J

SEJARAH PEMBENTUKAN BUMI, JAGAD RAYA DAN TATA SURYA

A.

Teori terbentuknya muka bumi


Adapun berbagai teori terbentuknya kulit bumi yang dikemukakan para ahli antara lain:
1. Teori Kontraksi oleh Descrates
Teori ini menyatakan bumi semakin lama semakin susut dan mengkerut yang disebabkan oleh
terjadinya proses pendinginan, sehingga di bagian permukaannya terbentuk relief berupa gunung,
lembah, dan dataran.
2. Teori Dua Benua oleh Edward Zuees
Teori ini menyatakan bahwa awalnya bumi terdiri atas dua benua yang sangat besar, yaitu
Laurasia dan Gondwana yang bergerak kea rah equator, sehingga terpecah-pecah menjadi benuabenua yang lebih kecil. Laurasia terpecah menjadi Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Gondwana
pecah menjadi Afrika, Australia, dan Amerika Selatan.
3. Teori Pengapungan Benua oleh Alfred Wegener
4. Teori ini menyatakan bahwa di bumi hanya ada satu benua super besar yaitu Pangea. Kemudian
benua ini terpecah-pecah dan terus bergerak ke arah equator. Teori ini dapat dibuktikan adanya
persamaan yang mencolok antara garis kontur pantai timur Benua Amerika Utara dan Selatan
dengan garis kontur pantai barat Eropa dan Afrika, serta adanya kesamaan batuan dan fosil pada
kedua daerah tersebut.
5. Teori Konveksi
Teori ini menyatakan bahwa di alam bumi ini masih dalam keadaan panas dan berpijar terjadi
arus konveksi ke arah lapisan kulit bumi yang berada di atasnya.
6. Teori Lempeng Tektonik

Kulit bumi atau litosfer terdiri atas beberapa lempeng yang berada di atas lapisan astenosfer.
Lempeng ini terdiri dari atas lempeng benua dan lempeng samudera. Lempeng-lempeng ini
bergerak dan mendesak satu sama lain. Bertemunya antara dua benua lempeng disebut tumbukan
(subduction), sedangkan daerah yang menjadi tempat tumbukan lempeng-lempeng disebut
subduction zone.
B. Lapisan-lapisan Bumi
Apabila bumi yang beradius 6.376 km dibelah maka dapat terlihat bagian-bagian tubuh
bumi sebagai:
1. Litosfer (kulit bumi) yang terdiri dari:
1)
Kulit bumi terluar atau kerak bumi (lapisan sial), tebalnya antara 30-70 km dengan massa jenis
2,7.
2)
Selubung bumi dalam (lapisan sima). Tebalnya 1.200 km.
2. Lapisan asthemisphere (mantel). Tebalnya 1.700 km bersifat lemah dan panas.
3. Barisfer (inti bumi). Terdiri dari dua lapisan yaitu:
1)
Inti bumi luar, berupa lapisan encer bersuhu tinggi.
2)
Inti bumi dalam, struktur batuannya padat dan sangat keras dan menjadi pusat konsentrasi unsur
besi.
Permukaan bumi terbagi atas lempeng besar dan lempeng kecil, dengan ketebalan antara 70100 km. lempeng-lempeng ini senantiasa masih berkembang, luruh, dan bergerak karena berada
di atas lapisan astenosfer yang cair dan amat panas.
Tujuh di antara lempeng-lempeng di permukaan bumi dikategorikan sebagai lempeng besar/
utama, yaitu:
1. Lempeng Afrika
2. Lempeng Amerika Utara
3. Lempeng Amerika Selatan
4. Lempeng Pasifik
5. Lempeng Eurasia
6. Lempeng Indo-Australia
7. Lempeng Antartika
Indonesia merupakan daerah yang sering terjadi gempa karena letaknya tepat pada pertemuan
dua deretan pegunungan muda. Juga pertemua tiga lempeng litosfe, yaitu lempeng IndoAustralia sebelah barat dan selatan, lempeng Eurasia sebelah utara dan lempeng Samudra Pasifik
di sebelah timur sehingga daratan labil.
Pergerakan lempeng yang berbeda, maka terjadilah tiga jenis batas pertemuan antara
lempeng-lempeng itu, yaitu saling menjauh, saling bertumbukan dan saling berpapasan. Secara
lengkap pergerakan lempeng-lempeng tektonik sebagai berikut:
1. Divergen
Yaitu gerakan saling menjauh antar lempeng. Zone berupa jalur tempat berpisahnya
lempeng-lempeng tektonik disebut zone divergen. Fenomena yang terjadi sebagai berikut:
1) Perenggangan lempeng yang disertai pertumbukan kedua tepinya.
2) Pembentukan tanggul dasar samudera (mid oceanic ridge) di sepanjang tempat perenggangan
lempeng.

3) Aktivitas mekanisme laut dalam yang menghasilkan lava basa berstruktur bantal dan hamparan
lelehan lava encer.
4) Aktivitas gempa di dasar laut dan sekitarnya.
2. Konvergensi
Yaitu gerakan saling bertumbukan antar lempeng elektronik. Tumbukan antar lempeng
dapat berupa tumbukan antara lempeng dengan benua atau antara lempeng benua dengan
lempeng dasar samudera, zone, atau tempat terjadinya tumbukan antara lempeng benua dengan
benua disebut zone konvergen. Zone jalur tumbukan antar lempeng benua dengan lempeng dasar
samudera, disebut zone suleduksi atau zone tunjam. Contoh tumbukan antara lempeng benua
Amerika dengan lempeng dasar Samudera Pasifik menghasilkan terbentuknya Pegunungan
Rocky dan Pegunungan Andes. Fenomena yang terjadi sebagai berikut:
1) Terdapat aktivitas vulkanisme, intrusi, dan ekstrusi.
2) Merupakan daerah hiposentrum gempa dangkal dan dalam.
3) Lempeng dasar samudera menghujam ke bawah lempeng benua.
4) Terbentuknya palung laut di tempat tumbukan itu.
5) Pembengkakan tepi lempeng benua yang merupakan deretan pegunungan.
6) Penghancuran lempeng akibat pergesekan lempeng.
7) Timbunan sedimen campuran atau mlange.
3. Sesar Mendatar (transform)
Yaitu gerakan saling bergesekan (berlawanan arah) antar lempeng tektonik. Contoh,
gesekan antara lempeng Samudera Pasifik dengan lempeng Amerika Utara yang menghasilkan
Sesar San Andreas yang membentang sepanjang kurang lebih 1.200 km. Zone berupa jalur
tempat bergesekan lempeng-lempeng tektonik disebut zone sesar mendatar (zone transform).
Bentukan alam yang dihasilkan adalah patahan.
C. Pergerakan Bumi
Bumi bergerak mengitari matahari dalam waktu 365 hari 6 jam, 9 menit dan 10 detik, serta
menempuh jarak sejauh 958 juta km. Waktu yang
diperlukan bumi untuk sekali mengitari matahari disebut satu tahun bumi. Bumi juga
berputar pada porosnya sama dengan 23 jam, 56 menit dan 6 detik yang disebut sebagai satu hari
bumi.
1.
Rotasi bumi
Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada sumbunya. Untuk satu putaran penuh, bumi
memerlukan 24 jam. Jadi tiap jam sebuah titik di bumi bergeser sejauh 15 o. Arah rotasi dari barat
ke timur atau berotasi dengan arah negatif.
Akibat rotasi bumi:
1) Peredaran semu harian dari benda-benda langit.
2) Peristiwa siang dan malam serta perbedaan waktu.
3) Pembelokan arah angin pasat.
4) Pembelokan arah arus laut.
5) Perbedaan percepatan gravitasi di permukaan bumi.
2.
Revolusi bumi

Bumi beredar mengitari matahari pada suatu bidang orbit yang disebut ekliptika. Orbitnya
hamper seperti lingkaran (360o) dengan periode 365 hari, 6 jam, 9 menit dan 10 detik, ini disebut
satu tahun sidetik, yaitu periode yang dihitung saat bumi bergerak mulai dari titik yang lurus
dengan sebuah bintang dan berakhir tepat pada titik itu lagi. Sudut yang dibentuk oleh ekliptika
dengan bidang orbit planet disebut sudut inklinasi.
Akibat revolusi bumi:
1) Gerak semu matahari tahunan
2) Perubahan lamanya waktu siang dan malam
3) Pergantian musim
4) Perubahan paralaks suatu bintang
5) Gerak semu bintang tetap di bola langit
D. Tata surya
Tata surya atau solar system merupakan susunan dimana matahari sebagai pusat peredaran
dengan planet-planet, bulan, komet, dan meteor-meteor sebagai anggotanya.
1. Teori Terjadinya Tata Surya
1) Teori Kabut Kant-Laplace
Tata surya terbentuk dari gas yang berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik menarik
antar gas hingga membentuk kumpulan kabut yang sangat besar ini berputar semakin cepat,
sehingga materi kabut bagian katulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan).
Fragmen yang terlempar kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya. Bagian inti kabut
tetap berbentuk gas pijar yang disebut matahari.
2) Teori Planetesimal (Chamberlin dan Moulton)
Planetesimal merupakan benda padat kecil mengelilingi suatu inti yang bersifat gas. Sebuah
bintang besar melintas mendekati matahari dengan cepat, sehingga terjadi daya tarik yang besar
dari bintang menyebabkan pasang di bagian gas panas matahari karena daya tarik matahari yang
besar, massa gas dan bergerak mengelilingi matahari.
3) Teori Pasang Surut (Jeans dan Jeffreys)
Terbentuknya tata surya disebabkan oleh tenaga dari luar, yaitu karena adanya bintang atau
matahari lain yang jalannya terlalu dekat dengan matahari kita, sehingga massa matahari kita
mengalami guncangan dari keseimbangan semula. Sebagian dari bahannya terlempar dan setelah
mengalami proses pendinginan menjadi planet-planet.
4) Teori Bintang Kembar (Twin Star)
Dikemukakan oleh R.A Lyttleton: matahari berasal dari suatu bintang kembar dimana kedua
bintang itu mengelilingi suatu pusat gravitasi. Sebuah bintang mendekati salah satu matahari ini.
5) Teori Proto Planet (Awan Debu)
Oleh Gerald P.Kuiper: tata surya terbentuk dari gumpalan gas dan debu. Salah satu
gumpalan awan tersebut mengalami pemampatan. Pada proses pemampatan tersebut partikelpartikel debu tertarik ke bagian pusat awan, membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin.
Gumpalan gas tersebut membentuk cakram. Partikel-partikel di bagian tengah cakram saling
menekan, sehingga menimbulkan panas dan pijar yang disebut matahari.
Perbedaan Teori Kabut

Kant-Laplace
1. Bentuknya bola
2. Suhu panas
3. Terdiri dari gas
2.

Naulton-Chamberlin
1. Bentuknya spiral
2. Suhu dingin
3. Terdiri dari benda padat

Jeans-Jeffreys
1. Bentuknya cerutu
2. Suhu panas
3. Terdiri dari gas

Benda-benda Langit
Ilmu yang mempelajari tentang benda-benda langit adalah astronomi. Benda langit terdiri
atas semua yang berada di langit merupakan anggota dalam sistem tata surya. Berikut ini uraian
mengenai benda-benda langit, yaitu:
1) Matahari
Matahari terbentuk dari awan gas hydrogen dan debu yang memuai menjadi sebuah bola gas
raksasa yang sangat pijar. Matahari merupakan sebuah bintang dan sebagai pusat dari sistem tata
surya. Suhu pada intinya 25 jutaoC, sedangkan pada permukaan sekitar 6.000oC.
Bagian-bagian matahari sebagai berikut:
a. Inti
Terjadi reaksi temonuklir mengubah hydrogen menjadi helium.
b. Fotosfer
Berbentuk seperti piringan emas. Pada bagian ini terdapat:
a) Sunspot (bintik matahari): daerah gelap di lapisan fotosfer.
b) Fakula: daerah sekitar bintik matahari yang tampak di lapisan fotosfer
c) Granula: kenampakan gelombang-gelombang kecil konveksi di lapisan fotosfer.
c. Kromosfer
Adalah pancaran cahaya yang mengelilingi fotosfer.
d. Korona
Adalah lapisan yang paling luar dan mengelilingi kromosfer.
e. Prominens (Prominences)
Adalah ledakan-ledakan yang tampak pada sisi matahari.
f. Flare
Adalah bagian dari matahari yang mempunyai cahaya yang sangat terang.
2) Planet
Planet tidak memiliki cahaya tetapi memantulkan sinar atau cahaya matahari.
Ciri-ciri planet:
a. Planet tidak mempunyai cahaya sendiri.
b. Planet tak berkelap-kelip.
c. Lintasan planet merupakan bidang berbentuk elips.
d. Planet beredar mengelilingi matahari dengan arah yang sama.
Planet dalam tata surya kita dapat diklasifikasikan dalam beberapa kategori diantaranya :
a. Berdasarkan kedudukannya terhadap bumi
a)
Planet inferior: planet-planet yang terletak diantara orbit bumi dan matahari. Contoh: Merkurius
dan Venus
b)
Planet superior: planet-planet yang terletak di luar orbit bumi. Contoh: Mars, Yupiter, Saturnus,
Uranus, Neptunus.
b. Berdasarkan jarak ke matahari:

a)
b)
c.
1)
2)
3)

a.

b.

c.

d.

e.

f.

Planet dalam (inner planet): planet-planet yang jarak rata-ratanya ke matahari lebih pendek dari
jarak rata-rata bumi matahari. Contoh: Merkurius dan Venus.
Planet luar (outer planet): planet-planet yang jarak rata-ratanya ke matahari lebih panjang
dibandingkan dengan jarak rata-rata bumi-matahari. Contoh: Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Berdasarkan ukuran:
Planet Jovian/ besar, contoh: Yupiter, Saturnus, Uranus,Neptunus
.
Planet Terestrial/ kebumian/ kecil, contoh: Merkurius, Venus, Mars.
Beberapa karakteristik peta di dalam tata surya kita diantaranya adalah :
Merkurius
Merkurius termasuk planet dalam, jarak dengan matahari paling dekat, yaitu sekitar 58 juta
km, dengan diameter pada equatornya 4.878 km. Suhu di permukaan pada siang hari 350 oC dan
pada malam hari -170oC.
Tidak memiliki atmosfer, suhu panas, permukaannya kasar dan berkawah. Planet ini tidak
mempunyai bulan atau satelit maupun cincin/ ring.
Venus
Venus sering disebut bintang kejora atau sahara, jarak dengan matahari 108 juta km, dengan
garis tengah equatornya 12.104 km suhu permukaannya sangat panas 480oC. mempunyai
atmosfer yang mengandung CO2, tidak mempunyai satelit dan cincin.
Bumi
Bumi adalah planet tempat manusia hidup. Sebagian besar permukaan bumi diselimuti air
sehingga planet ini dikenal sebagai planet biru. Jarak bumi matahari 150.000.000 km. revolusi
bumi 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik, yang disebut satu tahun sidetik. Rotasi bumi 24 jam.
Mempunyai satelit.
Mars
Planet mars disebut planet Anggur. Jaraknya dengan matahari 228 juta km, diameter 6.795
km. dilihat dari Bumi Mars tampak merah. Periode revolusi 687 km, rotasi 24 jam 37 menit.
Mempunyai atmosfer yang mengandung CO2, planet Mars mempunyai 2 satelit yaitu Phobos
dan Deimos.
Jupiter
Jupiter merupakan planet terbesar dengan massa 318 kali massa bumi. Rotasi planet adalah
9,8 jam, sedangkan periode revolusi 11,86 th. Atmosfer di Jupiter mengandung gas hydrogen,
helium, metana, ammonia. Suhu dipermukaan -140oC hingga 21 oC. planet Yupiter mempunyai
14 satelit diantaranya Co, Europa, Canyamede, dan Calisto.
Saturnus
Saturnus adalah planet yang memiliki cincin atau ring. Cincin Saturnus tipis sekali,
ketebalannya 10m-100m yang tersusun atas butir-butir es yang sangat halus.
Saturnus mempunyai kecepatan yang rendah karena sebagian besar zat penyusunnya adalah
gas dan cairan. Masa revolusi Saturnus 30 tahun bumi. Rotasi planet sekitar 10,20 jam dan
memiliki 10 satelit yang mengorbit di luar cincinnya.

g.

Uranus
Planet ini ditemukan oleh Willian Hechell (1781). Jarak Uranus-matahari 2.887 km.
Revolusi Uranus 84,01 tahun dengan rotasi selama 16 jam 10 menit. Suhu dipermukaan Uranus
adalah -210oC. Atmosfer Uranus tersusun atas metana, hydrogen, dan helium. Uranus memliki 5
satelit, yaitu Oberon, Titania, Umbriel, Ariel, dan Miranda dan mempunyai 9 cincin.
h. Neptunus
Planet ini ditemukan oleh Leverrier (1846). Neptunus bergaris tengah 48.500, jika dilihat
melalui teleskop memantulkan warna hijau kebiruan. Planet Neptunus berotasi selama 18 jam 26
menit, dengan revolusi 164,8 tahun. Jarak Neptunus-matahari 4.509 juta km. Suhu dipermukaan
sebesar -220oC. Lapisan atmosfernya terdiri atas gas hydrogen, helium, dan metana, memiliki 2
anak satelit yaitu Triton dan Nerreid.
i.
Asteroid
Asteroid berada diantara planet Mars dan Yupiter sering juga disebut planet minor.
j.
Komet
Komet seluruhnya terbentuk dari gas (karbondioksida, metana, dan air) dan debu yang
membeku. Komet bergerak pada orbitnya kadang-kadang mendekati matahari maupun mendekat
planet-planet dan orbitnya berbentuk elips yang sangat panjang. Arus debu dan gas yang
dihasilkan membentuk suatu atmosfer yang besar tetapi sangat tipis di sekeliling komet yang
disebut Coma. Contoh: Komet Halley muncul 76 tahun sekali, Komet West, Komet Eneke
muncul 3 tahun sekali.
k. Meteorid (shooting star)
Meteorid merupakan benda-benda langit yang bergerak memasuki atmosfer karena gaya
tarik bumi. Meteorid yang memasuki atmosfer bumi disebut meteor.
E. Jagat Raya
Jagat raya adalah sebuah ruang tempat segenap benda langit berada, termasuk bumi tempat
manusia hidup. Pandangan manusia mengenai jagat raya adalah sebagai berikut :
1.
Pandangan Antroposentris menyatakan bahwa manusia sebagai pusat segalanya dialam semesta
ini.
2.
Pandangan Geosentris menyatakan bahwa bumi sebagai pusat jagat raya.
3.
Pandangan Heliosentris menyatakan bahwa pusat jagat raya adalah matahari.
4.
Pandangan Galaktosentris menyatakan bahwa pusat alam semesta adalah galaksi
Secara umum sifat Jagat Raya (alam semesta) adalah :
1.
Tak terbatas
2.
Memuai
3.
Berdimensi 4
4.
Luas berdiameter 4 milyar
Tentang terbentuknya jagad raya ada beberapa teori yang mendasari diantaranya yaitu :
1.
Teori Ledakan Besar ( Big Bang ), teori ini menyatakan bahwa alam semesta berasal dari
keadaan panas dan padat yang mengalami ledakan dahsyat dan kemudian mengembang dengan
sangat cepat menjauhi pusat ledakan.
2.
Teori Jagat Raya Mengembang, teori ini menyatakan bahwa galaksi-galaksi bergerak saling
menjauhi.

3.

Teori Keadaan Tetap ( Teori Steady State ), teori ini menyatakan bahwa Alam Semesta tidak ada
awalnya dan tidak akan berakhir. Alam semesta selalu terlihat tetap seperti sekarang.
Jarak jagad
Satuan Jarak di Jagat Raya raya kita adalah tak terbatas akan tetapi ada beberapa satuan
untuk menentukan jarak misalnya antara satu galaksi dengan galaksi yang terdekat. Satuan
tersebut diantaranya adalah :
Untuk menentukan jarak benda-benda langit di jagat raya menggunakan satuan sebagai
berikut :
a.
Satuan Astronomi ( SA ), adalah satuan jarak rata-rata bumi ke matahari ( 150.000.000 km )
b.
Tahun Cahaya, adalah jarak yang ditempuh cahaya selama satu tahun. ( 3.406 x 1015 km )
c.
Paralalks Second ( Parsec = Pc ), satu satuan paralales second adalah ukuran untuk jarak yang
lebih besar di jagat raya
F. Galaksi
Galaksi adalah sistim perbintangan yang maha luas yang didalamnya terdapat jutaan
bahkan miliyaran bintang, serta benda-benda langit lainnya yang beredar mengelilinya pusat
secara teratur.

1)

2)

1)
2)
3)
4)
5)

1. Teori terbentuknya Galaksi


Teori Top-Down, menurut teori ini galaksi terbentuk dari awan gas yang besar dan padat
kemudian pecah-pecah, pecahnya tersebut berubah menjadi galaksi melalui proses kontraksi
awan gas. Kontraksi awan gas terjadi karena adanya pengaruh gravitasi akhirnya menghasilakan
bintang-bintang.
Teori Botton-Up, menurut teori ini galaksi terbentuk dari bagian-bagian kecil menjadi besar
karena gaya gravitasi, daerah-daerah ini bersatu dan berbentuk susunan yang lebih besar dan
akhirnya membentuk galaksi.
2. Ciri-ciri Galaksi
Galaksi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Semua galaksi memiliki inti dari sistim galaksi
Sebuah sistim yang terdapat pada galaksi melakukan rotasi
Galaksi memiliki bentuk tertentu
Jarak antara galaksi yang satu dengan yang lainnya jutaan tahun cahaya.
Galaksi-galaksi hanya terlihat diluar jalur galaksi bimasakti.
3. Macam-macam Galaksi
Dari jutaan galaksi yang terdapat di jagat raya hanya ada dua galaksi yang dapat dilihat
dengan mata telanjang, yaitu galaksi Bima sakti dan Magellan

1)
a)
b)

. Galaksi lainnya dapat diamati dengan menggunakan teleskop. Galaksi-galaksi tersebut


antara lain :
Galaksi Bimasakti (Milky Way)
Bentuk spiral
Tampak seperti kepingan cakram dengan poros sebagai inti sistim

c)
d)
e)
2)
3)
a)
b)
c)
d)
e)
4)
a)
b)
c)
d)

Garis tengahnya 100.000 tahun cahaya


Matahari sebagai salah satu bintang yang terdapat dalam Galaksi Bima sakti
Bima sakti menunjukkan gerak rotasi pada intinya.
Galaksi Magellan, galaksi ini terletak di bawah rasi Doroda dan Tuean yang kelihatan seperti
kabut.
Galaksi Andromeda (M.31)
Pusat galaksi tidak terurai menjadi bintang-bintang yang terpisah.
Gugus buktinya empat kali lebih redup dari pada gugus bulat Bima sakti.
Inti pusatgalaksi sangat terang dan berwarna putih
Galaksi ini mempunyai tujuh buah lengan
Berbentuk spiral
Galaksi Roda Biru (M.33)
Berbentuk spiral
Berputar seperti gasing daerah trianggulun
Galaksi Ursa Mayor
Galaksi Jauh

a)
b)
c)

4. Bentuk-bentuk Galaksi
Menurut Edwin Hubble (1925) mengklasifikasikan galaksi berdasarkan bentuknya yaitu :
Bentuk spiral (S), contoh : galaksi Bima sakti, Galaksi Andro Meda
Bentuk Elips (E): M 87,
Bentuk tak beraturan

1)
2)
3)

a)
b)
c)
d)
4)
5)
6)

5. Anggota-anggota dalam suatu galaksi


Bintang , bintang merupakan benda langit yang mempunyai cahaya sendiri akibat reaksi inti di
dalamnya.
Spektrum Bintang , spektrum bintang terbentuk oleh perbedaan temperature bintang dengan
symbol-simbol O,B,A,F,G,K dan M
Rasi Bintang, kelompok bintang ini dinamakan konstelasi bintang atau rasi bintang. Ada 88
buah rasi bintang, 56 buah terdapat dibelahan langit selatan dan 32 buah bintang terdapat di
belahan langit utara.
Rasi-rasi bintang penting
Rasi Ursa Mayor (Rasi Biduk/rasi Beruang Besar), digunakan sejak dulu untuk menetukan arah
utara. Terdapat di belahan langit utara.
Rasi Ursa Minor (Rasi Beruang Kecil), terdapat di belahan langit utara
Rasi Crux (Rasi Gubug Penceng/Rasi Pari), terdapat di belahan langit selatan. Digunakan untuk
menentukan arah selatan.
Rasi Drion (Lintang Waluku/Bintang Belaktik), digunakan untuk menetukan equator langit.
Nebula, adalah awan-awan dan debu. Nebula ada yang terang dan ada yang gelap. Nebula
terbesar adalah awan-awan molekul raksasa.
Planet, adalah benda angkasa tidak memiliki cahaya sendiri.
Satelit, adalah benda gelap yang menjadi anak planet.

7)

Asteroid, merupakan gugusan benda-benda angkasa gelap yang mempunyai ukuran relative
kecil yang membentuk satu sistim rotasi dan revolusi dengan memiliki keterkaitan satu dengan
yang lain.