Anda di halaman 1dari 6

BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1 Desain Penelitian


Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriftif. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui profil balita penderita pneumonia yang berkunjung
ke puskesmas Lempake Samarinda.
4.2 Tempat dan Waktu Penelitian
4.2.1 Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Lempake Samarinda.
4.2.2

Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada tanggal 6 - 15 Mei 2015.

4.3 Populasi dan Sampel Penelitian


4.3.1 Populasi Penelitian
Populasi target adalah balita yang menderita pneumonia di wilayah
kerja Puskesmas Lempake. Populasi terjangkau adalah balita dengan
pneumonia yang berkunjung ke Puskesmas Lempake
4.3.2

Sampel Penelitian
Sampel dalam penelitian ini adalah balita penderita pneumonia yang

berkunjung ke Puskesmas Lempake Samarinda pada bulan Januari Maret


2015 beserta ibu balita penderita pneumonia tersebut.
21

4.4 Kriteria Sampel


4.4.1 Kriteria Inklusi
b. Balita yang didiagnosis pneumonia berdasarkan kriteria MTBS yang
didapat dari catatan diagnosis akhir pasien pada rekam medis.
c. Berusia 0 hingga 60 bulan
4.4.1 Kriteria Ekslusi
a. Pasien tidak berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Lempake
b. Ibu atau keluarga terdekat pasien tidak ada saat dilakukan wawancara.
c. Ibu atau keluarga terdekat pasien menolak untuk turut serta pada
penelitian ini.

4.5 Cara Pengumpulan Data


4.5.1 Data Primer
Data primer diperoleh melalui wawancara langsung terhadap ibu atau
keluarga terdekat pasien yang menjadi sampel untuk mengetahui karakteristik
yang dimiliki oleh pasien dan ibu pasien.

4.5.2 Data Sekunder


Data sekunder diperoleh dari rekam medis Puskesmas Lempake untuk
mengetahui diagnosis pasti yang telah ditegakkan oleh dokter umum, serta
untuk menilai status gizi pasien berdasarkan berat badan pada saat diagnosis
pneumonia ditegakan.

4.6 Variabel Penelitian

Umur, jenis kelamin, pemberian ASI eksklusif, suplementasi vitamin A,


status gizi, status imunisasi, riwayat BBLR, tingkat pendidikan ibu, keadaan
umum anak, tanda bahaya umum, tanda bahaya khusus pneumonia.

4.7 Definisi Operasional


a. Umur balita
Definisi
: lama hidup responden (balita dengan pneumonia) dalam
bulan yang tercatat dalam rekam medis
Kriteria Objektif :
0 12 bulan
13 24 bulan
25 36 bulan
37 48 bulan
49 60 bulan
b. Jenis kelamin balita
Definisi
: perbedaan secara fisik dan biologis dari responden (baita
dengan pneumonia)
Kriteria Objektif :
Laki-laki
Perempuan
c. Pemberian ASI eksklusif
Definisi
: pemberian air susu ibu (ASI) selama 6 bulan pertama
kehidupan responden (balita dengan pneumonia), tanpa
disertai makanan dan minuman tambahan atau pengganti
lainnya.
Kriteria Objektif :
Ya = memberi ASI saja hingga anak berusia 6 bulan
Tidak = tidak hanya memberi ASI hingga anak berusia 6 bulan

d. Status gizi

Definisi

: keadaan gizi balita yang ditentukan berdasarkan indeks


berat badan terhadap umur (BB/U), dengan mengukur skor

simpang baku (Z-score) sesuai standar WHO-NCHS.


Kriteria Objektif :
Gizi lebih = BB/U > +2SD
Gizi baik = BB/U berada pada rentang +2SD hingga -2SD
Gizi kurang = BB/U berada pada rentang -2SD hingga -3SD
Gizi buruk = BB/U < -3SD
e. Status imunisasi
Definisi
: kelengkapan imunisasi yang telah diperoleh oleh responden
(balita dengan pneumonia) berdasarkan PPI (Program
Pengembangan Imunisasi).
Kriteria Objektif :
Ya = imunisasi lengkap
Tidak = imunisasi tidak lengkap
Belum = imunisasi belum lengkap
f. Riwayat BBLR
Definisi
: berat badan lahir responden (balita dengan pneumonia)
yang rendah (di bawah normal).
Kriteria Objektif :
Ya = berat badan lahir < 2500 gram
Tidak = berat badan lahir 2500 gram
g. Tingkat pendidikan ibu
Definisi
: jenjang pendidikan resmi tertinggi yang diperoleh ibu
Kriteria Objektif :
Tidak sekolah
SD (Sekolah Dasar)
SMP (Sekolah Menengah Pertama)
SMA (Sekolah Menengah Atas)
PT (Perguruan Tinggi)
h. Suplementasi vitamin A
Definisi
: kelengkapan suplemen vitamin A yang diperoleh oleh
responden (balita dengan pneumonia) yaitu sebanyak 2 kali
dalam setahun

Kriteria Objektif :
Ya = mendapatkan vitamin A 2 kali dalam setahun
Tidak = tidak mendapatkan vitamin A 2 kali dalam setahun
i. Keadaan umum anak
Definisi
: keadaan umum responden (balita dengan pneumonia)
Kriteria Objektif :
Gelisah
Letargis
j. Tanda bahaya umum
Definisi
: tanda bahaya umum yang dialami responden (balita dengan
pneumonia)
Kriteria Objektif :
Muntah
Kejang
Tidak bisa minum
k. Tanda bahaya khusus
Definisi
: tanda bahaya yang dialami responden (balita dengan
pneumonia)
Kriteria Objektif :
Napas cepat/sesak
Tarikan dinding dada ke dalam
Napas berbunyi
4.8 Cara Kerja
1. Data kejadian pneumonia didapatkan dari data kunjungan poli KIA
Puskesmas Lempake berdasarkan data balita yang didiagnosis sebagai
pneumonia.
2. Berdasarkan data kunjungan, diperoleh rekam medis pasien untuk
melihat umur, jenis kelamin dan berat badan pasien saat didiagnosis
pneumonia ditegakan, serta alamat tempat tinggal dan nomor telepon
keluarga pasien yang dapat dihubungi.
3. Menjelaskan maksud dan tujuan kepada ibu atau keluarga terdekat pasien
terkait penelitian.

4.9 Pengolahan dan Penyajian Data


4.10.1 Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak
pengolah data pada komputer yaitu Microsoft Excel.
4.10.2 Penyajian Data
Penyajian data dilakukan dalam bentuk tabel dan grafik.