Anda di halaman 1dari 6

Saol : FIXED ASSETS

Soal Latihan
Soal 1
Pada tanggal 1 Januari 2008 PT. DARA membeli tunai mesin pabrik seharga Rp 50.000.000 dengan
nilai residu Rp 5.000.000 dan umur ekonomis 5 tahun.
Diminta :
a) Buatlah tabel garis lurus
b) Jumlah angka tahun
c) Double declining balance
Soal 2
Pada tanggal 3 Januari 2002, PT. DARA membeli sebuah esin dengan harga Rp 19.500.000, mesin ini
didepresiasi dengan menggunakan metode garis lurus atau dasar taksiran umur ekonomis 6 tahun dan
nilai residu Rp 1.500.000. Biaya depresiasi terakhir dicatat pada tanggal 31 Desember 2005.
Diminta :
Dihentikan penggunaannya pada tanggal 30 April 2006
Dijual dengan harga Rp 6.500.000 pada tanggal 30 Juni 2006
Dijual dengan harga Rp 5.000.000 pada tanggal 30 Juni 2006
Dijual dengan harga Rp 5.250.000 pada tanggal 1 Oktober 2006

Soal 3
Pada tanggal 2 Januari 2002, PT. DARA menukarkan mesin lama yang mempunyai harga perolehan
Rp 50.000.000 dan sudah didepresiasikan sebanyak Rp 40.000.000 dengan mesin baru yang
mempunyai harga tunai Rp 70.000.000.
Diminta :
Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi tersebut, bila dalam penukaran mesin lama
dihargai Rp 8.000.000 dan sisanya dibayar di kas.
Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi tersebut, bila dalam penukaran ini mesin
lama dihargai Rp 12.000.000 dan sisanya dibayar di kas.

Soal 4

1.
2.
3.
4.

Apakah yang dimaksud dengan depresiasi dan faktor apa yang mempengaruhinya
Pertimbangan apa yang digunakan dalam memilih metode depresiasi
Mengapa perlu dilakukan depresiasi terhadap aktiva tetap berwujud
PT. Husna Indonesia membeli mesin pada tanggal 1 Juli 2005 dengan harga Rp 100.000.000
dan taksiran nilai sisa Rp 10.000.000. Biaya yang terkait dengan pembelian dan penyiapan
mesin adalah :
Harga beli
Rp 100.000.000
Potongan Pembelian
Rp 5.000.000
Biaya Angkut
Rp 3.000.000
Biaya Asuransi Pengangkutan
Rp
500.000
Biaya Instalasi
Rp 1.000.000
Biaya Pengujian
Rp 1.500.000
Bahan yang rusak ( normal )
Rp 1.000.000
Bahan yang rusak ( tidak normal )
Rp
400.000
Gaji pegawai operator mesin
Rp 10.000.000
Diminta :
Berapakah harga perolehan mesin? Jika umurnya 10 tahun hitung dengan metode sum of the
year.
Penyelesaian :
Saol 1
a) Metode Garis Lurus ( Straight Line Methode
Depreciation per tahun =

(50.000 .0005.000 .000)


= 9.000.000
5
Tabel Penyusutan Metode Garis Lurus

Tanggal
1/1/2008
31/12/2008
31/12/2009
31/12/2010
31/12/2011
31/12/2012

Penyusutan

Akumulasi Penyusutan

9.000.000
9.000.000
9.000.000
9.000.000
9.000.000

9.000.000
18.000.000
27.000.000
36.000.000
45.000.000

b) Metode Jumlah Angka Tahun ( Sum of The Years Digits )


Dasar Penyusutan
= Cost Salvage Value
= 50.000.000 5.000.000
= 45.000.000
Jumlah Angka Tahun

n+1
2

Angka penyusutan tahun ke r


Angka penyusutan tahun ke-1
Angka penyusutan tahun ke-2
Angka penyusutan tahun ke-3
Angka penyusutan tahum ke-4
Angka penyusutan tahun ke-5

x =

5+ 1
2

= - (r-1) =
= 5 - (1-1) = 5
= 5 (2-1)= 4
= 5 (3-1)= 3
= 5 (4-1)= 2
= 5 (5-1) = 1

x 5 = 15

Nilai Buku
50.000.000
41.000.000
32.000.000
23.000.000
14.000.000
5.000.000

Tabel Penyusutan Metode Jumlah Angka Tahun


Tanggal
1/1/2008
31/12/2008
31/12/2009
31/12/2010
31/12/2011
31/12/2012

Keterangan

Penyusutan
15.000.000
12.000.000
9.000.000
6.000.000
3.000.000

5/15 x 45.000.000
4/15 x 45.000.000
3/15 x 45.000.000
2/15 x 45.000.000
1/15 x 45.000.000

Akumulasi
Penyusutan

Nilai Buku

15.000.000
27.000.000
36.000.000
42.000.000
45.000.000

50.000.000
35.000.000
23.000.000
14.000.000
8.000.000
5.000.000

c) Double Declining Balance


Tarif dasar garis lurus per tahun =

1
5

= 20%

Tarif penyusutan Double Declining = 2 X tarif garis lurus = 2 X20% = 40%


Harga Perolehan
Penyusutan 31/12/2008 = 40% X 50.000.000
Nilai buku 31/12/2008
Penyusutan 31/12/2009 = 40% X 30.000.000
Nilai buku 31/12/2009
Penyusutan 31/12/2010 = 40% X 18.000.000
Nilai buku 31/12/2010
Penyusutan 31/12/2011 = 40% X 10.800.000
Nilai buku 31/12/2011
Penyusutan 31/12/2012 = 40% X 6.480.000
Nilai buku 31/12/2012

50.000.000
20.000.000
30.000.000
12.000.000
18.000.000
7.200.000
10.800.000
4.320.000
6.480.000
1.480.000
5.000.000

Penyusutan tahun terakhir tidak sebesar Rp 1.480.000 tetapi lebih besar, dibuat angka
sejumlah Rp 1.480.000 agar supaya nilai buku tahun terakhir sama dengan nilai
residunya.
Tabel Penyusutan Metode Double Declining
Tanggal
1/1/2008
31/12/2008
31/12/2009
31/12/2010
31/12/2011
31/12/2012

Penyusutan
20.000.000
12.000.000
7.200.000
4.320.000
1.480.000

Akumulasi Penyusutan
20.000.000
32.000.000
39.200.000
43.520.000
45.000.000

Soal 2
Metode Garis Lurus ( Straight Line Methode
Depreciation per tahun =

(19.500 .0001.500 .000)


= 3.000.000
6

Nilai Buku
50.000.000
30.000.000
18.000.000
10.800.000
6.480.000
5.000.000

Tabel Penyusutan Metode Garis Lurus


Tanggal
3/1/2002
31/12/2003
31/12/2004
31/12/2005
31/12/2006
31/12/2007
31/12/2008

Penyusutan

Akumulasi Penyusutan

3.000.000
3.000.000
3.000.000
3.000.000
3.000.000
3.000.000

3.000.000
6.000.000
9.000.000
12.000.000
15.000.000
18.000.000

Nilai Buku
19.500.000
16.500.000
13.500.000
10.500.000
7.500.000
4.500.000
1.500.000

Soal 3

Nilai Buku

= 50.000.000 40.000.000
= 10.000.000

-Jurnalnya
Merchinery (new)

70.000.000

Accumulated depreciation-merchinery

40.000.000

Loss on exchange of mechinery

2.000.000

Merchinery (old)

50.000.000

Cash

62.000.000

-Jurnalnya
Merchinery (new)

68.000.000

Accumulated depreciation-merchinery

40.000.000

Merchinery (old)

50.000.000

Cash

58.000.000

Saol 4
1. Depresiasi ( Depreciation ) / Penyusutan adalah Harga Perolehan Aktiva Tetap yang di
alokasikan ke dalam Harga Pokok Produksi atau Biaya Operasional akibat aktiva tetap
tersebut.
Atau ;
Cost/Expenses yang diperhitungkan ( dibebankan ) dalam Harga Pokok Produksi atau biaya
operasional akibat penggunaan aktiva di dalam proses produksi dan operasional perusahaan

secara umum.
Faktor faktor Yang Mempengaruhinya :
1) Harga Perolehan ( Cost )
2) Taksiran Umur Ekonomis ( Economical Life )
Yaitu masa manfaat dari aktifa tersebut atau jangka waktu kegunaan aktiva tetap
tersebut.
3) Nilai Residu ( Salvage Valeu )
Yaitu nilai aktiva pada saat aktiva tetap tersebut tidak dapat digunakan lagi.

2. Pertimbangan yang Digunakan Dalam Memilih Metode Depresiasi :


Menggunakan metode metode yang tepat dalam penyusunan sebuah aktiva
dalam hal ini, metode penyusutan yang dipilih harus dipergunakan secara
konsisten dari periode periode kecuali perubahan keadaan yang memberi
alasan atau dasar suatu perubahan metode.
Metode yang digunakan harus sesuai dengan jenis aktivanya, misalnya
penyusutan berdasarkan waktu metode yang paling tepat adalah metode garis
lurus, metode jumlah angka tahun, metode saldo menurun atau berdasarkan
penggunaanya maka aktiva yang paling tepat menggunakan metode jam jasa
dan metode unit produksi.

3. Karena, aktiva tetap berwujud yang diperoleh perusahaan seharusnya dilakukan secara
periodik sebab untuk mengetahui nilai bukunya pasa akhir periode akuntansi dan dilaporkan
dalam laporan keuangan didalam neraca berupa akumulasi penyusutan serta dalam laporan
laba rugi berupa beban penyusutan.
4. Harga Beli ................................................................
100.000.000
Pot. Pembelian .........................................................
( 5.000.000 )
95.000.000
B. Angkut..................................................................
3.000.000
B. Asuransi Pengangkutan ........................................
500.000
B. Instalasi .................................................................
1.000.000
B. Penguji ..................................................................
1.500.000
B. yang rusak ( Normal ) ..........................................
1.000.000
B. yang rusak ( Tidak Normal ) ................................
400.000
Gaji Pegawai Operasional .........................................
10.000.000
Nilai Perolehan
112.400.000
Dasar Penyusutan

= Rp 112.400.000 Rp 10.000.000
= Rp 102.400.000

Jumlah Angka Tahun

= 10 + 1 10
2
= 55

Tabel Penyusutan Metode Jumlah Angka Tahun


Tahun

Keterangan

Penyusutan

Akumulasi
Penyusutan

Nilai Buku

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

10/55 x 102.400.000
9/55 x 102.400.000
8/55 x 102.400.000
7/55 x 102.400.000
6/55 x 102.400.000
5/55 x 102.400.000
4/55 x 102.400.000
3/55 x 102.400.000
2/55 x 102.400.000
1/55 x 102.400.000

18,618,181.82
16,756,363.64
14,894,545.45
13,032,727.27
11,170,909.09
9,309,090.909
7,447,272.727
5,585,454.545
3,723,636.364
1,861,818.182

18,618,181.82
35,374,545.46
50,269,090.91
63,301,818.18
74,472,727.27
83,781,818.18
91,229,090.91
96,814,545,45
100,538,181.8
102.400.000

112.400.000
93,781,818.18
77,025,454.54
62,130,909.09
49,098,181.82
37,927,272.73
28,618,181.82
21,170,909.09
15,585,454.55
11,861,818.19
10.000.000