Anda di halaman 1dari 9

Notasi Ilmiah

Bacalah
Notasi ilmiah adalah cara penulisan hasil pengukuran dalam bentuk 10 berpangkat.
Notasi ilmiah digunakan untuk mempermudah penulisan angka yang sangat kecil
maupun angka yang sangat besar. Notasi ilmiah dirumuskan dengan
a x 10 b
dimana :
a dalam satuan
b bilangan bulat.
contoh
a. 0,000 003 kg ditulis dengan 3.10-6kg..
b. 298 000 000 m/s ditulis dengan 2,9.108 m/s
Perkalian dan pemangkatan bentuk ilmiah dirumuskan sebagai beikut
a. a.10b x c.10d = (axc). 10(b+d)
b. (a.10b)c = ac. 10(bxc)
contoh
a. 3,2.104 m x 2,0. 10-2 m = (3,2 x 2,0).10(4+ -2) m2 = 6,4. 102 m2
b. (2.104 kg)3 = 23 .10(4x3) kg3 = 8.1012 kg3

Cobalah
a. Bilangan 0,003 200 sekon dinyatakan dengan

10
3,2

b. Bilangan 3 032 000 meter dinyatakan dengan

.10
3,032

c. 4,3.10-5 m x 2,0. 10-2 m =

m2

. 10
8,6

-7

sekon.
-4

meter
6

d. (2.10-3 kg)4 = 16.10

kg4 =
-12

kg4

10
1,6

-11

Kesalahan Pengukuran
Bacalah
Dalam melakukan pengukuran tidak dapat dihindari terjadinya kesalahan.
Kesalahanpengukuran ini dikelompokkan menjadi kesalahan sistematik dan
kesalahan acak. Kesalahan sistematik adalah kesalahan yang sumbernya dapat
diikuti dan dipelajari sehingga dapat diperbaiki sampai batas sekecil - kecilnya.
Kesalahan acak adalah kesalahan yang sumbernya sulit diikuti dan dipelajari
sehingga tidak dapat diperbaiki

Contoh kesalahan sistematis:


- Kesalahan dalam melakukan kalibarasi
- Penentuan nilai skala alat ukur yang tidak tepat.
- Kondisi alat ukur yang sudah berubah.
- Pengaruh alat ukur terhadap besaran yang diukur.
- Ketidakcermatan membaca skala
- Kesalahan posisi pengamat atau kesalahan paralak.
Contoh kesalahan acak :
- Kesalahan menaksirkan skala terkecil
- Kesalahan definisi

(contoh: penampang kawat yang dianggap lingkaran sempurna).


- Nilai besaran yang selalu berubah
( contoh: suhu atau tegangan yang tidak stabil).
- Gangguan dari luar yang tak dapat dihindari.
Cobalah
Kesalahan pengukuran sistematik adalah kesalahan yang

dapat diikuti
sumbernya

sehinga dapat

, sedangkan kesalahan
diperbaiki

sumbernya tidak dapat


acak

sehingga sulit diperbaiki. Kesalahan paralaks terjadi karena kesalahan


diikuti

. Contoh kesalahan definisi adalah


posisi

pengamat

lingkaran dianggap
penampang

sebagai

.
lingkaran

sempurna

Menyatakan Hubungan
Bacalah
Pengkajian permasalahan fisika dimulai dari mengkaji hubungan antara dua besar.
Dua besaran memiliki hubungan apabila kedua besaran tersebut saling
mempengaruhi. Sebagai misal massa emas berhubungan dengan jumlah uang.
Sebagai contoh, seorang ibu menjual 1 gram emas akan mendapat uang Rp
300.000. Kemudian ia menjual 2 gram emas dan mendapat uang Rp. 600.000,
ketika menjual 3 gram mendapat Rp 900.000 dan ketika menjual 4 gram mendapat
Rp. 1.200.000.
Apabila massa emas dinyatakan dengan m dan jumlah uang dnyatakan dengan U,
maka hubungan antara massa emas dengan uang rupiah dapat dinyatakan dengan:
a. Tabel
No

Massa emas / m

Jumlah Uang / U

(gram)

(Rp)

300.000

600.000

900.000

1.200.000

b. Grafik

c. Kesebandingan
Apabila massa emas yang dijual besar maka jumlah uang yang diperoleh juga
banyak, sebaliknya jika massa emas yang dijual kecil maka uang yang didapat juga
sedikit. Demikian juga apabila jumlah uang banyak maka massa emas yang dapat
dibeli juga banyak atau apabila jumlah uang sedikit maka massa emas yang dapat
dibeli juga sedikit. Hubungan dua besaran ini disebut sebanding atau berbanding
lurus.
U~m

dibaca U sebanding dengan m


d. Persamaan.
Apabila U sebanding dengan m maka bahwa perbandingan perubahan jumlah uang
(U) dengan perubahan massa (m) adalah bilangan konstan. Bilangan konstanta
ini disebut dengan konstanta pembanding. Pada grafik di atas konstanta
pembanding sama dengan kemiringan grafik(gradien).

Kesebandingan dapat dinyatakan menjadi persamaan dengan memasukkan


konstanta pembanding sehingga:
U = km
Dalam fisika persamaan ini sering disebut dengan rumus.
Cobalah
Apabila V sebanding dengan t maka apabila niali t diperbesar maka nilai V akan
, sebaliknya apabila t diperkecil maka V
membesar

. Apabila V
mengecil

t mengecil dan apabla V

maka
diperkecil

maka t membesar. Pembanding V dengan t


diperbesar

disebut

. Kesebandingan dapat menjadi


konstanta

dengan

pembanding

apabila dikalikan
persamaan

pembanding.
konstanta

Jenis Hubungan

Bacalah
Hubungan

Notasi

Persamaan Konstanta

Y sebanding dengan X

Y~X

Y=kX

Y sebanding dengan kuadrat X

Y ~ x2

Y = k X2

Y berbanding terbalik dengan x

Y berbanding terbalik dengan


kuadrat x

Ujilah
1. Angka penting adalah angka hasil

.
pengukuran

2. Angka penting terdiri dari

dan satu
angka

pasti

angka

taksiran

3. Hasil pengukuran 203,20 memiliki angka penting sebanyak

angka.
5

4. Hasil penjumlahan dari 23,2 - 4,264 adalah

.
18,9

5. Luas persegi panjang yang memiliki panjang 4,4 cm dan lebar 2,22 cm adalah
cm2.
9,8

6. Bilangan 0,00021 kg dinyatakan dengan notasi ilmiah sebagai

x 10
2,1

kg.
-4

7. Kesalahan paralaks adalah kesalahan akibat

yang salah.
posisi

pengamat

8. Kesalahan definisi, kondisi fisis yang selalu berubah merupakan contoh kesalahan
.
acak

9. Persamaan Y=aX2+b menyatakan hubungan Y sebanding dengan


kuadrat

10. Apabila Y sebanding dengan X maka konstanta pembanding adalah


perbandingan antara

(Y) dengan
perubahan

(X).
perubahan

Besaran Vektor
Bacalah
Apabila kamu diminta untuk menggeser suatu meja, apa yang pertama kali kamu
lakukan? Tentu kamu akan menayakan digeser berapa meter ke arah mana?.
Berapa meter menayakan besar pergeseran sedang arah mana menayakan arah
pergeseran. Sehingga pergeseran dinyatakan dengan besar dan arah. Besaran yang
memiliki nilai dan arah disebut dengan besaran vektor. Sedangkan besaran yang
hanya memiliki nilai saja disebut besaran skalar.
Pada besaran vektor arah memiliki arti yang sangat penting. Apakah sama kondisi
meja di atas apabila digeser 2 meter ke timur dengan digeser 2 meter ke barat?
Tentu saja hasil berbeda.
No

Besaran
Vektor

Skalar

Perpindahan

Jarak.

Kecepatan

Kelajuan.

Percepatan

Perlajuan.

Gaya

Usaha ( energi )

Berat

Massa.

Luas

Waktu.

Vektor disimbulkan dengan v dan digambar dengan anak panah. Panjang anak
panah menyatakan besar vektor sedangkan arah panah menyatakan arah vektor.

Cobalah
Besaran vektor selain memiliki

termasuk besaran

/nilai juga memiliki

. Jarak

sedangkan perpindahan termasuk

waktu tidak memerlukan

kecepatan termasuk besaran

panjang anak panah menyatakan

sehingga disebut

. Massa dan

. Sedangkan gaya dan

. Vektor digambar dengan

sedangkan

menunjukkan arah vektor.

Penjumlahan
Dua buah vektor atau lebih dapat dijumlahkan apabila vektor-vektor tersebut
bekerja pada sebuah benda. Vektor-vektor ini dikatakan memiliki titik tangkap yang
sama.
a. Vektor A dan B bekerja pada sebuah gaya

R=A+B

b. Vektor A dan B bekerja pada benda yang berbeda.

A dan B tidak dapat dijumlahkan.