Anda di halaman 1dari 39

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI...........................................................................................................1
DAFTAR GAMBAR..............................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................4
1.1 Latar Belakang...............................................................................................4
1.2 Maksud dan Tujuan Pkl..................................................................................5
1.2.1 Praktek Lapangan selama dua bulan mahasiswa diharapkan:.................5
1.4. Volume Pekerjaan..........................................................................................6
1.5 Manfaat...........................................................................................................6
1.5.1 Bagi Kampus...........................................................................................6
1.5.2 Bagi Mahasiswa.......................................................................................6
1.5.3 Bagi Perusahaan......................................................................................6
BAB II SPESIFIKASI PANDUAN KERJA7
2.1

Peta.........................................................................................................

2.1.1 Sistem Informasi Geografis (SIG)...........................................................7


2.2

Pemetaan.....................................................................................................7

2.3

Pembukaan Lahan.......................................................................................8

2.3.2 Referensi Hukum...10


2.4 Standarisasi Nasional Indonesia (SNI).........................................................10
2.5 Spesifikasi Teknis (SPEKTEK)....................................................................11
a. Alat yang digunakan...................................................................................11
2.6

Petunjuk Teknis.......................................................................................27

BAB III METODE PELAKSANAAN...............................................................28

3.1 Informasi Umum Organisasi Perusahaan/instansi........................................28


3.2 Informasi Umum Pekerjaan..........................................................................30
3.2.1 Lokasi Pekerjaan....................................................................................30
3.3.1 Peralatan dan bahan...............................................................................30
3.3.2 Bahan.....................................................................................................31
3.3Sistematika Pelaksanaan31
3.3.1 Susunan Personil/Team.............................................................................31
3.3.2 Metode Kerja.............................................................................................31
3.3.3 Keselamatan Kerja....................................................................................32
3.4 Format Laporan.............................................................................................32
3.5 Solving problem.............................................................................................32
3.5.1 Kesalahan Tak terduga...........................................................................32
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN..............................................................34
4.1

Pengukuran Sipat Datar Profil.................................................................34

4.1.1 Pengukuran Profil Memanjang dan Melintang (Long and Cross Section)
34
4.1.2 Pengukuran Profil Memanjang (Long Section).....................................34
4.1.3 Pengukuran Profil Melintang (Cross Section).......................................35
4.2 Analisa dan Perhitungan Data......................................................................36
4.2.3 Contoh Menghitung Beda Tinggi..........................................................36
4.2.3 Contoh Menghitung Elevasi..................................................................37
4.3 Pengukuran Sipat Datar Memanjang (Double Stand)..................................37
BAB V PENUTUP................................................................................................39
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................39

DAFTAR GAMBAR

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia dikenal sebagai Negara agraris, yang sebagian besar
penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian dan perkebunan.
Indonesia merupakan Negara penghasil berbagai komoditi yang bersifat
komersial.
Kebutuhan akan peta semakin hari semakin dirasa penting. Tidak hanya
digunakan sebagai sarana untuk mengetahui posisi atau letak serta kondisi
suatu wilayah, peta juga dikaitkan dalam berbagai bidang seperti perencanaan
pembangunan, pertanian dan perkebunan, kebijakan pertanahan, hingga
pengambilan kebijakan politik, pertahanan dan keamanan suatu negara. Dalam
menghasilkan sebuah peta, sudah banyak bermunculan beragam metode
mengenai pemetaan. Dimulai dari pemetaan yang dilakukan dengan
melakukan survey langsung ke lapangan. Hal ini dilakukan untuk
mendapatkan data-data fisik seperti posisi dan koordinat.
Pembangunan ekonomi jangka panjang secara

terpadu

akan

mengembangkan sumber daya yang dapat diperbaharui melalui sector


pertanian dan perkebunan yang merupakan pendukung dalam kerangka
pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Bidang perkebunan merupakan salah satu sumber devisa Indonesia.
Kelapa sawit adalah salah satu komoditi yang paling berpeluang.
Meningkatnya akan permintaan kelapa sawit menjadikan Indonesia berpeluan
sebagai Negara produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia.
Barito Timur salah satu daerah yang termasuk merupakan daerah kaya
akan sumber daya alam. Salah satu komoditas yang sedang dalam tahap
pengembangan ialah kelapa sawit yang saat ini sangat mendukung
perekonomian satu daerah. Kelapa sawit merupakan salah satu perkebunan
yang mempunyai masa depan cerah.
PT. Indopenta Sejahtera Abadi merupakan perusahaan perkebunan yang
bergerak di bidang industri kelapa sawit yang berada di bawah perusahaan
induk PT. Gawi Makmur Kalimantan yang berada dibawah naungan Wings

Group dan secara umum PT. Indopenta Sejahtera Abadi terletak di desa Telang
Siong Kecamatan Paju Epat Kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah.
Perusahaan ini mempunyai luas kebun sebanyak 14.000 Ha dari jumlah luas
tersebut tebagi menjadi 15 divisi dan 2 estate terdiri dari Indopenta 1 dan 2.
Dari sekian luas lahan yang ada di PT. Indopenta Sejahtera Abadi
masih banyak lahan yang belum dibuka, maka dari itu perlu dilakukan proses
awal untuk mengembangkan dan menata perkebunan kelapa sawit ini yaitu
proses Perencanaan Desain Blok areal divisi, proses pembukaan lahan ( land
clearing ).
1.2 Maksud dan Tujuan Pkl
Untuk dapat merumuskan masalah untuk proses mengembangkan dan
menata perkebunan kelapa sawit ini yaitu proses Perencanaan Desain Blok
areal divisi,

proses pembukaan lahan ( land clearing ). Dan mahasiswa

mengetahui maksud dilaksanankan proyek tersebut.


1.2.1 Praktek Lapangan selama dua bulan mahasiswa diharapkan:
1. Dapat mengetahui kondisi pekerjaan di lapangan secara langsung
dan nyata, dan juga lebih mengenal keadaan yang sesungguhnya.
2. Menambah wawasan mengenai dunia kerja.
3. Mengetahui teknikteknik pelaksanaan kerja.
4. Mengetahui tata cara proses pembukaan lahan (land clearing)
5. Mendapatkan pengalaman di lapangan yang tidak didapat di
bangku kuliah.
6. Dapat mengaplikasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah
dengan
kenyataan yang ada di lapangan.
7. Untuk memenuhi tugas studi sebagai mahasiswa Program Studi
Diploma III Teknik Geodesi, Politeknik Negeri Banjarmasin
1.4. Volume Pekerjaan
1. Bloking jalan dan lahan untuk areal yang sudah dibebaskan
2. Pembuatan Jalan MR (mine road) dan CR (collection road) di kebun
dengan alat GPSmap 62s dan kompas suunto

3. Pembuatan peta penataan kelapa sawit untuk pembuatan sarana divisi


seperti parit, lubang tanam, tapak timbun jalur

1.5 Manfaat
Adapun Manfaat dari hasil Praktek kerja lapangan :
1.5.1 Bagi Kampus
Mempererat dan meningkatkan kerja sama antar Kampus sebagai lembaga
pendidikan dengan Perusahaan serta untuk memperkenalkan pendidikan di
Kampus.
1.5.2 Bagi Mahasiswa
1. Memperoleh bekal pengetahuan dan menambah Pengalaman dalam
dunia kerja Pengukuran langsung terjun ke lapangan.
2. Menambah

informasi

actual

mengenai

dunia

kerja

dengan

pengembangan ilmu pengetahuan dan ketrampilan.


1.5.3 Bagi Perusahaan
1. Perusahaan akan mendapat bantuan tenaga dari mahasiswa- mahasiswa
yan melakukan praktek.
2. Adanya kerjasama/hubungan baik antara Universitas dengan
Perusahaan sehingga perusahaan tersebut dikenal oleh kalangan
akademis dan dunia pendidikan.
3. Adanya orang yang mengaudit perusahaan tanpa mengeluarkan biaya
dengan adanya laporan-laporan magang yang diberikan kepada
perusahaan.
1.

BAB II
SPESIFIKASI PANDUAN KERJA
2.1

Peta
Pengertian peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi
yang diperkecil dengan berbagai kenampakan dan ditambah tulisan-tulisan
sebagai tanda pengenal. Pengertian peta secara umum, mengertikan peta
sebagai gambaran sebagian atau seluruh wilayah permukaan bumi dengan
berbagai kenampakan pada suatu bidang datar yang diperkecil dengan
menggunakan skala tertentu. (Wawang Armansyah, 2015)
2.1.1 Sistem Informasi Geografis (SIG)
Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah system berbasis
computer yang

digunakan untuk menyimpan, memanipulasi, dan

menganalisis informasi geografi. Yang semula informasi permukaan


bumi yang disajikan dalam bentuk peta yang dibuat secara manual,
maka dengan hadirnya Sistem Informasi Geografi (SIG) informasiinformasi itu diolah oleh computer, dan hasilnya berupa peta digital.
(Geografi kelas XII,2014)
Sistem Informasi Geografi (SIG) mampu menyajikan keaslian
dan kelengkapan sebuah informasi dibandingkan cara-cara yang
digunakan sebelumnya. Sistem Informasi Geografi (SIG) menyimpan
data sesuai dengan data aslinya. Walaupun demikian, agar data yang
disimpan itu akurat, maka data yang dimasukan haruslah data yang
akurat. (Geografi kelas XII,2014)
2.2

Pemetaan
Dalam kamus bahasa Indonesia pemetaan atau visualisasi adalah
pengunkapan suatu gagasan atau perasaan dengan menggunakan gambar,
tulisan peta, dan grafik. Sementara itu Spasser (1997 : 780, mengatakan
bahwa peta adalah alat relasi (relational tools) yang menyediakan informasi
antar hubungan entitas yang dipetakan.

Geodesi merupakan ilmu pengetahuan yang cukup tua. Pada


awalnya, geodesi lebih menekankan pada studi tentang bentuk dan ukuran
bumi. Tetapi, pengertian tersebut pada saat ini telah dikembangkan menjadi
(Associate Committee on Geodesy and Geophysics. 1973) disiplin ilmu yang
berhubungan denga pengukuran dan representasi dari bumi dan benda-benda
langit lainnya, termasuk medan gravitasiinya, dalam ruang tiga dimensi yang
berubah dengan waktu. (Aulia P Zahro, 2015)
Geodesi (Geodesy) adalah ilmu untuk menentukan ukuran dan
bentuk bumi (termasuk variasi sementara) menggunakan parameter utama
dari jarak, waktu dan gravitasi. Geodesi juga adalah salah satu ilmu tertua,
dengan sejarah lebih dari dua ribu tahun yang lalu, pengukuran konvensional
sebagian besar berhubugan dengan pengukuran tanah (jarak dan pengukuran
arah) dan pengamatan gravitasi (untuk menentukan geoid, sebagai referensi
ketinggian).
2.3

Pembukaan Lahan
Pengertian pembukaan lahan yaitu merubah fungsi lahan secara alami
sehingga

dapat

dijadikan

sebagai

suatu

area

perkebunan.

Untuk

merealisasikan hal tersebut dibutuhkan sumber energi yang berguna untuk


mendukung perwujudan fungsi ini. Sederhananya, pembukaan lahan
dikerjakan dengan mengubah hutan menjadi perkebunan yang didukung
oleh ketersediaan fasilitas-fasilitas seperti jalan, saluran air, lubang tanam
dan tapak timbun jalur.
Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia,
pembukaan lahan kelapa sawit harus dilakukan dengan metode zero burning
atau tanpa pembakaran. Walaupun pembukaan lahan melalui pembakaran
memakan biaya yang sangat murah, namun dampak negatifnya juga tidak
kalah sedikit. Membakar hutan berarti merusak sumber daya alam,
mengganggu iklim, dan mengorbankan kesehatan manusia. Lahan bekas
pembakaran mengandung unsur hara yang berkurang drastis, karakteristik
tanah menjadi rusak, mengandung unsur yang berbahaya bagi tanaman, dan
rawan mengalami bencana alam.

(http://klpswt.blogspot.co.id/2015/12/metode-pembukaan-lahan-kelapasawit.html)

Gambar 1.1 Desain Blok divisi 9


2.3.1 Ketetapan Undang-undang
Pada dasarnya, pengembangan perkebunan kelapa sawit di
Indonesia dimaksudkan untuk menaikkan pendapatan masyarakat dan
devisa negara melalui pekerjaan yang produktif. Di samping itu,
pembudidayaan ini juga ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah
dan nilai saing, mencukupi kebutuhan konsumsi dan bahan baku,
memacu

tingkat

pertumbuhan

daerah,

serta

memaksimalkan

pengelolaan sumber daya alam. Syarat tumbuh tanaman kelapa sawit


yang berada di iklim tropis dengan curah hujan yang cukup
memungkinkan tanaman ini sangat cocok apabila dibudidayakan di
Nusantara. Selain mendorong tingkat produktivitas yang tinggi,
kesesuaian ini juga dapat menekan biaya produksi serendah mungkin.
Bahkan investasi yang harus dikeluarkan untuk membudidayakan
kelapa sawit jauh lebih murah jika dibandingkan dengan tanamantanaman penghasil minyak nabati lainnya seperti kelapa, kedelai,
bunga matahari, zaitun, dan sebagainya.
Seluruh kegiatan pemeliharaan perkebunan kelapa sawit di
Indonesia harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan perundang-

undangan yang berlaku. Oleh sebab itu, maka dibuatlah suatu pedoman
dasar penilaian terhadap pembangunan kelapa sawit yang disebut ISPO
(Indonesian Sustainable Palm Oil) atau Sistem Minyak Kelapa Sawit
Berkelanjutan Indonesia. Tujuannya yaitu untuk meingkatkan kesadaran
masyarakat akan pentingnya memproduksi sawit dengan memakai
sistem yang berkelanjutan, meningkatkan nilai dan daya saing kelapa
sawit buatan Indonesia di pasar gobal, dan mendukung komitmen
Indonesia tentang pertemuan Kopenhagen pada 2009.
2.3.2 Referensi Hukum
Referensi hukum untuk pelaksanaan pekerjaan ini meliputi,
tetapi tidak terbatas pada :
a. UU No. 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman
b. UU No. 18 tahun 2004 tentang Perkebunan
c. Undang Undang No. 32 Tahun 2010, tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup ;
d. UU No. 40 tahun 1996 tentang HGU, Hak Milik, Hak Pakai Atas Tanah
e. Permentan No. 14 tahun 2009 tentang Pedoman Pemanfaatan Lahan
Gambut untuk budidaya kelapa sawit
f. Keputusan Bersama Menteri Kehutanan, Menteri Pertanian, dan Kepala
BPN No. 364/Kpts-II/1990, No. 519/Kpts/Hk.050/7/1990, dan No.
23/VIII/90 tentang Ketentuan Pelepasan Kawasan Hutan dan Pemberian
Hak Guna Usaha untuk Pengembangan.
(http://klpswt.blogspot.co.id/2016/03/undang-undang-tentangperkebunan-kelapa.html)
2.4 Standarisasi Nasional Indonesia (SNI)
Standar Nasional Indonesia dan Pedoman Teknis terkait lainnya yang
masih berlaku. Standar dan pedoman yang digunakan tidak terbatas seperti
pada daftar tersebut di atas tetapi juga menggunakan standar dan pedoman
lain yang terkait dan berlaku. Perusahaan wajib memiliki dan memahami
seluruh standar dan pedoman tersebut diatas dan menjadikan acuan dalam
pelaksanaan pekerjaan.

2.5 Spesifikasi Teknis (SPEKTEK)


a. Alat yang digunakan
1.

Gps
Global Positioning System (GPS) adalah suatu sistem navigasi atau
penentu posisi berbasis satelit yang dikembangkan oleh Departemen
Pertahanan Amerika Serikat ( US DoD = United States Departmen of
Defense ). Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dan informasi
mengenai waktu, secara kontinyu diseluruh dunia tanpa tergantung
waktu dan cuaca. Penentuan posisi GPS digambarkan dengan
menggunakan nilai koordinat X dan Y atau garis bujur dan lintang
(longitude/latitude) sistem ini digunakan untuk menentukan posisi pada
permukaan bumi dengan bantuan sinkronisasi sinyal satelit. Sistem ini
menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke
bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima yang ada di bumi, dan
digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu. GPS
Tracker atau sering disebut dengan GPS Tracking adalah teknologi AVL
(Automated Vehicle Locater) yang memungkinkan pengguna untuk
melacak posisi kendaraan, armada ataupun mobil dalam keadaan realTime. Gps Tracking memanfaatkan kombinasi teknologi GSM dan GPS
untuk menentukan koordinat sebuah obyek, lalu menerjemahkannya
dalam bentuk peta digital. (Firmansyah. 2014)
a.

Penggunaan GPSMap 62s Garmin

Tombol power

Gambar 2.1

GPSMap 62s

Garmin
Menyalakan GPS dengan menekan dan menahan tombol
power di samping kanan, maka GPS akan menyala dan menampilkan
menu utama seperti gambar di bawah

Gambar 3.1 Menu Utama GPS


Untuk

melihat

kekuatan

dari

satelit sebelum gps digunakan maka buka menu dan cari satelit dan akan
muncul gambar seperti dibawah

Gambar 4.1 Kekuatan Sinyal Satelit


Untuk mencari kompas tekan tombol page, ke menu utama pilih
menu kompas. untuk ketepatan penunjukan kompas kalibrasi dahulu
dengan mengklik menu pada halaman kompas, dan pilih kalibrasi
kompas, klik menu mulai dan putar unit sesuai petunjuk.

Gambar 5.1 Tampilan Kompas


Plotting titik (mark waypoint) berarti pembuatan titik atau
ploting lokasi, syaratnya Anda tidak diperkenankan pada posisi bergerak,
anda harus berhenti pada lokasi tersebut sampai berhasil melakukan
mark waypoint. Untuk melakukan mark waypoint, tekan beberapa saat
tombol MARK, maka akan muncul halaman Mark Waypoint.
Selanjutnya arahkan highlight biru pada tombol DONE, dan tekan

tombol Enter. Melalui Waypoint Manager, Anda bisa mengubah (edit)


dan menghapus (delete) suatu waypoint.
Penggunaan Tombol GPSMap 62s Garmin

Gambar 6.1 Fungsi tombol GPSMap 62s Garmin


2. Garmin Basecamp
Garmin Basecamp merupakan pembaharuan dari program Garmin
Mapsource Mapsource dan basecamp digunakan untuk transfer data
antara GPS Garmin dan Komputer, perbedaannya adalah pada program
mapsource pengguna tidak dapat memilih data (misal waypoint) tertentu
yang akan ditransfer ke komputer, mapsource akan mentransfer semua
data waypoint yang ada pada gps ke komputer, sementara pada program
basecamp pengguna dapat memilih data yang mana yang akan ditransfer.
( http://mapsgps.blogspot.co.id/2014/04/download-aplikasi-basecampmapsource.html)

Gambar 7.1 Tampilan Garmin BaseCamp

3. Mapsource
Software Garmin Mapsource memiliki fungsi bisa melakukan
download dan upload peta, tracks, waypoint dan route dari GPS.
Mapsource adalah perangkat lunak dari garmin untuk melihat peta, titik,
arah, rute dan trek, dan mentransfernya kea tau dari perangkat GPS
Garmin. Hal ini termasuk dengan beberapa perangkat GPS Garmin, dan
dengan peta produk Garmin.
Funfsi Software Mapsource adalah :
1. Mapsource adalah program yang simple dan mudah digunakan untuk
melihat peta, hasil track, waypoint dari gps dan waypoint garis yang
bisa dibuat di Mapsource.
2. Mapsource bisa juga berfungsi untuk mentransfer peta, track,
waypoint dari komputer ke GPS dan bisa juga mentransfer track dan
waypoint dari gps ke komputer.
3. Didalamnya bisa di isi peta jalan, peta kontur, peta 3D.
4. Bisa juga dengan cara membuat waypoint baru maka kita bisa
melihat posisi koordinat titik tersebut. (siswanto, 2005)

Gambar 8.1 Tampilan MapSource

5. Autocad Land Dekstop 2009


Pengertian Land Dekstop secara umum adalah sebuah aplikasi dari
CAD untuk membuat Permukaan tanah (Surface) secara digital atau
biasa disebut Digital Terrain Models (DTM), dengan memakai titik
titik (point) secara tiga dimensional sebagai referensi, di mana titik
titik tersebut langsung diambil dari hasil pengukuran di lapangan dengan
koordinat XY serta elevasi-nya. Sedangkan Civil Design adalah
penggunaan DTM yang telah dibuat di Land Desktop untuk
merencanakan Jalan, Perpipaan, Penembokan, Saluran, Drainase dan
sebagainya.
Syarat utama untuk bisa bekerja dengan Land Desktop adalah
bahwa gambar dan desain (file gambar) anda harus dihubungan dengan
sebuah Project. Project merupakan sebuah media penyimpanan untuk
gambar yang terhubungkan dengan data, yang didalamnya dapat
termasuk, data point, surface, alignment, dan hasil pengamatan survey.
Data project tidak disimpan didalam gambar akan tetapi terpisah dalam
folder system anda.
(http://www.autocadtangerang.com/2014/12/mengenal-autodesk-land
dekstop.html)

Gambar 9.1 Tampilan Autocad Land Dekstop 2009

6. ArcView Gis 3.3


Arcview merupakan salah satu perangkat lunak GIS yang
populer dan paling banyak digunakan untuk mengelola data spasial.
Arcview dibuat oleh ESRI (Environmental Systems Research
Institute). Dengan Arcview kita dengan mudah dapat mengelola data,
menganalisa dan membuat peta serta laporan yang berkaitan dengan
data spasial bereferensi geografis. Untuk

memulai

penggunaan

perangkat lunak Arcview 3.3 pastikan di dalam komputer sudah


terinstal Arcview 3.3. Dari menu programs pilih ESRI, kemudian pilik
Arcview GIS 3.3 sehingga akan tampil

Gambar 10.1 Tampilan Awal Arcview Gis 3.3


Beberapa bagian Arcview yang cukup penting antara lain adalah :
a. Project
Merupakan kumpulan dari dokumen yang berasosiasi selama
satu sesi Arcview. Setiap project memiliki lima komponen pokok
yaitu views, tables, charts, layouts dan scripts. Views digunakan
untuk mengelola data grafis. Sedangkan tables untuk manajemen
data atribut, charts untuk mengelola grafik (bukan data grafis).
Layouts untuk membuat komposisi peta yang akan dicetak dan

scripts dipakai untuk membuat modul yang berisikan kumpulan


perintah

Arcview

yang

ditulis

menggunakan

bahasa

pemrograman Avenue.

Gambar 11.1 Windows Project


b. Theme
Arcview mengendalikan sekelompok feature serta atribut di
dalam sebuah theme dan mengelolanya di dalam sebuah views.
Sedangkan theme menyajikan sekumpulan obyek nyata sebagai
feature peta yang berhubungan dengan atribut. Feature dapat
berupa titik (points), garis (lines) maupun polygon. Contoh feature
yang berupa titik adalah sekolah, pos polisi, rumah sakit. Untuk
feature garis antara lain adalah jalan raya, jalan tol, sungai.
Sedangkan sawah, danau, lahan parkir, wilayah administrasi
pemerintahan merupakan sebuah fiture polygon.
c. Views
View merupakan sebuah peta interaktif

yang

dapat

menampilkan, memeriksa, memilih dan menganalisa data grafis.


View tidak menyimpan data grafis yang sebebnarnya, tetapi hanya
membuat referensi tentang data grafis mana saja yang terlihat. Ini
mengakibatkan view bersifat dinamis. View merupakan kumpulan
dari thema

theme
Legend

Display
Peta

Gambar 12.1 Views


d. Table
Tabel digunakan untuk menampilkan informasi tentang fature
yang ada di dalam suatu view. Sebagai contoh menjelaskan tentang
propinsi bali disiapkan table yang berisi data-data item nama
kabupaten, jumlah penduduk laki-laki, perempuan , total dan
sebagainya.

Gambar 13.1 Table


e. Chart
Chart merupakan sebuah grafik yang menyajikan data tabular.
Di dalam Arcview chart terintegrasi penuh dengan tabel dan view
sehingga dapat dilakukan pemilihan record-record mana yang akan

ditampilkan kedalam sebuah chart. Terdapat enam jenis chart yaitu


area, bar, coloum, p dan scatter
f. Layout
Layout digunakan untuk mengintegrasikan dokumen (view,
table, chart) dengan elemen-elemen grafik yang lain di dalam suatu
windows tunggal guna membuat peta yang akan di cetak. Dengan
layout dapat dilakukan proses penataan peta serta merancang letakletak property peta seperti : judul, legend, orientasi, label dan
g.

sebagainya.
Script
Script merupakan sebuah sebuah bahasa pemrograman dari
arcview yang ditulis kedalam bahasa Avenue

h.

Merancang Project Baru


Untuk membuat sebuah project baru, langkah yang diperlukan adalah

:
1. Aktifkan Arcview
2. Dari menu bar pilih file, selanjutnya klik New Project sehingga
diperoleh tampilan sebagai berikut :

Gambar 14.1 New Project


3. Klik New untuk membuat sebuah view baru dengan nama view1

Gambar 15.1 View


i. Membuat Theme
Untuk dapat menyimpan data spasial perlu di buat sebuah
theme. Misalnya akan dibuat sebuah theme yang digunakan untuk
menyimpan data wilayah kecamatan di sebuah theme yang
digunakan untuk menyimpan data wilayah kecamatan di sebuah
kabupaten. Langkah yang dilakukan adalah :
1. Dari menu bar view pilihan new theme, sehingga akan muncul
kotak dialog sebagai berikut :

Gambar 16.1 New Theme


2. Pilihlah feature type-nya adalah polygon, karena kita akan
membuat sebuah peta wilayah.
3. Selanjutnya simpan theme yang akan dibuat dengan nama
wilayah. Shp

Gambar 17.1 Menyimpan Theme


4. Untuk memulai menggambar peta wilayah dengan mouse, dari
menu bar pilih theme selajutnya klik Start Editing.
5. Dari tool bar pilih draw rectangle dan pilih polygon 9. (a)
6. Untuk menggambar peta wilayah seperti gambar 9. (b) dapat
dilakukan dari mana saja asalkan tool draw sudah dalam posisi
polygon. Tempatkan mouse pada permukaan yang akan
digunakan untuk mulai menggambar peta, kemudian klik untuk
mulai menggambar. Tarik kearah yang diinginkan, jika
diinginkan untuk belok lakukan kembali klik kiri dua kali.
Sedangkan untuk batas wilayah antar kecamatan gunakan tool
draw line to split polygon.

Gambar 18.1 (a) tool bar draw (b) peta wilayah

j. Membuat Tabel untuk Theme


Untuk memberikan informasi pada theme yang dibuat perlu
disiapkan tabel yang akan diisi dengan informasi yang diperlukan.

Sebagai untuk theme wilayah akan dilengkapi informasi tentang


nama kecamatan, jumlah penduduk, serta jumlah penderita DB.
Langkah yang dilakukan adalah :
1. Aktifkan theme yang akan dilengkapi tabelnya.
2. Pilih tool bar Open Theme Table sehingga muncul

Gambar 19.1 Attribute


3. Tentukan 3 kolom baru yaitu kolom nama kecamatan, jumlah
penduduk, jumlah penderita DB.
4. Klik menu Tabel dan pilih Start Editing
5. Dari menu edit, pilih Add Field sehingga muncul kotak dialog

Gambar 20.1 Add field


6. Sehingga sekarang tabelnya menjadi sebagai berikut :

Gambar 21.1 Hasil Penambahan field


7. Isi tabel dengan data sebagai berikut :

Gambar 22.1 Hasil pengisian tabel


8. Dari menu Tabel klik stop editing untuk mengakhiri pengisian
tabel.
k.

Membuat Legend
Untuk dapat membedakan wilayah antar kecamatan, dapat
dengan melengkapi theme menggunakan legend. Tahapan yang

diperlukan adalah :
1. Aktifkan view yang berisi theme wilayah. Shp
2. Klik dua kali pada theme wilayah. Shp sehingga akan muncul

Gambar 23.1 Legend editor


3. Ganti isian kotak legend type dengan Graduated Color
4. Isikan pada kotak Classification field dengan id sehingga akan
muncul beberapa baris dan tiga tiga kolom isian yaitu symbol,
value dan tabel
5. Ganti isi label dengan nama kecamatan yang sesuai dengan Id
seperti pada gambar dibawah
6. Untuk mengganti kombinasi warna ganti kotak Color Ramps
dengan warna yang diinginkan
7. Untuk melihat efeknya klik aplly dan simpan legend dengan
nama wilayah.avl
8. Hasilnya seperti terlihat digambar dibawah

Gambar 24.1

Isian label

pada legend

Gambar

25.1 Hasil

view jika ditambahkan legend


7. Data Spasial dan Data Non Spasial
1. Data Spasial adalah gambaran nyata suatu wilayah yang terdapat di
permukaan bumi. Umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta,
gambar dengan format digital dan disimpan dalam bentuk koordinat
X,Y (vector) atau dalam bentuk image (raster) yang memiliki nilai
tertentu.
2. Data Non Spasial (attribute) adalah data berbentuk tabel dimana
tabel tersebut berisi informasi-informasi yang dimiliki oleh objek
dalam data spasial. Data tersebut berbentuk data tabular yang saling
terintegrasi dengan data spasial yang ada.(furqon. 2012)

2.6 Petunjuk Teknis


No
Tempat
1 ISA 2 Estate 2
2 ISA 2 Estate 2
3 ISA 2 Estate 2

Blok
29 - 32
29 - 33
30 - 33

4 ISA 2 Estate 2
5 ISA 2 Estate 2

30 - 33
28 - 33

Pengukuran yang dilakukan


Stacking LC
Pembuatan Jalan MR dan CR
pengukuran untukPembuatan parit
Marking hole untuk penataan
lubang tanam
Pengukuran Lahan Tumbang

BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1 Informasi Umum Organisasi Perusahaan/instansi
Pada pekerjaan Land Clearing (pembukaan lahan) dan
pembuatan jalan MR, CR dan sarana lainnya seperti parit, lubang
tanam dan tapak timbun jalur di divisi 9 PT Indopenta Sejahtera Abadi
Desa Telang Siong, Tamiyang Layang Kabupaten Barito Timur Kal
Teng. Hal tersebut disebabkan karena hasil kerja berupa perencanaan,
serta pelaksanaan pekerjaan akan dipertanggung jawabkan bersama
kepada perusahaan induk yang menaungi PT Indopenta Sejahtera
Abadi.
Berikut ini adalah skema organisasi pada pekerjaan Land
Clearing pembuatan jalan MR, CR dan sarana lainnya seperti parit,
lubang tanam dan tapak timbun di divisi 9 PT Indopenta Sejahtera
Abadi Desa Telang Siong, Tamiyang Layang Kabupaten Barito Timur
Kal Teng.

Tenaga Ahli (Koordinator Gis)


PT Indopenta Sejahtera Abadi
Tamiyang Layang
Owner

Surveyor (tim ukur)


PT Indopenta Sejahtera Abadi

STRUKTUR ORGANISASI

3.1.1

Tenaga Ahli : Koordinator Gis PT Indopenta Sejahtera Abadi


Tamiyang Layang
Tugas Pekerjaan :
1. Memberikan tugas kepada para surveyor yaitu melaksanakan
pekerjaan Land Clearing pembuatan jalan MR, CR dan sarana
lainnya seperti parit, lubang tanam dan tapak timbun di divisi 9 PT
Indopenta Sejahtera Abadi Desa Telang Siong, Tamiyang Layang
Kabupaten Barito Timur Kal Teng.
2. Melakukan pengawasan langsung kepada para surveyor di
lapangan
3. Menerima hasil pekerjaan yang sudah dilakukan oleh surveyor
dilapangan berupa data-data di GPS
4. Membuat peta sebagai laporan bulanan berupa peta kepada
perusahaan

3.1.2

Surveyor PT. Indopenta Sejahtera Abadi Tamiyang Layang


Tugas Pekerjaan :

1. Survey awal
2. Melakukan pengukuran
3. Pengambilan data waypoint, tracking dan koordinat

3.2 Informasi Umum Pekerjaan


Lokasi studi terletak di Desa Telang Baru, Kecamatan Paju Epat,
Kabupaten Barito Timur, secara geografis Secara administratif letak geografis
Kecamatan Pandawan terletak antara 2132.06 Lintang Selatan dan
1145810.15 Bujur Timur.

(Sumber :dari GIS PT ISA)


Gambar 1.1 Peta Divisi PT INDOPENTA SEJAHTERA ABADI
3.2.1 Lokasi Pekerjaan
Lokasi pekerjaan ini berada di divisi 9 PT Indopenta Sejahtera
Abadi Tamiyang Layang di Desa Telang Baru Kab. Paju Epat
Kabupaten Barito Timur Kal Teng.

3.3.1 Peralatan dan bahan


Pada pengukuran kali ini peralatan yang di perlukan :
Jenis
Lapangan
GPS map
62s
GPS
60Csx
Kompas
Suunto

N
o
1
2
3

Peralatan
Kantor
Laptop
Asus
A45V

Juml
ah

Kondi
si

Baik

Base Camp

Baik

Mapsource

Baik

Baik

Baik

Baik

Autocad
Civil
3D LD 2009
Arcview 3.3
Microsoft Office
2013

4
5
6

Ke
t

3.3.2 Bahan
N
o
1

bahan
Peta Divisi 9

Jumla
h
1

Ket

3.3 Sistematika Pelaksanaan


3.3.1 Susunan Personil/Team
1. Syahruji Rahman
2. Nopen Selikur Seriansyah

(G03140020)
(G03140038)

3.3.2 Metode Kerja


Langkah awal yang diambil surveyor ialah melakukan orientasi
awal terhadap lokasi pekerjaan yang berada di divisi dilakukan bersamasama dengan kepala divisi yang bersangkutan. Kegiatan ini bertujuan
untuk :
a. Meninjau secara langsung kondisi lapangan
b. Menentukan batasan wilayah yang akan dilakukan pengukuran
bersama dengan kepala divisi

Pelaksanaan pekerjaan lapangan mengacu pada ketentuan dari


spesifikasi kerja yang telah diberikan terhadap sejumlah pekerjaan yang
harus dilakukan dibawah pengawasan kepala divisi yang bertanggung
jawab atas divisi yang di lakukan pekerjaan yang berada dilapangan.
Adapun pekerjaan yang harus dilakukan yaitu, Pengukuran untuk
pembuatan jalan MR dan CR, parit, lubang tanam, tapak timbun jalur.
3.3.3 Keselamatan Kerja
Dalam

hal

ini

melaksanakan

praktikum

harus

selalu

memperhatikan kerja. Berikut ini adalah keselamatan dan kesehatan


kerja yang harus dijalankan antara lain :
a. Berdoa sebelum melaksanakan praktikum
b. Mengecek kelengkapan alat sebelum dibawa ke lapangan
c. Lindungi alat dari panas dan hujan serta letakkan alat di tempat yang
aman.
d. Berhati-hati dalam penggunaan alat
e. Memberikan perlindungan terhadap setiap orang yang berada di
lapangan sehingga terjamin keselamatannya
f. Membawa perobatan pribadi saat praktikum
g. Mengenakan baju praktek
h. Mengikuti setiap instruksi dari teknisi
i. Sepatu safety
j. Melakukan kegiatan dengan bersungguh-sungguh

3.4 Format Laporan


Pelaporan

Laporan ditulis dan dijilid rapi pada kertas A4, dimana laporan yang harus
diserahkan Gis meliputi :

3.5 Solving problem


Sesuai dengan karateristik, kesalahan yang dapat terjadi dilapangan seperti :
3.5.1 Kesalahan Tak terduga
Semua kesalahan-kesalahan selain kedua jenis kesalahan di atas
dapat di klasifikasikan sebagai kesalahan tak terduga dan kesalahan
semacam ini tidak di ketahui penyebabnya secara pasti. Walaupun
kadang-kadang

dapat

di

ketahui

penyebabnya,

akan

tetapi

pengurainnya kedalam masing-masing factor penyebabnya sangatlah


sukar kerusakan alat secara tiba-tiba. Di dalam pengukuran kelapa
sawit di PT Indopenta Sejahtera Abadi ini alat yang dipakai hanya GPS
hand maka perlu membawa lebih dari satu GPS agar pengukuran tidak
terganggu oleh kerusakan alat

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Pengukuran Sipat Datar Profil
4.1.1 Pengukuran Profil Memanjang dan Melintang (Long and Cross
Section)
Pengukuran tampang memanjang dan melintang (Long and Cross
Section) pada saluran primer dan sekunder yang ada / eksisting di
lapangan, dan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Arah tampang melintang tegak lurus;
2.

Diambil pada setiap jarak rata-rata 50 m untuk lokasi di daerah


tikungan

sedangkan untuk di luar lokasi tikungan adalah 100

meter.
3.

Lebar tampang 50 m kekanan dan kekiri dari as saluran.

4. Berikut adalah penjabaran tentang pengukuran profil memanjang


dan
melintang.

4.1.2 Pengukuran Profil Memanjang (Long Section)


Tujuan dari pengukuran dengan menggunakan metode sipat datar
profil memanjang adalah untuk mendapatkan detail dari suatu
penampang atau irisan pada arah memanjang sesuai dengan sumbu
proyek.

Gambar 3.3 Prinsip Pengukuran Profil Memanjang (Long Section)

4.1.3 Pengukuran Profil Melintang (Cross Section)


Tujuan dari profil melintang adalah untuk menentukan elevasi titik-titik
dengan pertolongan tinggi garis bidik yang diketahui dari keadaan beda
tinggi tanah yang harus tegak lurus di suatu titik tertentu terhadap garis
rencana tersebut.

Gambar 3.4 Prinsip Pengukuran Profil Melintang (Cross Section)


1. Pengukuran Sipat Datar
Pengukuran sipat datar di lapangan untuk mendapatkan jaringan
vertikal pada
kerangka pemetaan dan beda tinggi detail antar titik untuk tujuan
pengukuran tampang memanjang dan melintang.

Gambar 3.5 Pengukuran Waterpass

Pengukuran Waterpass Utama

Pengecekan baut-baut tri-pod (kaki tiga) jangan sampai longgar.


Sambungan rambu ukur, rambu harus menggunakan nivo.

Pengecekan garis bidik alat waterpass. Data pengecekan harus


dicatat dalam buku ukur.
Waktu pembidikan rambu harus diletakan di alas besi (straat-pod).
Bidikan rambu harus diantara interval 0,5 m dan 2,75 m (untuk
rambu yang 3 m panjangnya).
Jarak bidikan dari alat ke rambu maksimum 50 m.
Diusahakan jumlah slaag per seksi selalu genap.
Data yang dicatat adalah hasil pembacaan dari ketiga benang silang,
yakni :
benang atas, benang tengah dan benang bawah.
Pengukuran waterpass harus dilakukan setelah BM dipasang.
Semua BM yang ada yang akan dipasang harus melalui jalur
waterpass apabila berada ataupun dekat dengan jalur waterpass.
Pada jalur yang terbuka diukur dengan cara pergi pulang.
Selisih bacaan stand pertama dengan stand kedua harus 2 mm.
Batas toleransi untuk kesalahan penutup maksimum 8mm D ,
dimana D = jumlah jarak dalam km.

4.2 Analisa dan Perhitungan Data


Untuk menentukan TGB pada kedudukan P.2 ditentukan dengan
perhitungan yang sama dengan elevasi awal di titik P.1.Perhitungan
selanjutnya adalah memasukan beda tinggi (h) antara dua titik dengan cara
sebagai berikut :
Rumus Jarak (D)

: (BA - BB) x 100

Rumus Beda tinggi (H)

: BT belakang BT muka

Rumus Elevasi (Z)

: (Z + h)

4.2.3 Contoh Menghitung Beda Tinggi


Diketahui

: BT P.10 Belakang
BT P.9 Muka

: 1.358 m
: 1.348 m

Ditanya

: P.9

Penyelesaian

:
h

= BT belakang BT muka
= 1.358 1.348
= 0.010 m

4.2.3 Contoh Menghitung Elevasi


Diketahui

: Z P.10

: 2.967 m

: h P.9

: 0.010 m

Ditanya

: P.9

Penyelesaian

:
Z

= (Z + h)
= 2.967 + 0.010
= 2.977 m

4.3 Pengukuran Sipat Datar Memanjang (Double Stand)


Analisa dan Perhitungan Data
Sesuai dengan pengukuran yaitu Alat yang berada diantara dua titik,
seperti diantara P1 dan P2. Pada Pengukuran Sipat Datar memanjang (pulang
Pergi) ini, dapat untuk menentukan beda tinggi diantara dua titik dan
menentukan elevasi.
Rumus Jarak (D)

: (BA - BB) x 100

Rumus Beda tinggi (H)

: BT belakang BT muka

Rumus Koreksi (F)

: (Elevasi awal + h Elevasi Akhir) :


Jumlah Titik (n)

Rumus Elevasi (Z)

: (Z + h) + Koreksi

4.2.2 Contoh Menghitung Beda Tinggi


Diketahui

: BT BM.12 Belakang
BT P.1 Muka

Ditanya

: P.1

: 1.413 m
: 1.404 m

Penyelesaian

:
h

= BT belakang BT muka
= 1.413 1.404
= 0.009 m

4.2.4 Contoh Menghitung Elevasi


Diketahui

: Z BM.12

: 1.848 m

h P.1

: -0.265 m

Koreksi

: 0.007 m

Ditanya

: P.1

Penyelesaian

:
Z

= (Z + h) + Koreksi
= (1.848 + 0.013 + (-0.026)
= 1.861 +(-0.026)
= 1.835 m

BAB V
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA