Anda di halaman 1dari 18

Perkembangan Anak Usia 4-6 Tahun

ANAK DAN PERKEMBANGANNYA


Istilah perkembangan dan pertumbuhan[1] anak dapat dibandingkan dalam pengertian
sebagai berikut. Perkembangan anak menunjukkan suatu proses tertentu, yaitu suatu proses yang
menuju ke depan dan tidak dapat diulang kembali. Dalam perkembangan anak terjadi perubahanperubahan yang sedikit banyak bersifat tetap dan tidak dapat diulang. Sedangkan pertumbuhan
dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif pada material sesuatu sebagai akibat dari adanya
pengaruh lingkungan. Perubahan kuantitatif ini dapat berupa pembesaran atau pertambahan dari
tidak ada menjadi ada, dari kecil menjadi besar, dari sedikit menjadi banyak. Dari sempit
menjadi luas, dan sebagainya.
Sebenarnya istilah perkembangan dan pertumbuhan ada kesamaannya, yaitu setidaktidaknya kedua istilah tersebut menunjukkan adanya proses tertentu dan terjadinya perubahanperubahan menuju ke depan (taraf yang lebih tinggi), serta tidak dapat begitu saja diulang
kembali. Di bawah ini akan dijelaskan tentang ciri-ciri perkembangan anak:[2]

Perkembangan Emosi
Perkembangan emosi yang muncul adalah pertama anak akan dengan cepat belajar marah
karena marah merupakan cara yang sederhana dan mudah untuk memuaskan kebutuhannya.
Kedua, anak dapat menyadari bahaya yang dahulu belum diketahuinya. Sedangkan yang ketiga
adalah ketika perhatian orang tua dialihkan kepada orang lain anak mulai merasakan
[
[

kedudukannya sebagai anak yang dikasihi mulai terancam. Keempat, yaitu masa yang paling
menyenangkan bagi anak ialah senang akan keberhasilan. Sedangkan ciri yang kelima adalah
rasa ingin tahu anak akan segala hal besar. Selanjutnya ditandai dengan adanya keinginan anak
untuk selalu menang dari seorang anak sangat besar, yang dinyatakan melalui perilaku selalu
ingin mendapat pujian.
Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial yang dimiliki anak adalah anak-anak senang bermain dengan
teman-teman. Ciri yang lain adalah sifat anak-anak sangat egois, suka bertengkar dan jarang bisa
bermain bersama. Selanjutnya, adalah ketika bertengkar, anak biasanya mengambil barang yang
sedang dipegang temannya, atau merusak barang/pekerjaan temannya. Berteriak dengan keras,
menangis, menendang, marah, tetapi hanya dalam waktu singkat, pertengkaran itu segera
terlupakan dan tidak menaruh dendam, bahkan sudah berdamai lagi.
Perkembangan Intelektual
Konsep yang dimiliki oleh anak-anak adalah konsep tentang mati dan hidup yaitu bahwa
barang dan manusia itu sama, memiliki nyawa atau hidup. Anak-anak suka memanusiakan
barang-barang, menganggap mereka hidup, jadi sulit bagi anak-anak untuk mengerti tentang
kematian. Selain itu, adalah konsep tentang ruang, melalui bermain anak belajar mengenal jarak,
kanan dan kiri, serta mampu membedakan bentuk besar atau kecil.
Sedangkan mengenai konsep tentang angka yaitu bagi anak-anak, angka tidak memunyai
arti yang besar. Anak di Taman Kanak-Kanak memang mengenal arti angka satu hingga sepuluh
tetapi masih kabur tentag konsep angka. Selain itu, konsep tentang diri yaitu anak akan merasa
tertarik akan dirinya sendiri dan dapat membedakan dirinya laki-laki atau perempuan, bahkan
mengenal nama-nama organ tubuhnya.

Perkembangan Jasmani
Perkembangan anak umur 4-6 tahun memunyai ciri-ciri yaitu tubuh menjadi besar, sehat
dan dapat mengikuti lebih banyak aktivitas serta tidak mudah lelah. Pertumbuhan gigi susu mulai
tanggal, lalu tumbuh gigi baru dan anak mudah terserang penyakit.
Dalam perkembangan motoriknya anak juga mengalami perkembangan [3] yaitu dalam
keterampilan tangan anak sudah dapat untuk makan sendiri, berpakaian, merawat diri sendiri,
menulis, menjiplak, menangkap, dan melempar bola, serta membuat konstruksi rumit.
Sedangkan untuk keterampilan kaki anak dapat berlari, melompat tinggi, meluncur, melompat
jauh, mendaki, berenang, mengendarai sepeda roda tiga dan roda dua.
Perkembangan Spiritual[4]
Perkembangan spiritual yang dimiliki anak usia 4-5 tahun menurut Mary Go Setiawani
adalah yang pertama, anak dapat mengenal kasih Yesus/Allah melalui kasih orang dewasa
terhadap diri anak. Kedua, anak dapat belajar iman anak terhadap Allah dinyatakan melalui rasa
percayanya terhadap orang dewasa. Ketiga, anak dapat belajar mengenal Allah melalui
kebaktian. Sedangkan yang keempat anak memiliki kesadaran tertentu terhadap hal yang salah
dan benar dan anak juga dapat belajar berdoa.

1.
Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak
seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengan
[
[

kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan sesederhana


apapun merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian
dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Perkembangan
kemampuan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan
jasmani yang terkoordinasi antar pusat syaraf, urat syaraf dan otot.
Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan motorik halus.
Keterampilan motorik kasar yaitu gerakan yang dihasilkan dari kemampuan
untuk mengontrol otot-otot besar, contohnya adalah berjalan, berlari,
melompat, berguling. Keterampilan motorik halus yaitu gerakan terbatas dari
bagian-bagian yang meliputi otot kecil, terutama di bagian jari-jari tangan,
contohnya adalah menulis, menggambar, memegang, sesuatu dengan ibu
jari dan telunjuk. Nah, pada kesempatan kali ini kita bahas perkembangan
motorik kasarnya dulu ya ibu2 kece..

Karakteristik
Anak usia 4-6 tahun berada pada tahap perkembangan early childhood atau
masa kanak-kanak awal yang secara teori dimulai dari usia 3 tahun (Papalia,
Olds,& Feldman, 2004). Berkaitan dengan perkembangan fisik, pada periode
ini anak sangat aktif melakukan berbagai aktivitas. Tentu saja hal ini sangat
baik utk mengembangkan otot-otot kecil maupun besar. Bentuk permainan
yang dilakukan masih bersifat individu, bukan permainan sosial. Walaupun
aktifitas bermain dilakukan anak secara bersama.
Adapun detail poin tahapan perkembangan motorik kasar pada periode ini
bisa disimak kembali pada lampiran file yang sudah mb Sarah kirim via email
ya..

Faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik anak


kematangan (kesiapan fungsi2 fisik maupun psikis utk melakukan aktivitas
tanpa stimulus, spt duduk, berjalan, bicara, dll)
kondisi fisik (bentuk tubuh, kecepatan pertumbuhan, dll)
Nutrisi
kesempatan untuk belajar dan berlatih
motivasi anak untuk belajar dan berlatih

bimbingan orangtua

Bagaimana meningkatkan keterampilan motorik anak?


Beri kesempatan kepada anak untuk bermain yang dapat melatih
penguasaan keterampilan motorik kasar dan motorik halusnya. Suasana
berlatih harus menyenangkan. Usahakan agar pengalaman bergerak ini juga
memasukkan unsur eksplorasi dan aktivitas pemecahan masalah sehingga
anak termotivasi untuk kreatif.
Sediakan peralatan dan lingkungan yang memungkinkan anak melatih
keterampilan motoriknya.
Perkenalkan dan latihlah anak dengan sebanyak mungkin jenis
keterampilan motorik. Semakin banyak jenis ketrampilan yang diberikan akan
semakin baik bagi perkembangan motoriknya.
Tidak membedakan perlakuan antara anak laki- laki dengan perempuan,
karena kemampuan dan ketertarikan anak terhadap aktivitas motorik pd
periode ini adalah sama.
Jangan menekankan pada kekuatan dan kecepatan, tetapi perhatikan
gerakan dan postur tubuh yang benar dalam melakukan aktivitas motorik
tersebut.
Bersabar, karena berkembangnya suatu keterampilan motorik jg
tergantung waktu dan keinginan anak untuk menguasai.
Hindari membandingkan kemampuan motorik anak dengan anak lain yang
seusia dengannya. Setiap anak adalah unik dan istimewa :)
Salam hangat,
Juditha Elfaj

Tanya Jawab :

1. Mbak Puji
Kalo ortunya baru 'ngeh' banyak banget stimulus yg ketinggalan

sebelum usianya 4 taun.bisa ga ya mengejar ketertinggalan dg kasih


stimulus2 yg sebelumnya didapet???hehe.langsung nanya
Jawab :
Insya Allah bisa aja, mb Puji. Asal konsisten menstimulasinya dg baik
dan sabar. Krn menurut Montessori (Hurlock, 1978), anak pada usia 3-6
tahun berada pada masa sensitif, dimana suatu fungsi perlu
dirangsang dan diarahkan agar tidak terhambat perkembangan
berikutnya.

Diposkan oleh Rumah Main Anak Label: motorik kasar, motorik kasar anak, motorik
kasar anak usia 5 tahun, motorik kasar anak usia 6 tahun, perkembangan anak,
pertumbuhan anak, pertumbuhan dan perkembangan anak | Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook
|

Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia 4-6 Tahun


STPPA PAUD -- Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia 4-6 Tahun.
STPPA PAUD adalah acuan untuk mengembangkan standar isi, proses, penilaian,
pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, serta
pembiayaan dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.
Usia dini adalah masa ketika anak menghabiskan sebagian besar waktu untuk
bermain. Karenanya pembelajaran pada PAUD dilaksanakan melalui bermain dan
kegiatan-kegiatan yang mengandung prinsip bermain.
Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak usia 4-6 tahun merupakan pertumbuhan
dan perkembangan anak yang dapat dicapai pada rentang usia 4-5 tahun dan usia
5-6 tahun.
Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada akhir layanan PAUD disebut sebagai
Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar merupakan pencapaian perkembangan anak
yang mengacu kepada Kompetensi Inti.

Perkembangan anak adalah integrasi dari perkembangan aspek nilai agama dan
moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional, serta seni. Sementara
Perkembangan sendiri adalah perubahan perilaku yang berkesinambungan dan
terintegrasi dari faktor genetik dan lingkungan.

Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia 4-6 Tahun


Sesuai dengan penjelasan di atas, pencapaian perkembangan anak usia 4-6 tahun
dibedakan menjadi kelompok usia perkembangan berikut ini :
1. Pencapaian Perkembangan Anak Usia 4-5 Tahun
2. Pencapaian Perkembangan Anak Usia 5-6 Tahun
Untuk Indikator pencapaian perkembangan usia 4-6 tahun ayah bunda bisa
melihatnya disini.
Dalam proses pendidikan, anak usia dini membutuhkan keteladanan, motivasi,
pengayoman/ perlindungan, dan pengawasan secara berkesinambungan
sebagaimana dicontohkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam filosofi: ing ngarso sung
tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani.

Tahapan Perkembangan Anak Umur 4 5 Tahun

Otak anak bagaikan spons. Anak yang sehat memiliki bakat untuk berkembang yang sangat
luarbiasa. Sinapsis yang terbentuk saat masa batita memerlukan stimulus yang berulang supaya
jaringan persarafan di otak makin kuat terbentuk. Anak membutuhkan nutrisi yang cukup supaya
dia tetap sehat dan memiliki energi untuk tumbuh berkembang dengan baik.

(Sumber gambar: Fundamentals of Anatomy and


Physiology 9th ed, Martini et al, Pearson Benjamin Cummings, 2012)
Di umur 4 tahun anak sudah siap untuk memiliki kesempatan terjun ke dunia sosial yang lebih
luas. Anak senang bermain dengan teman-teman usia sebaya dan gemar bermain peran berpurapura. Dia senang berbicara dan bertanya tentang banyak hal.

Senang mencoba-coba gerakan fisik. Gemar mengetes dirinya bisa


melakukan gerakan fisik baru meski kadang takut dan ragu

Melakukan gerakan dalam koordinasi, misal permainan bersama.

Bermain bersama anak-anak lain

Mampu berbicara dengan kalimat yang lebih baik dan menggunakan banyak
kata.

Mengerti dan memahami persamaan dan perbedaan sesuatu. Memahami


penggunaan kata berlawanan (misalnya: gendut dan kurus, pendek dan
tinggi)

Di umur 4 5 tahun anak sudah bisa membedakan gender/jenis kelamin

Memiliki banyak koleksi kosakata yang sudah dikuasai. Lebih percaya diri dan
mampu menggunakan kata-kata untuk mengungkapkan ekspresi perasaan
dan kesulitan yang dihadapinya

Bisa mendengarkan dengan lebih baik.

Ingatan jangka panjang dan jangka pendek makin bagus

Memakai baju tanpa dibantu

Menggambar dan mewarnai. Bisa menggambar figur dengan 6 bagian


penyusun.

Mengenal bentuk dan warna

Mengalami peningkatan ketertarikan terhadap angka, huruf, aktivitas baca


dan tulis.

Bisa menulis namanya sendiri

Menjawab pertanyaan sederhana

Menghitung benda 5 10

Sering penasaran terhadap orang lain dan dunia di sekelilingnya

Mencuci tangannya sendiri. Sebaiknya ketrampilan mencuci tangan ini sudah


dibiasakan sejak anak masih sangat kecil karena ini ketrampilan sederhana
yang sangat penting untuk menjaga kesehatan.

Negosiator yang baik. Anak sering bernegosiasi karena dia percaya bahwa
aturan yang dibuat oleh orang tua bisa dirubah untuk memenuhi
keinginannya
hati-hati yaa moms, hehe..

Dengarkan saat anak mengajak berbicara

Sering berinteraksi dengan anak

Ajak anak membaca dan mendongeng bersama

Beri anak semangat untuk bermain dan berpetualang

Bersikap adil terhadap anak laki-laki dan perempuan

Beri semangat anak untuk bermain, menggambar dan membuat sesuatu


sesuai kreativitasnya

latih anak bersepeda.

Buat perpustakaan sederhana dengan buku-buku tentang tokoh, pahlawan,


cerita binatang, pemandangan. Ajak anak membaca buku setiap hari. Ajak
anak berdiskusi tentang bagian-bagian buku tersebut.

Bermain imajinasi dengan ekspresi dan bahasa tubuh yang menarik

Ajak anak bernyanyi, belajar menulis, mengenal angka.

Batasi menonton televisi dan pastikan anak tidak melihat adegan kekerasan.

Ingat: hukuman fisik tidak akan pernah bermanfaat. Beritahukan dengan


kalimat saat anak melakukan kesalahan. Beri hadiah stiker, balon atau uang
receh untuk celengannya. Sejak kecil anak udah bisa diajak nabung loh

Di umur 5 7 tahun orang tua sebaiknya mulai memberitahu anak tentang


perbedaan gender/jenis kelamin. Kenalkan nama-nama bagian tubuh anak
dengan nama sebenarnya dan jangan dengan ekspresi malu-malu, jadi
bicarakan dengan ekspresi biasa. Anak akan bertanya dan orang tua cukup
menjawab sebatas apa yang ditanyakan anak, tidak perlu merembet kemanamana.

Di umur 5 7 tahun ajarkan anak menolak perlakuan orang dewasa yang


membuatnya tidak nyaman. Ajak anak bicara dan menceritakan
perasaannya.

Beritahukan serta beri semangat anak untuk berperilaku positif dan orang tua
membuat batasan yang jelas serta tegas.

Berikan curahan cinta dan kasih sayang yang konsisten setiap hari.

Daftarkan anak di tempat pendidikan anak usia dini supaya anak bisa
beraktivitas sambil belajar bersama teman-teman sebayanya sehingga siap
untuk masuk sekolah dasar.

Mainan yang anak butuhkan: sepeda, bola, plastisin, play-dough, dll

Bawa anak ke klinik tumbuh kembang jika di akhir umur 5 tahun dia mengalami salah satu hal
berikut ini:

Tampak sangat ketakutan dan pemalu

Terlalu agresif

Sulit berpisah atau ditinggal oleh orang tuanya tanpa protes yang jelas

Mudah teralihkan dan sulit berkonsentrasi lebih dari 5 menit saat melakukan
satu kegiatan

Tidak tampak tertarik bermain dengan anak lain

Menolak merespons orang lain secara umum, atau hanya sedikit mau
merespons

Jarang bermain fantasia tau meniru-niru

Tampak tidak bahagia dan terlihat terlalu sedih sepanjang waktu

Tidak bis aterlibat dalam berbagai aktivitas

Terlihat menghindari dan menjauhi anak lain atau orang dewasa lain

Tidak mampu memperlihatkan ekspresi berbagai perasaan yang dia rasakan

Memiliki kesulitan saat makan, tidur dan mengatur BAB/BAK

Tidak mampu membedakan antara fantasi dan kenyataan

Terlihat pasif yang tidak biasa

Tidak mampu memahami dua perintah yang diberikan dengan kata


penghubung, misalnya: Taruh bonekanya di kasur dan bola di kotak ya, Kak

Tidak mampu menyebutkan namanya

Tidak bisa menceritakan aktivitas harian

Tidak mampu menumpuk kotak lebih dari 6 kotak

Tampak tidak nyaman ketika memegang krayon

Kesulitan saat melepas baju

Tidak mampu menyikat gigi dengan efisien

Tidak bisa cuci tangan dan mengeringkannya dengan baik. Kenalkan


kebiasaan cuci tangan dengan sabun sejak dini ya

Mendadak kehilangan ketrampilan yang telah dikuasainya dengan baik

Anak berperilaku kasar, menyerang, marah atau justru takut ketika mau bermain dengan anak
lain. Bisa jadi ini merupakan tanda-tanda terjadi permasalahan emosional atau penyiksaan pada
anak.
Semua anak tumbuh berkembang dalam pola yang sama, namun setiap anak memiliki
langkahnya masing-masing. Each child develops at her or his own pace. Setiap anak memiliki
kesukaan, sifat dan gaya dalam berinteraksi sosial serta metode belajar sendiri-sendiri.
Memahami tahapan tumbuh kembang anak sesuai umur bisa membantu orang tua. Orang tua
sebaiknya memahami kapan dan dimana bisa meminta pertolongan professional jika terjadi
gangguan tumbuh kembang anak.

PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSI PADA USIA 4 6 TAHUN


Karakter yang ditunjukkan oleh anak makin terlihat pada usia ini. Ibu bapak akan
makin menyadari dan memahami kepribadian anak yang sebenarnya. Hal penting
yang harus diingat adalah ibu bapak bukan harus mengubah kepribadian anak.
Ibu bapak hendaknya membantu anak untuk menyesuaikan sikapnya dengan
lingkungan yang dihadapi. Contohnya, menjadi anak yang memiliki keinginan kuat
adalah sikap yang positif. Namun, bila semua keinginannya harus dipenuhi tanpa
pandang situasi, tentu membuat orang lain merasa tidak nyaman. Anak harus
belajar mengelola keinginannya agar tetap sesuai dengan keinginannya dan tidak
membuat orang lain terganggu.
Ini berarti ibu dan bapak harus menerima anak apa adanya. Terimalah anak dengan
semua keunikan yang ada pada dirinya sehingga ia menjadi seorang yang istimewa.
Mengubah kepribadian bukanlah suatu perkara mudah, tetapi membantu anak

untuk dapat mengembangkan kekuatan atau sisi positifnya akan jauh lebih
memungkinkan. Anak membutuhkan dukungan dan panduan ibu dan bapak untuk
memenuhi potensi sosial emosinya, bukan keberatan atau kritikan. Kebutuhan
dasarnya untuk dicintai dan dihargai oleh ibu dan bapaknya masih sangat kuat. Ia
ingin merasa diterima oleh ibu-bapak.
Ibu-bapak mungkin berpendapat bahwa anaknya adalah luar biasa. Kondisi ini
sangat menguntungkan bagi anak karena merupakan dasar bagi harga diri dan
percaya dirinya. Perasaan ini didapatkan anak dari reaksi yang mereka dapatkan
dari lingkunganya. Itulah sebabnya jika hasil gambar anak dianggap jelek, misalnya,
maka ia akan merasa sedih atau marah. Anak ingin dihargai.
Kelak perasaan akan kemampuan yang dimiliki ini akan sangat berguna ketika anak
memasuki lingkungan sekolah. Anak yang percaya diri dan memiliki pengetahuan
mengenai kemampuan dirinya akan memasuki sekolah dengan rasa senang.
Sebaliknya, anak yang ragu-ragu biasanya akan merasa khawatir dan ketakutan
akan apa yang terjadi di kelas.
Di usia ini, pola pertemanan dan hubungan anak sudah lebih stabil. Anak sudah
memahami adanya aturan, tidak hanya ketika bermain, tetapi juga dalam
perilakunya di rumah. Anak ingin agar perilakunya dapat diterima oleh ibu dan
bapak. Coba amati, anak menjadi lebih luwes berinteraksi bersama orang dewasa
lain dan dapat bercakap-cakap lebih panjang dengan ibu-bapaknya.
Hubungannya bersama teman-teman, baik di sekolah atau di lingkungan rumah,
sangat penting. Anak belajar memahami dirinya sendiri, keterampilan sosial dan
pertemanannya berkembang dari interaksi bersama teman-teman sebayanya. Jika
anak mengajak teman-temannya untuk bermain bersama di rumah, ajak anak untuk
merencanakan secara garis besar permainan apa saja yang akan mereka lakukan.
Salah satu topik yang berkaitan dengan sosial emosi adalah disiplin. Ibu-bapak
harus ingat bahwa tujuan dari disiplin bukan untuk mengendalikan anak, tetapi
untuk mengajarkan kepadanya mengenai aturan yang harus dilakukan. Ketika
berdiskusi dengan anak mengenai perilakunya, jelaskan alasan dari aturan yang
sudah ibu-bapak tetapkan. Misalnya, pergi tidur jam 8 malam agar anak bangun
pagi dengan segar. Anak sudah cukup memahami alasan-alasan dari semua aturan
yang ada. Anak pun akan mengikuti aturan dengan senang hati.

3. Usia 4-6 tahun


Anak usia 4 6 tahun memiliki karakteristik antara lain :
Berkaitan dengan perkembangan fisik, anak sangat aktif melakukan berbagai kegiatan. Hal ini
bermanfaat untuk mengembangkan otot-otot kecil maupun besar.

Perkembangan bahasa juga semakin baik. Anak sudah mampu memahami pembicaraan orang lain
dan mampu mengungkapkan pikirannya dalam batas-batas tertentu.
Perkembangan kognitif (daya pikir) sangat pesat, ditunjukkan dengan rasa ingin tahu anak yang
luar biasa terhadap lingkungan sekitar. Hal itu terlihat dari seringnya anak menanyakan segala
sesuatu yang dilihat.
Bentuk permainan anak masih bersifat individu, bukan permainan sosial. Walaupun aktifitas
bermain dilakukan anak secara bersama.