Anda di halaman 1dari 6

PORTO FOLIO

ABSES SUBMANDIBULA

Oleh:
dr. I Gusti Ngurah Agung Darma Putra

Pembimbing:
dr. Agus, Sp. B

RUMAH SAKIT UMUM BHAKTI HUSADA


KRIKILAN, BANYUWANGI
2016

HALAMAN PENGESAHAN

ABSES SUBMANDIBULA

PRESENTASI KASUS
Laporan kasus ini diajukan dalam rangka praktek dokter internsip sekaligus
sebagai bagian persyaratan menyelesaikan program internsip di
RSU Bhakti Husada, Krikilan, Banyuwangi

Telah diperiksa dan disetujui


pada tanggal :

Dokter Pembimbing :

dr. Agus, Sp.B

No. ID dan Nama Peserta : dr. I Gusti Ngurah Agung Darma Putra

No. ID dan Nama Wahana : RSBH Krikilan


Topik : Abses Submandibula
Tanggal Kasus : 20 Januari 2016
Nama Pasien : Ny. M
No. RM : 065XXX
Tanggal Presentasi :
Pendamping : dr. Agus, Sp. B
Tempat presentasi : Ruang Pertemuan IGD
Obyektif Presentasi :
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatus
Bayi
Anak
Remaja
Dewasa
Lansia
Bumil
Deskripsi : Dewasa perempuan, 60 tahun, terdapat benjolan pada leher bagian kiri
Tujuan : diagnosis dan tatalaksana penyakit
Bahan bahasan
Tinjauan Pustaka
Riset
Kasus
Audit
Cara membahas
Diskusi
Presentasi & diskusi
E-mail
Pos
Data Pasien
Nama : Ny. M
No. Registrasi : 065XXX
Nama Klinik : RSBH Krikilan
Telp.
Terdaftar sejak :
Data Utama untuk bahan diskusi
1. Diagnosis / Gambaran Klinis :
Pasien datang ke poli bedah dengan keluhan terdapat benjolan pada leher kiri. Benjolan dirasakan
sejak 2 minggu yang lalu. Benjolan dirasanan semakin lama semakin besar dan terasa nyeri. Sejak
1 minggu yang lalu pasien mengeluh badannya terasa panas dingin. Pasien mengatakan memiliki
riwayat sakit gigi dan pernah keluar nanah dari gusinya beberapa minggu yang lalu. Mual (-),
muntah (-), nyeri telan (-) BAB (+) normal, BAK (+) normal.
2. Riwayat Pengobatan : Keluhan saat ini belum dapat pengobatan
3. Riwayat Kesehatan :
Tidak pernah MRS sebelumnya
Riwayat Hipertensi (-)
Riwayat DM (disangkal)
4. Riwayat Keluarga : Keluarga tidak ada yang pernah mengalami keluhan seperti pasien
5. Riwayat Pekerjaan : Swasta
Daftar Pustaka :
1.

Soetjipto D, Mangunkusumo E. Sinus paranasal. Dalam : Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga
Hidung Tenggorok Kepala & Leher. Edisi ke-6. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia, 2007. 145-48

2.

Standring, S. 2004. Grays Anatomy. The Anatomical Basis of Clinical Practise. Churcill

3.

Living Stone: Elsevier


Lee, K. J. 1999. Essential Otolaringologi : Head and Neck Surgery Eight Edition. Chapter

21. McGraw Hill Medical Publishing Division.


4.
Pulungan
MR.
Pola
Kuman
abses

leher

dalam.

Diunduh

http://www.scribd.com/doc/48074146/POLA-KUMAN-ABSES-LEHER-DALAM

dari
Revisi.

[Diakses tanggal 16 Juni 2011]


5.
Dr David Maritz. Deep space infections of the neck and floor of mouth- Hand Out.
6.
Ariji Y, Gotoh M, Kimura Y, Naitoh K, Kurita K, Natsume N, et all. Odontogenic infection
pathway to the submandibular space: imaging assessment. Int. J. Oral Maxillofac. Surg. 2002;
7.

31: 1659
Megran, D.W., Scheifele, D.W., Chow, A.W. Odontogenic Infection Disease. 1984. 3:21

8.

Pictures of submandibular neck. Otolaryngology Houston. Diunduh dari http://prositesotohouston.homestead.com/neckabscess.html

9.
10.

Lalwani, A. K. 2007. Neck Masses. Current Diagnosis & Treatment. Otolaryngology Head
and Neck Surgery Second Edition. New York: Mc Graw Hill LANGE
Micheau A, Hoa D. ENT anatomy: MRI of the face and neck - interactive atlas of human
anatomy using cross-sectional imaging (updated 24/08/2008 10:51 pm). Diunduh dari

11.

http://www.imaios.com/en/e-Anatomy/Head-and-Neck/Face-and-neck-MRI.
Calhoun KH. 2001. Head and neck surgery-otolaryngology Volume two. 3nd Edition. USA:

Lippincott Williams and Wilkins. 705,712-3


Hasil Pembelajaran
1. Penatalaksanaan Abses Submandibula
2. Diagnosis penyakit Abses Submandibula
3. Edukasi dan motivasi penatalaksanaan pada kasus abses submandibula
OBYEKTIF
PEMERIKSAAN FISIK (20 januari 2016) pukul 14.00
Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang
Kesadaran : Kompos Mentis
Vital Sign :

TD : 120/80 mmHg
Nadi : 88x/menit
Temp : 37,4 C
RR : 20x/menit
GCS : 456

Status Generalis :
Kepala/Leher
Anemis (-) / ikterus (-) / sianosis (-) / dyspnea (-)
Pernafasan cuping hidung (-)
Status lokalis : didapatkan massa pada region colli sinistria, ukuran 7x7 cm, hiperemis (+),
nyeri (+), konsistensi kistik, massa fix
Thorax

Paru-Paru
Inspeksi : Pergerakan nafas simetris
Palpasi

: Fremitus raba simetris pada kedua paru

Perkusi

: Sonor pada seluruh lapangan paru

Auskultasi : Suara nafas vesikuler di kedua paru, ronkhi -/-, wheezing -/

Jantung
Inspeksi : ictus cordis tak terlihat
Palpasi
: ictus cordis teraba 1 jari linea midclavicularis sinistra, ICS 5
Perkusi
: Batas jantung normal
Auskultasi : S1 S2 reguler, murmur (-), gallop (-)
Abdomen
Inspeksi : datar, tidak terdapat pelebaran vena
Auskultasi : bising usus normal
Perkusi
: timpani
Palpasi
: supel, hepar/lien/ginjal tak teraba, nyeri tekan (-)
Ekstremitas
Akral hangat (+)
Edema (-)

PEMERIKSAAN LAB (20 Januari 2016)


Darah Lengkap :

- Leukosit : 11500
- Hb : 12,5 gr/dl
- Hct : 44,3 %
- Trombosit : 323.000
SGOT : 25 U/L
SGPT : 21 U/L
BUN : 18 mg/dl
GDA : 279 mg/dl
PTT : 18,3
APTT : 27,8
Hbsag : (-)
Rapid test : (-)

PEMERIKSAAN TAMBAHAN (20 Januari 2016)


- EKG : Normal
- Foto Rx Thorax : Normal
- Dilakukan needle aspirasi pada massa : Pus (+) kecoklatan
ASESSMENT
Abses Submandibula Sinistra
PLANNING
Diagnosis :
Terapi :

MRS
IVFD RL 1500 cc/24 jam
Inj. Ceftriaxone 2 x 1 gr
Inf. Metronidazole 3 x 500 mg
Inj. Antrain 3 x 1 amp
Pro Insisi Drainase Abses

Pendidikan :
Memberikan informasi tentang penyakit pasien kepada pasien dan keluarga, termasuk prosedur
tatalaksananya, apa yang hendak dilakukan serta kemungkinan terjadi prognosis buruk dari penyakit
yang diderita pasien.