Anda di halaman 1dari 3

NAMA

: RISA AUDINA

NIM

: 3201405032

KELAS

: 5B AKK
Analisa Etika untuk Pemecahan Masalah Lingkungan
Apa yang dibicarakan?
Menurut saya, dalam artikel ini membahas tentang dilema yang harus diambil seorang
pemangku kepentingan. Dalam hal ini yaitu harus memilih antara sah menurut hukum namun
tidak bersikap etis bagi masyarakat atau sebaliknya.
Latar belakang masalah
Seiring kerapuhan lingkungan global yang jelas, masyarakat telah mulai menuntut
tindakan perusahaan agara sesuai dengan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Namun
dalam upaya mewujudkan hal tersebut, para manajer juga dihadapkan pada dilema etis.
Manajer sering merasa tidak berdaya untuk bertindak diluar peran yang ditentukan untuk
mereka yang mana harus membedakan antara menjadi sah menurut hukum dan bersikap etis.
Hukum sering sangat bereda dari moralitas. Hal ini terutama berkaitan dengan regulasi
miminum yang diperlukan untuk ketertiban umum, sedangkan etika berupaya untuk
mencapai apa yang terbaik bagi individu dan masyarakat. Jadi sangat mungkin untuk
beroperasi sesuai dengan hukum tetapi tetap tidak etis.
Bagaimana pemecahan masalah?
1. Menetapkan objetivitas
a. Siapa yang menganalisis dan apa yang mewakili kepentingan mereka?
Dilema etis yang dihadapi para manajer mengharuskan mereka untuk
menganalisis permasalahan tersebut agar ditemukan penyelesaian yang sesuai
dan adil baik bagi kepentingan perusahaan maupun masyarakat. Adanya
kepentingan perusahaan untuk menghasilkan laba yang maksimum, sah dimata
hukum dan dapat diterima oleh masyarakat.
b. Apa aturan dasar perusahaan dan kelompok pengambilan keputusan?
Yang menjadi aturan dasar perusahaan ialah otoritas dan sistem yang telah
berlaku di perusahaan secara turun menurun.
2. Amati situasinya, identifikasi permasalahannya
a. Masalah siapa ini?
Ini merupakan masalah dari seluruh pemangku kepentingan yang ada di
perusahaan tersebut.
b. Mengapa menjadi masalah?
Karena adanya perbedaan pandangan atau penilaian dari pemangku
kepentingan selaku orang yang menjalankan perusahaan dan masyarakat
selaku orang-orang yang merasakan dampak dari keputusan yang diambil
pemangku kepentingan.
3. Analisis permasalahannya
a. Apa sajakah aturan-aturan dasar yang berlaku atau nilai-nilai dari
perspektif aturan korporasi yang ada serta hukum publik, implikasi
pribadi dan lingkungan?
Sistem pengambilan keputusan yang diambil oleh manajer tentu saja
dipengaruhi oleh sistem yang sudah berjalan diperusahaan sehingga manajer
sering merasa tidak berdaya untuk bertindak diluar peran yang ditentukan
untuk mereka. Namun, kondisi dimasyarakat yang mengharuskan seorang

manajer mengambil tindakan sesuai dengan sikap etis agar bisa disebut adil
mengakibatkan dilema etis.
b. Siapa yang membuat keputusan?
Para pemangku kepentingan selaku pembuat keputusan.
c. Siapa saja yang termasuk pemangku kepentingan?
Pemangku kepentingan adalah orang-orang yang memiliki pengaruh dan
kepentingan-kepentingan untuk mencapai tujuan perusahaan.
d. Apa saja aturan dasar mereka?
Mereka berpegang pada aturan yang telah ditetapkan perusahaan maupun
peraturan pemerintah sehingga terkadang apa yang telah tertulis tidak sesuai
dengan sikap etis yang seharusnya di lakukan di masyarakat.
e. Apakah adil bagi semua pihak yang terkait?
Konsep keadilan bagi setiap orang tentunya berbeda tergantung sebanyak apa
keadilan itu dapat memberikan keuntungan bagi orang tersebut. dari artikel
tersebut, akan ada pihak yang merasa tidak adil jika harus memilih antara sah
menurut hukum atau etis dimata masyarakat karena kedua hal tersebut
bertentangan. Setiap keputusan tersebut menghasilkan resiko tersediri yang
tidak bisa dihindari.
4. Tentukan penyebab masalah
a. Mengapa dan bagaimana aturan dilanggar?
Dilema etis yang dialami oleh manajer tentunya mengharuskan mereka
melanggar salah satu dari sah menurut hukum atau etis dimata masyarakat
agar bisa menghasilkan keputusan yang dirasa sesuai dengan kebutuhan
perusahaan.
b. Apakah ada pembenarannya?
Konsep benar juga tentunya berbeda bagi setiap orangnya. Yang benar bagi
manajer selaku pembuat keputusan belum tentu benar menurut masyarakat
yang merasakan dampak dari keputusan tersebut sehingga kata benar bisa
relatif tergantung perspektif masing-masing pihak.
c. Tentukan penyebabnya
Dalam artikel ini membahas tentang dilema etis yang dihadapi seorang
manajer dalam mengambil keputusan yang bisa dianggap adil oleh semua
pihak. Jadi dalam konteks ini, dilema etis menjadi fokus utamanya.
5. Tetapkan tujuannya
a. Apakah tercapai?
Dari sisi perusahaan, mungkin apa yang diputuskan oleh manajer sudah sesuai
dengan apa yang dibutuhkan perusahaan. Namun, dalam sisi masyarakat
belum tentu karena bisa saja ada sebagian pihak yang merasa dirugikan akan
keputusan tersebut.
b. Bagaimana anda mengukurnya?
Menurut saya, cara yang paling tepat untuk mengukur sebuah keputusan yaitu
dengan tingkat kepuasan masyarakat. Jika masyarakat bisa menerima, maka
perusahaan dianggap sudah berhasil.
6. Jelajahi pilihannya
Manajer pada umumnya akan bertindak sesuai dengan ketentuan yang telah
ditetapkan oleh perusahaannya. Jika ia bertindak diluar itu, artinya dia akan dianggap
melanggar hukum. Namun, jika ia tetap berpedoman pada ketentuan tersebut namun
hal itu bertentangan dengan etika maka ia akan dianggap tidak etis oleh masyarakat.

Sebagai seorang manajer, tentunya harus mencari alternatif solusi agar apa yang baik
menurut perusahaan juga baik menurut masyarakat.
7. Putuskan solusi terbaik
a. Siapa yang terpengaruh oleh setiap pilihan?
Tentu saja perusahaan itu sendiri dan masyarakat sekitar yang turut merasakan
dampak dari keputusan tersebut.
b. Pilihan mana yang akan memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan
beban?
Jika dilihat dari segi laba yang akan diterima perusahaan, tentunya perusahaan
akan tau mana keputusan yang terbaik bagi perusahaan meskipun hal itu
bertentangan dengan nilai etis.
c. Apakah etika lima kotak lulus uji?
Menurut saya, etika lima kotak sudah lulus uji karena ia membahas
keseluruhan dari masalah yang terjadi pada sebuah perusahaan.
8. Rencanakan dan implementasikan solusinya
Solusi terbaik dari dilema etis yang dihadapi pada artikel ini menurut saya,
manajer harus mendahulukan terlebih dahulu apa yang baik bagi perusahaan demi
menyelamatkan keberlangsungan perusahaan tersebut. namun bukan berarti harus
mengabaikan etika. Semua itu bisa sejalan jika manajer bisa membuka pikiran dan
mau menerima masukan sehingga apa yang ia putuskan tidak semata-mata karena
kebutuhan para pemangku keputusan tapi juga bagian dari kebutuhan masyarakat.