Anda di halaman 1dari 13

HUKUM BERNOULLI

Hukum

Bernoulli

matematikawan

Swiss

ditemukan

yang

oleh

Daniel

menemukannya

Bernoulli,

pada

seorang

1700-an.

Bernoulli

menggunakan dasar matematika untuk merumuskan hukumnya.


Prinsip Bernoulli
Prinsip Bernoulli adalah sebuah istilah di dalam mekanika fluida yang
menyatakan bahwa pada suatu aliran fluida, peningkatan pada kecepatan fluida
akan menimbulkan penurunan tekanan pada aliran tersebut. Prinsip ini sebenarnya
merupakan penyederhanaan dari Persamaan Bernoulli yang menyatakan bahwa
jumlah energi pada suatu titik di dalam suatu aliran tertutup sama besarnya
dengan jumlah energi di titik lain pada jalur aliran yang sama.
Persamaan Bernoulli menyatakan bahwa sejumlah tekanan,energi kinetik
persatuan volum selalu bernilai sama pada setiap titik sepanjang garis arus.
Fluida

mengalir

Kecepatan

pada

Ujung

berada

pada

pipa

ujung

pada

dari
=

ketinggian

Tekanan pada ujung 1 = P1 , ujung 2 = P2.

ujung

v1

,
h1

ke

ujung

ujung

ujung

v2
h2

Hukum Bernoulli untuk fluida yang mengalir pada suatu tempat maka
jumlah usaha, energi kinetik, energi potensial fluida persatuan volume fluida
tersebut mempunyai nilai yang tetap pada setiap titik. Jadi jumlah dari tekanan,
energi kinetik persatuan volume, dan energi potensial persatuan volume
mempunyai nilai yang sama pada setiap titik sepanjang suatu garis arus.
Bagaimanakah persamaan dari hukum Bernoulli ?
Persamaan Bernoulli adalah

persamaan Bernoulli :

P1 : tekanan pada ujung 1, satuannya Pa


P2 : tekanan pada ujung 2, satuannya Pa
v1 : kecepatan fluida pada ujung 1, satuannya m/s
v2 : kecepatan fluida pada ujung 2, satuannya m/s
h1 : tinggi ujung 1, satuannya m
h2 : tinggi ujung 2, satuannya m
Dalam bentuknya yang sudah disederhanakan, secara umum terdapat dua
bentuk persamaan Bernoulli; yang pertama berlaku untuk aliran tak-termampatkan
(incompressible flow), dan yang lain adalah untuk fluida termampatkan
(compressible flow).
a. aliran

termampatkan

(compressible

flow)

Suatu fluida dengan aliran termampatkan merupakan suatu aliran fluida


yang mempunyai karakteristik khusus adanya perubahan kerapatan massa
(density) pada sepanjang alirannya. Contoh aliran fluida termampatkan
adalah

udara

atau

gas

alam.

Bentuk Persamaan Bernoulli untuk aliran termampatkan adalah sebagai


berikut:

di mana:
Q = energi potensial gravitasi per satuan massa; jika gravitasi konstan
maka
Q = gh
w = entalpi fluida per satuan massa

Catatan: , di mana e adalah energi termodinamika per satuan massa, juga


disebut sebagai energi internal spesifik.
b. aliran tak-termampatkan (incompressible-flow)
Suatu fluida dengan aliran tak termampatkan merupakan suatu aliran
fluida yang mempunyai karakteristik tidak terdapat perubahan kerapatan
massa (density) pada sepanjang aliran fluida tersebut. Contohnya adalah
air, macam-macam minyak, campuran lemak dan larutan basa (emulsi).
Bentuk Persamaan Bernoulli untuk aliran termampatkan adalah sebagai
berikut:

dengan :
v = kecepatan fluida
g = percepatan gravitasi bumi
h = ketinggian relatif terhadap suatu referensi
p = tekanan fluida
= densitas fluida

Dalam bentuk lain, Persamaan Bernoulli dapat dituliskan sebagai berikut:

Penerapan asas bernoulli


a. Karburator
Karburator, adalah alat dalam mesin kendaraan yang berfungsi untuk
menghasilkan campuran bahan bakar dengan udara lalu campuran ini dimasukkan
ke dalam silinder mesin untuk pembakaran.

Salah satu pemakaian karburator adalah dalam kendaraan bermotor, seperti mobil.
Prinsip kerja karburator
Pada dasarnya karburator bekerja menggunakan Prinsip Bernoulli:
semakin cepat udara bergerak maka semakin kecil tekanan statis-nya namun
makin tinggi tekanan dinamis-nya. Pedal gas pada mobil sebenarnya tidak secara
langsung mengendalikan besarnya aliran bahan bakar yang masuk kedalam ruang
bakar. Pedal gas sebenarnya mengendalikan katup dalam karburator untuk
menentukan besarnya aliran udara yang dapat masuk kedalam ruang bakar. Udara
bergerak dalam karburator inilah yang memiliki tekanan untuk menarik serta
bahan bakar masuk kedalam ruang bakar.
Kebanyakan mesin berkarburator hanya memiliki satu buah karburator,
namun ada pula yang menggunakan satu karburator untuk tiap silinder yang

dimiliki. Bahkan sempat menjadi trend modifikasi sepeda motor di Indonesia


penggunaan multi-carbu (banyak karburator) namun biasanya hal ini hanya
digunakan sebagai hiasan saja tanpa ada fungsi teknisnya. Mesin-mesin generasi
awal menggunakan karburator aliran keatas (updraft), dimana udara masuk
melalui bagian bawah karburator lalu keluar melalui bagian atas. Keuntungan
desain ini adalah dapat menghindari terjadinya mesin banjir, karena kelebihan
bahan bakar cair akan langsung tumpah keluar karburator dan tidak sampai masuk
kedalam intake mainfold; keuntungan lainnya adalah bagian bawah karburator
dapat disambungkan dengan saluran oli supaya ada sedikit oli yang ikut kedalam
aliran udara dan digunakan untuk membasuh filter udara; namun dengan
menggunakan filter udara berbahan kertas pembasuhan menggunakan oli ini
sudah tidak diperlukan lagi sekarang ini.
b. Alat Ukur Venturi
Alat ukur venturi (venturimeter) dipasang dalam suatu pipa aliran
untuk mengukur laju aliran suatu zat cair. Suatu zat cair dengan massa
jenis mengalir melalui sebuah pipa dengan luas penampang A1 pada
daerah (1). Pada daerah (2), luas penampang mengecil menjadi A2. Suatu
tabung manometer (pipa U) berisi zat cair lain (raksa) dengan massa jenis
dipasang pada pipa.

Untuk venturimeter tanpa manometer

Persamaan Bernoulli adalah

dan

kontinuitas A1.v1 = A2.v2, maka


Cairan mengalir pada mendatar maka h1 = h2 sehingga P1 P2 = ..(v22
v12 )

Maka
Pada tabung fluida diam, maka tekanan hidrostatisnya : P1 = .g.hA dan P2
= .g.hB maka
P1 P2 = .g(hA hB ) = .g.h ----- (2)

Substitusi persamaan (1) masuk ke (2), maka persamaan kecepatan fluida


pada pipa besar:

v1

kecepatan

fluida

pada

pipa

yang

besar

satuannya

m/s

h : beda tinggi cairan pada kedua tabung vertikal satuannya m


A1

luas

penampang

pipa

yang

besar

m2

satuannya

A2 : luas penampang pipa yang kecil (pipa manometer) satuannya m2

Untuk venturimeter dengan manometer

Persamaan Bernoulli adalah

dan

kontinuitas A1.v1 = A2.v2, maka


Cairan mengalir pada mendatar maka h1 = h2 sehingga P1 P2 = ..(v22 v12 )

Maka

Tekanan hidrostatis pada manometer : P1 = '.g.h dan P2 = .g.h maka


P1 P2 = g.h( - )

------------- (2)

Substitusi persamaan (1) ke (2) maka persamaan kecepatan fluida pada pipa
besar:

v : kecepatan fluida pada pipa yang besar satuannya m/s


h : beda tinggi cairan pada manometer satuannya m
A1 : luas penampang pipa yang besar satuannya m2
A2 : luas penampang pipa yang kecil (pipa manometer) satuannya m2
: massa jenis cairan (fluida) yang mengalir pada pipa besar satuannya Kg/m3
: massa jenis cairan (fluida) pada manometer satuannya Kg/m3

c. alat penyemprot nyamuk / parfum


Berlakunya Hukum Bernoulli adalah semprotan nyamuk. Pada saat udara
dipompakan maka udara di atas selang cairan akan bergerak cepat. Akhirnya
tekanan udara kecil dan cairan dapat tersedot ke atas.

Jika gagang pengisap (T) ditekan maka udara keluar dari tabung melalui ujung
pipa kecil A dengan cepat, karena kecepatannya tinggi maka tekanan di A
kecil, sehingga cairan insektisida di B terisap naik lalu ikut tersemprotkan
keluar.

d. Tabung pitot

Persamaan Bernoulli adalah dan

kontinuitas A1.v1 = A2.v2, maka

Kelajuan gas dari lengan kanan manometer tegak lurus terhadap aliran gas maka
kelajuan gas terus berkurang sampai ke nol di B (v B = 0 ) beda tinggi a dan b
diabaikan

ha

hb

Maka Pa Pb = ..v2

(1)

Tekanan hidrostatis cairan dalam manometer P P = .g.h

(2)

Substitusi persamaan (1) ke (2) maka kecepatan gas pada pipa:

v : kelajuan gas, satuan m/s


h : beda tinggi air raksa, satuan m
A1 : luas penampang pipa yang besar satuannya m2
A2 : luas penampang pipa yang kecil (pipa manometer) satuannya m2

: massa jenis gas, satuannya Kg/m3


: massa jenis cairan pada manometer satuannya Kg/m3
e. gaya angkat pada sayap dan badan pesawat terbang

Hukum Bernoulli digunakan untuk menentukan gaya angkat pada sayap


dan badan pesawat terbang sehingga diperoleh ukuran presisi yang sesuai.
Pesawat terbang dapat terangkat ke udara karena kelajuan udara yangmelalui
sayap pesawat tersebut, berbeda dengan roket yang terangkat ke atas karena
aksi-reaksi antara gas yang disemburkan roket dengan roket itu sendiri. Roket
menyemburkan gas ke belakang (ke bawah), sebagai reaksinya gas mendorong
roket ke atas. Jadi roket tetap dapat terangkat ke atas meskipun tidak ada
udara, pesawat terbang tidak dapat terangkat jika tidak ada udara.
Penampang sayap pesawat terbang mempunyai bagian belakang yang lebih
tajam dari pada bagian depan, dan sisi bagian atas yang lebih melengkung dari
pada sisi bagian bawahnya.
Desain sayap pesawat yang berbentuk aerofoil menyebabkan kelajuan udara di
atas sayap v2 lebih besar daripada di bawah sayap v1. Ini menghasilkan gaya
angkat
F1

sayap

F2

pada
=

pesawat
p

(v2^2

terbang

v1^2)

dengan adalah massa jenis udara di sekitar pesawat dan A adalah luas total
bentangan sayap. Ketika pesawat terbang dalam arah mendatar, berat total
pesawat sama dengan gaya angkatnya.

Penerapan Hukum Bernoulli untuk mendesain pesawat terbang

Pesawat terbang dirancang sedemikian rupa sehingga hambatan udaranya sekecil


mungkin. Pesawat pada saat terbang akan menghadapi beberapa hambatan,
diantaranya hambatan udara, hambatan karena berat badan pesawat itu sendiri,
dan hambatan pada saat menabrak awan. Setelah dilakukan perhitungan dan
rancangan yang akurat dan teliti, langkah selanjutnya adalah pemilihan mesin
penggerak pesawat yang mampu mengangkat dan mendorong badan pesawat.
Pada dasarnya, ada empat buah gaya yang bekerja pada sebuah pesawat terbang
yang sedang mengangkasa.
1.
2.
3.
4.

Berat pesawat yang disebabkan oleh gaya gravitasi bumi.


Gaya angkat yang disebabkan oleh bentuk pesawat.
Gaya ke depan yang disebabkan oleh gesekan udara.
Gaya hambatan yang disebabkan oleh gesekan udara

Jika pesawat hendak bergerak mendatar dengan suatu percepatan, maka gaya ke
depan harus lebih besar daripada gaya hambatan dan gaya angkat harus sama
dengan berat pesawat. Jika pesawat hendak menambah ketinggian yang tetap,
maka resultan gaya mendatar dan gaya vertical harus sama dengan nol. Ini berarti
bahwa gaya ke depan sama dengan gaya hambatan dan gaya angkat sama dengan
berat pesawat.
Jenis-jenis mesin pesawat terbang

Pesawat terbang digerakan oleh sebuah sistem penggerak yang mampu


mengangkat dan mendorong pesawat ke udara. Pemilihan sistem penggerak
didasarkan pada besar kecilnya ukuran pesawat terbang. Adapun jenis-jenis mesin
pesawat terbang adalah sebagai berikut:
Turbo Propeller
Pada awal-awal dioperasikannya pesawat komersial tahun 1950, sistem penggerak
yang digunakan adalah turbo propeller atau yang biasa disebut dengan turboprop,
yakni gabungan antara propeller (kipas) untuk menghisap udara masuk ke ruang
bakar dengan turbin yang tertutup casing, sedangkan penggunaan mesin turboprop
pesawat militer dimulai awal tahun 1930.
Turbo Jet
Pengembangan sistem penggerak pesawat terbang mengalami peningkatan yang
cukup berarti dengan dikembangkannya mesin turbo jet, di mana propeller yang
berfungsi untuk menghisap udara digantikan dengan kompresor bertekanan tinggi
yang tertutup casing mesin menyatu dengan ruang bakar dan turbin pesawat. Dari
gambar di bawah terlihat bagian-bagian dari mesin turbo jet, yang terdiri dari air
inlet (saluran udara), sirip compressor dan sirip stator, saluran bahan bakar (fuel
in), ruang pembakaran (combuster), daun turbin dan saluran buang (exhaust).
Sistem kemudi pesawat terbang
Sistem kemudi pesawat terbang dipergunakan untuk melakukan manuver. Pada
saat pesawat akan berbelok ke arah kanan maka daun kemudi digerakkan ke arah
kiri, begitu juga saat pesawat akan bermanuver ke kiri, maka daun kemudi
digerakkan ke arah kiri. Bagian belakang pesawat terdapat kemudi yang
dirancang secara horizontal dan vertical.
Ekor Pesawa terbang untuk Manuver

Pesawat bisa terbang ke segala arah, menanti gerak kemudi pilot. Kalau
kemudi diputar ke kiri, pesawat akan banking ke kiri. Demikian pula sebaliknya.
Gerakan ini ditentukan bilah aileron di kedua ujung sayap utama. Lalu, jika pedal
kiri atau kanan diinjak, pesawat akan bergerak maju ke kiri atau ke kanan. Dalam
hal ini yang bergerak adalah bilah rudder.Posisinya di belakang sayap tegak (di
ekor).
Berbeda jika gagang kemudi di tarik atau didorong. Pesawat akan menanjak atau
menukik. Penentu gerakan ini adalah bilah kemudi elevator yang terletak di kedua
bilah sayap ekor horizontal.