Anda di halaman 1dari 14

Hormon berasal dari bahasa homaein yang berarti memacu.

Hormon dihasilkan
oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu dan berfungsi untuk mengatur
metabolism, pertumbuhan, perkembangan, reproduksi, dan tingkah laku.
Hormone dibutuhkan pleh tubuh dalam jumlah sedikit tetapi mempunyai
pengaruh besar.
Pada hakekatnya hormone dan saraf memiliki persamaan tugas dalam
pengaturan kegiatan0kegiatan tubuh. Perbedaannya meliputi kecepatan
kerjanya, banyaknya organ tubuh yang dipengaruhi, kecepatan reaksi, dan
sistem peredarannya. Perhatikan tabel berikut ini
Tabel perbedaan antara sistem saraf dengan hormon
Sistem Saraf

Sistem Hormon

Mengantarkan
rangsangan dengan
cepat

Mengantarkan
rangsangan
dengan lembut

Mengantarkan
rangsangan secara
kurang teratur

Mengantarkan
rangsangan
secara teratur

Rangsangan melalui
serabut saraf

Rangsangan
melalui darah

Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin tidak mempunyai


saluran khusus sehingga juga disebut kelenjar buntu. Hormon dihasilkan oleh selsel kelenjar endokrin bila ada rangsangan saraf yang sesuai. Hormon diproduksi
dalam jumlah yang sangat sedikit. Kemudian hormon diangkut oleh darah
menuju ke sel, jaringan, atau organ target. Pada organ target, hormon
mempengaruhi aktivitas enzim khusus, sehingga dapat mengatur berbagai
aktivitas tubuh seperti metabolisme, reproduksi, pertumbuhan, dan
perkembangan. Kelenjar endokrin pada manusia meliputi kelenjar hipofisis,
tiroid, paratiroid, kelenjar adrenal, kelenjar kelamin, dan pankreas (kelenjar
pulau-pulau langerhans).

A. Kelenjar Hipofisis

Hipotalamus memainkan peranan penting dalam koordinasi sistem saraf dan


hormone. Misalnya, otak mengirimkan informasi sensoris mengenai perubahan
musim dan ketersediaan pasangan kawin ke hipotalamus melalui sinyal saraf.
Kemudian, hipotalamus akan memicu pembebasan hormone reproduksi yang
diperlukan untuk perkawinan.
Kelenjar hipofisis terletak di dasar otak, ukurannya sebesar biji ercis. Meskipun
ukurannya kecil, kelenjar hipofisis berperan penting dalam sistem koordinasi
tubuh. Kelenjar hipofisis mensekresikan berbagai macam hormon yang mengatur
berbagai kegiatan dalam tubuh (mastergland).

Hipotalamus menyekresikan dua buah hormone, yaitu hormon pembebas


(releasing hormone) yang memacu kelenjar hipofisis untuk menyekresikan
hormon-hormonnya dan hormon penghambat (inhibiting hormone) yang
membuat kelenjar hipofisis berhenti menyekresikan hormon. Setiap hormon yang
dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis dikontrol oleh paling tidak satu hormone
pembebas dan penghambat yang dihasilkan oleh hipotalamus.
Kelenjar hipofisis terdiri atas tiga lobus, yaitu lobus anterior, intermediate, dan
posterior. Ketiga lobus ini menghasilkan banyak hormon yang sangat penting
bagi tubuh kita. Karena itu, kelenjar hipofisis disebut juga master of gland.
Hormon-hormon yang disekresikan oleh hipofisis dan fungsinya dapat dilihat
pada tabel berikut.
Tabel hormon-hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis
Hormon

Fungsi

Lobus
anterior
Hormone
pertumbuhan

Memicu pertumbuhan dengan


meningkatkan laju

pembentukan protein di dalam


sel.
Laktotropik
hormone (LTH)
Thyroid
stimulating
hormone (TSH)
Adrenocorticotr
opic
hormone (ACTH
)

Follicle
stimulating
hormone (FSH)

Luiteinizing
hormone (LH)

Merangsang produksi air susu


Mengontrol sekresi hormone
oleh kelenjar tiroid

Mengontrol sekresi hormone


oleh korteks adrenal

1. Pada wanita,
merangsang
perkembangan folikel
pada ovarium dan
sekresi estrogen
2. Pada pria, memicu testis
untuk menghasilkan
sperma
1. Pada wanita,
menstimulasi ovulasi
dan sekresi
progesterone
2. Pada pria, menstimulasi
sel interstisial untuk
menghasilkan
testosteron

Lobus
Intermediat
Melanosit
stimulating
hormone (MSH)

Mempengaruhi pigmentasi
kulit

Lobus
posterior
Hormon
antidiuretik

Menurunkan volume urin


dengan cara menyerap air dari

(ADH) atau
vasopresin

ginjal dan meningkatkan


tekanan darah

Oksitosin

Memacu kontraksi uterus


selama proses melahirkan dan
kelenjar susu agar
mengeluarkan air susu.

Hormone diperlukan dalam jumlah tertentu. Jika suatu hormon yang dihasilkan
berkurang atau berlebih akan membawa dampak-dampak yang tidak diinginkan.
Jika pada masa anak-anak, sekresi hormon pertumbuhan berlebih (hipersekresi)
akan menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme). Bila hipersekresi hormon
pertumbuhan terjadi pada di usia dewasa, dapat menyebabkan pertumbuhan
tulang abnormal di lengan, kaki, dan kepala. Kondisi ini dikenal sebagai
akromegali. Sebaliknya, bila kekurangan hormon pertumbuhan pada masa
kanak-kanak menyebabkan kekerdilan
1. Hipofisis lobus anterior yaitu menghasilkan hormon
Hormone tirotropin (Tiroid stimulating hormone, TSH) berfungsi memelihara
pertumbuhan dan perkembangan kelenjar targetnya (tiroid kelenjar gondok)
dan merangsang tiroid untuk mensekresikan hormone tiroksin.
Andrenocorticotrophic (corticotropia, ACTH) berfungsi memelihara
pertumbuhan dan
perkembangan normal korteks adrenal dan merangsang untuk mengsekresikan
kortisol dan glucocorticoid yang lain.
Gonadotropin, yang terdiri dari Follicle stimulating hormone (FSH) dan
Luteinizing
hormone (LH)
Somatotropic hormone (Ghowth hormone, GH) yaitu hormone yang
menyebabkan
pertumbuhan dari semua jaringan tubuh yang dapat tumbuh.
Prolaktin (Luteotropic hormone, LTH) berfungsi untuk merangsang sekresi
kelenjar
susu (glandula mamae).
2. Hipofisis lobus intermedia yaitu hormon perangsang melanosit atau
melanosit Stimulating
Hormon MSH). Apabila hormon ini banyak dihasilkan maka menyebabkan kulit
menjadi hitam.
3. Hipofisis lobus posterior, hormon yang dihasilkan yaitu ;
Hormone vasopressin atau antidiuretik hormone (ADH) yaitu berfungsi untuk
mencegah pembentukan urine dalam jumlah banyak dan berpengaruh dalam
pengaturan tekanan darah.
Hormon oksitosin yang berfungsi merangsang kontraksi yang kuat pada uterus
sehingga penting dalam membantu proses kelahiran.

B. Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid di leher bagian depan dan terdiri atas dua lobus. Kelenjar tiroid
menyekresikan hormon tiroksin dan kalsitonin. Fungsi dari kedua hormon ini
dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelanjar tiroid
Hormo
n

Fungsi

Tiroksin

Mengatur metabolisme tubuh (memacu


kecepatan reaksi kimia dalam sel tubuh,
sehingga meningkatkan metabolisme tubuh)

Kalsiton
in

Menurunkan kadar kalsium darah dengan cara


meningkatkan penimbunan kalsium pada
tulang keras, mengurangi pengambilan kalsium
dalam usus, atau mengurangi pengambilan
kalsium dalam ginjal.

Dalam memproduksi tiroksin, kelenjar tiroid memerlukan iodium. Kekurangan


iodium dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan pembesaran kelenjar.
Hipotirioditisme (Kekurangan produksi hormon tiroksin menyebabkan penyakit
kretinisme (kerdil pada anak-anak) dan miksedema (pada orang dewasa).

Miksedema ditandai dengan laju metabolisme rendah, berat badan berlebihan,


rambut rontok, dan bentuk tubuh menjadi kasar. Kelebihan hormon tiroksin
menyebabkan penyakit basedow, yang ditandai mudah gugup, nadi dan napas
cepat dengan tidak teratur, mulut menganga, dan mata lebar.
C. Kelenjar Paratiroid (Kelenjar Anak Gondok)
Kelenjar paratiroid terletak di dekat kelenjar tiroid dan menghasilkan hormon
paratiroid (parathormon). Parathormon berperan untuk meningkatkan
pengeluaran fosfor oleh ginjal dan meningkatkan penyerapan kalsium dari
tulang.
D. Kelenjar Adrenal

Kelenjar adrenal berupa struktur kecil yang terletak di atas ginjal, sehingga
disebut juga kelenjar anak ginjal (suprarenalis). Kelenjar adrenal terdiri dari
bagian luar dan bagian dalam. Bagian luar (korteks) menghasilkan hormon
kortison yang terdiri dari mineralokortikoid dan glukokortikoid. Mineralokortikoid
berfungsi untuk membantu metabolisme garam natrium dan kalium serta
menjaga keseimbangan hormon kelamin. Glukokortikoid berfungsi membantu
metabolism karbohidrat. Kekurangan hormon kortison menyebabkan penyakit
adison yang ditandai dengan kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, dan
muntah-muntah.
Bagian dalam (medula) menghasilkan hormon adrenalin (epinefrin). Hormon
adrenalin memengaruhi peningkatan denyut jantung, kecepatan pernapasan,
dan meningkatkan tekanan darah (menyempitkan pembuluh darah).

Adrenalin bersama insulin berpengaruh terhadap perubahan glikogen (gula


dalam otot) menjadi glukosa (gula dalam darah).
E. Kelenjar Pulau-Pulau Langerhans

Kelenjar pulau-pulau langerhans merupakan sekelompok sel yang terletak di


dalam kelenjar pankreas. Hormon yang dihasilkan adalah insulin dan glukagon.
Hormon insulin dan glukagon bekerja sama untuk mengatur kadar glukosa dalam
darah. Bila kadar glukosa dalam darah tinggi, insulin disekresikan sehingga
glukosa diubah menjadi glikogen. Sebaliknya, jika kadar glukosa dalam darah
menurun, glukagon disekresikan yang akan mengubah glikogen menjadi
glukosa. Kekurangan hormon insulin akan menyebabkan penyakit diabetes
melitus (kencing manis) yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa
dalam darah. Kelebihan glukosa akan dikeluarkan bersama urin. Tanda-tanda
diabetes melitus yaitu sering mengeluarkan urin dalam jumlah banyak, sering
merasa haus dan lapar, serta badan terasa lemas.
F. Kelenjar Kelamin
Kelenjar kelamin terdiri atas testis sebagai kelenjar kelamin jantan (pria) dan
ovarium sebagai kelenjar kelamin betina (wanita). Jadi testis dan ovarium
mempunyai kegiatan endokrin selain fungsi utamanya untuk memproduksi selsel
kelamin.
1) Ovarium, menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Sekresinya diatur
oleh hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis. Estrogen berfungsi untuk
menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita,
misalnya perkembangan pinggul, payudara, serta kulit menjadi halus.

Progesteron berfungsi untuk mempersiapkan dinding uterus agar dapat


menerima ovum yang sudah dibuahi.
2) Testis, menghasilkan hormon testosteron yang berfungsi merangsang
pematangan sperma (spermatogenesis) dan pembentukan tanda-tanda kelamin
sekunder pada pria, misalnya pertumbuhan kumis, janggut, bulu dada, jakun,
dan membesarnya suara. Sekresi hormon tersebut juga dirangsang oleh hormon
yang dihasilkan oleh hipofisis.
Share this:
Klasifikasi tradisional
Hormon tradisional diklasifikasikan menjadi tiga jenis:

Hormon klasik Hormon ini disekresikan dari sel-sel endokrin ke dalam


cairan interstitial. Hormon-hormon ini berdifusi ke dalam aliran darah dan
didistribusikan ke seluruh bagian tubuh dengan sistem peredaran darah.

Neurohormon Hormon ini disintesis oleh sel-sel neuroendokrin dan


disekresikan di terminal saraf. Mereka diangkut ke seluruh tubuh melalui
pembuluh darah.

Hormon lokal Hormon ini disekresikan ke dalam cairan interstitial dan


mereka bertindak secara lokal dalam dua cara. Beberapa hormon
bertindak atas sel-sel tetangga dan dikenal sebagai hormon parakrin dan
beberapa hormon bertindak atas sel-sel dari mana mereka dikeluarkan,
mereka adalah hormon autokrin.

Klasifikasi struktural
Hormon secara struktural diklasifikasikan menjadi empat kelompok steroid,
peptida, asam amino dan asam lemak.

Hormon steroid berasal dari kolesterol dan larut dalam lemak. Hormon
steroid termasuk hormon seks dan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar
adrenal. Hormon seks termasuk androgen, estrogen dan progesteron.
Hormon adrenal adalah hormon kortikosteroid dan hormon
glukokortikosteroid. Steroid penting karena mereka mengambil bagian
dalam fungsi penting termasuk keseimbangan air, perkembangan seksual
dan respon stres.

Hormon turunan asam amino Hormon-hormon ini berasal dari asam


amino tirosin dan seperti tyroptophan. Dua jenis hormon yang berasal
tirosin adalah hormon tiroid dan katekolamin. Hormon tiroid adalah yang
paling penting karena mengatur pengembangan organ dan metabolisme.
Katekolamin Norepoinephrin dan epinefrin adalah katekolamin. Mereka
adalah hormon stres dan neurotransmiter.
Asam amino triptofan adalah hormon prekursor seperti serotonin dan
melatonin. Serotonin mengatur pergerakan usus dan juga berhubungan

dengan suasana hati dan rendahnya tingkat hormon ini sering


mengakibatkan depresi.

Hormon peptida Hormon-hormon ini berasal dari peptida. Prohormon


adalah prekursor untuk hormon peptida. Para prohormon disintesis oleh
retikulum endoplasma. Konfigurasi struktural yang tepat diperlukan untuk
fungsi mereka. Hormon peptida disimpan dalam sel vesikel sampai ada
rangsangan sinyal untuk pembebasan mereka ke dalam aliran darah.
Contoh hormon peptida termasuk TSH (thyroid stimulating hormone),
insulin, prolaktin, vassopressin.

Asam lemak yang berasal hormon Hormon yang berasal dari asam lemak
disebut eikosanoid, mereka berasal dari asam arakidonat. Hormon-hormon
ini diproduksi oleh setiap sel dalam tubuh. Mereka memiliki peran penting
dalam tubuh termasuk peradangan, tekanan darah dan pembekuan darah.

Klasifikasi Di Dasar Modus Aksi


Berdasarkan modus tindakan hormon diklasifikasikan menjadi hormon bertindak
cepat dan hormon yang bekerja singkat.

Hormon bertindak cepat Hormon-hormon ini memulai tanggapan


langsung dari sel-sel target mereka. Hormon-hormon ini memiliki reseptor
luar membran plasma pada sel target, mereka berukuran besar. Contoh:
Protein dan hormon amina.

Hormon bertindak singkat- Hormon-hormon ini memulai respon tertunda.


Hormon-hormon ini dalam ukuran kecil dan mereka mengikat reseptor
protein hadir dalam sitosol. Contoh: hormon steroid dari organ reproduksi
dan korteks adrenal.

Klasifikasi hormon berdasarkan senyawa kimia pembentuknya

- Golongan Steroid, yang termasuk golongan ini adalah : Turunan dari


kolestrerol yaitu
androgen ,estrogen dan adrenokortikoid
- Golongan Eikosanoid yaitu dari asam arachidonat
- Golongan derivat Asam Amino dengan molekul yang kecil, yang termasuk
golongan ini
adalah Thyroid, Katekolamin, epinefrin dan tiroksin
- Golongan Polipeptida/Protein : Insulin, Glukagon, GH, TSH, oksitosin vasoperin ,
hormon yang dikeluarkan oleh mukosa usus dan lain lainnya.

Berdasarkan sifat kelarutan molekul hormonLipofilik :

- Kelompok hormon yang dapat larut dalam lemak,contohnya : hormon golongan


steroid
(estrogen, progesteron,testosteron, glukokortikoid, aldosteron) dan
tironin (mis., tiroksin)
- Hidrofilik : kelompok hormon yang dapat larut dalam air, contohnya insulin,

glukagon,
hormon adrenokortikotropik (ACTH), gastrin dan katekolamin (mis:
dopamin, norepinefrin,epinefrin)

Berdasarkan lokasi reseptor hormon

- Hormon yang berikatan dengan hormon dengan reseptor intraseluler


- Hormon yang berikatan dengan reseptor permukaan sel (plasmamembran)

Berdasarkan sifat sinyal yang mengantarai kerja hormon didalam sel


yaitu kelompok Hormon yang menggunakan kelompok second messenger
senyawa cAMP,cGMP,Ca2+, Fosfoinositol, Lintasan Kinase sebagai
mediator intraseluler

Fungsi hormon adalah sebagai berikut...

Mempengaruhi dalam metabolisme glukosa, protein dan lemak pada


seluruh tubuh

Mengendalikan tekanan darah

Merangsang dalam pembentukan sel darah merah

Mengendalikan dalam perkembangan ciri seksual dan sistem reproduksi

Mengendalikan pembentukan dan pelepasan hormon oleh korteks adrenal

Merangsang pembentukan dan pelepasan dari kelenjar tiroid

Mempertahankan homeostasis (keseimbangan keadaan tubuh dengan


lingkungan sekitarnya)

Tabel berbagai macam hormon pada manusia beserta fungsinya.


No Nama hormone
Fungsinya
1. Anti Diuretik
Meningkatkan absorbsi air dari tubulus ginjal dan
Hormone ( ADH )
meningkatkan tekanan darah
2. Oksitosin
Merangsang kontraksi uterus, pengeluaran air susu
3. Growth Hormone
Merangsang pertumbuhan tulang dan otot,
( GH )
meningkatkan sintesis protein, mobilisasi lemak,
menurunkan metabolisme karbohidrat
4. Prolaktin
Meningkatkan perkembangan payudara selama
kehamilan dan produksi air susu setelah kelahiran
5. Tiroid Stimulating
Merangsang produksi dan sekresi hormon tiroid
Hormone ( TSH )
6. Adenocorticotropic Merangsang sekresi dan produksi hormon steroid dan
Hormone ( ACTH ) korteks adrenal
7
Luteinizing hormon Merangsang pertumbuhan korpus luteum, ovulasi,
( LH )
produksi esterogen dan progesteron ( pd wanita )
Merangsang sekresi testosteron, perkembangan

8
9
10
11
12

13

14
15

16
17
18

19
20
21

jaringan interstisial ( pada pria )


Folicel stimulating
Merangsang pertumbuhan folikel telur dan ovulasi
hormone
( pada Wanita )
Merangsang produksi sperma ( pd pria )
Melanosit stimulating Bersama dengan ACTH terlibat dalam pembentukan
hormone
kulit
Tiroksin ( T4 ) dan Meningkatkan laju metabolisme, sensitivitas
Triidotironin ( T3 )
kardiovaskuler terhadap aktivasi saraf simpatik,
mempengaruhi kematangan homeostasis otot skelet
Kalsitonin
Menurunkan konsentrasi Ca dan fosfat,
Hormon paratiroid
Meningkatkan konsentrasi Ca dlm darah,
menurunkan kadar fosfat darah, bekerja
mempengaruhi tulang, usus, ginjal, dan sel-sel
lainnya
Adrenalin / epinefrin Meningkatkan kecepatan denyut jantung, dan
tekanan darah, mengatur diameter arteriol,
merangsang kontraksi otot polos, meningkatkan
konsentrasi gula darah
Noradrenalin/
Menyebabkan konstriksi arteriol dan meningkatkan
norepinefrin
laju metabolisme
Glukokortikoid
Mempengaruhi proses metabolisme, mengatur
( kortison dan konsentrasi gula darah, antiinflamasi, mempengaruhi
kortikosteron )
proses pertumbuhan, menurunkan pengaruh stress
dan sekresi ACTH
Insulin
Menurunkan gula darah, meningkatkan simpanan
glikogen, mempengaruhi otot, hati dan jaringan
adiposa
Glukagon
Meningkatkan kadar gula darah
Estrogen
Mempengaruhi perkembangan organ seks dan ciri-ciri
kelamin wanita, merangsang perkembangan folikel
telur, mempengaruhi siklus menstruasi, merangsang
penealan dinding uterus, dan memeilihara kehamilan
Progesteron
mempengaruhi siklus menstruasi, merangsang
penealan dinding uterus, dan memeilihara kehamilan
Human chorionic
Memelihara kehamilan
gonadotrpin ( HCG )
Testosteron
Mempengaruhi perkembangan organ seks dan ciri
kelamin pria, serta pembentukan sperma

Kelainan Pada Sistem Hormon


Desember 13, 2013
1. Penyakit Addison
Penyakit ini terjadi karena sekresi yang berkurang dari glukokortikoid. Hal ini
dapat terjadi misalnya karena kelenjar adrenal terkena infeksi atau disebabkan
oleh autoimun.

Gejala-gejalanya :
a. Berkurangnya volume dan tekanan darah karena turunnya kadar Na + dan
volume air dari cairan tubuh.
b. Hipoglikaemia dan turunnya daya tahan tubuh terhadap stres, sehingga
mudah terjadi shock.
c. Lesu mental dan fisik.
2. Sindrom Cushing
Kumpulan gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh sekresi berlebihan dari
glukokortikoid seperti tumor adrenal dan hipofisis. Dapat juga disebabkan oleh
obat-obatan kortikosteroid yang berlebihan.
Gejala-gejalanya :
a. Otot-otot mengecil dan menjadi lemah karena katabolisme protein.
b. Osteoporosis
c. Luka yang sulit sembuh.
d. Gangguan mental.
3. Sindrom Adrenogenital
Kelainan ini terjadi karena kekurangan produksi glukokortikoid yang biasanya
akibat kekurangan enzim pembentuk glukokortikoid pada kelenjar adrenal.
Akibatnya kadar ACTH meningkat dan zona retikularis dirangsang untuk
mensekresi androgen yang menyebabkan timbulnya kelainan-kelainan sekunder
pria pada seorang wanita disebut virilisme.
4. Peokromositoma
Tumor adrenal medula yang menyebabkan hipersekresi adrenalin dan
noradrenalin dengan akibat sebagai berikut :
a. Basal metabolisme meningkat.
b. Glukosa darah meningkat.
c. Jantung berdebar.
d. Tekanan darah meninggi.
e. Berkurangnya fungsi saluran pencernaan.
f. Keringat pada telapak tangan.
5. Struma

Pembengkakan dari kelenjar tiroid yang menimbulkan pembenjolan pada leher


bagian depan. Penyebabnya antaralain peredangan, tumor ataupun defisiensi
yodium.
6. Hipotiroidea
Keadaan ini terjadi karena kekurangan hormon tiroid. Bila terjadi pada masa bayi
dan anak, hipotiroidea menimbulkan kretinisme yaitu tumbuh menjadi pendek
karena pertumbuhan pada tulang dan otot terhambat, disertai kemunduran
mental karena sel-sel otak kurang berkembang. Ciri-cirinya : muka bulat, perut
buncit, leher pendek, dan lidah yang besar.
7. Hipertiroidea
Keadaan ini terjadi karena hormon tiroid disekresikan melebihi kadar normal.
Gejalanya seperti : berat badan menurun, gemeteran, berkeringat, nafsu makan
besar, jantung berdebar dan BMR meningkat melebihi 20 sampai 100.
8. Diabetes Melitus (DM)
Diabetes Melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh kelainan hormon yang
mengakibatkan sel-sel dalam tubuh tidak dapat menyerap glukosa dari darah.
Gejalanya : merasa lemas, tidak bertenaga, ingin makan yang manis, sering
buang air kecil, dan mudah sekali merasa haus.

Buah untuk hormon


Sertakan buah-buahan seperti pepaya, apel, jambu biji, pir, jeruk, kiwi, dan buah
ara, yang kaya serat dan antioksidan. Dimana bisa membantu mencegah
peradangan, yang berhubungan dengan PCOS. Pisang, buah kaya kalium dapat
membantu dengan retensi air tetapi merupakan buah yang mengandung indeks
glikemik tingkat menengah, maka akan lebih baik dikonsumsi dalam jumlah
sedang.
Biji-bijian
Sertakan biji-bijian seperti gandum, gandum, oat, quinoa dan millets, karena
mereka kaya akan vitamin B, mineral, fitokimia dan enzim, yang baik untuk
sistem pencernaan.
Protein
Protein perlu dikonsumsi secara teratur dan cermat. Sebabnya protein
membantu membangun sel dan otot. Massa otot yang baik akan membantu
dalam penyimpanan lemak lebih sedikit. Selain itu, protein membuat Anda
merasa kenyang untuk jangka waktu lama. Untuk itu, sertakan protein hewani

seperti putih telur, daging tanpa lemak, protein nabati seperti kacang-kacangan,
kedelai dan lain-lain.
Susu
Susu diyakini memiliki efek buruk pada tingkat insulin. Namun jika diambil pada
waktu yang tepat dan dalam jumlah tepat, bisa menguntungkan. Hal itu karena
susu mengandung kasein beta AI yang diyakini dapat meningkatkan produksi
testosteron.
"Lemak baik"
"Lemak baik", terutama omega- 3 hadir dalam biji rami, ikan dan alpukat, yang
sangat penting bagi penderita PCOS. Hal itu karena semua asupan itu memiliki
kandungan anti-inflamasi dan berguna dalam mengelola gejala peradangan
seperti nyeri payudara, sakit punggung kelebihan dan sakit perut saat PMS.
Selain itu, lemak jenis ini bila dikonsumsi dalam proporsi tepat akan membantu
dalam penurunan berat badan. Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti almond,
biji bunga matahari dan kenari juga mengandung lemak baik.