Anda di halaman 1dari 6

bentuk bentuk wira usaha :

1. Busines interprener meliputi


a. ouner enterprener (pemilik usaha )
b. profetional enterprener ( berjiwa wirausaha untuk perusahaan lain)
2. akademik enterprener (alumnus berjiwa wirausaha engelola dalam bidang pendidikan)
3. goverment ( seoran instansi pemerintah yang mempunyai jiwa wirausaha)
4. sosial entrepreuner : sekelompok sosial bergerak dalam bidang organisasi sosial
enterpreneurship adalah :jiwa dan semangat tetunya dapat dimiliki oleh siapapun. seorang wirausaha
bukan seorang pengusaha seorang wirausaha bisa menjadi seorang pengusaha tetapi seorang
pengusaha belum bisa menjadi wirausaha karena wirausaha adalh orang yang mengkedepankan
inovatif, kreatif, inisiatif, antisipatif, pengambil resiko pada laba
TEORI KETERASINGAN : teori yang mempelajari tantangan masa depan
A. Badan usaha industri Badan usaha industri adalah badan usaha yang pekerjaannya mengolah bahan
mentah menjadi bahan jadi yang siap dikonsumsi. Proses pengelolaan bahan dasar tersebut merupakan
proses pengolahan bentuk barang jadi yang menimbulka banyak manfaat. Misalnya : badan usaha
industri itu bergerak pada industri logam, industri tekstil, industri sepatu, industri kerajinan tangan,
industri mobil, industri makana assembilang, dan sebagainya.
B. Badan usaha perniagaan badan usaha perniagaan adalah badan usaha yang pengelolaan usahanya
membeli barang-barang untuk dijual kembali tanpa mengubah sifat barang. Badan usaha perniagaan
merupakan badan usaha yang bergerak dalam aktivitas menyalurkan dan menjual kembali dari
produsen ke tangan konsumen. Contoh badan usaha tersebut, antara lain ekspor-impor, grosir, agen,
pedagang eceran dan sebagainya.
C. Badan usaha agraris Badan usaha agraris adalah badan usah yang bergerak dalam pengolahan
dalam usaha tanah. Misalnya : pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan lain sebagainya.
Badan usaha agraris sangat erat hubungannya dengan keadaan alam, misalnya iklim, cuaca, keadaan
tanah dan sebagainya. Dengan perkataan lainnya, badan usaha agraris itu merupakan badan usaha
yang mengolah dan memanfaatkan bantuan alam, sehinnga barang yang diolahnya itu banyak
manfaatnya untuk kepentingan konsumen.
D. Badan usaha ekstraktif Badan usaha ekstraktif adalah badan usaha yang mengolah dan mengelola
penggalian, mengambil, serta mengumpulkan kekayaan dari alam yang sudah tersedia sebelumnya.
Contoh badan usaha ekstraktif, antara lain : pertambangan, pembuatan garem, pembuatan migas, dan
sebainya. Barang-barang yang sudah tersedia dari pertambangan, di antaranya timah, batu bara,
minyak, aspal, perak, emas, tembaga, seng, besi, baja, dan sebainya.
E. Badan usaha jasa Badan usaha jasa adalah badan usaha yang aktivitasnya usahanya bergerak
dalam bidang pemberian atau pelayanan jasa pada konsumen. Badan usaha ini, hanya memberikan
atau menyewa jasa kepada orang lain atau badan usaha lainnya.

Pengertian Kewirausahaan

Secara harfiah Kewirausahaan terdiri atas kata dasar wirausaha yang mendapat awalan ked an akhiran
an, sehingga dapat diartikan kewirausahaan adalah hal-hal yang terkait dengan wirausaha. Sedangkan
wira berarti keberanian dan usaha berarti kegiatan bisnis yang komersial atau non-komersial,
Sehingga kewirausahaan dapat pula diartikan sebagai keberanian seseorang untuk melaksanakan suatu
kegiatan bisnis.

Wirausaha dari segi etimologi berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan,
manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan
amal, berbuat sesuatu. Sedangkan Wirausahawan menurut Joseph Schumpeter (1934) adalah seorang
inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasikombinasi baru.
Dalam bahasa Inggris wirausaha adalah enterpenuer, istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh
Richard Cantillon, seorang ekonom Prancis. Menurutnya, entrepreneur adalah agent who buys means
of production at certain prices in order to combine them. Dalam waktu yang tidak terlalu lama,
ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep
entrepreneur sebagai pemimpin. Secara umum banyak sekali definisi yang dikemukakan oleh para
ahli, mengenai kewirausahaan, dibawah ini akan saya kemukakan beberapa pendapat tersebut, yang
diambil dari berbagai sumber :
Harvey Leibenstein (1968, 1979), mengemukakan, kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang
dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk
atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui
sepenuhnya.
Penrose (1963) : Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem
ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
Frank Knight (1921) : Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar.
Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada
dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial
mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.
Richard Cantillon Menurutnya entrepreneur adalah agent who buys means of production at certain
pricer in order to combine them. Entrepreneur adalah sebutan bagi pedagang yang membeli barang
di daerah-daerah dan menjualny dengan harga yang tidak pasti.
Joseph A. Schumpeter
Wirausahan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam
pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi tersebut bisa dalam bentuk memperkenalkan
produk baru atau dengan kualitas baru, memperkenalkan metode atau cara produksi baru, membuka
pasar yang baru, memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru pada suatu
industri.

Pengertian wirausaha menurut para ahli

Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar
sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis (Achmad Sanusi,
1994).

Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda
(ability to create the new and different). (Drucker, 1959).

Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan
persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan. (Zimmerer, 1996).

Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up
phase) dan perkembangan usaha (venture growth). (Soeharto Prawiro, 1997).

Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam


menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, serta
menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam
rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih
besar. (Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Nomor
961/KEP/M/XI/1995).

Kewirausahaan adalah suatu kemampuan (ability) dalam berfikir kreatif dan berperilaku
inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak tujuan, siasat kiat dan proses
dalam menghadapi tantangan hidup. (Soeparman Spemahamidjaja, 1977).

Kewirausahaan adalah suatu sifat keberanian, keutamaan dalam keteladanan dalam


mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. (S. Wijandi, 1988).

Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). (Richard Cantillon,


1973).

1. Peter F Drucker
Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and
different)
.
2. Menurut Arif F. Hadipranata, wirausaha adalah sosok pengambil risiko yang diperlukan untuk
mengatur dan mengelola bisnis serta menerima keuntungan financial ataupun non uang.
3. Thomas W Zimmerer Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk
memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap
hari.
4. Kathleen mengemukakan bahwa wirausaha adalah orang yang mengatur, menjalankan, dan
menanggung risiko bagi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukannya dalam dunia usaha.
5. Andrew J Dubrin
Seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif (Entrepreneurship is a
person who founds and operates an innovative business).
6. Robbin & Coulter Entrepreneurship is the process whereby an individual or a group of individuals
uses organized efforts and means to pursue opportunities to create value and grow by fulfilling wants
and need through innovation and uniqueness, no matter what resources are currently controlled.
(Kewirausahaan adalah proses dimana seorang individu atau kelompok individu menggunakan upaya
terorganisir dan sarana untuk mencari peluang untuk menciptakan nilai dan tumbuh dengan
memenuhi keinginan dan kebutuhan melalui inovasi dan keunikan, tidak peduli apa sumber daya yang
saat ini dikendalikan.
7. (Soeharto Prawiro, 1997).
Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan
perkembangan usaha (venture growth).

8. (Acmad Sanusi, 1994)


Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya,
tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.
9. Jean Baptista Say (1816)
Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan
nilai dari produksinya.
10. Frank Knight (1921)
Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan
pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang
worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti
pengarahan dan pengawasan.
11. Joseph Schumpeter (1934)
Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam
pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk:
(1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru,
(2) memperkenalkan metoda produksi baru,
(3) membuka pasar yang baru (new market),
(4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau
(5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan
konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber
daya.
12. Harvey Leibenstein (1968, 1979) Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan
untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum
teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya
13. Penrose (1963)
Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas
atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
.
14. Israel Kirzner (1979)
Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar. Entrepreneurship Center at Miami
University of Ohio: Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan
membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih
baik dalam menjalankan sesuatu.
13. Raymond, (1995)
Wirausaha adalah orang yang kreatif dan inovatif serta mampu mewujudkanya untuk meningkatkan
kesejahteraan diri masyarakat dan lingkungan.
14. Kasmir (2006)
Wirausaha adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai
kesempatan.
Definisi atau pengertian kewirausahaan sebenarnya sanggat beragam menurut beberapa pendapat.
Akan tetapi makna dari pengertian kewirausahaan itu tidak jauh berbeda. Kewirausahaan adalah
sikap, jiwa, dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bemilai dan berguna
bagi dirinya dan orang lain.
Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, berdaya, bercipta,
berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan

usahanya atau kiprahnya. Seseorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha selalu tidak puas dengan
apa yang telah dicapainya.
Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga
memiliki sifat-sifat dalam kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:

Percaya diri

Berorientasikan tugas dan hasil

Berani mengambil risiko

Kepemimpinan

Keorisinilan

Berorientasi ke masa depan

Jujur dan tekun

Sifat-sifat seorang wirausaha adalah:

Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.

Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan,
memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.

Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.

Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran
dan kritik yang membangun.

Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis
yang luas.

Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.

Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.

Peran Wirausaha Dalam Perekonomian Nasional


Seorang wirausaha berperan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal seorang wirausaha
berperan dalam mengurangi tingkat kebergantungan terhadap orang lain, meningkatkan kepercayaan
diri, serta meningkatkan daya beli pelakunya. Secara eksternal, seorang wirausaha berperan dalam
menyediakan lapangan kerja bagi para pencari kerja. Dengan terserapnya tenaga kerja oleh
kesempatan kerja yang disediakan oleh seorang wirausaha, tingkat pengangguran secara nasional
menjadi berkurang.
Seorang wirausaha memiliki peran sangat besar dalam melakukan wirausaha. Peran wirausaha dalam
perekonomian suatu negara adalah:

Menciptakan lapangan kerja

Mengurangi pengangguran

Meningkatkan pendapatan masyarakat

Mengombinasikan faktorfaktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan keahlian)

Meningkatkan produktivitas nasional

Surat izin usaha yang diperlukan dalam pendirian usaha di antaranya:


1. Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
Merupakan pemberian izin tempat usaha kepada sesorang atau badan usaha yang tidak menimbulkan
ganguan atau kerusakan lingkungan di lokasi tertentu.
2. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
Merupakan surat izin umtuk melakukan kegiatan perdaggangan yang dikeluarkan instansi
pemerintah melalui dinas perindustrian dan kegitan usaha dibidang perdaganggan atau jasa .SIUP
dapat diberikan para wirausaha baik perseorangan,CV,PT,BUMN,Firma,atau Koprasi.