Anda di halaman 1dari 5

POLITEKNOLOGI VOL 14 NO 3, SEPTEMBER 2015

RANCANG BANGUN ALAT PENGHEMAT BAHAN BAKAR


BENSIN DENGAN ELEKTROMAGNETIK PADA MESIN OTTO
Asrurrowi, Humairoh, Nico Farrasandy, Rizqi Dwi Purnomo
Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta, Jalan. Prof. Dr. G.A Siwabessy Kampus UI Depok, 16424
Humairoh420@gmail.com

ABSTRACT
The increasing price of fuel (BBM) makes people anxious, especially on low society. It is
caused by the fuel supply more decrease. Nowadays, one of kinds of fuel is Premium. It is the main
target for middle low society, but the value of octane on premium is not as high as pertamax and in
normal conditions tends to irregular molecular bonding. Therefore, the combustion tends to
imperfect, so the quality of fuel is not good enough and become more extravagant. The researcher
finds that the magnetic field can save the fuel. This objective of research is to examine further the
influence of electromagnetic against fuel savings premium on a petrol engine. The study of
electromagnetic chosen as the magnetic field that is not permanent in order to be used continuously,
by using a wire coil with diameter 0.25 millimeters and 1.000 winding, 2000 winding, 3000 winding,
4000 winding, and 5000 winding coils are expected to save the fuel approximately 20% compared with
a petrol engine in standard condition. In addition, the influence of electromagnetic on petrol engines
can also reduce emissions generated by the exhaust gases of combustion.
Keywords: premium, electromagnetic, petrol engines.

ABSTRAK
Semakin meningkatnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat masyarakat menjadi
resah, terutama masyarakat kalangan menengah kebawah. Hal ini disebabkan oleh persedian bahan
bakar yang semakin menipis. Saat ini bahan bakar jenis premium yang menjadi sasaran utama bagi
masyarakat menengah kebawah, namun nilai oktan pada premiun tidak setinggi pertamax dan pada
kondisi normal ikatannya cenderung tak beraturan dan mengelompok, maka pembakaran yang
dihasilkan cenderung tidak sempurna, sehingga kualitas bensin kurang baik dan lebih boros. Para
peneliti menemukan bahwa medan magnet dapat menghemat bahan bakar. Penelitian ini bertujuan
meneliti lebih lanjut pengaruh eletromagnetik terhadap penghematan bahan bakar bensin jenis
premium pada mesin otto. Pada penelitian ini elektromagnetik dipilih sebagai penghasil medan
magnet yang tak permanen agar digunakan secara terus-menerus. Dengan mnggunakan kawat
kumparan yang berdiameter 0,25 mm dan jumlah lilitan kumparan sebesar 1000 lilitan, 2000 lilitan,
3000 lilitan, 4000 lilitan, dan 5000 lilitan diharapkan menghemat bahan bakar sekitar 20%
dibandingkan dengan mesin otto pada keadaan standar. Selain menghemat bahan bakar, pengaruh
elektromagnetik pada mesin otto juga dapat mengurangi emisi gas buang hasil pembakaran.

I. PENDAHULUAN
Kebutuhan energi yang semakin
meningkat
menyebabkan
menipis
pasokan bahan bakar fosil. Cadangan
dan produksi bahan bakar minyak bumi
(fosil)
di
Indonesia
mengalami
penurunan setiap tahunnya sedangkan
tingkat konsumsi minyak rata-rata naik
6 % pertahun.[1] Pada 2014 dan awal
2015 Pemerintah Indonesia telah
menjalankan sejumlah perubahan dalam
kebijakan penentuan harga bensin dan
solar. Subsidi untuk bensin merk

Premium
dihapuskan
seluruhnya,
dengan pengecualian untuk biaya
distribusi ke sejumlah daerah di
Indonesia.[2]Ada beberapa alternatif
untuk menghemat bahan bakar, salah
satunya
dengan memanfaatkan
teknologi
sederhana
berupa
penambahan medan magnet untuk
menginduksi bensin, sehingga ikatan
karbon akan pecah dan membuat
komposisi kimianya semakin homogen.
[3]
Dalam hal ini medan magnet yang
dipergunakan dengan elektromagnetik.
Ada
beberapa
alasan
mengapa

Halaman Ganjil (1)

Asrurrowi., Humairoh., Nico F., Rizqi D.P., Rancang Bangun Alat.....


diperlukan mengkondisi bahan bakar
dengan elektromagnetik, yaitu medan
magnet yang dihasilkan tidak akan
habis selama lilitan
kumparan
terhubung dengan baterai (Aki) dan
sulitnya magnet permanen dipasaran
yang berbentuk tabung berongga.
Penelitian tentang alat penghemat bahan
bakar berbasis elektromagnetik ini telah
diujicoba pada mesin diesel dengan
bahan bahan bakar solar oleh Houtman
pada tahun 2007, persentase penghemat
bahan bakar yang dihasilkan dapat
menghemat pemakaian bahan bakar
diesel
sekitar
30,79%
dengan
menggunakan
diameter
kawat
kumparan 0,35 mm dan dengan jumlah
lilitan kumparan eletromagnetik 4000
lilitan.[3] Berdasarkan hasil uji tersebut
penulis memiliki ide inovasi untuk
membuat alat penghemat bahan bakar
bensin jenis premium yang diterapkan
pada mesin otto. Tujuan penelitian ini
yaitu menguji kinerja alat penghemat
bahan bakar bensin jenis premium yang
telah dibuat, dengan menggunakan
variabel lilitan sebesar 1000 lilitan,
2000 lilitan, 3000 lilitan, 4000 lilitan,
5000 lilitan dan diameter kawat sebesar
0,25 mm diharapkan dapat menghemat
bahan bakar bensin jenis premium dan
mengurangi emisi gas buang.

METODE PENELITIAN
Pertama pengumpulan data, studi
literatur
yang
berkaitan dengan
penelitian. Selanjutnya rancangan alat,
pemilihan diameter kawat kumparan,
kawat kumparan yang digunakan
berbahan tembaga dengan diameter 0,25
mm,
pemilihan
diameter
kawat
kumparan
berdasarkan
pada
pengamatan di pasaran bahwa untuk
peralatan kelistrikan seperti dinamo
sepedah menggunakan kawat kumparan
dengan diameter 0,25 mm. Berdasarkan
pengamatan
tersebut
penggunaan

diameter kawat 0,25 mm untuk peralatan


kelistrikan dianggap telah melakukan
optimasi terhadap
dimensi kawat
kumparan pada proses pembuatannya.
Selanjutnya penggulungan kawat
kumparan sesuai dengan variabel yaitu
1000 lilitan, 2000 lilitan, 3000 lilitan,
4000 lilitan dan 5000 lilitan. Setelah itu
pemasangan tutup pada pipa dan
pembuatan lubang aliran bensin serta
peasangan pipa kecil pada bagian tutup
tabung (pipa).
Tahap berikutnya pengujian besar
medan
magnet
yang
dihasilkan
menggunakan alat ukur gaussmeter,
pengukuran arus pada masing masing
variabel.
Selanjutnya perancangan
instalasi alat penghemat pada mesin
otto. Periksa rangkaian instalasi
sebelum diuji, jika semuanya sudah
aman, maka lakukan uji konsumsi
bahan bakar bensin. Pengujian ini
dilakukan dengan kecepatan konstan
sebesar 30 km/jam pada kendaraan
bermotor yang menggunakan mesin
otto dengan jarak tempuh 5 km. Sumber
arus listrik untuk medan magnet diambil
dari baterai dengan tegangan 12 volt.
Pada pengujian alat ini menggunakan
bahan bakar bensin jenis premium yang
diproduksi oleh pertamina. Pengujian
konsumsi bahan bakar dilakukan
dengan menggunakan alat penghemat
dan
tanpa
menggunakan
alat
penghemat. Perlakuan yang sama
dilakukan pada saat pengujian, dengan
menganggap ideal faktor gesekannya
karena keterbatasan alat uji. Selanjutnya
uji emisi gas buang, pengambilan data
pada
pengujian
ini
yaitu
KarbonMonoksida (CO), Nitrogen
Monoksida (NO), Nitrogen Oksida
(NOX), dan (SO2). Lalu dari hasil
pengujian dilakukan analisa data dan
kesimpulan.

Halaman Genap (2)

POLITEKNOLOGI VOL 14 NO 3, SEPTEMBER 2015

HASIL DAN PEMBAHASAN


Pengukuran alat penghemat bahan
bakar ini menggunakan alat ukur
amperemeter, voltmeter, multimeter
analog, dan gaussmeter, sumber
tegangan yang digunakan yaitu
Accumulator. Berikut adalah grafik
besar medan magnet berdasarkan
pengukuran alat ukur dan teori
terhadap jumlah lilitan kumparan
(gambar 3.1)

Grafik Medan Magnet terhadap Jumlah Lilitan Kumparan


200
Medan magnet berdasarkan alat ukur
150
B (Gauss) 100
50
Medan magnet
0 bedasarkan teori
1000 2000 3000 4000 5000
N (lilitan)

gambar 3.1 grafik Medan Magnet terhadap


Jumlah Lilitan Kumparan

Persentase selisih besar medan magnet


bedasarkan alat ukur dan besar medan
magnet teori, persentase selisih terbesar
terdapat pada alat penghemat dengan
jumlah lilitan 3000 lilitan yaitu 58,02 %
hal ini dikarenakan penggulungan yang
tidak merata saat penggulungan lilitan
kumparan dan pengukuran dengan alat
ukur kurang tepat, sehingga medan
magnet yang dihasilkan kurang merata.
Berikut adalah grafik persentase
penghematan konsumsi bahan bakar
terhadap jumlah lilitan kumparan pada
alat penghemat (gambar 3.2).

Grafik Persentase Penghematan Konsumsi Bahan Bakar


25.00%
20.00%
15.00%
Persentase penghematan (%)
10.00%
5.00%
0.00%
1000 lilitan
N (lilitan)

gambar 3.2 Grafik Persentase Penghematan


Konsumsi Bahan Bakar

Berdasarkan gambar 3.2 dapat dilihat


dan dianalisa bahwa konsumsi bahan
bakar tanpa alat penghemat sebanyak
102 ml, menggunakan alat penghemat
dengan jumlah lilitan kumparan 1000
lilitan konsumsinya sebanyak 90 ml,
menggunakan alat penghemat dengan
jumlah lilitan kumparan 2000 lilitan
konsumsinya
sebanyak
86
ml,
menggunakan alat penghemat dengan
jumlah lilitan kumparan 3000 lilitan
konsumsinya
sebanyak
80
ml,
menggunakan alat penghemat dengan
jumlah lilitan kumparan 4000 lilitan
konsumsinya
sebanyak
84
ml,
menggunakan alat penghemat dengan
jumlah lilitan kumparan 5000 lilitan
konsumsinya
sebanyak
88
ml.
Berdasarkan
hasil
perhitungan
persentase penghematan konsumsi
bahan bakar, persentase penghematan
terbesar yaitu 21,56 % menggunakan
alat penghemat dengan jumlah lilitan
kumparan 3000 lilitan, hal ini
dikarenakan medan magnet yang
dihasilkan
berdasarkan
hasil
pengukuran alat ukur, lebih besar
dibandingkan alat penghemat dengan
jumlah lilitan 1000 lilitan, 2000 lilitan,
4000 lilitan dan 5000 lilitan.

Pengujian emisi gas buang ini dilakukan


dengan kecepatan gas konstan selama
Halaman Ganjil (1)

Asrurrowi., Humairoh., Nico F., Rizqi D.P., Rancang Bangun Alat.....


10 detik, mengunakan alat uji emisi
analyzer nova 2000 dengan power
supply 12 volt dan 5,5 A. Berikut dalah
data uji emisi gas buang (tabel 3.1).

yang digunakan, semakin banyak lilitan


maka kadar CO pada gas buang juga
semakin menurun. Pada Gas buang
jenis NO terjadi kenaikan saat
menggunakan alat penghemat dengan
jumlah lilitan kumparan 2000 lilitan,
namun terjadi penurunan kadar gas
buang jenis NO saat menggunakan alat
penghemat dengan jumlah lilitan
kumparan 3000 lilitan sampai 5000
lilitan. Gas buang jenis NOx terjadi
kenaikan juga saat menggunakan alat
penghemat dengan jumlah lilitan
kumparan 2000 lilitan dan mengalami
penurunan pada saat menggunkan alat
penghemat dengan jumlah lilitan
kumparan 3000 lilitan sampai 5000
lilitan. Pada gas buang jenis SO2
kandungan SO2 terus terjadi kenaikan
hingga dililitan 2000, tetapi mengalami
penurunan yang sangat besar pada
lilitan 3000.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengujian dan analisa
data yang dilakukan, maka dapat
disimpulkan sebagai berikut,
Tabel 3.1 data uji emisi gas buang
Spesifikas
i

CO
(ppm
)

NO
(ppm
)

NOx
(ppm
)

SO2
(ppm
)

Besar medan magnet yang dihasilkan


pada alat penghemat mempengaruhi
konsumsi bahan bakar bensin jenis
premium.

Alat penghemat dengan jumlah


lilitan kumparan 2000 lilitan
Tanpa alat 5000
35
36
319
memiliki besar medan magnet
tertinggi berdasarkan perhitungan
1000
5000
31
32
386
secara teori yaitu 118,13 gauss, alat
2000
3915
35
56
519
penghemat dengan jumlah lilitan
kumparan 3000 lilitan memiliki
3000
1349
29
39
110
besar medan magnet tertinggi
berdasarkan
perhitungan
4000
819
13
13
117
menggunakan alat ukur yaitu 176
gauss, dan alat penghemat dengan
5000
213
12
12
40
jumlah lilitan kumparan 5000 lilitan
Berdasarkan tabel 3.1 maka dapat
paling efisien untuk mengurangi
dilihat dan dianalisa bahwa adanya
emisi gas buang jenis CO, NO, NOx
penurunan CO terhadap spesifikasi alat
dan SO2.
Halaman Genap (2)

POLITEKNOLOGI VOL 14 NO 3, SEPTEMBER 2015


3

Alat penghemat bahan bakar dengan


elektromagnetik pada mesin otto
terbukti dapat menghemat konsumsi
bahan bakar bensin jenis premium
dengan persentase penghematan
tebesar yaitu 21,56 % menggunakan
alat penghemat dengan jumlah lilitan
kumparan 3000 lilitan.
Penurunan
emisi
gas
buang
menggunakan
alat
penghemat
dengan elektromagnetik ini tidak
berpengaruh pada besar medan
magnet yang dihasilkan.

DAFTAR PUSTAKA
[1]

[2]

[3]

UCAPAN TERIMAKASIH
Penulis
mengucapkan
terimakasih
kepada
P3M
(Pusat
Penelitian
Pengabdian Masyarakat) Politeknik
Negeri
Jakarta,
karena
telah
memberikan bantuan
melalui dana
Bantuan Tugas Akhir Mahasiswa,
sehingga penulis dapat menyelesaikan
Penelitian ini.

[4]

Halaman Ganjil (1)

Priyohadi Kuncahyo, Aguk Zuhdi


M. Fathallah, dan Semin, 2013
Analisa Prediksi Potensi Bahan
Baku Biodesel sebagai Suplemen
Bahan Bakar Motor Diesel di
Indonesia, Jurnal Teknik Pomits
Vol. 2, No.1.
Liesbeth, dan Christopher Beaton,
2015 Reformasi subsidi bahan
bakar fosil dan kenaikan harga
bahan bakar di Indonesia:
Dampak
dan
ekspektasi,
International
Institute
for
Sustainable Development.
Houtman
P. Siregar,
2007,
Pengaruh
Diameter
Kawat
Kumparan Alat Penghemat Energi
yang Berbasis Elektromagnetik
Terhadap Kinerja Motor Diesel,
Jurnal Teknik Mesin Vol. 9, No.1.
William H. Hyat, and John A.
Buck,2006,Engineering
electromagnetics, Erlangga.