Anda di halaman 1dari 2

PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENGENAI CARA MENYIKAT GIGI

YANG BAIK DAN BENAR SERTA MAKANAN YANG MEMICU GIGI BERLUBANG DI
KELAS 5 SD GIRIPURWO

Penyuluhan kali ini mengenai bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan
benar, meliputi fungsi, frekuensi, waktu menyikat, alat dan metode, serta
pemilihan bahan. Selain itu juga edukasi mengenai makanan yang dapat memicu
gigi berlubang. Target penyuluhan adalah anak-anak di SD Giripurwo.
Dokter

: Assalamualaikum, anak-anak

Murid : Waalaikumsalam, dok


Dokter
: Kali ini bu dokter mau memberi penyuluhan mengenai bagaimana
cara menyikat gigi yang baik dan benar. Disimak, ya. Nanti diakhir acara kalau
ada yang bisa menjawab pertanyaan, bu dokter beri hadiah.
Murid : Baik, dok
Dokter
: Anak-anak di ada yang suka makan permen, coklat, makanan
yang manis-manis?
Murid : Saya, dok.. ; Saya dok...
Dokter

: Setelah makan makanan manis biasanya sikat gigi tidak?

Murid : Tidak, dok.. ; Kadang, dok.. ; Jarang, dok


Dokter
: Aduh, kok tidak ada jawaban iya. Nih bu dokter ada poster
bergambar gigi-gigi berwarna hitam, ada yang tau penyebabnya tidak?
Murid : Tidak, dok
Dokter
: Nah anak-anak, gigi-gigi digambar ini bisa hitam karena, yang
pertama, suka yang manis-manis. Nak, bakteri itu suka sekali jika hidup ditempat
yang manis-manis, jadi bisa-bisa mulut kita jadi sarang bakteri, nah nantinya
bakteri akan bereaksi dengan gula yang akan membentuk asam, dari situ bisa
menyebabkan gigi berlubang kalau kita jarang menggosok gigi. Hayo, memang
ada yang mau ya kalau giginya hitam-hitam seperti itu?
Murid : Tidak, dok
Dokter: Nah, makanya mulai sekarang harus rajin sikat gigi dan mengurangi
makanan yang manis-manis ya, nak. Anak-anak biasanya menyikat gigi berapa
kali sehari nih?
Murid : Satu... ; Dua dok... ; Jarang dok...
Dokter
: Duh, kok ada yang jarang. Padahal menyikat gigi itu penting lho.
Coba siapa yang tau fungsi menyikat gigi itu apa?
Murid : Membersihkan gigi, dok
Dokter
: Iya, lebih tepatnya membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di
rongga mulut agar tidak menimbulkan karang gigi, agar giginya menjadi bersih
serta selalu segar. Nah, menyikat gigi itu minimal 2 kali sehari anak-anak,

setelah sarapan serta malam sebelum tidur. Untuk anak-anak, agar tidak
merusak gusi, usahakan memilih sikat yang kepala dan gagang sikatnya kecil,
sehingga mudah dipegang. Kemudian, pilih bulu sikat yang lembut agar tidak
menyakiti gigi, nak. Kalau bulu sikatnya sudah menyebar, sudah tidak rapi, harus
diganti ya nak, supaya tidak merusak gigi kita. Sekarang bu dokter mau
memberi contoh bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar. Kemarin
kan sudah diminta bu guru untuk membawa sikat kan. Nah Siapa yang mau maju
sebagai contoh teman-temannya?
Murid : Saya, dok
Dokter
: Baik, sini nak. Pertama, sikatnya dimiringkan, kira-kira 45 derajat.
Sekarang, prinsip menyikatnya adalah merah putih. Itu apa ya? Nah itu menyikat
dari arah gusi ke gigi, yang rahang atas berarti dari atas ke bawah, untuk rahang
bawah berarti dari bawah ke atas. Kemudian sekarang lakukan gerakan memutar
perlahan ya, nak. Lalu, untuk gigi yang belakang, disikatnya dari belakang ke
depan. Setelah itu, jangan lupa juga menyikat bagian lidah, nak, agar makanan
yang masih menempel bisa hilang. Kalau sudah selesai tinggal kumur sebanyak
2-3 kali untuk membilas rongga mulut. Gampang kan, nak?
Murid : Iya, dok
Dokter
: Pokoknya jangan lupa ya nak pesan bu dokter tadi, mengurangi
makanan yang manis-manis seperti permen, sirup, coklat. Kemudian jangan lupa
mengkonsumsi banyak sayur dan buah karena itu baik untuk kesehatan. Terus,
mengganti sikat gigi jika bulunya sudah tidak beraturan dan menyebar, jangan
lupa mengkonsumsi banyak air mineral, nak. Dan yang paling penting, jangan
lupa menggosok gigi seperti yang sudah bu dokter contoh kan tadi minimal 2 kali
sehari, setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Cukup sekian ya nak yang
dapat bu dokter sampaikan, semoga bermanfaat