Anda di halaman 1dari 10

BAB 2.

PANCASILA DALAM SEJARAH PERJUANGAN


BANGSA INDONESIA
Nilai-Nilai Pancasila Pada Masa Pra Sejarah
Ahli geologi menyatakan bahwa kepulauan Indonesia terjadi
dalam pertengahan jaman tersier kira-kira 60 juta tahun yang
silam. Baru pada jaman quarter yang dimulai sekitar 600.000
tahun yang silam Indonesia didiami oleh manusia, dan
berdasarkan hasil penemuan fosil Meganthropus Paleo Javanicus,
Pithecanthropus Erectus, Homo Soloensis, Homo Wajakensis, serta
Homo Mojokertensis.
Berdasarkan artefak yang ditinggalkan, mereka mengalami hidup
tiga jaman yaitu:
1. Paleolitikum
2. Mesolitikum
3. Neolithicum
Inti dari kehidupan bangsa Indonesia pada masaPra Sejarah
hakekatnya adalah nilai-nilai Pancasila itu sendiri, yaitu :
Nilai Religi
Adanya kerangka mayat pada Paleolitikum menggambarkan
adanya penguburan, terutama Wajakensis dan mungkin
Pithecanthropus Erectus, serta dalam menghadapi tantangan
alam tenaga gaib sangat tampak. Selain itu ditemukan alat-alat
baik dari batu maupun perunggu yang digunakan untuk aktifitas
religi seprti upacara mendatangkan hujan, dll. Adanya keyakinan
terhadap pemujaan roh leluhur juga dan penempatan menhir di
tempat-tempat yang tinggi yang dianggap sebagai tempat roh
leluhur, tempat yang penuh keajaiban dan slelebagai batas antara
dunia manusia dan roh leluhur.

Jelas bahwa masa Pra Sejarah sudah mengenal nilai-nilai


kehidupan religi dalam makna animism dan dinamisme sebagai
wujud dari religious behavior.
Nilai Peri Kemanusiaan
Nilai ini tampak dalam perilaku kehidupan saaat itu misalnya
penghargaan terhadap hakekat kemanusiaan yang ditandai
dengan penghargaan yang tinggi terhadap manusia meskipun
sudah meninggal. Hal ini menggambarkan perilaku berbuat baik
terhaap sesama manusia, yang pada hakekatnya merupakan
wujud kesadaran akan nilai kemanusiaan. Mereka tidak hidup
terbatasdi wilayahnya, sudah mengenal sistem barter antara
kelompok pedalaman dengan pantai dan persebaran kapak.
Selain itu mereka juga menjalin hubungan dengan bangsa-bangsa
lain.
Nilai Kesatuan
Adanya kesamaan bahasa Indonesia sebagai rumpun bahasa
Austronesia, sehingga muncul kesamaan dalam kosa kata dan
kebudayaan. Hal ini sesuai dengan teori perbandingan bahasa
menurut H.Kern dan benda- benda kebudayaan Pra Sejarah Von
Heine Gildern. Kecakapan berlayar karena menguasai
pengetahuan tentang laut, musim, perahu, dan astronomi,
menyebabkan adanya kesamaan karakteristik kebudayaan
Indonesia. Oleh karena itu tidak mengherankan jika lautan juga
merupakan tempat tinggal selain daratan. Itulah sebabnya
mereka menyebut negerinya dengan istilah Tanah Air.
Nilai Musyawarah
Kehidupan bercocok tanam dilakukan secara bersama-sama.
Mereka sudah memiliki aturan untuk kepentingan bercocok
tanam, sehingga memungkinkan tumbuh kembangnya adat
sosial. Kehidupan mereka berkelompok dalam desa-desa, klan,
marga atau suku yang dipimpin oleh seorang kepala suku yang

dipilih secara musyawarah berdasarkan Primus Inter Pares (yang


pertama diantara yang sama).
Nilai Keadilan Sosial
Dikenalnya pola kehidupan bercocok tanam secara gotong-royong
berarti masyarakat pada saat itu telah berhasil meninggalkan
pola hidup foodgathering menuju ke pola hidup foodproducing.
Hal ini menunjukkan bahwa pada saat itu upaya kearah
perwujudan kesejahteraan dan kemakmuran bersama sudah ada.

Nilai-Nilai Pancasila Sebelum Kemerdekaan


Nilai-nilai esensial Pancasila sebelum disahkan tanggal 18
Agustus 1945 oleh PPKI nilainya telah ada pada bangsayang
terkandung Indonesia sejak zaman dahulu berupa :dalam
pancasilayaitu : Nilai Nilai Adat Kemanusiaan Persatuan
Kebudayaan Religius Istiadat Ketuhanan Kerakyatan Keadilantelah
dimiliki bangsa Indonesia sejak bangsa Indonesia melaluiproses
sejarah yang cukup panjang , yaitu pada zaman Batu.Kemudian
dasar-dasar kebangsaan Indonesia mulai tampakpada abad ke VII
ketika timbulnya kerajaan Sriwijaya, Airlangga dan Majapahit
serta kerajaan-kerajaan lainnya.
Indonesia memasuki zaman sejarah pada tahun 400M, dengan
ditemukannya prasasti 7 Yupa . Raja Mulawarman menurut
prasasti tersebut mengadakan kenduri dan memberikan sedekah
kepada Brahmana dan para Brahmana membangun Yupa itu
sebagai tanda terima kasih kepada Raja yang dermawan. Sosial
Masyarakat Kutai yang membuka zaman sejarah Politik Indonesia
pertama kalinya Kerajaan, menampilkan nilai-nilai Kenduri,
berupa : SedekahKetuhanan Brahmana.
Pada abad ke VII muncullah sebuah kerajaan di Sumatera yaitu
kerajaan Sriwijaya, dibawah kekuasaan wangsa Syailendra . Hal

ini termuat dalam prasasti Kedukan Bukit. Perdagangan dilakukan


dengan mempersatukan pedagang pengrajin dan pegawai Raja
yang disebut Tuha An Vatakvurah sebagaipengawas dan
pengumpul semacam koperasi sehingga rakyat mudah untuk
memasarkan barang dagangannya.Demikian pula dalam sistem
pemerintahannya kerajaan dalam menalankan sistem
pemerintahannya tidak dapat dilepaskandengan nilai Ketuhanan.
Sedangkan agama dan kebudayaandikembangkannya dengan
mendirikan suatu Universitas agama Buddha.
Sebelum kerajaan Majapahit, muncul kerajaan- kerajaan yang
memancangkan nilai-nilai Nasionalisme. Muncul kerajaankerajaan di Jawa Tengah dan Jawa Timur secara silih berganti. Di
Kerajaan Isana, Jawa Tengah muncul Kerajaan Kalingga (abad ke
Darmawangsa, VII) dan Sanjaya pada (abad ke VIII) . dan
Airlangga. Raja Airlangga Membangun bangunan Keagamaan dan
Asrama sebagai sikap toleransi dalam beragama Membuat
Hubungan dagang dan kerja sama dengan Benggala, Chola
dan1037, Raja Airlangga Champa yg membuat tanggul 1019 ,
para pengikutnya , rakyat, menunjukkan nilai-nilai dan waduk
demi dan para brahmana bermusyawarah dan kemanusiaan
keseahteraan memutuskan untuk memohon pertanian Rakyat,
Airlangga bersedia menjadimerupakan nilai nilai Raja sebagai
nilai-nilai sila ke IV. sila ke V.
Pada tahun 1293, berdirilah keraaan Majapahit yang mencapai
zaman keemasannya pada pemerintahan Raja Hayamwuruk.Pada
waktu itu, agama Hindu dan Budha hidup berdampingan dalam
satu Kerajaan, bahkan salah satu bawahan kekuasaannya yaitu
Pasai justru memeluk agama Islam. Toleransi positif dalam
beragama dijunjung tinggi sejak masa bahari yang telah silam.
Majapahit menjulang dalam arena sejarah kebangsaan Indonesia
dan banyak meninggalkan nilai- nilai yang diangkat dalam
nasionalisme negara kebangsaan Indonesia 17 Agustus 1945.
Namun , sinar kejayaan Majapahit berangsur-angsur mulai

memudar dan akhirnya mengalami keruntuhan dengan Sinar


Hilang Kertaningbumi pada permulaan abad ke XVI (1520).
Pattimura di Maluku Akhir abad ke XVI , Belanda Abad XVII , pada
awalnya (1817) datang ke Belanda menguasai daerah-daerah
yang Indonesia. strategis dan kaya akan Baharuddin di hasil
rempah-rempah Palembang (1819) Imam Bonjol di Minangkabau
(1821- 1837) Namun kedudukannya semakin diperkuat dengan
kekuatanPangeran Diponegoro di militerJawa Tengah (1825-1830)
Melihat praktek-praktekJelentik , Polim, Teuku Tjik penjajahan
Belanda tersebut di Tiro, Teuku Umar maka meledaklah
perlawanan rakyat di berbagai wilayah dalam perang Aceh
Nusantara, antara lain : (1860)
Pada abad XX di panggung politik internasional terjadilah
pergolakanAdapun di Indonesia , kebangkitan dunia Timur
denganbergolak lah kebangkitan suatu kesadaran akan
kekuatannyakesadaran akan berbangsa sendiri.yaitu kebangkitan
Nasionaldipelopori olehdr. Wahidin Sudirohusododengan Budi
Utomo-nya. Budi Utomo yang dididirikan pada 20 Mei 1908, dan
inilah yang merupakan pelopor pergerakan Nasional, sehingga
segera setelah itu muncullah organisasi-organisasi pergerakan
lainnya. Jepang masuk ke Indonesia dengan propagandaJepang
Pemimpin Asia, Jepang saudara tuabangsa Indonesia . Agar
mendapat dukungan dari bangsa Indonesia , pemerintahan
Jepang menjanjikan Indonesia Merdeka kelak di kemudian hari.
Pada tanggal 29 April 1945 , Jepang memberikan hadiah ulang
tahun kepada bangsa Indonesia, yaitu janji kedua pemerintah
Jepang berupa kemerdekaan tanpa syarat sebagai realisasi
janji-janji tersebut maka dibentuklah suatu badan yang bertugas
untuk menyelidiki usaha- usaha periapan kemerdekaan bangsa
Indonesia yaitu Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Sidang ini dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 1945 1 Juni 1945 ,
pada tanggal 29 Mei 1945, dalam pidato Muh. Yamin, beliau

mengusulkan calon rumusan dasar negara negara Indonesia


sebagai berikut : Pada tanggal 31 Mei1945, dalam pidato Prof. Dr.
Peri Peri Peri Supomo mengemukakan Kebangsaan Kemanusiaan
Ketuhanan teori-teori negara sbb : Teori Negara
Perseorangan(Individualis), Paham Negara Peri Kesejahteraan
Kelas ( Class Theory), Paham Kerakyatan Rakyat Negara
Integralistik. 5 Prinsip sebaga Dasar negara tersebut kemudian
oleh Soekarno Pada tanggal 1 Juni 1945, dalam agar diusulkan
agar dinamakan pidato Ir. Soekarno mengusulkan Pancasila.
Beliau juga mengusulkan dasar negara yang terdiri atas 5 bahwa
Pancasila adalah sebagai prinsip . Nasionalisme (Kebangsaan
dasar filsafat negara dan Indonesia), Internasionalisme (Peri
pandangan hidup Bangsa Kemanusiaan) , Mufakat (Demokrasi) ,
Indonesia. Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan YME (Ketuhanan yang
berkebudayaan) .
Pada tanggal 22 Juni 1945, Ir. Soekarno mengadakan pertemuan
untuk membentuk panitia kecil yang terdiri atas sembilan orang
dan dikenal dengan s ebutan Panitia Sembilan. Panitia ini
mencapai suatu hasil yang baik yaitu suatu modus atau
persetujuan antara golongan Islam dan golongan kebangsaan.
Pada tanggal 11 Juli 1945 keputusan penting dalam rapat BPUPKI
kedua adalah menghendaki Indonesia Raya yangsesungguhnya
yang mempersatukan semua kepulauan Indonesiayang pada
bulan Juli 1945 itu sebagian besar wilayah Indonesia kecuali Irian,
Tarakan dan Morotai yang masih dikuasai Jepang. Pada tanggal 14
Juli badan penyelidik bersidang lagi dan melapirkan hasil
pertemuannya terdiri atas susunan UU yang terdiri dari 3 bagian .

Pada tanggal 16 Agustus 1945, diadakan pertemuan di


Pejambon , Jakarta. Dan diperoleh kepastian bahwa Jepang telah
menyerah , maka Soekarno dan Hatta setuju
untukdilaksanakannya proklamasi kemerdekaan yang
dilaksanakan di Jakarta. Kemudian pada tanggal 17 Agustus 1945,

di Jl.Pegangsaan Timur 56 Jakarta, pada hari Jumat pukul 10.00


WIB, Bung Karno dengan didampingi Bung Hatta membacakan
naskah proklamasi dengan hikmat.Sehari setelah proklamasi
kemerdekaan, pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengadakan
sidangnya yang pertama, dilanjutkan dengan sidang PPKI kedua,
ketiga dan keempat.
Masa Setelah Proklamasi Kemerdekaan Setelah proklamasi
kemerdekaan 17 agustusMaklumat Wakil presiden No. X 1945
ternyata bangsa Indonesia masih tanggal 16 Oktober 1945
menghadapi kekuatan sekutu yang berupaya menanamkan
kembali kekuasaan Belanda di Maklumat Pemerintah tanggal 3
Indonesia, yaitu pemaksaan untuk mengakui November 1945
pemerintah NICA. Untuk melawan propaganda Belanda ,
Pemerintah RI mengeluaran tiga buah maklumat Maklumat
Pemerintah tanggal 14 November 1945 yakni :Keadaan demikian
telah membawa ketidakstabilan di bidangPolitik. Akibat
penerapan sistem parlementer tersebut makapemerintahan
Negara Indonesia mengalami jatuh bangun kabinetsehingga
membawa konsekuensi yang sangat serius terhadapkedaulatan
Negara Indonesia saat ini.
Nilai-Nilai Pancasila Pasca Indonesia Merdeka
Latar belakang kehidupan para penggali Pancasila, interaksinya
dengan masyarakat dan suasana kebatinan kolonialisme yang
dihadapi kemudian diabstrasikan dalam rumusan-rumusan konsep
mengenai (kemungkinan) dasar bernegara. Adu konsep
meniscayakan diskusi dalam sidang BPUPKI untuk menghasilkan
rumusan Pancasila, selain dimunculkannya istilah Pancasila,
dialog terjadi berkaitan dengan perumusan dasar negara untuk
negara yang (akan) merdeka. Pancasila dalam perumusannya
mengalami pergumulan terutama berkaitan dengan sila atau nilai
mengenai ketuhanan. Perumusan nilai ketuhanan yang kemudian
dikenal dengan sila pertama yaitu Ketuhanan yang Maha Esa,
yang rumusan awalnya merupakan konsekuensi dari mayoritas

tokoh muslim yang berada dalam BPUPKI. Dan pergumulan


rumusan akhir nilai ketuhanan, oleh Soepomo dikatakan sebagai
penyelesaian yang merupakan akibat gentlemen agreement
antara kelompok nasionalis dan kelompok agama.
Pancasila yang dituangkan dalam pembukaan UUD 1945 disahkan
pada tanggal 18 Agustus 1945 sah menjadi dasar negara
Indonesia (baru). Pasca kemerdekaan, aktualisasi Pancasila dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara seolah mengalami
kemorosotan. Kemerosotan dimaksud bahwa diskusi untuk
merefleksi dasar negara Indonesia dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara tidak mendapatkan ruang yang cukup. Kondisi
tersebut disebabkan fokus kehidupan berbangsa diarahkan pada
mempertahankan kemerdekaan untuk menghadapi agresi
colonial. Meski demikian, terdapat kondisi yang menarik ketika
terjadi pergolakan politik di Indonesia, Pancasila tidak mengalami
pergeseran dalam setiap konstitusi yang dihasilkan sebagai
respon atas pergolakan politik. Artinya tidak ada usaha untuk
mengganti Pancasila sebagai dasar negara yang diletakkan pada
saat persiapan (tanggal) kemerdekaan Indonesia.
Pancasila dibangunkan dari tidur panjangnya ketika Indonesia
mengalami berbagai pergolakan politik ketika Soeharto berhasil
mengambil alih kekuasaan pasca tahun 1965. Pengalaman
instabilitas politik dan kemorosotan ekonomi menjadi dalih bagi
Soeharto untuk memulihkan pasca gejolak politik menggunakan
Pancasila basis legitimasi penggunaan kekuasaan. Soeharto
menggunakan istilah Demokrasi Pancasila untuk memperoleh
kesan kuat, bahwa dirinya adalah seorang yang memegah teguh
Pancasila. Namun dalam praktek penggunaan kekuasaannya,
Pancasila sekedar menjadi teks tertulis yang mati dan melahirkan
jurang pemisah antara teks dan kenyataan. Sila-sila Pancasila
hanya menjadi alat indoktrinasi atau propaganda untuk memberi
efek takut bagi para penentang kebijakan pembangunan yang
dilakukan.

Pancasila menjadi kedok penyimpangan yang dilakukan oleh Orde


Baru. Tameng legitimasi bagi berbagai hal untuk melaksanakan
pembangunan, menghasilkan keserakahan dan aneka
pelanggaran yang menjauh dari nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila. Meski stabilitas politik tercapai dan pembangunan
ekonomi dapat teraih, namun kebebasan dan hak-hak warga
negara yang diatur dalam konstitusi dilaksanakan berdasarkan
tafsir sepihak hanya untuk memuaskan dahaga kekuasaan dan
melanggengkannya. Kebebasan dibatasi dan melahirkan tekanan
politik bagi aktivis demokrasi yang menghendaki partisipasi
politik dalam proses pembangunan. Dimana pembangunan
dilakukan dengan melanggar HAM warga negara, dan negara
bergeming untuk mempertimbangkan manusia/warga negara
yang menjadi korban pembangunan yang diatasnamakan dengan
Pancasila.
Gugatan terhadap pelaksanaan Pancasila versi Orba mengalami
puncaknya pada Mei 1998. Dipicu oleh krisis ekonomi, gerakan
mahasiswa dan kekuatan anti Soeharto memaksa lengser
keprabon dan menyerahkan kursi kepresiden kepada wakilnya.
Pelanggaran HAM dan keterbatasan partisipasi politik yang
berkelindan dengan krisis moneter melahirkan semangat
perjuangan anti Soeharto yang memerintah tidak dengan
demokratis. Kebebasan (politik) yang diperjuangkan dan berhasil
pada tahun 1998 harus mampu menyuburkan internalisasi dan
aktulaisasi nilai-nilai Pancasila. Membuka kembali ruang diskursus
untuk mendalami semua gagasan yang terkandung dalam
Pancasila, dan meletakkannya dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara.
Menempatkan Pancasila kembali dalam diskursus keseharian akan
dipandang sebagai alien karena stigma negative Pancasila dari
hasil penafsiran Pancasila yang sepihak pada masa orde baru.
Tafsir ulang yang tidak sekedar partisipatif yang dimotori oleh
negara/pemerintah, melainkan pemahaman dari hasil deliberasi

dalam mengartikulasi nilai-nilai Pancasila. Kebebasan politik yang


sudah digenggam dalam manifestasi partisipasi politik dan
otonomi daerah harus diarahkan untuk memperkuat basis
pemikiran mengenai Pancasila. Pancasila yang tidak hanya
didasarkan pada tafsir penguasa seperti dipraktekkan selama ini,
melainkan menggali kembali nilai-nilai Pancasila yang
berkembang di masyarakat. Sehingga Pancasila terus mengalami
artikulasi dalam kehidupan keseharian dan tetap membumi, tidak
teralienasi dari nilai-nilai (yang masih) dianut oleh masyarakat
Indonesia.