Anda di halaman 1dari 6

Desa Lampoko

a. Jumlah Proker : 17
1. Penyuluhan Dagusibu (Dapat Gunakan, Simpan, dan Buang Obat)
2. Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di Masyarakat
3. Penyuluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Masyarakat
4. Penyuluhan Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain)
5. Penyuluhan ASI Eksklusif
6. Penyuluhan 1000 Hari Pertama Kehidupan
7. Lomba Balita Sehat
8. Penyuluhan Diare di Masyarakat
9. Pelatihan Pijat Bayi (Massage Baby)
10. Penyuluhan dan Pemberian Makanan Pendamping ASI
11. Penyuluhan Cacingan di Sekolah Dasar
12. Penyuluhan Diare di Sekolah Dasar
13. Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di Sekolah Dasar
14. Deteksi Dini Gangguan Postur Anak
15. Penyuluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di SMK
16. Penyuluhan Gizi Seimbang dan Penilaian Status Gizi Siswa SMK
17. Penyuluhan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya)
b. Intervensi Non Fisik
1. Penyuluhan Dagusibu
2. Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di Masyarakat
Kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat
penting untuk dijaga dengan baik. Gigi dan mulut memiliki peranan penting ditiap
individu, yaitu pengunyahan (mastikasi), pengucapan (fonetik), dan keindahan
(estetik).

Semakin

berkembangnya

waktu,

orang-orang

telah

sadar

akan

pemeliharaan kesehatan gigi. Namun, tak dipungkiri juga masih sangat banyak orang
yang memiliki pengetahuan yang minim mengenai kesehatan gigi dan mulut. Oleh
karena itu, kami berinisiatif melakukan kegiatan promotif serta prefentif yaitu berupa
penyuluhan. Penyuluhan ini dilakukan dengan sasarannya yaitu masyarakat desa.
Metode pelaksanaannya yaitu dengan metode persentasi. Kegiatan ini
dilaksanakan pada bulan Ramadhan setelah shalat tarawih di Mesjid Nurul Jannah
Dusun Bulu Lampoko, Desa Lampoko. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 22
Juni 2016 dan dimulai pada pukul 21.00 malam. Peserta yang hadir dalam kegiatan

ini sebanyak 43 orang. Materi edukasi yang diberikan kepada peserta yang hadir
adalah mengenai cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, mencegah terjadinya
penyakit gigi dan mulut, serta edukasi-edukasi dasar mengenai gigi dan mulut.
Partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini sangatlah baik, meskipun waktu diskusi
sangat minim akibat kegiatan ini dilakukan dimalam hari.
3. Penyuluhan Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA) di Masyarakat
4. Penyuluhan Nyeri Punggung Bawah
5. Penyuluhan ASI Eksklusif
Air Susu Ibu (ASI) adalah minuman alamiah utama untuk semua bayi cukup
bulan yang diperuntukan selama usia bulan-bulan pertama kehidupan bayi. ASI
dianggap sebagai nutrisi terbaik bagi bayi. ASI Eksklusif adalah pemberian ASI (Air
Susu Ibu) sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi
makanan lain, walaupun hanya air putih, sampai bayi berumur 6 bulan. Oleh karena
itu, kami melakukan tindakan promotif berupa penyuluhan. Penyuluhan ini kami
lakukan dengan sasarannya yaitu ibu hamil dan ibu menyusui.
Metode pelaksanaannya yaitu dengan metode presentasi. Kegiatan ini
dilaksanakan bertepatan dengan hari posyandu dan dilakukan di rumah kader
posyandu dusun Lampoko. Penyuluhan dimulai pada pukul 09.00 WITA. Peserta
yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 71 orang yang berasal dari kelima dusun
yang ada di desa Lampoko yaitu dusun Bulu Lampoko, dusun Labungnge, dusun
Bawasaloe, dusun Lampoko dan dusun Pallae. Materi edukasi yang diberikan kepada
peserta yang hadir adalah pengertian dari ASI ekslusif, manfaat ASI untuk bayi dan
ibu, cara menyusui yang benar, cara memperbanyak produksi ASI dan cara
menyimpan ASI.
6. Penyuluhan 1000 Hari Pertama Kehidupan
7. Penyuluhan Diare di Masyarakat
8. Penyuluhan Cacingan

Penyakit infestasi cacing usus adalah salah satu penyakit cacingan yang
ditularkan melalui tanah ( Soil Transmitted Helminths) yang sering dijumpai pada
anak SD dimana pada usia ini anak sering kontak dengan tanah, Ianya menjadi
masalah kesehatan masyarakat Indonesia yang dapat membawa kepada kekurangan
gizi berupa kalori dan protein, kekurangan darah yang bisa menyebabkan turunnya
daya tahan tubuh dan menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak.Oleh karena
itu, penyuluhan bagi anak-anak sekolah dasar adalah penting agar mereka tahu
mengenai penyakit cacingan dan cara-cara pencegahannya bagi menurunkan resiko
terkena penyakit infestasi cacing.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2016 di SD Dusun Lampoko
pada pukul 0900 WITA dengan jumlah peserta adalah seramai 43 orang. Penyuluhan
ini diawali oleh penyuluhan penyakit cacingan dan kemudian langsung dilanjutkan
dengan lomba mewarnai gambar terkait dengan tema hidup sehat tanpa cacingan.
Adapun isi dari penyuluhan yang disampaikan mengenai apa itu penyakit cacingan,
penyebab penyakit cacingan, tanda dan gejala penyakit cacingan dan cara mencegah
dari terjadinya penyakit cacingan. Kegiatan lalu diakhiri dengan pembagian hadiah
buat 3 juara bagi tiap kelas 1, 2 dan 3.
9. Penyuluhan Diare di Sekolah Dasar
Penyuluhan diare di sekolah adalah salah satu upaya untuk memberdayakan
siswa/siswi agar tahu, mau, dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan
sehat dengan cara mencuci tangan karena diketahui salah satu penyebab diare
terbesar adalah kuman yang penyebarannya dapat melalui tangan yang kotor.
Melihat penyakit diare adalah penyakit yang terbesar disebarkan melalui
tangan merupakan salah satu penyakit dari 10 penyakit terbesar di Desa Lampoko,

maka dianggap perlu untuk mengajarkan kepada adik-adik kita tentang pengertian
diare dan cara mencuci tangan yang baik dan benar kepada adik-adik SD.
Metode pelaksanaannya yaitu dengan metode presentasi. Kegiatan ini
dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 20 Juli 2016 di Sekolah Dasar Negeri Lampoko
mulai jam 08.00 WITA. Total siswa/siswi dari kelas 1, 2 dan 3 yang hadir mengikuti
kegiatan ini adalah sebanyak 43 orang. Materi edukasi yang diberikan kepada anakanak SD yang hadir adalah tentang pengertian diare, bahaya diare, penyebab diare
dan cara pencegahan diare serta diajarkan juga cara mencuci tangan yang baik dan
benar. Selain itu, dilakukan juga pemberian hadiah kepada adik-adik SD yang dapat
menjawab pertanyaan tentang materi penyuluhan yang telah dijelaskan serta
pemberian poster cuci tangan yang benar kepada kepala sekolah SD Negeri
Lampoko.
10. Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di Sekolah Dasar
Untuk optimalisasi proses tumbuh kembang anak, maka diperlukan kondisi
kesehatan tubuh yang baik.Kesehatan gigi dan mulut yang baik akan sangat
mempengaruhi proses tumbuh kembang anak, baik segi kesehatan maupun segi
psikologis yang akan berdampak terhadap kualitas hidupnya. Karies gigi dan
penyakit periodontal merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang hampir
dialami seluruh masyarakat di dunia, termasuk pada anak-anak. National Institution
of Health menyebutkan bahwa anak usia 5-17 tahun merupakan usia yang paling
sering mengalami karies. Dan juga dijelaskan bahwa penyakit karies gigi merupakan

masalah utama dalam rongga mulut anak hingga saat ini dan kasusnya lima kali lebih
banyak dibanding asma.
Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut harus dilakukan sejak dini, dikarenakan
anak masih berada dalam masa tumbuh kembang. Anak usia sekolah sangat rentan
terhadap terjadinya karies dikarenakan anak-anak senang mengkonsumsi makanan
kariogenik sementara kesehatan mulutnya kurang terjamin. Terlebih lagi, kurangnya
tingkat pengetahuan dan sarana kesehatan dibeberapa tempat tertentu. Oleh karena
itu, salah satu tindakan yang dapat dilakukan ialah meningkatkan upaya promotif,
preventif dan kuratif pada usia anak sekolah yaitu berupa penyuluhan mengenai
kesehatan gigi dan mulut.
Metode pelaksanaannya yaitu dengan metode persentasi dengan menggunakan
beberapa media, seperti flipchart, model gigi, dan video mengenai kesehatan gigi
yang sesuai untuk anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 dan 22 Juli
di dua Sekolah Dasar, yaitu SDN Lampoko, dan SD Inpres Lampoko yang terletak
didusun Bulu Lampoko. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 pagi. Peserta
yang mengikuti kegiatan ini yaitu murid-murid SDN Lampoko kelas 4,5, dan 6
sejumlah 40 siswa serta murid-murid SD Inpres Lampoko kelas 3,4,5 dan 6 sejumlah
43 siswa.Materi edukasi yang diberikan kepada peserta yang hadir adalah mengenai
cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, mencegah terjadinya penyakit gigi dan
mulut, serta edukasi-edukasi dasar mengenai gigi dan mulut yang mudah dipahami
oleh siswa-siswi.
Kami juga melakukan beberapa kegiatan tambahan seperti mengadakan
permainan mengenai kesehatan gigi agar anak-anak lebih tertarik dan mudah dalam

memahami yang disampaikan. Dan hasilnya sangatlah baik. Siswa-siswi sangat


antusias terhadap kegiatan yang dilakukan. Tidak ada kendala yang ditemukan dalam
kegiatan ini, hanya saja diperlukan sedikit kesabaran diawal dalam menarik perhatian
anak-anak tersebut. Diakhir kegiatan, kami melakukan kegiatan berupa sikat gigi
massal yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 3,4,5 dan 6. Anak-anak benarbenar mempraktekkan apa yang telah diajarkan padanya.
11. Penyuluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di SMK
12. Penyuluhan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya)
c. Intervensi Fisik
1. Lomba Balita Sehat
2. Pelatihan Message Baby (Pijat Bayi)
3. Penyuluhan dan Pemberian Makanan Pendamping ASI
4. Deteksi Dini Gangguan Postur
5. Pelatihan Massage Bayi
6. Penyuluhan Gizi Seimbang dan Penilaian Status Gizi Siswa SMK